Kamis, 02 April 2026

Materi Ajar: Kamis, 2 April 2026

 Hari/tanggal : Kamis, 2 April2026

Kelas : VI Al Jazari

Materi Muatan Pelajaran
Matematika : Peluang
Pancasila : Provinsiku Bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

CP Pancasila:

Peserta didik mampu memahami wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengenal provinsi sebagai bagian dari NKRI, serta menunjukkan sikap bangga dan cinta tanah air.

Tujuan Pembelajaran : 
 
  1. Menjelaskan pengertian NKRI.

  2. Menyebutkan jumlah provinsi di Indonesia.

  3. Menjelaskan bahwa provinsi merupakan bagian dari wilayah NKRI.

  4. Menunjukkan sikap bangga terhadap provinsinya sebagai bagian dari NKRI.

Capaian pembelajaran:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Matematika


Setiap hari tanpa kita sadari atau tidak, kita selalu membuat prediksi terhadap apa yang akan terjadi. Perkiraan yang kalian lakukan tiap hari sebenarnya dapat dihitung secara matematis. Perhitungan perkiraan ini disebut juga peluang. Peluang adalah perhitungan tentang seberapa mungkin terjadinya suatu kejadian.

A. Skala Peluang
Skala peluang adalah cara untuk mengukur seberapa besar kemungkinan suatu kejadian tertinggi angkanya, makin besar peluang kejadian itu akan terjadi. Skala peluang sering digunakan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, saat menebak siapa yang akan menang dalam permainan sepak bola.  Skala peluang membantu kita memahami dan memprediksi kejadian dengan lebih mudah.

Suatu kejadian yang kita prediksi dapat dikelompokkan kedalam beberapa kategori, antara lain : mungkin, kurang mungkin, mungkin, sangat mungkin, dan pasti. Berikut contoh kejadian yang diprediksi berdasarkan kategori tersebut.
Peluang
No.KategoriContoh Kejadian
1.Tidak mungkinSaya tidak mungkin berkurang usianya tahun depan.
2.Kurang mungkinKami sekelompok pindah rumah
3.MungkinHujan di sekitar rumah Dhien
4.Sangat mungkinKami makan malam bersama-sama
5.PastiMatahari terbit besok pagi.

Latihan
1. Buatlah skala peluang untuk beberapa konteks berikut. 
a. Salah satu lauk makan malam keluarga kalian hari ini.
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
Ayam BetutuOpar AyamAyam GorengTempe-

b. Hasil melempar dadu 6 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 2, 2, 3, 3, 3, 4.
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
1, 5, 6423-
Sisi 2 = muncul 2 kali = 2/6
Sisi 3 = muncul 3 kali = 3/6
Sisi 4 = muncul 1 kali = 1/6

c. Hasil melempar dadu 8 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8.
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
--1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8--
Sisi 1 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 2 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 3 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 4 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 5 = muncul 3 kali = 1/8
Sisi 6 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 7 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 8 = muncul 3 kali = 1/8

d. Hasil melempar dadu 8 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5.
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
1, 2, 3, 4, 6, 7, 8---5
Sisi 6 = muncul 8 kali = 8/8 = 1

e. Mengambil 1 bola secara acak dari tas.
Tas
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
-Putih dan biruKuningHijau-
Bola hijau = 5/10
Bola kuning = 3/10
Bola putih = 1/10
Bola biru = 1/10

f. Mengambil 1 bola secara acak dari tas
Tas 2
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
-Merah, Ungu, dan Merah muda BiruKuning-
Bola kuning = 7/15
Bola biru = 5/15
Bola muda = 1/15
Bola merah = 1/15
Bola ungu = 1/15

g. Bencana alam yang akan terjadi di daerah Sulawesi Tengah.
Banyaknya Bencana Alam yang Terjadi Berdasarkan Desa/Kelurahan di Sulawesi Tengah
Tanah longsorBanjirGempa bumiTsunamiGunung Meletus
13356755600

Skala Peluang
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
Tsunami dan Gunung meletus-Tanah longsorGempa bumi dan banjir-

