Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Ajar: Rabu, 26 Agustus 2026

🌈 PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI SD 🌈

Kurikulum Merdeka • Belajar dengan Semangat, Bermakna, dan Menyenangkan

✨ Mindful • Meaningful • Joyful Learning ✨

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 Nama Guru
Tutik Handayani, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu, 26 Agustus 2026
🎓 Fase / Kelas
Fase C / Kelas VI
📚 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia, IPAS, Seni Rupa
📖 Materi
Bahasa Indonesia: Teks Sastra
IPAS: Sistem Pernapasan Manusia
Seni Rupa: Unsur Seni Rupa
🔢 Pertemuan Ke-
1, 3, dan 5

🌟 APERSEPSI: MARI MEMULAI DENGAN MENGINGAT KEBESARAN ALLAH

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar, anak-anak saleh dan salehah? 😊 Semoga hari ini kalian dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar dengan penuh semangat. Jangan lupa bersyukur kepada Allah Swt. karena hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bernapas, berpikir, belajar, dan berkarya.

🌍Allah Maha Khaliq

Allah adalah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang luar biasa, paru-paru untuk bernapas, serta alam yang penuh warna dan bentuk indah.

💚Allah Maha Malik

Allah Maha Memelihara. Tubuh kita bekerja setiap saat, termasuk sistem pernapasan yang membantu menjaga kehidupan kita.

🍃Allah Maha Razaq

Allah Maha Pemberi Rezeki. Udara, makanan, kesehatan, kemampuan berpikir, dan bakat untuk berkarya adalah nikmat yang harus kita syukuri.

💭 Pertanyaan Pemantik

Jika Allah tidak menciptakan paru-paru dan udara, bagaimana manusia dapat hidup?
Jika sebuah cerita mampu membuat kita merasakan sedih atau bahagia, mengapa kata-kata memiliki kekuatan yang besar?
Mengapa Allah menciptakan dunia dengan begitu banyak warna, bentuk, garis, dan tekstur?

Hari ini kita akan belajar membaca dan memahami cerita, mengenal sistem pernapasan yang Allah ciptakan untuk manusia, serta mengamati unsur-unsur seni rupa yang membuat dunia tampak indah. Yuk, belajar dengan hati yang bersyukur! 🤲✨

📘 BAHASA INDONESIA — TEKS SASTRA

🎯 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami, memaknai, dan mengapresiasi informasi serta gagasan dari teks lisan, tulis, visual, dan audiovisual. Peserta didik mampu menafsirkan informasi tersurat dan tersirat serta memberikan tanggapan terhadap karya sastra sesuai konteks dan pengalaman.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu menyimak teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira” yang dibacakan.
  • Murid mampu menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan isi cerita.
  • Murid mampu menemukan informasi tersurat dan tersirat.
  • Murid mampu menyampaikan pendapat tentang tokoh dan pesan cerita dengan santun.
  • Murid mampu menghubungkan isi cerita dengan pengalaman sehari-hari.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengamati judul dan gambar cerita.
  2. Murid menyimak cerita yang dibacakan atau video pembelajaran.
  3. Murid menemukan tokoh, peristiwa, dan masalah dalam cerita.
  4. Murid membedakan informasi tersurat dan tersirat.
  5. Murid menjawab pertanyaan inferensial.
  6. Murid menyampaikan pesan atau amanat cerita.

📚 Materi

  • Pengertian teks sastra.
  • Tokoh dan watak tokoh.
  • Peristiwa dalam cerita.
  • Informasi tersurat dan tersirat.
  • Pertanyaan inferensial.
  • Amanat atau pesan cerita.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode

Model: Discovery Learning

Metode: menyimak, tanya jawab, diskusi, membaca, dan presentasi.

🖥️ Media dan Alat Peraga

Buku SIBI Revisi 2025, teks bergambar, LCD/proyektor, video pembelajaran, kartu pertanyaan, LKPD, papan tulis, sticky notes, dan gambar tokoh cerita.


📖 PEMBUKAAN: REVIEW MATERI SEBELUMNYA

Petunjuk: Tuliskan Benar atau Salah!

1. Teks sastra dapat berupa cerita yang mengandung tokoh dan peristiwa. (....)
2. Amanat adalah nama tokoh utama dalam cerita. (....)
3. Tokoh adalah pelaku yang terdapat dalam cerita. (....)
4. Semua cerita hanya bertujuan memberikan informasi ilmiah. (....)
5. Kita dapat mengambil pesan baik dari cerita yang kita baca. (....)
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar | 2. Salah | 3. Benar | 4. Salah | 5. Benar

🎬 INTI PEMBELAJARAN: VIDEO DAN PENJELASAN

▶️ Video Pembelajaran: Teks Sastra dan Cara Memahami Isi Cerita

Klik di sini untuk mencari video pembelajaran di YouTube 🎥

📌 Apa itu Teks Sastra?

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, atau imajinasi. Contohnya adalah cerita pendek, dongeng, puisi, dan drama.

Saat membaca cerita, kita tidak hanya mencari jawaban yang tertulis secara langsung. Kadang-kadang kita harus berpikir lebih dalam untuk memahami maksud tokoh atau penyebab suatu peristiwa. Inilah yang disebut membuat inferensi.

Contoh: Mira melihat kupu-kupu yang sayapnya basah lalu ia membawa kupu-kupu itu ke tempat yang aman. Walaupun cerita tidak menulis “Mira adalah anak penyayang”, kita dapat menyimpulkan bahwa Mira memiliki sifat penyayang.

🌈 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful

🧘 Mindful

Menyimak cerita dengan tenang, fokus, dan mencatat bagian penting.

💡 Meaningful

Menghubungkan sikap tokoh dengan pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-hari.

🎉 Joyful

Bermain “Tebak Sifat Tokoh” menggunakan kartu tokoh dan kartu petunjuk.


📝 PENUTUP: ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Pelaku yang terdapat dalam sebuah cerita disebut ....
A. latar
B. tokoh
C. amanat
D. tema
2. Informasi yang dapat ditemukan secara langsung dalam teks disebut informasi ....
A. tersurat
B. tersembunyi
C. imajinatif
D. tambahan
3. Mira memberikan bantuan kepada temannya yang sedang kesulitan. Kita dapat menyimpulkan bahwa Mira memiliki sifat ....
A. pemarah
B. sombong
C. peduli
D. malas
4. Pertanyaan inferensial mengajak pembaca untuk ....
A. menyalin semua kalimat
B. menebak tanpa bukti
C. menghitung jumlah halaman
D. menyimpulkan berdasarkan petunjuk dalam teks
5. Pesan yang dapat diambil pembaca setelah membaca cerita disebut ....
A. tokoh
B. amanat
C. dialog
D. judul

B. Isian

1. Pelaku dalam cerita disebut __________.
2. Informasi yang tidak tertulis langsung tetapi dapat disimpulkan disebut informasi __________.
3. Pesan baik yang ingin disampaikan penulis disebut __________.

