Rabu, 19 Agustus 2026

Materi Ajar: Rabu, 19 Agustus 2026


  1. Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026

  3. Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari

  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPAS, Seni Rupa

  5. Materi : Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi dan Menulis Teks Eksplanasi Sederhana, Sistem Pernafasan Manusia, Unsur Seni Rupa

  6. Pertemuan Ke : Ke-5


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt.

Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan berbagai peristiwa yang terjadi secara teratur. Ada hujan, perubahan cuaca, tumbuhnya tumbuhan, hingga berbagai peristiwa lingkungan yang dapat kita amati dan jelaskan.

Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara alam dan seluruh makhluk-Nya. Karena itu, kita perlu memahami berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar agar dapat menjaga dan merawatnya.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan berbagai sumber kehidupan kepada manusia. Oleh karena itu, kita harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.

Anak-anak, ketika kita menjelaskan suatu peristiwa, kita harus menyampaikan informasi secara runtut dan logis. Kita dapat menggunakan kata seperti karena, sehingga, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya agar hubungan antarperistiwa menjadi jelas.

Hari ini kita akan belajar menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi, kemudian mencoba menulis teks eksplanasi sederhana tentang lingkungan.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami informasi dan kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi serta menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan yang runtut, logis, dan sesuai konteks.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi dengan tepat.

  2. Menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.

  3. Melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat sesuai hubungan antarkalimat.

  4. Menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam kalimat secara tepat.

  5. Menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.

  6. Menulis teks eksplanasi sederhana dengan menggunakan kosakata yang tepat dan kata penghubung yang sesuai.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid mampu belajar dengan tenang, fokus, teliti, serta menyadari pentingnya memilih kata penghubung yang tepat agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid mampu menghubungkan penggunaan kata penghubung dengan peristiwa nyata di lingkungan sekitar, khususnya permasalahan lingkungan seperti sampah, polusi, pemanasan global, dan penghematan energi.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mampu belajar menggunakan kata penghubung melalui permainan menyusun kalimat, diskusi, tantangan kelompok, dan kegiatan menulis dengan topik yang dekat dengan kehidupan mereka.


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh kalimat yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dan urutan suatu peristiwa.

  2. Murid mengidentifikasi kata penghubung yang digunakan dalam kalimat.

  3. Murid mengenal kata penghubung sebab-akibat, yaitu karena, sebab, akibatnya, sehingga, dan oleh karena itu.

  4. Murid mengenal kata penghubung urutan, yaitu pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan akhirnya.

  5. Murid menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.

  6. Murid melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat melalui Aktivitas 1.12.

  7. Murid berdiskusi mengenai berbagai permasalahan lingkungan.

  8. Murid memilih salah satu topik untuk dikembangkan menjadi teks eksplanasi sederhana.

  9. Murid menyusun teks berdasarkan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.

  10. Murid menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam teks yang ditulis.

  11. Murid membaca kembali dan memperbaiki tulisannya.

  12. Murid melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Discovery Learning

  • Problem Based Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Diskusi

  • Demonstrasi

  • Permainan kata

  • Latihan

  • Menulis

  • Presentasi

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi

Dalam teks eksplanasi, kata penghubung digunakan agar informasi yang disampaikan menjadi runtut dan logis.

Kata penghubung membantu pembaca memahami hubungan antarkejadian, terutama hubungan sebab-akibat dan urutan peristiwa.


B. Kata Penghubung Sebab-Akibat

Kata penghubung sebab-akibat membantu menunjukkan hubungan atau alasan suatu peristiwa terjadi.

1. Karena

Digunakan untuk menunjukkan sebab.

Contoh:

Tanaman di teras mati karena kekurangan air.

2. Sebab

Digunakan untuk menunjukkan alasan terjadinya suatu peristiwa.

Contoh:

Udara menjadi kotor sebab di jalan raya banyak kendaraan bermotor.

3. Akibatnya

Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu peristiwa.

Contoh:

Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.

4. Sehingga

Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu sebab.

Contoh:

Hutan ditebangi terus-menerus sehingga banyak hewan kehilangan tempat tinggal.

5. Oleh karena itu

Digunakan untuk menunjukkan kesimpulan atau tindakan sebagai akibat dari peristiwa sebelumnya.

Contoh:

Polusi udara semakin parah. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.


C. Kata Penghubung Urutan

Kata penghubung urutan digunakan untuk menuntun pembaca mengikuti alur suatu proses secara berjenjang.