2. Coba lihat data bencana alam dalam tiga tahun terakhir (2021) dengan memindai kode QR ini. Catatan: gunakan data yang disediakan guru kalian apabila akses artikel di internet tidak memungkinkan. Berdasarkan data tersebut, kalian akan membuat prediksi provinsi tempat tinggal Dhien dan keluarga. Buat skala peluangnya dengan kategori berikut: pasti, sangat mungkin, mungkin, kurang mungkin, dan tidak mungkin.
Tidak MungkinKurang MungkinMungkinSangat MungkinPasti
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan SelatanBanten, Jawa Tengah, Papua, GorontaloSumatra Utara, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi TengahJawa Timur-

3. Jawab pertanyaan dengan petunjuk yang tersedia pada skala peluangnya. 
a. Terdapat sebuah dadu permainan dengan 6 sisi.
Berdasarkan skala peluangnya, berapa perkiraan angka yang tertera di masing-masing sisi dadunya?
Soal 2a
Perkiraan : 2, 2, 2, 4, 4, 1
b. Terdapat sebuah dadu permainan dengan 6 sisi.
Berdasarkan skala peluangnya, berapa perkiraan angka yang tertera di masing-masing sisi dadunya?
Soal 2b
Perkiraan : 3, 3, 4, 4, 5, 5
c. Terdapat sebuah dadu permainan dengan 8 sisi.
Berdasarkan skala peluangnya, berapa perkiraan angka yang tertera di masing-masing sisi dadunya?
Soal 2c
Perkiraan : 6, 6, 6, 4, 4, 5, 5, 3
d. Terdapat sebuah dadu permainan dengan 8 sisi.
Berdasarkan skala peluangnya, apa perkiraan angka yang tertera di masing-masing sisi dadunya?
Soal 2d
Perkiraan : 8, 8, 8, 8, 8, 8, 8, 8
e. Terdapat 10 bola dalam 1 tas. Apabila diambil secara acak, skala peluang terambilnya bola dengan masing-masing warna adalah seperti berikut.
Berdasarkan skala peluangnya, apa perkiraan jumlah bola dengan masing-masing warna?
Soal 2e
6 bola putih, 3 bola merah, 1 bola kuning
5 bola putih, 3 bola merah, 2 bola kuning
f. Terdapat 15 bola dalam 1 tas. Apabila diambil secara acak, skala peluang terambilnya bola dengan masing-masing warna adalah seperti berikut.
Berdasarkan skala peluangnya, apa perkiraan jumlah bola dengan masing-masing warna? berikut.
Soal 2f

7 bola merah, 4 bola hijau, 4 bola biru
8 bola merah, 3 bola hijau, 4 bola biru
8 bola merah, 4 bola hijau, 3 bola biru
9 bola merah, 3 bola hijau, 3 bola biru

A. SKALA

1. Pengertian Skala

Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar (peta/denah) dengan jarak sebenarnya.

Rumus skala:

Skala=Jarak pada petaJarak sebenarnyaSkala = \frac{Jarak\ pada\ peta}{Jarak\ sebenarnya}

Skala biasanya ditulis dalam bentuk:
1 : n

Artinya:

  • 1 cm pada peta mewakili n cm jarak sebenarnya.

2. Menghitung Skala

Contoh 1

Jarak dua kota pada peta adalah 5 cm.
Jarak sebenarnya 10 km.

Ubah 10 km ke cm:
10 km = 1.000.000 cm

Skala:

5:1.000.0005 : 1.000.000

Sederhanakan:

1:200.0001 : 200.000

Jadi, skalanya adalah 1 : 200.000

3. Menghitung Jarak Sebenarnya

Rumus:

Jarak sebenarnya=Jarak peta×SkalaJarak\ sebenarnya = Jarak\ peta \times Skala

Contoh 2

Skala 1 : 100.000
Jarak pada peta 4 cm

Jarak sebenarnya:

4×100.000=400.000 cm4 \times 100.000 = 400.000\ cm

Ubah ke km:
400.000 cm = 4 km

4. Menghitung Jarak pada Peta

Rumus:

Jarak peta=Jarak sebenarnyaSkalaJarak\ peta = \frac{Jarak\ sebenarnya}{Skala}

Contoh 3

Skala 1 : 50.000
Jarak sebenarnya 2 km (200.000 cm)

200.000÷50.000=4 cm200.000 ÷ 50.000 = 4\ cm

Jadi jarak pada peta adalah 4 cm.

B. PELUANG

1. Pengertian Peluang

Peluang adalah kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.