C. Esai

1. Jelaskan perbedaan informasi tersurat dan informasi tersirat!
2. Jika tokoh dalam cerita tetap membantu temannya walaupun sedang sibuk, bagaimana watak tokoh tersebut? Jelaskan alasanmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B | 2. A | 3. C | 4. D | 5. B
Isian: 1. Tokoh | 2. Tersirat | 3. Amanat
Esai: Jawaban disesuaikan dengan ketepatan alasan dan pemahaman murid.

✨ Kesimpulan

Teks sastra dapat mengajak kita memahami cerita, tokoh, peristiwa, dan pesan kehidupan. Pembaca yang baik tidak hanya memahami apa yang tertulis, tetapi juga mampu berpikir untuk menemukan makna yang tersirat. 📚💙

😊 Refleksi Emosi Hari Ini

🤩 Sangat Senang😊 Senang🙂 Cukup Paham🤔 Masih Bingung😥 Butuh Bantuan

👩‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran:

Murid belum terbiasa membedakan informasi tersurat dan tersirat.

Tindak Lanjut:

Memberikan contoh cerita pendek dan latihan bertahap menggunakan pertanyaan pemandu.

Siswa yang paham:Siswa yang belum paham:

🫁 IPAS — SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

🎯 Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami keterkaitan sistem organ pada tubuh manusia dan menjelaskan bagaimana struktur serta fungsi organ bekerja untuk menjaga kelangsungan hidup dan kesehatan manusia.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu mengidentifikasi organ-organ sistem pernapasan manusia.
  • Murid mampu menjelaskan fungsi setiap organ pernapasan.
  • Murid mampu menjelaskan proses masuk dan keluarnya udara.
  • Murid mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
  • Murid mampu menghubungkan fungsi pernapasan dengan aktivitas sehari-hari.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid melakukan pengamatan terhadap kegiatan bernapas.
  2. Murid mengenali organ-organ pernapasan melalui gambar atau model.
  3. Murid menyusun urutan perjalanan udara.
  4. Murid menjelaskan proses inspirasi dan ekspirasi secara sederhana.
  5. Murid melakukan simulasi sederhana gerakan pernapasan.
  6. Murid menyimpulkan cara menjaga kesehatan organ pernapasan.

📚 Materi

  • Pengertian sistem pernapasan.
  • Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru.
  • Alveolus sebagai tempat pertukaran gas.
  • Inspirasi dan ekspirasi.
  • Cara menjaga kesehatan sistem pernapasan.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode

Model: Inquiry Based Learning

Metode: observasi, eksperimen sederhana, diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

🔬 Media dan Alat Peraga

Torso atau gambar sistem pernapasan, video, LCD, kartu nama organ, botol plastik, balon, sedotan, gambar paru-paru, LKPD, dan poster kesehatan.


🎬 INTI PEMBELAJARAN: VIDEO DAN PENJELASAN

▶️ Video Pembelajaran: Sistem Pernapasan Manusia

Klik di sini untuk mencari video pembelajaran di YouTube 🎥

🫁 Bagaimana Kita Bernapas?

Saat bernapas, udara masuk melalui hidung. Rambut halus dan lendir di hidung membantu menyaring kotoran. Udara kemudian melewati faring, laring, trakea, bronkus, hingga masuk ke paru-paru.

Di dalam paru-paru terdapat bagian sangat kecil bernama alveolus. Di tempat inilah terjadi pertukaran gas. Tubuh mengambil oksigen yang dibutuhkan sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: ketika kita berlari, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena itu, napas kita menjadi lebih cepat. Setelah beristirahat, napas kembali perlahan menjadi normal.

🌈 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful

🧘 Mindful

Duduk tenang dan mengamati perubahan napas sebelum dan sesudah bergerak ringan.

💡 Meaningful

Menghubungkan kesehatan pernapasan dengan kebiasaan memakai masker saat udara berdebu dan rajin berolahraga.

🎈 Joyful

Membuat model paru-paru sederhana menggunakan botol dan balon secara berkelompok.


📝 PENUTUP: ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Organ pertama yang dilalui udara ketika kita bernapas adalah ....
A. hidung
B. paru-paru
C. bronkus
D. alveolus
2. Tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terdapat pada ....
A. trakea
B. alveolus
C. hidung
D. laring
3. Saluran yang membawa udara dari laring menuju bronkus adalah ....
A. bronkiolus
B. paru-paru
C. trakea
D. alveolus
4. Ketika berlari, napas menjadi lebih cepat karena tubuh ....
A. tidak membutuhkan udara
B. sedang tidur
C. membutuhkan lebih banyak oksigen
D. menghentikan kerja paru-paru
5. Salah satu cara menjaga kesehatan sistem pernapasan adalah ....
A. sering menghirup asap
B. berolahraga secara teratur
C. menutup hidung saat sehat
D. berada di tempat berdebu terlalu lama

B. Isian

1. Organ utama dalam sistem pernapasan manusia adalah __________.
2. Tempat pertukaran gas di paru-paru disebut __________.
3. Proses mengeluarkan udara dari tubuh disebut __________.

C. Esai

1. Jelaskan perjalanan udara dari hidung sampai ke paru-paru!
2. Mengapa kita harus menjaga kebersihan udara di lingkungan sekolah? Jelaskan hubungannya dengan kesehatan sistem pernapasan!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. A | 2. B | 3. C | 4. C | 5. B
Isian: 1. Paru-paru | 2. Alveolus | 3. Ekspirasi
Esai: Jawaban berdasarkan ketepatan urutan organ dan penjelasan kesehatan pernapasan.

✨ Kesimpulan

Sistem pernapasan adalah sistem penting yang membantu tubuh mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Organ-organ pernapasan bekerja bersama secara teratur. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan agar dapat bernapas dengan baik. 🫁💚

😊 Refleksi Emosi Hari Ini

🤩 Sangat Senang😊 Senang🙂 Cukup Paham🤔 Masih Bingung😥 Butuh Bantuan

👩‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran:

Murid masih kesulitan mengingat urutan organ sistem pernapasan dan membedakan fungsi setiap organ.

Tindak Lanjut:

Menggunakan model visual, lagu urutan organ, kartu pasangan organ dan fungsi, serta simulasi sederhana.

Siswa yang paham:Siswa yang belum paham:

🎨 SENI RUPA — UNSUR SENI RUPA

🎯 Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengamati lingkungan dan pengalaman secara visual serta menciptakan karya dua atau tiga dimensi dengan mengeksplorasi elemen seni rupa, seperti garis, bentuk, tekstur, ruang, dan warna. Peserta didik juga mampu merefleksikan karya dan pengalaman artistiknya.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu mengenali unsur-unsur seni rupa di lingkungan sekitar.
  • Murid mampu menjelaskan fungsi sederhana garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang.
  • Murid mampu menemukan unsur seni rupa dalam sebuah gambar.
  • Murid mampu menggunakan unsur seni rupa dalam karya sederhana.
  • Murid mampu menyampaikan pendapat tentang karya sendiri dan karya teman dengan santun.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengamati benda dan gambar di lingkungan sekitar.
  2. Murid menemukan berbagai garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang.
  3. Murid mendiskusikan fungsi unsur seni rupa.
  4. Murid membuat karya sederhana berdasarkan tema.
  5. Murid mempresentasikan hasil karya.
  6. Murid melakukan refleksi terhadap proses berkarya.