1. Pertama

Menunjukkan tahap awal suatu proses.

Contoh:

Pertama, manusia membakar bahan bakar fosil seperti bensin dan batu bara untuk keperluan energi.

2. Kemudian

Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah peristiwa sebelumnya.

Contoh:

Kemudian, asap dan gas karbon dioksida dilepaskan ke udara.

3. Selanjutnya

Menunjukkan tahap berikutnya.

Contoh:

Selanjutnya, gas-gas tersebut menumpuk di atmosfer dan menyebabkan suhu meningkat.

4. Setelah itu

Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah suatu tahap.

Contoh:

Setelah itu, es di kutub mulai mencair dan cuaca menjadi tidak menentu.

5. Akhirnya

Menunjukkan tahap akhir atau hasil akhir dari suatu proses.

Contoh:

Akhirnya, banyak makhluk hidup terganggu habitatnya.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM

1. Mindful – “Baca, Amati, dan Pahami”

Guru menampilkan beberapa kalimat tentang lingkungan.

Contoh:

Sampah plastik sulit terurai sehingga lingkungan menjadi rusak.

Murid diminta membaca kalimat dengan tenang kemudian menjawab:

  • Apa penyebab yang terdapat dalam kalimat?

  • Apa akibatnya?

  • Kata apa yang menghubungkan kedua informasi tersebut?

Guru menekankan bahwa pemilihan kata penghubung harus dilakukan dengan teliti agar hubungan antarkejadian dapat dipahami dengan benar.


2. Meaningful – “Hubungkan dengan Lingkunganku”

Murid diajak mengamati permasalahan lingkungan yang ada di sekitar.

Contohnya:

  • sampah berserakan;

  • sungai tercemar;

  • polusi udara;

  • penggunaan listrik berlebihan;

  • penggunaan kendaraan bermotor;

  • kurangnya penghijauan.

Murid kemudian membuat hubungan sebab-akibat.

Contoh:

Banyak sampah dibuang sembarangan → saluran air tersumbat → terjadi banjir.

Murid mengubahnya menjadi kalimat:

Banyak sampah dibuang sembarangan sehingga saluran air tersumbat. Akibatnya, dapat terjadi banjir.


3. Joyful – “Rangkai Kata Penghubung”

Guru menyiapkan kartu yang berisi:

karena – sehingga – kemudian – akhirnya – akibatnya – pertama – selanjutnya

Murid bekerja secara berkelompok.

Setiap kelompok mendapatkan beberapa kalimat yang belum lengkap.

Murid harus memilih kartu kata penghubung yang paling tepat.

Kelompok kemudian menjelaskan alasan pemilihan kata tersebut.


AKTIVITAS 1.12

Latihan Penggunaan Kata Penghubung

Lengkapilah kalimat-kalimat berikut dengan kata penghubung yang tepat.

1. Sampah plastik sulit terurai, .................... lingkungan menjadi rusak.

2. ...................., warga membersihkan sungai dari sampah.

3. Udara di kota ini penuh polusi .................... terlalu banyak kendaraan bermotor.

4. ...................., anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.

5. ...................., suhu bumi meningkat setiap tahun.

Pilihan kata:

karena – sehingga – pertama – akibatnya – selanjutnya


Menulis Teks Eksplanasi Sederhana

Setelah memahami kata penghubung, murid menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

Menulis menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah 1 – Pilih Topik

Murid memilih salah satu topik berikut:

  1. Bagaimana pemanasan global terjadi?

  2. Mengapa memilah sampah itu penting?

  3. Bagaimana cara menghemat energi di rumah?

Langkah 2 – Gunakan Struktur Teks Eksplanasi

A. Pernyataan Umum

Tulislah pengantar tentang topik yang dipilih secara umum.

B. Deretan Penjelas

Jelaskan proses atau sebab-akibat yang berkaitan dengan topik.

C. Penutup

Buat kesimpulan atau ajakan kepada pembaca.

Langkah 3 – Gunakan Kata Penghubung

Gunakan kata penghubung sebab-akibat:

sebab, karena, akibatnya, sehingga, oleh karena itu

Gunakan kata penghubung urutan:

pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya

Langkah 4 – Periksa Kembali Tulisan

Sebelum dikumpulkan, murid memeriksa:

  • Apakah topik sudah jelas?

