Senin, 12 Oktober 2026

STS Seni Rupa: Selasa, 13 Oktober 2026


Senin, 12 Oktober 2026

Selasa, 13 Oktober 2026

 🌈 SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka

👩‍🏫

IDENTITAS


NAMA GURU

Tutik Handayani, S.Pd.

📅

HARI / TANGGAL

Selasa, 13 Oktober 2026

🏫

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

📖

MATA PELAJARAn

seni rupa 

✏️

MATERI

Unsur Seni nRupa

🔢

PERTEMUAN KE

4

SENI RUPA • KELAS VI SD
Materi dan Latihan Persiapan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, dan halo seniman-seniman cilik kelas VI!

Sebentar lagi kita akan menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Sumatif ini adalah kesempatan untuk melihat sejauh mana kalian memahami unsur, prinsip, dan teknik dalam seni rupa, serta bagian mana yang masih perlu diulang. Tidak perlu tegang, karena seni rupa dekat sekali dengan kehidupan kita: warna dinding rumah, gambar di kemasan, sampai poster di sekolah semuanya adalah seni rupa.

Pada tulisan ini kita akan mengulang delapan materi: unsur-unsur seni rupa, menyampaikan ulasan visual, mengenal prinsip desain, karya dua dimensi, teknik karya dua dimensi, menemukan gagasan visual, membuat sketsa rancangan, dan poster edukatif. Di bagian akhir ada latihan soal yang bentuknya mirip dengan soal STS. Bacalah materi dengan teliti, kerjakan latihan soalnya, lalu cocokkan jawabanmu dengan kunci jawaban.

Berdoalah sebelum belajar, semangat selalu, dan percayalah pada kemampuanmu. Selamat belajar!

1. Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa adalah bahan-bahan dasar yang membangun sebuah karya. Seperti kata-kata yang membangun kalimat, unsur-unsur inilah yang kita susun menjadi gambar, lukisan, atau poster.

a. Titik

Titik adalah unsur paling kecil dalam seni rupa. Jika beberapa titik disusun berderet, titik-titik itu akan membentuk garis. Jika titik-titik dikumpulkan rapat, titik-titik itu dapat membentuk bidang atau memberi kesan gelap terang.

b. Garis

Garis adalah goresan memanjang yang memiliki arah, dapat berbentuk lurus maupun lengkung. Garis memberi kesan yang berbeda-beda.

Jenis GarisContoh TampilanKesan
Garis lurusTegas, kuat, kaku
Garis lengkungLembut, luwes
Garis zig-zag/\/\/\/\/\/\/Dinamis, gelisah, bersemangat
Garis bergelombang Tenang, mengalir
Garis putus-putusRagu-ragu, tidak tegas

c. Bidang

Bidang adalah bentuk datar yang memiliki panjang dan lebar. Bidang terbentuk dari garis yang bertemu ujung-ujungnya, misalnya persegi, lingkaran, dan segitiga. (Garis hanya memiliki panjang, bidang memiliki panjang dan lebar.)

d. Bentuk

Bentuk adalah wujud suatu benda yang dapat dikenali. Bentuk dibedakan menjadi dua macam.

   Bentuk geometris (lingkaran, persegi, segitiga)

   Bentuk organis (bebas, seperti daun atau awan)

e. Warna

Warna adalah kesan yang muncul karena pantulan cahaya pada benda. Warna dikelompokkan sebagai berikut.

Warna primer (warna pokok yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain):

MerahKuningBiru

Warna sekunder (hasil campuran dua warna primer):

OranyeHijauUngu

CampuranHasil
Merah + KuningOranye (jingga)
Biru + KuningHijau
Merah + BiruUngu

Kesan warna:

Warna hangat (memberi kesan panas, semangat, ceria):

MerahOranyeKuning

Warna dingin (memberi kesan sejuk, tenang):

BiruHijauUngu

f. Tekstur

Tekstur adalah sifat dan nilai raba pada permukaan suatu benda, misalnya kasar, halus, licin, atau bergelombang.

Jenis TeksturPengertianContoh
Tekstur nyataTerasa langsung ketika diraba dan terlihat sama dengan yang dirasakanKarung goni, amplas (kasar); kaca, sutra (halus); lukisan dengan cat tebal yang bergelombang
Tekstur semuTampak kasar atau halus hanya karena dilihat dengan mata, padahal permukaannya rataGambar batu atau kulit kayu di atas kertas yang rata

g. Ruang

Ruang adalah kesan jauh dan dekat dalam sebuah karya. Dalam gambar, kesan ruang dibuat dengan cara menggambar benda yang jauh tampak lebih kecil, benda yang dekat tampak lebih besar, serta jalan atau rel yang menyempit ke arah ujung.