📚 Materi

  • Titik.
  • Garis.
  • Bentuk atau bidang.
  • Warna.
  • Tekstur.
  • Ruang.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode

Model: Project Based Learning

Metode: observasi, demonstrasi, eksplorasi, praktik, diskusi, dan apresiasi karya.

🎨 Media dan Alat Peraga

Contoh karya seni, kartu unsur seni rupa, gambar lingkungan, kertas gambar, pensil, penghapus, krayon, pensil warna, cat air, kuas, benda bertekstur, LKPD, dan papan pajang karya.


🎬 INTI PEMBELAJARAN: VIDEO DAN PENJELASAN

▶️ Video Pembelajaran: Unsur-Unsur Seni Rupa

Klik di sini untuk mencari video pembelajaran di YouTube 🎥

🎨 Mengenal Unsur Seni Rupa

Titik adalah unsur sederhana yang dapat menjadi awal terbentuknya garis atau gambar.

Garis dapat lurus, lengkung, zigzag, tebal, atau tipis. Garis dapat menunjukkan kesan tertentu, misalnya garis zigzag dapat terlihat lebih tegas dan dinamis.

Bentuk dapat kita lihat pada benda di sekitar, misalnya lingkaran pada bola atau persegi pada jendela.

Warna membuat karya menjadi lebih hidup dan dapat menunjukkan suasana. Contohnya warna cerah dapat memberikan kesan ceria.

Tekstur adalah kesan permukaan benda, misalnya kasar, halus, atau licin.

Ruang membuat gambar terlihat memiliki jarak, kedalaman, atau bagian depan dan belakang.

🌈 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful

🧘 Mindful

Mengamati sebuah benda selama satu menit dan menemukan unsur seni rupa yang terlihat.

💡 Meaningful

Menghubungkan unsur seni rupa dengan benda nyata, seperti pakaian, rumah, taman, dan lingkungan sekolah.

🎉 Joyful

Game “Berburu Unsur Seni” dan membuat karya mini bertema “Sekolahku yang Ceria”.


📝 PENUTUP: ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Unsur seni rupa yang berupa goresan memanjang disebut ....
A. warna
B. garis
C. tekstur
D. ruang
2. Kesan permukaan benda yang terasa kasar atau halus disebut ....
A. bentuk
B. warna
C. tekstur
D. titik
3. Bola memiliki bentuk yang mendekati ....
A. lingkaran
B. persegi
C. segitiga
D. garis
4. Agar gambar tampak ceria, kita dapat menggunakan ....
A. warna cerah
B. kertas kosong saja
C. satu garis lurus saja
D. tanpa bentuk
5. Unsur yang dapat membuat gambar memiliki kesan jauh dan dekat adalah ....
A. titik
B. ruang
C. tekstur
D. garis

B. Isian

1. Kesan permukaan kasar atau halus disebut __________.
2. Goresan yang memanjang disebut __________.
3. Merah, kuning, dan biru adalah contoh unsur __________.

C. Esai

1. Sebutkan minimal empat unsur seni rupa dan jelaskan secara singkat!
2. Jika kamu akan membuat gambar taman yang ceria, unsur seni rupa apa saja yang akan kamu gunakan? Jelaskan alasanmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B | 2. C | 3. A | 4. A | 5. B
Isian: 1. Tekstur | 2. Garis | 3. Warna
Esai: Jawaban disesuaikan dengan ketepatan penjelasan dan kreativitas murid.

✨ Kesimpulan

Unsur seni rupa merupakan bagian penting dalam sebuah karya. Dengan mengenal titik, garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang, kita dapat mengamati keindahan di sekitar serta menciptakan karya yang lebih menarik dan bermakna. 🎨🌈

😊 Refleksi Emosi Hari Ini

🤩 Sangat Senang😊 Senang🙂 Cukup Paham🤔 Masih Bingung😥 Butuh Bantuan

👩‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran:

Murid terkadang masih tertukar membedakan bentuk, tekstur, dan ruang.

Tindak Lanjut:

Memberikan kegiatan observasi benda nyata dan permainan memasangkan kartu nama unsur dengan contoh gambarnya.

Siswa yang paham:25Siswa yang belum paham:1 ( tidak hadir)

Senin, 24 Agustus 2026

PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin, 24 Agustus 2026

IDENTiTAS

Hari/Tanggal               : Senin, 25 Agustus  2026

Kelas                            : 6 Al Jazari


Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan infak terbaik kalian ya...
Mari awali kegiatan hari ini dengan berdoa

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar sekolah mengadakan kegiatan penuh makna dan kebersamaan. Perayaan ini menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat keteladanan Rasulullah SAW serta menanamkan nilai akhlak mulia, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian kepada para siswa sejak dini.

Semoga semangat meneladani Rasulullah SAW selalu tumbuh dalam diri anak-anak dan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Maulid Nabi, saatnya meneladani dan mengamalkan akhlak mulia Rasulullah SAW. 🤍✨

Jumat, 21 Agustus 2026

Materi Ajar: Jumat, 14 Agustus 2026

IDENTITAS

 Hari/Tanggal               :  Jumat, 14 Agustus  2026

Kelas                            : 6 Al Jazari

Muatan Pelajaran         : 

 Matematika          :  Pecahan dan Desimal


Matematika:

Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB. Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)

Tujuan Pembelajaran : 

Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

Matematika

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian pecahan dan desimal.
  • Melakukan perkalian pecahan.
  • Melakukan pembagian pecahan.
  • Mengubah pecahan menjadi desimal dan sebaliknya.
  • Membandingkan bilangan desimal.
  • Mengurutkan bilangan desimal.
  • Menerapkan pecahan dan desimal dalam kehidupan sehari-hari.

A. APA ITU PECAHAN?

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari suatu keseluruhan.

Bentuk umum pecahan:

Keterangan:

  • a = pembilang (bagian yang diambil)
  • b = penyebut (jumlah seluruh bagian)

Contoh:

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

🍕 Pizza dipotong menjadi 2 bagian.

Jika dimakan 1 bagian maka:

🍫 Cokelat dibagi menjadi 4 bagian.

Dimakan 3 bagian.

Maka:

🥧 Kue dipotong menjadi 5 bagian.

Diambil 2 bagian.

Maka:


B. APA ITU DESIMAL?

Desimal adalah cara lain menuliskan pecahan menggunakan tanda koma.