  • Apakah terdapat pernyataan umum?

  • Apakah proses atau sebab-akibat sudah dijelaskan?

  • Apakah terdapat penutup?

  • Apakah kata penghubung sudah digunakan dengan tepat?

  • Apakah tulisan sudah rapi?

  • Apakah kosakata yang digunakan sudah tepat?


ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab adalah ....

A. kemudian
B. akhirnya
C. karena
D. selanjutnya

2. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah ....

Hutan ditebangi terus-menerus ............ banyak hewan kehilangan tempat tinggal.

A. karena
B. sehingga
C. pertama
D. kemudian

3. Kata yang menunjukkan urutan tahap awal adalah ....

A. akhirnya
B. akibatnya
C. pertama
D. sehingga

4. Perhatikan kalimat berikut!

Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.

Kata akibatnya menunjukkan hubungan ....

A. perbandingan
B. sebab-akibat
C. urutan waktu
D. pertentangan

5. Kalimat yang menggunakan kata penghubung urutan dengan tepat adalah ....

A. Tanaman mati karena tidak disiram.
B. Udara kotor sebab banyak kendaraan.
C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
D. Sampah menumpuk sehingga sungai tercemar.


B. Isian Singkat

6. Kata penghubung yang digunakan untuk menunjukkan alasan atau sebab adalah ....

7. Kata penghubung yang menunjukkan tahap terakhir suatu proses adalah ....

8. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah:

Polusi udara semakin parah. ............, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.


C. Esai / Literasi

9. Buatlah dua kalimat tentang masalah sampah dengan menggunakan kata penghubung karena dan sehingga.

10. Tulislah satu paragraf pendek tentang proses terjadinya suatu permasalahan lingkungan. Gunakan minimal 3 kata penghubung, yang terdiri atas kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan.


ASESMEN KETERAMPILAN MENULIS

Murid membuat teks eksplanasi sederhana dengan memilih salah satu tema:

“Mengapa Memilah Sampah Itu Penting?”

atau

“Bagaimana Cara Menghemat Energi di Rumah?”

atau

“Bagaimana Pemanasan Global Terjadi?”

Kriteria Penilaian

AspekKriteria
StrukturMemiliki pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup
Kata penghubungMenggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dengan tepat
KeruntutanInformasi disampaikan secara runtut dan logis
IsiSesuai dengan topik yang dipilih
KosakataMenggunakan kosakata yang tepat
KerapianTulisan rapi dan mudah dibaca

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. sehingga

Sampah plastik sulit terurai, sehingga lingkungan menjadi rusak.

2. pertama

Pertama, warga membersihkan sungai dari sampah.

3. karena

Udara di kota ini penuh polusi karena terlalu banyak kendaraan bermotor.

4. selanjutnya

Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.

5. akibatnya

Akibatnya, suhu bumi meningkat setiap tahun.


Asesmen Formatif

1. C. karena
Karena digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab.

2. B. sehingga
Sehingga menunjukkan akibat dari peristiwa sebelumnya.

3. C. pertama
Pertama menunjukkan tahap awal dalam suatu urutan.

4. B. sebab-akibat
Kata “akibatnya” menunjukkan akibat dari suatu kejadian.

5. C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
“Kemudian” merupakan kata penghubung urutan.

6. karena / sebab

7. akhirnya

8. oleh karena itu

Pedoman Esai

9. Contoh jawaban:

Sampah plastik menumpuk karena banyak orang membuangnya sembarangan. Sampah tersebut menyumbat saluran air sehingga dapat menyebabkan banjir.

10. Jawaban dapat bervariasi selama:

  • sesuai dengan topik lingkungan;

  • menggunakan minimal 3 kata penghubung;

  • terdapat hubungan sebab-akibat dan/atau urutan;

  • informasi disampaikan secara runtut dan logis.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar bahwa kata penghubung sangat penting dalam teks eksplanasi karena membantu membuat informasi menjadi runtut dan logis.

Terdapat dua kelompok kata penghubung yang dipelajari:

Kata Penghubung Sebab-Akibat

karena, sebab, akibatnya, sehingga, oleh karena itu

Kata Penghubung Urutan

pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya

Murid juga belajar menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur:

Pernyataan Umum → Deretan Penjelas → Penutup


Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pahami tentang kata penghubung?