Ingat! Tujuh unsur seni rupa: titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan ruang. Perhatikan juga contoh soal: dinding kampung yang dicat warna cerah mengubah suasana kampung (unsur warna), sedangkan lukisan yang terasa bergelombang saat diraba menunjukkan tekstur.

2. Menyampaikan Ulasan Visual

Ulasan visual adalah tanggapan terhadap sebuah karya seni rupa berdasarkan apa yang tampak pada karya itu. Ulasan yang baik tidak hanya berisi kata “bagus” atau “jelek”, tetapi disertai alasan yang berkaitan dengan unsur dan kesan karya.

Tahapan Ulasan Visual

TahapYang DilakukanContoh Kalimat (Lukisan Pantai)
1. DeskripsiMenyebutkan apa saja yang tampak pada karya, tanpa memberi penilaianPada lukisan terlihat perahu, laut, dan matahari.
2. AnalisisMenyebutkan unsur seni rupa dan prinsip desain yang digunakanWarna oranye dan biru mendominasi lukisan.
3. InterpretasiMenjelaskan kesan, suasana, atau makna yang ditimbulkanLukisan ini memberi kesan pagi yang tenang dan hangat.
4. PenilaianMenyampaikan pendapat tentang karya disertai alasanMenurut saya lukisan ini bagus karena warnanya serasi.

Cara Menyampaikan Ulasan

  • Amati karya dengan teliti sebelum berkomentar.
  • Sebutkan kelebihan karya, lalu berikan saran jika ada yang dapat diperbaiki.
  • Gunakan bahasa yang santun; jangan mengejek atau menertawakan karya teman.
  • Berikan alasan yang berhubungan dengan karya, bukan dengan harga bingkai atau terkenalnya pembuat.
Tanggapan yang Kurang TepatTanggapan yang Tepat
“Lukisan ini bagus sekali, aku menyukainya.” (tanpa alasan)“Warna jingga dan kuning membuat suasana pasar terasa hangat dan ramai.”
“Pelukisnya pasti orang terkenal.” (tidak membahas karya)“Garis-garis lengkung pada atap membuat gambar terlihat luwes.”

3. Mengenal Prinsip Desain

Jika unsur adalah bahan, maka prinsip desain adalah aturan atau cara menyusun unsur-unsur itu agar karya tampak menarik, enak dipandang, dan pesannya tersampaikan.

Prinsip DesainPengertianContoh
Kesatuan (unity)Bagian-bagian karya tampak serasi, saling berhubungan, dan menyatuWarna dan bentuk dalam poster saling serasi sehingga tampak menyatu. Spanduk dengan banyak jenis huruf dan warna tanpa aturan belum memenuhi kesatuan.
Keseimbangan (balance)Pembagian bobot visual agar karya tampak stabil. Ada tiga macam: simetris (sisi kiri dan kanan sama), asimetris (kedua sisi berbeda tetapi tetap seimbang), dan radial (tersusun melingkar mengelilingi pusat)Sayap kupu-kupu kiri dan kanan sama (simetris); kelopak bunga mengelilingi bagian tengah (radial)
Penekanan (emphasis)Membuat satu bagian karya menjadi pusat perhatianJudul poster dibuat sangat besar, sedangkan tulisan lain kecil; lingkaran oranye yang besar langsung menarik mata
ProporsiPerbandingan ukuran antarbagian karya yang sesuai dan sebandingGambar rumah dengan pintu yang terlalu besar dibanding bagian lain tampak janggal karena proporsinya kurang tepat

Tips membedakan: tanyakan pada diri sendiri: Apa yang paling menarik perhatian? (penekanan) • Apakah semua bagian tampak menyatu? (kesatuan) • Apakah ukuran tiap bagian sebanding? (proporsi) • Apakah kiri dan kanan seimbang? (keseimbangan).

4. Karya Dua Dimensi

Karya dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki panjang dan lebar (tidak memiliki volume) sehingga dinikmati dari satu arah pandang. Karya yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi (volume) serta dapat dilihat dari berbagai sisi disebut karya tiga dimensi, misalnya patung, keramik, dan miniatur dari tanah liat.