Nilai peluang berada antara:
0 sampai 1

  • 0 → mustahil terjadi

  • 1 → pasti terjadi

2. Rumus Peluang

P(A)=Banyak kejadian yang diharapkanJumlah seluruh kejadianP(A) = \frac{Banyak\ kejadian\ yang\ diharapkan}{Jumlah\ seluruh\ kejadian}

3. Contoh Soal Peluang

Contoh 1

Sebuah koin dilempar satu kali.
Berapa peluang muncul gambar?

Kemungkinan:

  • Gambar

  • Angka

Jumlah kejadian = 2
Kejadian yang diharapkan = 1

P=12P = \frac{1}{2}

Contoh 2

Dalam kotak terdapat 5 bola merah dan 3 bola biru.
Berapa peluang mengambil bola merah?

Jumlah bola = 8
Bola merah = 5

P=58

4. Bentuk Peluang

Peluang dapat ditulis dalam:

  • Pecahan (3/4)

  • Desimal (0,75)

  • Persen (75%)

C. Perbedaan Skala dan Peluang

SkalaPeluang
Perbandingan jarakKemungkinan kejadian
Digunakan pada peta/denahDigunakan pada percobaan
Bentuk 1 : nBentuk pecahan

D. Latihan Soal

Skala

  1. Jarak pada peta 6 cm, jarak sebenarnya 3 km. Tentukan skalanya.

  2. Skala 1 : 250.000, jarak pada peta 8 cm. Berapa jarak sebenarnya?

Peluang

  1. Sebuah dadu dilempar. Berapa peluang muncul angka 4?

  2. Dalam kotak ada 10 permen, 4 rasa cokelat. Berapa peluang mendapat permen cokelat?


Demikian pembahasan mengenai Skala Peluang. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pendidikan Pancasila




1. Pengertian NKRI

NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu bentuk negara Indonesia yang terdiri atas berbagai wilayah yang bersatu di bawah satu pemerintahan pusat.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki:

  • Ribuan pulau

  • Beragam suku bangsa

  • Berbagai bahasa daerah

  • Budaya yang berbeda-beda

Walaupun berbeda-beda, Indonesia tetap satu sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

2. Provinsi sebagai Bagian dari NKRI

Indonesia terbagi menjadi beberapa provinsi.
Setiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur.

Provinsi terdiri atas:

  • Kabupaten

  • Kota

Setiap provinsi memiliki:

  • Ibu kota provinsi

  • Lambang daerah

  • Lagu dan tarian daerah

  • Pakaian adat

  • Rumah adat

Contoh:

  • Provinsi Jawa Tengah (Ibu kota: Semarang)

  • Provinsi Sumatera Barat (Ibu kota: Padang)

  • Provinsi Sulawesi Selatan (Ibu kota: Makassar)

Semua provinsi tersebut adalah bagian dari NKRI dan tidak dapat berdiri sendiri.

3. Pentingnya Persatuan dalam NKRI

Sebagai warga negara, kita harus:

  • Menjaga persatuan dan kesatuan

  • Menghargai perbedaan budaya

  • Bangga terhadap daerah dan bangsa Indonesia

  • Tidak membeda-bedakan teman

Persatuan membuat Indonesia tetap kuat dan tidak mudah terpecah belah.


Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah. 
Wassalamuaikum wr. wb. 

Materi Ajar: Rabu, 1 April 2026

 Selamat datang di perpustakaan online di kelas bu Tutik! Mari kita saling mengenal sebelum memulai pembelajaran. Saya akan menjadi teman belajar kalian selama setahun dan berharap kita bisa berkolaborasi serta menikmati perjalanan belajar ini bersama!

 Hari/Tanggal       : Rabu,  1 April 2026

Kelas                   : 6 Al Jazari

Muatan Pelajaran: 

1. Bahasa Indonesia   :Latihan SOAL TKA

2. IPAS                     :  Latihan SOAL TKA

3. Seni Rupa              : BAB 5 Mahir Menggambar

Bahasa Indonesia

Capaian Pembelajaran: 

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh serta solusi yang diambil dalam teks naratif. Peserta didik mampu mengembangkan kategori yang lebih terperinci (misalnya membandingkan objek) berdasarkan pemahaman terhadap teks dan gambar. Peserta didik mampu menulis teks naratif (fiksi ilmiah) dengan awal, tengah, dan akhir cerita.

Tujuan Pembelajaran, Murid dapat :

 ·         membuat skala prioritas dari berbagai kebutuhan dengan benar.