Contoh:

PecahanDesimal
1/20,5
1/40,25
3/40,75
1/50,2
2/50,4
4/50,8

C. MATERI YANG AKAN DIPELAJARI

  1. Perkalian Pecahan
  2. Pembagian Pecahan
  3. Mengubah Pecahan menjadi Desimal
  4. Membandingkan Desimal
  5. Mengurutkan Desimal

D. MENGAPA BELAJAR PECAHAN?

Pecahan digunakan hampir setiap hari, misalnya:

✔ Menghitung bagian benda

✔ Memasak

✔ Berbelanja

✔ Mengukur panjang

✔ Mengukur berat

✔ Mengukur volume

Contoh:

Ibu membeli ½ kg gula.

Ayah membeli ¾ meter kain.

Kakak menggunakan 0,5 liter air.


E. MATERI 1

Perkalian Pecahan

Rumus

Pembilang × Pembilang

Penyebut × Penyebut

Misalnya

Langkah 1

Kalikan pembilang

2 × 4 = 8

Langkah 2

Kalikan penyebut

3 × 5 = 15

Jawaban


Contoh 2

Langkah

3 × 2 = 6

4 × 5 =20

Hasil

Sederhanakan

Tips

Selalu sederhanakan hasil akhir.


Contoh Soal

Soal

Hitung

Penyelesaian

5×3=15

6×4=24

Sederhanakan

Jawaban


F. MATERI 2

Pembagian Pecahan

Aturan

Pecahan kedua dibalik (dibalik pembilang dan penyebutnya), kemudian dikalikan.

Rumus


Contoh

Balik pecahan kedua

Kemudian

Kalikan

3×5=15

4×2=8

Jawaban

atau

1⅞


Contoh Soal

Balik

Kalikan

5×3=15

6×1=6

Sederhanakan

Jawaban

2½


G. MATERI 3

Mengubah Pecahan Menjadi Desimal

Caranya:

Pembilang dibagi penyebut.

Contoh

1÷2=0,5


3÷4=0,75


1÷5=0,2


Contoh Soal

Ubahlah menjadi desimal.

a.

2÷5=0,4

Jawaban

0,4


b.

7÷8=0,875

Jawaban

0,875


H. MATERI 4

Membandingkan Desimal

Perhatikan angka dari kiri ke kanan.

Contoh

0,56 ○ 0,65

Bandingkan

Satuan

0 = 0

Persepuluhan

5 < 6

Maka

0,56 < 0,65


Contoh

0,75 ○ 0,705

Tambahkan nol

0,750

0,705

Bandingkan

750 >705

Jawaban

0,75 >0,705


I. MATERI 5

Mengurutkan Desimal

Contoh

0,8

0,45

0,72

0,09

Samakan banyak angka

0,80

0,45

0,72

0,09

Urut terkecil

0,09

0,45

0,72

0,80


SOAL CERITA

Soal 1

Ibu mempunyai ¾ kg tepung.

Digunakan ½ bagian untuk membuat kue.

Berapa kg tepung yang digunakan?

Penyelesaian

Karena menggunakan setengah dari ¾ kg, maka dilakukan perkalian:

Kalikan pembilang:

3×1=3

Kalikan penyebut:

4×2=8

Jawaban


Soal 2

Pak Budi memiliki 2/3 meter pita.

Pita tersebut dipotong menjadi bagian sepanjang 1/6 meter.

Berapa banyak potongan yang diperoleh?

Penyelesaian

Karena mencari banyak potongan, gunakan pembagian:

Balik pecahan kedua

Kalikan

2×6=12

3×1=3

=4

Jawaban

4 potong pita


Soal 3

Sinta membeli 0,75 kg apel dan Rani membeli 0,6 kg apel.

Siapa yang membeli lebih banyak?

Penyelesaian

Bandingkan kedua desimal:

0,75 = 0,75

0,60 = 0,60

Karena 75 per seratus lebih besar daripada 60 per seratus, maka:

0,75 > 0,60

Jawaban

Sinta membeli apel lebih banyak.

TIPS MUDAH MENGERJAKAN SOAL

Perkalian Pecahan

✅ Kalikan pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut, lalu sederhanakan hasilnya.

Pembagian Pecahan

✅ Ingat kata kunci "Balik lalu Kali":

  1. Balik pecahan kedua.
  2. Ubah menjadi perkalian.
  3. Kalikan pembilang dan penyebut.
  4. Sederhanakan.

Mengubah ke Desimal

✅ Bagi pembilang dengan penyebut menggunakan pembagian biasa atau kalkulator untuk mengecek hasil.

Membandingkan Desimal

✅ Samakan jumlah angka di belakang koma dengan menambahkan nol jika perlu, kemudian bandingkan dari kiri ke kanan.

Mengurutkan Desimal

✅ Ubah semua bilangan agar memiliki jumlah angka di belakang koma yang sama, lalu urutkan dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya.

Ringkasan:

  • Pecahan menyatakan bagian dari suatu keseluruhan.
  • Pecahan terdiri atas pembilang dan penyebut.
  • Desimal adalah bentuk lain dari pecahan.
  • Perkalian pecahan dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
  • Pembagian pecahan dilakukan dengan membalik pecahan kedua, lalu mengalikannya.
  • Pecahan dapat diubah menjadi desimal dengan cara membagi pembilang oleh penyebut.
  • Bilangan desimal dibandingkan dan diurutkan berdasarkan nilai tempatnya.
  • Pecahan dan desimal banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat memasak, berbelanja, mengukur panjang, berat, dan volume.
Kesimpulan:
Kegiatan belajar di kelas hari ini semoga berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Alhamdulilah semua peserta didik Tuntas dalam memahami dengan baik materi tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan. Pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas mengenai perkalian bilangan pecahan Demikian pembelajaran hari ini, semoga selalu diberikan pemahaman dalam menuntut ilmu pada hari ini. aamiin....

Materi Ajar: Kamis, 20 Agustus 2026


  1. Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal :Kamis, 20 Agustsu 2026

  3. Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari

  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia dan Pancasila

  5. Materi : Menjawab Pertanyaan Inferensial dari Teks Visual/Audiovisual, Penerapan Nilai Pancasila

  6. Pertemuan Ke : Ke-5 


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar.

Anak-anak, pernahkah kalian melihat sebuah gambar atau menonton video, kemudian kalian mencoba menebak apa yang sedang terjadi, mengapa hal itu terjadi, atau pesan apa yang ingin disampaikan?

Misalnya, kalian melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon. Gambar tersebut mungkin tidak menuliskan alasan mereka menanam pohon. Namun, dari apa yang kita lihat, kita dapat menyimpulkan bahwa mereka ingin menjaga lingkungan.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melihat, mendengar, berpikir, dan mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ada di sekitar kita.

Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Kita dapat melihat berbagai tanda kebesaran Allah melalui lingkungan dan kehidupan di sekitar kita.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Karena itu, kita perlu menggunakan kemampuan berpikir yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya, termasuk ketika mengamati gambar dan video.

Hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang teliti dan cerdas, yaitu dengan menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi yang kita lihat atau dengar.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami informasi dari teks visual dan audiovisual serta menyimpulkan informasi yang tersirat berdasarkan pengamatan dan penalaran secara logis.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pertanyaan inferensial dengan tepat.

  2. Mengidentifikasi informasi penting yang terdapat dalam gambar atau video.

  3. Menghubungkan beberapa informasi yang ditemukan dalam teks visual atau audiovisual.

  4. Menarik kesimpulan atau dugaan yang logis berdasarkan informasi yang tersedia.

  5. Menjawab pertanyaan inferensial menggunakan kalimat yang lengkap dan jelas.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid mampu mengamati gambar atau video dengan teliti, fokus, dan tidak terburu-buru sebelum membuat kesimpulan.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid mampu menghubungkan informasi yang dilihat atau didengar dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki sehingga dapat memahami pesan yang tersirat.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mampu belajar menyimpulkan informasi melalui kegiatan mengamati gambar, menebak makna, berdiskusi, permainan “Detektif Gambar”, dan menganalisis video secara menyenangkan.


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati sebuah gambar atau video secara teliti.

  2. Murid mencatat informasi penting yang terlihat atau terdengar.

  3. Murid membedakan informasi yang tampak secara langsung dengan informasi yang dapat disimpulkan.

  4. Murid menghubungkan informasi yang ditemukan.

  5. Murid membuat dugaan berdasarkan bukti yang tersedia.

  6. Murid menarik kesimpulan yang logis.

  7. Murid menjawab pertanyaan inferensial dengan kalimat lengkap dan jelas.

  8. Murid mempresentasikan alasan atau bukti yang mendukung jawabannya.

  9. Murid melakukan refleksi terhadap cara mereka menemukan informasi tersirat.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Discovery Learning

  • Inquiry Learning

Metode:

  • Observasi

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Analisis gambar

  • Analisis video

  • Permainan

  • Presentasi

  • Penugasan

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Pertanyaan Inferensial

Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis atau terlihat secara langsung.

Untuk menjawab pertanyaan inferensial, kita perlu:

mengamati informasi → menghubungkan informasi → berpikir → membuat kesimpulan

Jadi, kita tidak sekadar mencari jawaban yang terlihat, tetapi perlu menebak atau menyimpulkan berdasarkan informasi yang ada.

Perhatikan gambar berikut ini!



Contoh sederhana

Jika kita melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon, kita mungkin ditanya:

“Mengapa anak-anak pada gambar sedang menanam pohon?”

Jawabannya tidak tertulis langsung dalam gambar.

Kita perlu mengamati gambar dan menggunakan pengetahuan yang kita miliki.

Kesimpulan:

Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi sejuk dan terhindar dari banjir.


B. Cara Menjawab Pertanyaan Inferensial

Gunakan 5 langkah berikut:

1. Perhatikan gambar atau video dengan teliti

Jangan hanya melihat sekilas.

Perhatikan:

  • siapa yang ada di dalam gambar;

  • apa yang sedang dilakukan;

  • tempat kejadian;

  • benda yang digunakan;

  • kondisi lingkungan;

  • ekspresi atau tindakan tokoh.

2. Catat informasi penting

Tuliskan hal-hal yang terlihat atau terdengar.

Contoh:

Gambar:

  • Ada dua anak.

  • Mereka sedang menanam pohon.

  • Ada tanah dan tanaman.

  • Mereka membawa alat untuk menyiram tanaman.

3. Pikirkan hubungan antar-informasi

Tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa hubungan semua informasi tersebut?”

Misalnya:

menanam pohon + merawat tanaman + lingkungan

dapat berhubungan dengan menjaga lingkungan.

4. Tarik kesimpulan atau dugaan yang logis

Gunakan informasi yang tersedia sebagai dasar.

Jangan membuat kesimpulan yang tidak memiliki hubungan dengan gambar atau video.

5. Jawab dengan kalimat lengkap dan jelas

Hindari jawaban yang hanya terdiri atas satu atau dua kata.

Contoh:

❌ “Menanam pohon.”

Lebih baik:

✅ “Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi lebih sejuk dan terhindar dari banjir.”


C. Contoh Pertanyaan Inferensial dari Teks Visual

Perhatikan sebuah gambar anak-anak yang sedang menanam pohon.

Pertanyaan:

Mengapa anak-anak pada gambar sedang menanam pohon?

Cara berpikir:

Informasi yang terlihat:

  • Ada anak-anak.

  • Mereka sedang menanam pohon.

  • Mereka merawat tanaman.

Hubungan informasi:

Menanam dan merawat pohon berkaitan dengan menjaga lingkungan.

Jawaban:

Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi sejuk dan terhindar dari banjir.


D. Contoh Pertanyaan Inferensial dari Teks Audiovisual

Guru menampilkan video tentang seorang anak yang sedang membersihkan pantai dari sampah.

Pertanyaan:

Apa pesan yang ingin disampaikan dalam video tersebut?

Cara berpikir:

Informasi yang terlihat:

  • Ada anak yang membersihkan pantai.

  • Anak tersebut mengumpulkan sampah.

  • Sampah tidak dibiarkan berserakan.

Hubungan informasi:

Membersihkan sampah berkaitan dengan menjaga kebersihan pantai.

Jawaban:

Pesan dalam video tersebut adalah kita harus menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan agar pantai tetap bersih dan biota laut tetap terjaga.


E. Tips Penting Menjawab Pertanyaan Inferensial

💡 Jangan hanya melihat sekilas

Amati gambar atau video secara teliti.

💡 Gunakan logika dan pengalaman

Hubungkan informasi yang ditemukan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

💡 Cari bukti

Semakin banyak informasi yang ditemukan, semakin tepat kesimpulan yang dapat dibuat.

💡 Jangan asal menebak

Kesimpulan harus memiliki alasan dan didukung oleh informasi dari gambar atau video.

💡 Gunakan kalimat lengkap

Sampaikan jawaban dengan jelas agar mudah dipahami.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM

1. Mindful – “Amati dengan Teliti”

Guru menampilkan sebuah gambar selama beberapa menit.

Murid tidak langsung menjawab pertanyaan.

Murid terlebih dahulu mengamati:

  • siapa;

  • apa;

  • di mana;

  • sedang melakukan apa;

  • benda apa yang terlihat;

  • kondisi lingkungan.

Setelah itu, murid menuliskan minimal 5 informasi yang mereka temukan.


2. Meaningful – “Apa Pesannya?”

Guru menampilkan gambar atau video yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • menjaga kebersihan lingkungan;

  • menanam pohon;

  • menghemat energi;

  • membantu orang lain;

  • menjaga kebersihan sungai.

Murid menjawab:

  1. Apa yang kamu lihat?

  2. Apa yang sedang terjadi?

  3. Mengapa hal tersebut dilakukan?

  4. Apa pesan yang dapat kamu ambil?

  5. Apa yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari?

Murid kemudian menghubungkan pesan tersebut dengan pengalaman mereka.