Jenis Karya Dua DimensiCiri
Gambar dan lukisanDibuat dengan goresan atau warna di atas bidang datar seperti kertas atau kanvas
KolaseTempelan potongan bahan (kertas, kain, daun, tutup botol, plastik) pada bidang datar
PosterGabungan gambar dan tulisan yang berisi pesan, ajakan, atau pengumuman
IlustrasiGambar yang menjelaskan atau memperindah isi tulisan, misalnya dalam buku cerita
KartunGambar lucu yang bentuknya disederhanakan atau dilebih-lebihkan
BatikKain bermotif yang dibuat dengan lilin malam
FotografiGambar yang dihasilkan melalui kamera
Karya Dua DimensiKarya Tiga Dimensi
Memiliki panjang dan lebarMemiliki panjang, lebar, dan tinggi (volume)
Dilihat dari satu arahDapat dilihat dari segala sisi
Contoh: lukisan, poster, kolase, batikContoh: patung, miniatur perahu dari tanah liat, keramik

Contoh soal: gambar dengan cat air di atas kertas (dua dimensi), kolase tutup botol pada papan (dua dimensi), dan miniatur perahu tanah liat (tiga dimensi). Kolase tetap dua dimensi karena bahan-bahannya ditempel pada bidang datar dan karya dilihat dari satu sisi.

5. Teknik Karya Dua Dimensi

Teknik adalah cara yang digunakan untuk membuat karya. Pemilihan teknik memengaruhi hasil dan kesan karya.

a. Teknik Menggambar dan Mewarnai

TeknikPengertianAlat dan Bahan
Teknik keringBerkarya dengan bahan kering atau tidak memerlukan airPensil, pensil warna, krayon, pastel, spidol
Teknik basahBerkarya dengan bahan cair yang dicampur airCat air, cat poster, tinta, kuas
ArsirMembuat garis-garis kecil sejajar atau bersilangan untuk memberi kesan gelap terangPensil, pulpen, pensil warna
BlokMewarnai bidang secara menyeluruh dan rataCat, pensil warna, spidol
GradasiMewarnai dengan perubahan warna dari tua ke muda secara bertahapPensil warna, krayon, cat
PointilisMembuat gambar dari kumpulan titikPulpen, spidol, cat

b. Teknik Menempel dan Menyusun

TeknikPengertianContoh Bahan
KolaseMenempelkan berbagai potongan bahan pada bidang datar hingga membentuk gambarKertas warna, kain, daun kering, tutup botol, plastik bekas
MozaikMenempelkan potongan kecil bahan yang disusun rapi seperti ubinPotongan kertas berbentuk kotak, kulit telur, biji-bijian
MontaseMenyusun potongan gambar dari berbagai sumber menjadi satu gambar baruGambar dari majalah atau foto

c. Teknik Cetak

Mencetak gambar dengan cara menekan cetakan yang telah diberi tinta atau cat ke permukaan kertas atau kain, misalnya dengan cap dari kentang, pelepah pisang, atau karet penghapus.

Tips: siapkan semua alat dan bahan sebelum mulai, mulailah dengan sketsa tipis, dan jaga kebersihan tempat berkarya. Gunakan bahan bekas agar karya sekaligus ramah lingkungan.

6. Menemukan Gagasan Visual

Gagasan visual adalah ide atau pikiran awal yang akan dituangkan menjadi karya seni rupa. Gagasan yang baik membuat karya memiliki tema dan pesan yang jelas.

Sumber Gagasan

  • Lingkungan sekitar: sungai, sekolah, pasar, taman, kampung.
  • Pengalaman pribadi: liburan, kegiatan di sekolah, hobi.
  • Masalah sosial: sampah, banjir, hemat energi, kebersihan.
  • Imajinasi: khayalan, cerita, mimpi.

Cara Menemukan Gagasan

  1. Mengamati lingkungan atau objek dengan teliti.
  2. Mencatat hal-hal yang menarik atau menjadi masalah.
  3. Membuat peta pikiran (bagan bercabang berisi kata kunci).
  4. Memilih gagasan yang paling menarik dan paling mungkin dikerjakan.