·         membuat keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan dengan benar.

·         membelanjakan uang dan menyusun anggaran sederhana dengan benar.

·         memahami iklan dan kuitansi dengan benar.

  • menulis teks fiksi ilmiah sederhana dengan benar.


CP IPAS: 

Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar


SENI RUPA

Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain. Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan prinsip proporsi.

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.


Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini!

BAHASA INDONESIA

 Soal Bahasa Indonesia

1. Analisis Teks Fiksi (Cerita)
Stimulus: Mimit si semut bekerja keras mengumpulkan biji-bijian saat musim panas. Sementara itu, sahabatnya, Rara si belalang, asyik bernyanyi dan menari. Rara mengejek Mimit yang dianggap tidak menikmati hidup. Saat musim dingin tiba, Mimit menikmati makanannya di sarang, sementara Rara kelaparan dan kedinginan.
Soal:
Berdasarkan cerita di atas, evaluasilah tindakan Rara. Jika Rara ingin hidup aman di musim dingin tanpa harus bekerja sekeras Mimit di musim panas, strategi apa yang seharusnya dilakukan Rara sejak awal?
  • a. Meminta makanan kepada Mimit saat musim dingin.
  • b. Bernyanyi lebih keras agar tidak terasa dingin.
  • c. Mencari tempat tinggal lain yang lebih hangat.
  • d. Membuat kesepakatan dengan Mimit untuk menukar lagu dengan makanan.
Jawaban: D (Menuntut kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah (solusi alternatif) dalam konteks cerita).
2. Evaluasi Teks Eksplanasi (Analisis Dampak)
Stimulus: Penebangan pohon di hutan hulu sungai dilakukan secara liar untuk perluasan lahan pertanian. Akibatnya, saat hujan deras, air tidak meresap ke tanah melainkan langsung turun membawa lumpur ke permukiman warga di hilir.
Soal:
Berdasarkan teks eksplanasi tersebut, manakah analisis yang paling tepat mengenai penyebab utama banjir?
  • a. Hujan deras yang terjadi terus-menerus.
  • b. Lokasi permukiman yang terlalu dekat dengan sungai.
  • c. Hilangnya fungsi akar pohon sebagai penahan dan penyerap air.
  • d. Jenis tanah yang digunakan untuk pertanian tidak subur.
Jawaban: C (Analisis mendalam mengenai hubungan sebab-akibat, bukan hanya menyebutkan isi teks).
3. Analisis Iklan
Stimulus: Iklan A: "Biskuit Tralala, rasanya enak, harga ekonomis, disukai anak-anak."
Iklan B: "Biskuit Tralala, nutrisi seimbang, tanpa pengawet, pilihan ibu cerdas."
Soal:
Kedua iklan tersebut menawarkan produk yang sama. Apa tujuan utama perbedaan fokus informasi pada kedua iklan di atas?
  • a. Iklan A menargetkan anak-anak, sedangkan Iklan B menargetkan orang tua.
  • b. Iklan A lebih jujur daripada iklan B.
  • c. Iklan B lebih mahal daripada iklan A.
  • d. Iklan A untuk toko, iklan B untuk apotek.
Jawaban: A (Analisis tujuan dan audiens sasaran dari dua teks yang berbeda (komparasi)).
4. Kreasi/Sintesis (Pidato)
Soal:
Jika kamu diminta menyampaikan pidato tentang pentingnya "Mengurangi Sampah Plastik" di lingkungan sekolah, manakah kalimat ajakan yang paling efektif untuk mempengaruhi teman-temanmu?
  • a. "Sekolah kita sangat kotor karena banyak sampah plastik di mana-mana."
  • b. "Ayo kita buang sampah plastik ke tempat sampah agar sekolah terlihat bersih!"
  • c. "Mulai besok, mari kita bawa botol minum sendiri untuk mengurangi limbah plastik!"
  • d. "Plastik adalah bahan yang sangat berbahaya jika dibakar."
Jawaban: C (Membutuhkan kemampuan menciptakan kalimat persuasif yang aplikatif dan berdampak (HOTS: Kreasi)).
IPAS