3. Joyful – “Detektif Gambar”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan satu gambar.

Misi kelompok:

Misi 1: Temukan 5 informasi yang terlihat.

Misi 2: Buat 2 pertanyaan inferensial.

Misi 3: Jawab pertanyaan tersebut.

Misi 4: Jelaskan bukti yang mendukung jawaban.

Contoh:

Pertanyaan:
Mengapa anak tersebut membawa tempat sampah?

Jawaban:
Anak tersebut membawa tempat sampah untuk mengumpulkan sampah agar lingkungan tetap bersih.

Bukti:
Pada gambar terlihat anak membawa tempat sampah dan sedang mengumpulkan sampah.


AKTIVITAS 1 – LATIHAN INFERENSIAL DARI GAMBAR

Perhatikan gambar yang ditampilkan guru.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan informasi yang kamu temukan.

1.Apa kegiatan yang sedang dilakukan oleh tokoh dalam gambar?

2.Mengapa tokoh tersebut melakukan kegiatan itu?

3.Apa tujuan dari kegiatan tersebut?

4.Apa kemungkinan yang terjadi jika kegiatan tersebut tidak dilakukan?

5.Apa pesan yang dapat kamu ambil dari gambar tersebut?


AKTIVITAS 2 – LATIHAN INFERENSIAL DARI VIDEO

Guru menampilkan video pendek bertema lingkungan.



Setelah menonton, murid menjawab:

1.Apa peristiwa utama yang terjadi dalam video?

2.Siapa saja yang terlibat?

3.Apa tujuan kegiatan yang dilakukan tokoh dalam video?

4.Apa masalah yang terlihat dalam video?

5.Apa pesan yang ingin disampaikan melalui video?

6.Apa tindakan yang dapat kamu lakukan setelah melihat video tersebut?


ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang ....

A. jawabannya selalu terdapat secara langsung dalam teks
B. jawabannya hanya terdiri atas satu kata
C. jawabannya diperoleh melalui kesimpulan berdasarkan informasi yang ada
D. tidak membutuhkan pengamatan

2. Langkah pertama dalam menjawab pertanyaan inferensial dari gambar adalah ....

A. langsung membuat kesimpulan
B. memperhatikan gambar dengan teliti
C. menebak jawaban
D. bertanya kepada teman

3. Setelah menemukan informasi penting dari gambar, langkah berikutnya adalah ....

A. mengabaikan informasi
B. membuat cerita baru
C. memikirkan hubungan antar-informasi
D. langsung mengumpulkan tugas

4. Ketika melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon, kesimpulan yang paling logis adalah ....

A. anak-anak sedang bermain sepak bola
B. anak-anak sedang berbelanja
C. anak-anak sedang menjaga lingkungan
D. anak-anak sedang belajar memasak

5. Saat menjawab pertanyaan inferensial, kesimpulan sebaiknya ....

A. tidak memiliki alasan
B. berdasarkan informasi yang ditemukan
C. dibuat secara asal
D. tidak berhubungan dengan gambar


B. Isian Singkat

6. Pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis secara langsung disebut pertanyaan ....

7. Sebelum membuat kesimpulan, kita harus mengamati gambar atau video dengan ....

8. Informasi yang ditemukan digunakan sebagai .... untuk membuat kesimpulan.


C. Esai / Literasi

9. Kamu melihat gambar seorang anak sedang memungut sampah di halaman sekolah.

Menurutmu, mengapa anak tersebut memungut sampah? Jelaskan alasanmu.

10. Kamu menonton video tentang seorang anak yang mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan.

Apa pesan yang dapat kamu simpulkan dari video tersebut? Jelaskan berdasarkan informasi yang kamu lihat.


KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Pilihan Ganda

1. C. jawabannya diperoleh melalui kesimpulan berdasarkan informasi yang ada.

Pertanyaan inferensial membutuhkan kemampuan menghubungkan informasi dan menarik kesimpulan.

2. B. memperhatikan gambar dengan teliti.

Kita harus mengamati gambar terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan.

3. C. memikirkan hubungan antar-informasi.

Setelah informasi penting ditemukan, kita perlu menghubungkannya.

4. C. anak-anak sedang menjaga lingkungan.

Kesimpulan tersebut sesuai dengan kegiatan menanam pohon.

5. B. berdasarkan informasi yang ditemukan.

Kesimpulan harus memiliki dasar atau bukti.


Isian

6. Inferensial

7. Teliti

8. Bukti / dasar


Esai

9. Contoh jawaban:

Anak tersebut memungut sampah agar halaman sekolah menjadi bersih dan nyaman. Hal tersebut dapat disimpulkan dari kegiatan anak yang terlihat sedang mengambil sampah.

10. Contoh jawaban:

Pesan dalam video tersebut adalah kita harus menghemat energi dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan. Kesimpulan tersebut berdasarkan tindakan anak yang mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan.

Catatan: Jawaban murid dapat berbeda selama memiliki hubungan yang logis dengan informasi yang terdapat dalam gambar atau video.


13. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar bahwa pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis secara langsung.

Untuk menjawabnya, kita perlu:

1. Memperhatikan gambar/video dengan teliti.
↓
2. Mencatat informasi penting.
↓
3. Memikirkan hubungan antar-informasi.
↓
4. Menarik kesimpulan atau dugaan yang logis.
↓
5. Menjawab dengan kalimat lengkap dan jelas.

Kemampuan menjawab pertanyaan inferensial membantu murid menjadi pembaca dan penonton yang teliti, kritis, dan mampu berpikir logis.


REFLEKSI PEMBELAJARAN

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan pertanyaan inferensial?

  2. Mengapa kita tidak boleh melihat gambar atau video hanya sekilas?

  3. Bagaimana cara menemukan informasi penting?

  4. Mengapa kesimpulan harus berdasarkan bukti?

  5. Bagian mana yang paling mudah kamu lakukan?

  6. Bagian mana yang masih sulit?

  7. Apa manfaat kemampuan menyimpulkan informasi dalam kehidupan sehari-hari?

Kalimat Refleksi Murid

Hari ini saya belajar bahwa ................................................................

Hal yang paling saya pahami adalah ..............................................

Saya masih kesulitan dalam ................................................................

Mulai sekarang, ketika melihat gambar atau video saya akan ............


Kendala Pembelajaran

....................................................................................

....................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang sudah memahami materi diberikan pengayaan berupa analisis gambar atau video dengan pertanyaan inferensial yang lebih kompleks.

Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan dengan langkah bertahap, yaitu mengidentifikasi informasi → mencari hubungan → menentukan bukti → membuat kesimpulan → menyusun jawaban lengkap.

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa

Persentase ketercapaian : ........ %


PESAN PEMBELAJARAN

“Jangan hanya melihat sekilas. Amati dengan teliti, gunakan logika, temukan bukti, lalu simpulkan dengan cerdas.”