Contoh Peta Pikiran: Tema “Sungaiku Bersih”

  • Sungaiku Bersih
    • Masalah: sampah plastik, air keruh, bau tidak sedap
    • Penyebab: membuang sampah sembarangan
    • Akibat: banjir, ikan mati, penyakit
    • Ajakan: buang sampah pada tempatnya, kerja bakti, tanam pohon di tepi sungai

Dari peta pikiran di atas, kita dapat memilih satu gagasan, misalnya gambar ikan sedih di antara sampah dengan pesan “Jagalah Sungai, Rumah Para Ikan”.

7. Membuat Sketsa Rancangan

Sketsa adalah gambar kasar sebagai rancangan awal sebelum membuat karya yang sebenarnya. Sketsa dibuat dengan cepat, belum rapi, dan belum diwarnai.

Tujuan dan Manfaat

  • Merencanakan gagasan dan tata letak karya.
  • Memudahkan perbaikan sebelum karya dikerjakan secara utuh, misalnya mural di dinding.
  • Membantu mendiskusikan rancangan bersama teman atau panitia.

Ciri Sketsa

  • Dibuat dengan garis tipis agar mudah dihapus atau diperbaiki.
  • Tidak harus langsung sempurna dan tidak harus berwarna.
  • Menunjukkan letak objek utama, tulisan, dan bagian pendukung.

Langkah Membuat Sketsa Rancangan

  1. Tentukan tema dan pesan yang akan disampaikan.
  2. Siapkan kertas, pensil (misalnya 2B), dan penghapus.
  3. Buat garis bantu untuk membagi bidang gambar.
  4. Tentukan letak objek utama, judul, dan gambar pendukung. Perhatikan penekanan dan proporsi.
  5. Periksa kembali, lalu perbaiki bagian yang kurang tepat. Misalnya, judul yang terlalu kecil diperbesar dan diletakkan di bagian atas.

8. Poster Edukatif

Poster edukatif adalah karya dua dimensi berupa gabungan gambar dan tulisan yang berisi pesan mendidik atau ajakan kepada pembaca, misalnya ajakan menjaga kebersihan, hemat energi, atau hidup sehat.

Bagian-Bagian Poster

BagianKeterangan
Judul / sloganKalimat singkat, menarik, dan mudah diingat; ukurannya paling besar sebagai penekanan
Gambar / ilustrasiMendukung pesan dan menarik perhatian
Teks isiSingkat, jelas, dan mudah dibaca dari jauh
Penutup / identitasNama pembuat atau lembaga, bila diperlukan

Ciri Poster Edukatif yang Baik

  • Berisi pesan mendidik atau ajakan yang jelas.
  • Gambar menarik dan sesuai dengan tema.
  • Tulisan singkat, jelas, dan terbaca; tidak terlalu banyak.
  • Warna judul berbeda dari warna latar sehingga menjadi pusat perhatian.
  • Tata letak rapi: bagian-bagian poster tampak menyatu (kesatuan).

Langkah Membuat Poster Edukatif

  1. Menentukan tema dan pesan.
  2. Membuat sketsa rancangan.
  3. Mewarnai dan menyelesaikan poster dengan teknik yang dipilih.
  4. Memeriksa hasil dan memperbaiki bagian yang kurang.

Contoh perbaikan: poster “Jaga Kebersihan” yang judulnya kecil dan berwarna sama dengan latar membuat pesan tidak terbaca. Perbaikannya, judul diperbesar dan diberi warna yang berbeda dari latar agar menjadi pusat perhatian.

Ringkasan Singkat

  • Unsur seni rupa: titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang.
  • Ulasan visual: deskripsi, analisis, interpretasi, penilaian. Disampaikan dengan alasan dan bahasa santun.
  • Prinsip desain: kesatuan, keseimbangan (simetris, asimetris, radial), penekanan, proporsi.
  • Karya dua dimensi memiliki panjang dan lebar saja, misalnya lukisan, poster, kolase, dan batik.
  • Teknik: kering, basah, arsir, blok, gradasi, kolase, mozaik, montase, dan cetak.
  • Gagasan visual ditemukan dengan mengamati, mencatat, dan membuat peta pikiran.
  • Sketsa dibuat dengan garis tipis untuk merencanakan gagasan dan tata letak.
  • Poster edukatif memuat pesan mendidik dengan judul besar, gambar menarik, dan teks singkat.

Latihan Soal Asesmen

Mata Pelajaran: Seni Rupa  |  Kelas: VI  |  Tahun Pelajaran: 2026/2027

Kerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu. Kunci jawaban ada di bagian bawah, buka setelah selesai mengerjakan.