Energi adalah kemampuan melakukan usaha/kerja, yang tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun hanya dapat diubah bentuknya. Materi kelas 6 mencakup bentuk-bentuk energi (panas, listrik, kimia, gerak, cahaya, bunyi), perubahannya, serta pentingnya energi terbarukan dan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah ringkasan materi ajar energi kelas 6:
1. Pengertian Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) dan mengalami perubahan, seperti perubahan posisi, suhu, atau wujud zat
2. Bentuk-Bentuk Energi
  • Energi Kinetik (Gerak): Energi yang dimiliki benda bergerak (contoh: angin, air mengalir).
  • Energi Potensial: Energi yang disimpan benda karena posisi atau wujudnya (contoh: air terjun, ketapel).
  • Energi Listrik: Energi dari arus listrik (contoh: lampu, mesin cuci).
  • Energi Panas (Termal): Energi dari pergerakan partikel (contoh: api, matahari).
  • Energi Kimia: Energi yang tersimpan dalam bahan kimia (contoh: makanan, baterai, bahan bakar).
  • Energi Cahaya: Energi yang dihasilkan sumber cahaya (contoh: matahari, lampu).
  • Energi Bunyi: Energi dari getaran benda (contoh: gitar dipetik)  
3. Perubahan Bentuk Energi (Konversi Energi)
Energi berubah dari satu bentuk ke bentuk lain agar dapat digunakan.
  • Setrika: Listrik menjadi panas.
  • Kipas Angin: Listrik menjadi gerak.
  • Lampu: Listrik menjadi cahaya.
  • Senter: Kimia (baterai) menjadi cahaya.
  • Radio: Listrik menjadi bunyi.
4. Sumber Energi dan Penghematan Energi
  • Energi Terbarukan (Alternatif): Ramah lingkungan dan tidak habis (contoh: Matahari, Angin, Air, Panas Bumi, Biomassa).
  • Energi Tak Terbarukan: Terbatas dan bisa habis (contoh: Batu bara, Minyak bumi, Gas alam).
  • Cara Menghemat Energi: Mematikan lampu saat tidak digunakan, mencabut alat elektronik, menggunakan alat hemat energi, dan menggunakan transportasi umum
5. Kegiatan Belajar & Proyek
  • Mengidentifikasi contoh perubahan energi di rumah.
  • Membuat proyek alat sederhana (contoh: mobil-mobilan dari balon, oven tenaga surya) s
  • Kampanye hemat energi listrik dan air.


Soal IPAS

Energi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Berikut ini contoh peran penting energi yaitu. . . . . .
A. menghasilkan angin badai
B. menghasilkan polusi dan limbah
C. mengikis tanah di pesisir pantai
D. menghidupkan peralatan elektronik

Perhatikan gambar berikut!
Peristiwa pada gambar di atas terjadi akibat dari. . .
A. tidak ada energi cahaya
B. energi listrik yang stabil
C. tidak ada energi listrik
D. energi cahaya yang tidak terbatas

Perhatikan tabel berikut!
NoKegiatan
1Mencuci piring kotor
2Menjemur pakaian yang basah
3Berlari mengelilingi lapangan
4Mendengarkan musik dari ponsel pintar
Kegiatan-kegiatan di atas yang memerlukan energi ditunjukkan oleh nomor. . .
A. 1 dan 2 saja
B. 1, 2, dan 3 saja
C. 1, 2, dan 4 saja
D. 1, 2, 3, dan 4

Soal No.4
Energi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup manusia. Kegunaan utama dari energi bagi manusia yaitu untuk. . .
A. beristirahat ketika malam hari
B. memenuhi kebutuhan kesehariannya
C. mendapat hiburan dari perangkat elektronik
D. menciptakan benda-benda yang bermanfaat

Soal No.5
Adit tinggal di Kota Gianyar. Keluarga Adit mendapat himbauan bahwa hari ini ada perbaikan pipa, sehingga air tidak bisa mengalir. Adit merasa sedih karena dia tidak bisa melakukan beberapa kegiatan. Berikut ini kegiatan yang dimaksud yaitu . . .
A. menjemur pakaian yang basah
B. menonton acara kesukaannya
C. memanaskan adonan kue
D. menyiram tanaman hias

SENI RUPA

MATERI SENI BUDAYA KELAS VI

MAHIR MENGGAMBAR: KONSEP DASAR SENI MENGGAMBAR

(Prinsip Proporsi)

A. Pengertian Seni Menggambar

Seni menggambar adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, atau perasaan ke dalam bentuk gambar menggunakan alat tertentu, seperti pensil, krayon, spidol, atau cat.