 

PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VI

Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  • memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila;
  • menjelaskan hubungan antara nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari;
  • membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila;
  • menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan masyarakat;
  • menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai orang lain, bekerja sama, dan menjaga persatuan.

A. Mengenal Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila bukan hanya dasar negara dan hafalan lima sila. Pancasila merupakan pedoman bagi kita dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap sila memiliki nilai yang dapat kita terapkan dalam kehidupan.

SilaNilai Utama
1. Ketuhanan Yang Maha EsaKetuhanan, toleransi, menghormati kebebasan beragama
2. Kemanusiaan yang Adil dan BeradabKemanusiaan, kepedulian, menghargai sesama
3. Persatuan IndonesiaPersatuan, cinta tanah air, menghargai keberagaman
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanMusyawarah, menghargai pendapat, demokrasi
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaKeadilan, tanggung jawab, keseimbangan hak dan kewajiban

B. Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajarkan kita untuk percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati orang lain dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.

Contoh perilaku di rumah

  • Beribadah sesuai agama dan kepercayaan.
  • Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.
  • Menjaga sikap sopan kepada anggota keluarga.

Contoh perilaku di sekolah

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Memberikan kesempatan teman untuk beribadah.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengejek agama atau kepercayaan orang lain.
  • Menjaga kerukunan dengan semua teman.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Menghormati tetangga yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah.
  • Menjaga kerukunan antarwarga.
  • Menghargai perayaan keagamaan orang lain dengan tetap menghormati batas-batas keyakinan masing-masing.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Mengganggu teman ketika sedang beribadah.
❌ Mengejek agama orang lain.
❌ Memaksakan keyakinan kepada orang lain.


C. Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua mengajarkan kita untuk memperlakukan manusia dengan adil, sopan, dan penuh rasa kemanusiaan.

Kita harus menghargai setiap orang tanpa membeda-bedakan suku, agama, daerah, kondisi, maupun latar belakang.

Contoh perilaku di rumah

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Membantu orang tua.
  • Menolong saudara yang membutuhkan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak melakukan kekerasan kepada anggota keluarga.

Contoh perilaku di sekolah

  • Menolong teman yang mengalami kesulitan.
  • Tidak mengejek kekurangan teman.
  • Tidak melakukan perundungan atau bullying.
  • Menghargai semua teman.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Memaafkan teman yang telah meminta maaf.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Menolong tetangga yang membutuhkan.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Membantu korban bencana sesuai kemampuan.
  • Tidak merendahkan orang lain.
  • Menjaga sikap sopan dalam pergaulan.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Mengejek teman karena kondisi fisiknya.
❌ Membully teman.
❌ Membeda-bedakan teman.
❌ Bersikap kasar kepada orang lain.


D. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Sila ketiga mengajarkan kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Indonesia memiliki banyak suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekayaan bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan.

Contoh perilaku di rumah

  • Menjaga kerukunan keluarga.
  • Menghargai pendapat anggota keluarga.
  • Bekerja sama melakukan pekerjaan rumah.
  • Tidak bertengkar karena perbedaan pendapat.

Contoh perilaku di sekolah

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Bekerja sama dalam kelompok.
  • Menghargai teman yang berbeda suku atau daerah.
  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik ketika diperlukan agar dapat dipahami bersama.
  • Menjaga nama baik sekolah.
  • Mengikuti kegiatan sekolah dengan semangat.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Menjaga kerukunan antarwarga.
  • Menghargai keberagaman budaya.
  • Tidak menyebarkan berita yang dapat memecah persatuan.
  • Menjaga lingkungan bersama.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Memilih teman berdasarkan suku atau daerah.
❌ Bertengkar karena perbedaan.
❌ Merendahkan budaya daerah lain.
❌ Menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan permusuhan.


E. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat mengajarkan pentingnya musyawarah, menghargai pendapat, dan mengambil keputusan bersama dengan bijaksana.

Dalam kehidupan bersama, kita tidak boleh memaksakan kehendak.

Contoh perilaku di rumah

  • Membicarakan masalah keluarga bersama-sama.
  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Tidak memaksakan keinginan.
  • Menerima keputusan yang telah disepakati bersama.

Contoh perilaku di sekolah

  • Melakukan musyawarah untuk menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk berbicara.
  • Tidak memaksakan pendapat.
  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Mengikuti musyawarah warga.
  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Melaksanakan keputusan bersama dengan tanggung jawab.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Tidak mau mendengarkan orang lain.
❌ Marah ketika pendapatnya tidak diterima.
❌ Mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama.


F. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil, bertanggung jawab, dan menghormati hak orang lain.

Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Contoh perilaku di rumah

  • Membagi tugas rumah secara adil.
  • Tidak mengambil hak anggota keluarga.
  • Menggunakan barang bersama dengan bertanggung jawab.
  • Melaksanakan kewajiban sebelum menuntut hak.

Contoh perilaku di sekolah

  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Berbagi tugas kelompok secara adil.
  • Tidak mengambil barang milik teman.
  • Menggunakan fasilitas sekolah dengan bertanggung jawab.
  • Memberikan kesempatan yang sama kepada teman.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Ikut bergotong royong.
  • Membantu warga yang membutuhkan.
  • Tidak mengambil hak orang lain.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Melaksanakan kewajiban sebagai anggota masyarakat.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Menyerobot antrean.
❌ Mengambil barang milik orang lain.
❌ Tidak melaksanakan piket tetapi membiarkan teman bekerja.
❌ Menggunakan fasilitas umum secara tidak bertanggung jawab.


G. Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

Nilai Pancasila dapat kita terapkan di mana saja.

1. Di Rumah

Contoh:

Ayah meminta seluruh anggota keluarga membersihkan rumah bersama-sama.

Sikap yang sesuai dengan Pancasila:

Bekerja sama dan bertanggung jawab.

Nilai yang berkaitan terutama dengan sila ketiga dan sila kelima.


2. Di Sekolah

Contoh:

Kelompok kelas sedang mengerjakan tugas. Setiap anggota memiliki pendapat yang berbeda.

Sikap yang sesuai:

Mendengarkan semua pendapat, berdiskusi, kemudian menentukan keputusan bersama.

Nilai yang berkaitan dengan sila keempat.


3. Di Masyarakat

Contoh:

Warga kampung melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.

Sikap yang sesuai:

Ikut bekerja sama sesuai kemampuan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Nilai yang berkaitan dengan sila ketiga dan sila kelima.


H. Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh berikut.

SituasiPerilaku yang Sesuai Pancasila
Teman berbeda agama sedang beribadahMemberikan kesempatan dan menghormatinya
Teman kesulitan mengerjakan tugasMembantu dengan baik
Kelompok memiliki pendapat berbedaBermusyawarah
Ada kegiatan gotong royongIkut berpartisipasi
Mendapat tugas piketMelaksanakannya dengan tanggung jawab
Teman berasal dari daerah berbedaBerteman dan menghargainya
Menemukan barang milik temanMengembalikannya
Tidak setuju dengan pendapat temanMenyampaikan pendapat dengan sopan

I. Aktivitas Pembelajaran Mendalam

1. Mindful Learning – “Berhenti dan Berpikir”

Guru menyampaikan beberapa situasi.