I. PILIHAN GANDA

Pilihlah salah satu jawaban A, B, C, atau D dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang dianggap benar!

  1. No.Pengertian
    1Kesan yang muncul karena pantulan cahaya pada benda
    2Goresan memanjang yang memiliki arah
    3Sifat dan nilai raba pada permukaan suatu benda
    4Bentuk datar yang memiliki panjang dan lebar

    Perhatikan tabel pengertian unsur seni rupa di atas! Pengertian tekstur ditunjukkan oleh nomor ....

    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
  2. Warga sebuah kampung bergotong royong mengecat dinding gang yang kusam dengan warna-warna cerah. Kampung itu menjadi ceria dan banyak dikunjungi wisatawan.

    Unsur seni rupa yang paling berperan mengubah suasana kampung tersebut adalah ....

    1. Titik
    2. Garis
    3. Tekstur
    4. Warna
  3. No.Pernyataan
    1Bidang hanya memiliki panjang tanpa lebar.
    2Lingkaran, segitiga, dan persegi termasuk bentuk geometris.
    3Bentuk daun dan awan termasuk bentuk organis.

    Perhatikan pernyataan tentang bentuk dan bidang di atas! Urutan benar (B) dan salah (S) dari pernyataan tersebut adalah ....

    1. B – B – S
    2. S – B – B
    3. B – S – B
    4. S – S – B
  4. No.BendaTekstur
    1Karung goniKasar
    2KacaKasar
    3AmplasHalus
    4SutraKasar

    Perhatikan tabel benda dan tekstur permukaannya di atas! Pasangan benda dan tekstur yang tepat ditunjukkan oleh nomor ....

    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
  5. No.Nama warna
    1Biru
    2Hijau
    3Merah
    4Ungu

    Perhatikan tabel nama warna di atas! Warna yang memberi kesan hangat ditunjukkan oleh nomor ....

    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
  6. Rina meraba permukaan sebuah lukisan yang dibuat dengan cat tebal. Permukaannya terasa bergelombang dan tidak rata.

    Unsur seni rupa yang dirasakan Rina adalah ....

    1. Tekstur
    2. Titik
    3. Warna
    4. Ruang
  7. Sekolah mengadakan pameran karya seni rupa. Empat siswa memberi tanggapan terhadap lukisan berjudul “Pasar Pagi”.

    Tanggapan yang paling tepat sebagai ulasan visual adalah ....

    1. “Lukisan ini bagus sekali, aku menyukainya.”
    2. “Warna jingga dan kuning membuat suasana pasar terasa hangat dan ramai.”
    3. “Pelukisnya pasti orang terkenal.”
    4. “Lukisan ini pasti mahal karena bingkainya besar.”
  8. Sebuah lukisan pantai diulas melalui beberapa tahap. Perhatikan tabel berikut!

    No.Tahap ulasanContoh kalimat
    1DeskripsiPada lukisan terlihat perahu, laut, dan matahari.
    2AnalisisWarna oranye dan biru mendominasi lukisan.
    3InterpretasiTerdapat tiga perahu di sisi kanan lukisan.
    4PenilaianMenurut saya lukisan ini bagus karena warnanya serasi.

    Pasangan tahap ulasan dan contoh kalimat yang tidak sesuai ditunjukkan oleh nomor ....

    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
  9. Dimas menunjukkan gambar pemandangannya kepada teman-temannya dan meminta pendapat mereka.

    Cara menyampaikan ulasan yang paling baik adalah ....

    1. Menyebutkan kelebihan karya dan memberi saran dengan bahasa yang sopan
    2. Mengatakan bahwa gambar itu jelek
    3. Menertawakan gambar itu
    4. Diam saja tanpa memberi pendapat
  10. Panitia pentas seni membuat spanduk dengan banyak jenis huruf dan warna yang berbeda-beda. Semua bagian diletakkan tanpa aturan sehingga spanduk tampak berantakan dan tidak menyatu.

    Prinsip desain yang belum terpenuhi pada spanduk tersebut adalah ....

    1. Proporsi
    2. Keseimbangan radial
    3. Kesatuan
    4. Penekanan
  11. No.Pernyataan
    1Keseimbangan simetris berarti sisi kiri dan kanan tampak sama.
    2Penekanan membuat satu bagian karya menjadi pusat perhatian.
    3Kesatuan berarti bagian-bagian karya tampak tidak berhubungan.