Menggambar tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang ketepatan bentuk, ukuran, dan perbandingan.

B. Pengertian Prinsip Proporsi

Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam sebuah gambar agar terlihat seimbang, wajar, dan serasi.

Dengan proporsi yang tepat, gambar akan tampak:

  • Lebih nyata

  • Tidak terlalu besar atau kecil

  • Enak dipandang

C. Tujuan Menggunakan Proporsi dalam Menggambar

Prinsip proporsi digunakan untuk:

  • Menyesuaikan ukuran bagian gambar

  • Membuat gambar tampak realistis

  • Menjaga keseimbangan bentuk

  • Menghindari kesan janggal pada gambar

D. Contoh Penerapan Prinsip Proporsi

1. Proporsi Tubuh Manusia

Dalam menggambar manusia:

  • Kepala tidak terlalu besar atau kecil

  • Badan lebih panjang dari kepala

  • Tangan dan kaki seimbang dengan tubuh

Contoh sederhana:

  • Tinggi badan ± 6–7 kali tinggi kepala

2. Proporsi Hewan

  • Kepala, badan, dan kaki digambar sesuai ukuran aslinya

  • Kaki tidak terlalu pendek atau terlalu panjang

3. Proporsi Benda

  • Ukuran pintu lebih kecil dari dinding rumah

  • Roda sepeda lebih kecil dari badan sepeda

E. Langkah-langkah Menggambar dengan Proporsi yang Tepat

  1. Menentukan objek yang akan digambar

  2. Membuat sketsa ringan terlebih dahulu

  3. Menentukan ukuran tiap bagian

  4. Membandingkan ukuran satu bagian dengan bagian lainnya

  5. Menyempurnakan gambar

F. Alat dan Bahan Menggambar

  • Pensil

  • Penghapus

  • Penggaris (untuk membantu perbandingan)

  • Kertas gambar

  • Pewarna (krayon, spidol, atau cat air)

G. Contoh Kesalahan Proporsi

  • Kepala terlalu besar dibandingkan badan

  • Tangan terlalu panjang

  • Pintu rumah lebih besar dari dinding

  • Ban mobil lebih besar dari badan mobil

H. Kesimpulan

Prinsip proporsi sangat penting dalam seni menggambar. Dengan memahami dan menerapkan proporsi, murid dapat menghasilkan gambar yang seimbang, indah, dan sesuai kenyataan.

LATIHAN PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Proporsi dalam menggambar berarti …
    a. Warna gambar
    b. Perbandingan ukuran bagian gambar
    c. Alat menggambar
    d. Keindahan gambar

  2. Tujuan utama penggunaan proporsi adalah agar gambar terlihat …
    a. Gelap
    b. Unik
    c. Seimbang dan wajar
    d. Rumit

  3. Dalam menggambar manusia, bagian tubuh yang biasanya dijadikan patokan ukuran adalah …
    a. Tangan
    b. Kaki
    c. Kepala
    d. Leher

  4. Jika kepala digambar terlalu besar, maka gambar akan terlihat …
    a. Indah
    b. Realistis
    c. Janggal
    d. Berwarna

  5. Sebelum menggambar secara detail, sebaiknya membuat …
    a. Pewarnaan
    b. Sketsa
    c. Bingkai
    d. Hiasan


B. Isian Singkat

  1. Proporsi membantu gambar agar terlihat lebih __________.

  2. Tinggi badan manusia biasanya sekitar ____ kali tinggi kepala.


C. Uraian Singkat

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan proporsi!

  2. Sebutkan dua contoh kesalahan proporsi dalam menggambar!


KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda

  1. b

  2. c

  3. c

  4. c

  5. b

Isian

  1. seimbang / wajar

  2. 6–7

Uraian (contoh jawaban)

  1. Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian gambar agar terlihat seimbang dan sesuai kenyataan.

  2. Kepala terlalu besar dibandingkan badan, tangan terlalu panjang dibandingkan tubuh.


Demikian pembelajaran pada hari ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa belajar dirumah dan sholat lima waktu ya... 

Wassalamualaikum wr.wb

Materi Ajar: Kamis, 2 April 2026

  Hari/tanggal : Kamis, 2 April2026 Kelas : VI Al Jazari Materi Muatan Pelajaran Matematika : Peluang Pancasila : Provinsiku Bagian dari Wil...