Contoh:

“Kamu melihat temanmu diejek karena berasal dari daerah yang berbeda.”

Murid berhenti sejenak dan berpikir:

  • Apa masalahnya?
  • Bagaimana perasaan teman tersebut?
  • Nilai Pancasila apa yang berkaitan?
  • Apa tindakan yang seharusnya dilakukan?

Murid kemudian menyampaikan jawabannya.


2. Meaningful Learning – “Pancasila di Sekitarku”

Murid mengamati kehidupan sehari-hari dan mencari contoh penerapan Pancasila.

Tuliskan:

Di Rumah

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Di Sekolah

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Di Masyarakat

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Kemudian tentukan sila yang sesuai.


3. Joyful Learning – “Detektif Pancasila”

Guru menyiapkan kartu berisi berbagai situasi.

Contoh kartu:

Kartu 1:
“Rani membantu temannya yang terjatuh.”

Kartu 2:
“Anak-anak bermusyawarah menentukan ketua kelompok.”

Kartu 3:
“Warga melakukan kerja bakti.”

Kartu 4:
“Budi memberikan kesempatan kepada temannya untuk beribadah.”

Tugas kelompok:

  1. Bacalah situasi.
  2. Tentukan sila yang sesuai.
  3. Jelaskan alasannya.
  4. Sebutkan tindakan yang dapat dilakukan.

J. Studi Kasus

Kasus 1

Saat kerja kelompok, Andi selalu memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan teman.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Andi sesuai dengan Pancasila?
  2. Sila ke berapa yang berkaitan?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan Andi?

Jawaban:

Perilaku tersebut tidak sesuai dengan nilai Pancasila, khususnya sila keempat. Andi seharusnya mendengarkan pendapat teman dan mengambil keputusan melalui musyawarah.


Kasus 2

Siti mempunyai teman yang berbeda agama. Ketika waktu ibadah tiba, Siti memberikan kesempatan kepada temannya untuk beribadah.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Siti sesuai Pancasila?
  2. Sila ke berapa?
  3. Mengapa?

Jawaban:

Ya, perilaku Siti sesuai dengan sila pertama, karena Siti menghormati temannya dalam menjalankan ibadah.


Kasus 3

Saat kegiatan piket, beberapa siswa bekerja sedangkan siswa lainnya bermain.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku tersebut adil?
  2. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan?

Jawaban:

Perilaku tersebut tidak mencerminkan keadilan dan tanggung jawab. Siswa seharusnya melaksanakan tugas piket bersama sesuai pembagian tugas.


K. Asesmen Formatif

Pilihan Ganda

1. Contoh perilaku yang sesuai dengan sila pertama adalah ....

A. memaksakan agama kepada teman
B. menghormati teman yang sedang beribadah
C. mengejek teman yang berbeda agama
D. mengganggu teman saat beribadah

2. Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan merupakan contoh penerapan sila ....

A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat

3. Mengikuti kegiatan gotong royong merupakan contoh penerapan nilai ....

A. persatuan dan kerja sama
B. memaksakan kehendak
C. persaingan
D. kepentingan pribadi

4. Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam kelompok, sebaiknya ....

A. memaksakan pendapat sendiri
B. meninggalkan kelompok
C. melakukan musyawarah
D. meminta semua orang mengikuti pendapat kita

5. Melaksanakan piket sesuai jadwal merupakan contoh penerapan ....

A. tanggung jawab dan keadilan
B. memaksakan kehendak
C. sikap egois
D. perselisihan


L. Isian Singkat

6. Menghormati teman yang berbeda agama merupakan contoh penerapan sila ke-....

7. Menolong orang yang membutuhkan merupakan contoh penerapan sila ke-....

8. Menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman merupakan penerapan sila ke-....

9. Mengambil keputusan bersama melalui .... merupakan penerapan sila keempat.

10. Melaksanakan tugas piket merupakan contoh sikap ....


M. Esai

11. Sebutkan tiga contoh perilaku yang sesuai dengan sila pertama di sekolah!

12. Mengapa kita harus menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya?

13. Apa yang sebaiknya kamu lakukan jika pendapatmu tidak diterima dalam musyawarah?

14. Sebutkan tiga contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat!

15. Mengapa menerapkan Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafalkan lima sila?


N. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B
  2. B
  3. A
  4. C
  5. A

Isian

  1. Pertama
  2. Kedua
  3. Ketiga
  4. Musyawarah
  5. Tanggung jawab

Esai

11. Contoh:

  • berdoa sebelum belajar;
  • menghormati teman yang beribadah;
  • tidak mengejek agama teman.

12. Karena perbedaan merupakan bagian dari keberagaman Indonesia dan harus dihargai agar tercipta persatuan dan kerukunan.

13. Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada selama keputusan tersebut dibuat melalui proses yang baik dan untuk kepentingan bersama.

14. Contoh:

  • gotong royong;
  • membantu tetangga;
  • menjaga kebersihan lingkungan;
  • menghargai perbedaan;
  • mengikuti musyawarah warga.

15. Karena Pancasila merupakan pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.


O. Refleksi Pembelajaran

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Nilai Pancasila apa yang sudah sering kamu terapkan di rumah?
  2. Nilai Pancasila apa yang sudah kamu terapkan di sekolah?
  3. Nilai Pancasila apa yang ingin kamu tingkatkan?
  4. Apa yang kamu lakukan ketika melihat teman diperlakukan tidak adil?
  5. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?
  6. Apa satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan mulai hari ini?

Refleksi Pribadi

Hari ini saya belajar bahwa Pancasila adalah ........................................

Contoh sikap Pancasila yang sudah saya lakukan adalah .........................

Sikap yang ingin saya perbaiki adalah ....................................................

Mulai hari ini saya akan ........................................................................


P. Kesimpulan

Pancasila bukan sekadar dasar negara yang harus kita hafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita dapat menerapkannya:

🏠 Di rumah dengan menghormati keluarga, membantu orang tua, bermusyawarah, dan bertanggung jawab.

🏫 Di sekolah dengan menghargai teman, membantu sesama, bekerja sama, bermusyawarah, dan melaksanakan kewajiban.

🌳 Di masyarakat dengan bergotong royong, menghormati keberagaman, menjaga kerukunan, membantu sesama, dan menjaga lingkungan.

Ingat!

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi untuk diamalkan dalam setiap sikap dan perbuatan.”

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : 26 siswa ( tuntas)

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : 0 siswa




Materi Ajar: Kamis, 29 Oktober 2026

  📚 ✏️ 🌟 IDENTITAS 🚀 Pembelajaran Harian Kelas VI Kurikulum Merdeka • Yuk, belajar dengan gembira! 🎉 📌 IDENTITAS 1. Nama Guru : Tutik H...