    Perhatikan pernyataan tentang prinsip desain di atas! Urutan benar (B) dan salah (S) dari pernyataan tersebut adalah ....

    1. S – B – B
    2. B – S – B
    3. S – S – B
    4. B – B – S
  12. Perhatikan tabel penerapan prinsip desain pada karya berikut!

    No.Ciri karyaPrinsip desain
    1Objek di sisi kiri dan kanan sama persisKeseimbangan simetris
    2Judul poster dibuat sangat besar, tulisan lain kecilPenekanan
    3Warna dan bentuk saling serasi sehingga tampak menyatuKesatuan
    4Ukuran objek sesuai dan sebanding dengan objek lainKeseimbangan radial

    Pasangan ciri karya dan prinsip desain yang tidak sesuai ditunjukkan oleh nomor ....

    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
  13. Dalam pameran bertema “Sungaiku Bersih”, Rara membuat gambar dengan cat air di atas kertas. Doni membuat kolase dari tutup botol yang ditempel pada papan. Sinta membuat miniatur perahu dari tanah liat yang bisa dilihat dari segala sisi.

    Karya yang termasuk karya dua dimensi adalah ....

    1. Karya Rara dan Sinta
    2. Karya Doni dan Sinta
    3. Karya Rara dan Doni
    4. Karya Sinta saja
  14. Komunitas peduli lingkungan mengajak warga membuat karya bertema “Sampah Plastik”. Potongan plastik bekas berwarna-warni ditempelkan pada papan triplek hingga membentuk gambar ikan besar. Karya itu dipajang di taman kota agar warga sadar akan bahaya sampah plastik bagi laut.

    Jenis karya dua dimensi yang paling tepat untuk karya tersebut beserta alasannya adalah ....

    1. Patung, karena dibuat dari bahan bekas dan dapat dilihat dari segala sisi.
    2. Batik, karena dibuat dengan menempelkan potongan plastik pada kain.
    3. Poster, karena berisi gambar ikan dan tulisan pesan.
    4. Kolase, karena bahan-bahan ditempel pada bidang datar sehingga karya dilihat dari satu sisi.
  15. Teknik menggambar dengan membuat garis-garis kecil sejajar atau bersilangan untuk memberi kesan gelap terang disebut teknik ....

    1. blok
    2. arsir
    3. kolase
    4. cetak
  16. Karya dua dimensi yang dibuat dengan menempelkan potongan-potongan kecil bahan yang disusun rapi seperti ubin disebut ....

    1. mozaik
    2. patung
    3. poster
    4. batik
  17. Sebelum membuat poster bertema bahaya sampah, Dewi mengamati sungai di dekat rumahnya, mencatat apa yang ia lihat, lalu menuliskan kata kunci pada peta pikiran.

    Kegiatan Dewi tersebut bertujuan untuk ....

    1. mewarnai poster
    2. menemukan gagasan visual
    3. memamerkan karya
    4. menjual poster
  18. Sebelum mengecat mural di dinding sekolah, panitia lebih dahulu menggambar rancangan pada kertas kecil. Rancangan itu dilihat bersama sebelum dipindahkan ke dinding.

    Tujuan membuat sketsa rancangan terlebih dahulu adalah ....

    1. Agar dinding tidak perlu diwarnai
    2. Agar mural terlihat lebih mahal
    3. Agar pembuat mural cepat terkenal
    4. Merencanakan gagasan dan tata letak sehingga mudah diperbaiki
  19. Ciri poster edukatif yang baik adalah ....

    1. gambar menarik, tulisan singkat dan jelas, serta berisi pesan yang mendidik
    2. tulisan sangat panjang dan kecil agar semua informasi muat
    3. gambar dan warna dipilih sembarang tanpa pesan yang jelas
    4. hanya berisi gambar tanpa tulisan sama sekali
  20. Urutan langkah membuat poster edukatif yang tepat adalah ....

    1. membuat sketsa – menentukan tema – mewarnai – memeriksa hasil
    2. menentukan tema dan pesan – membuat sketsa – mewarnai – memeriksa hasil
    3. mewarnai – membuat sketsa – menentukan tema – memeriksa hasil
    4. memeriksa hasil – mewarnai – membuat sketsa – menentukan tema

II. ISIAN SINGKAT

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang singkat dan tepat (paling banyak dua kata)!

  1. Warna merah, kuning, dan biru termasuk kelompok warna ....

  2. Nilai raba pada permukaan suatu benda disebut ....

  3. Kumpulan titik yang disusun berderet akan membentuk ....

  4. Tahap ulasan visual yang menjelaskan apa saja objek yang tampak pada karya tanpa memberi penilaian disebut ....

  5. Sebuah poster memuat satu judul berukuran sangat besar, sedangkan tulisan lainnya kecil, sehingga pandangan pembaca langsung tertuju ke judul. Prinsip desain yang diterapkan pada poster tersebut adalah ....

  6. Karya seni rupa yang hanya memiliki panjang dan lebar disebut karya ....

  7. Teknik berkarya yang menggunakan bahan cair seperti cat air atau tinta disebut teknik ....

  8. Bagan bercabang yang berisi kata kunci untuk membantu menemukan gagasan disebut ....

  9. Gambar kasar sebagai rancangan awal sebelum membuat karya yang sebenarnya disebut ....

  10. Kalimat singkat dan menarik pada poster yang berisi ajakan atau pesan disebut ....

III. URAIAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan uraian yang tepat!

  1. Sebutkan empat unsur seni rupa! Dan sebutkan tiga warna primer!

  2. Sebutkan dua contoh benda yang teksturnya kasar dan dua contoh benda yang teksturnya halus!

  3. Sebutkan tiga prinsip desain beserta pengertiannya masing-masing!

  4. Jelaskan pengertian karya dua dimensi! Dan sebutkan tiga contoh karya dua dimensi!

  5. Sebutkan tiga ciri poster edukatif yang baik!

– Selamat Mengerjakan –

Kunci Jawaban

Klik untuk melihat kunci jawaban I. Pilihan Ganda
No.JawabanNo.Jawaban
1C11D
2D12D
3B13C
4A14D
5C15B
6A16A
7B17B
8C18D
9A19A
10C20B
Klik untuk melihat kunci jawaban II. Isian Singkat
No.Jawaban
1primer
2tekstur
3garis
4deskripsi
5penekanan
6dua dimensi
7basah
8peta pikiran
9sketsa
10slogan
Klik untuk melihat pedoman jawaban III. Uraian

Nomor 1. Empat unsur seni rupa (pilih empat): titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang. Tiga warna primer: merah, kuning, dan biru. (Skor 1 untuk tiap jawaban benar, maksimal 7.)

Nomor 2. Kasar: karung goni, amplas, batu, kulit jeruk, kulit pohon, dan sejenisnya. Halus: kaca, sutra, cermin, lantai keramik, kertas licin, dan sejenisnya. (Skor 1 untuk tiap contoh yang tepat, maksimal 4.)

Nomor 3. Contoh: Kesatuan, yaitu bagian-bagian karya tampak serasi dan menyatu. Keseimbangan, yaitu pembagian bobot visual sehingga karya tampak stabil (simetris, asimetris, radial). Penekanan, yaitu membuat satu bagian karya menjadi pusat perhatian. Proporsi, yaitu perbandingan ukuran antarbagian yang sesuai. (Skor 2 untuk tiap prinsip beserta pengertian yang tepat, maksimal 6.)

Nomor 4. Karya dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki panjang dan lebar (tidak memiliki volume) dan dilihat dari satu arah. Contoh: lukisan, gambar, poster, kolase, batik, ilustrasi, kartun. (Skor 3 untuk pengertian, 1 untuk tiap contoh, maksimal 6.)

Nomor 5. Contoh: berisi pesan yang mendidik atau ajakan; judul atau slogan besar, singkat, dan mudah dibaca; gambar menarik dan sesuai tema; tulisan jelas; warna serasi dan kontras dengan latar; tata letak rapi. (Skor 2 untuk tiap ciri yang tepat, maksimal 6.)

Penutup

Anak-anak hebat, demikian rangkuman delapan materi Seni Rupa beserta latihan soalnya. Ulangi bagian yang masih terasa sulit, perhatikan kata kunci pada setiap soal, dan tanyakan kepada bapak/ibu guru bila ada yang belum dipahami. Jangan lupa istirahat yang cukup sebelum hari ujian. Semoga sukses dan mendapatkan hasil terbaik!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STS Seni Rupa: Selasa, 13 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 Selasa, 13 Oktober 2026   🌈 SELAMAT DATANG Pembelajaran Hari Ini 📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka 👩‍🏫 IDENTITAS NA...