  2. Apa perbedaan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan?

  3. Kata penghubung apa yang paling mudah kamu gunakan?

  4. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  5. Bagaimana kata penghubung membantu tulisanmu menjadi lebih mudah dipahami?

  6. Apa kepedulian terhadap lingkungan yang dapat kamu lakukan setelah pembelajaran hari ini?

Kendala Pembelajaran

....................................................................................
....................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang telah memahami materi diberikan kegiatan pengayaan berupa menulis teks eksplanasi dengan menggunakan lebih banyak variasi kata penghubung.

Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan melalui latihan melengkapi kalimat dan menyusun kalimat secara bertahap sebelum menulis teks eksplanasi secara utuh.

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa

 MATERI AJAR SENI RUPA KELAS 6

๐ŸŒˆ UNSUR-UNSUR GARIS DALAM SENI RUPA ๐ŸŒˆ

๐Ÿ‘‹ Halo, Sobat Seni!

Pernahkah kamu melihat gambar yang terdiri dari garis lurus, garis melengkung, atau garis zig-zag? ✏️

Tahukah kamu bahwa garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa?

Dengan garis, kita dapat membuat berbagai macam gambar, bentuk, pola, dan hiasan yang indah. Bahkan, sebuah gambar sederhana dapat menjadi lebih menarik hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.

Yuk, kita belajar mengenal unsur-unsur garis dalam seni rupa! ๐ŸŽจ๐Ÿ–Œ️


๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan dapat:


✅ Menjelaskan pengertian garis dalam seni rupa.

✅ Mengenal berbagai jenis garis.

✅ Menjelaskan karakteristik setiap jenis garis.

✅ Mengetahui fungsi garis dalam karya seni rupa.

✅ Membuat karya seni menggunakan berbagai jenis garis.


๐Ÿ–Œ️ A. Apa Itu Garis?

Garis adalah goresan memanjang yang terbentuk dari pertemuan atau rangkaian titik-titik.

Dalam seni rupa, garis dapat digunakan untuk:

๐ŸŽจ Membuat bentuk atau objek.

๐ŸŽจ Membuat pola dan hiasan.

๐ŸŽจ Menunjukkan arah dan gerakan.

๐ŸŽจ Memberikan kesan tertentu pada gambar.

๐ŸŽจ Membuat tekstur pada suatu objek.


Contohnya, ketika kita menggambar sebuah rumah, kita menggunakan garis untuk membuat dinding, atap, pintu, dan jendela. ๐Ÿ 

๐ŸŒŸ B. Jenis-Jenis Garis

Garis memiliki berbagai macam bentuk. Setiap garis dapat memberikan kesan yang berbeda.

Mari kita mengenal beberapa jenis garis berikut!

1️⃣ Garis Horizontal ➖

Garis horizontal adalah garis yang arahnya mendatar dari kiri ke kanan.

Contoh: ─────────


Garis horizontal dapat memberikan kesan:

๐ŸŒฟ Tenang

๐ŸŒฟ Damai

๐ŸŒฟ Stabil

๐ŸŒฟ Santai

Contoh penggunaan:

Garis horizontal dapat digunakan untuk menggambarkan permukaan tanah, laut, atau garis cakrawala.

2️⃣ Garis Vertikal │

Garis vertikal adalah garis yang arahnya tegak dari atas ke bawah.

Contoh: │││││

Garis vertikal dapat memberikan kesan:

๐Ÿข Tegak

๐Ÿข Kokoh

๐Ÿข Kuat

๐Ÿข Tinggi

Contoh penggunaan:

Garis vertikal dapat digunakan untuk menggambar tiang, gedung, pohon, atau batang tanaman.

3️⃣ Garis Diagonal /

Garis diagonal adalah garis yang arahnya miring.

Contoh: / / / /

Garis diagonal dapat memberikan kesan:

⚡ Gerak

⚡ Dinamis

⚡ Aktif

⚡ Tidak stabil

Contoh penggunaan:

Garis diagonal dapat digunakan untuk menggambarkan lereng gunung, sinar cahaya, atau gerakan benda.


4️⃣ Garis Lengkung 〰️

Garis lengkung adalah garis yang bentuknya melengkung atau tidak lurus.


Contoh: 〰️〰️〰️


Garis lengkung dapat memberikan kesan:


๐ŸŒŠ Lembut

๐ŸŒŠ Luwes

๐ŸŒŠ Indah

๐ŸŒŠ Mengalir


Contoh penggunaan:

Garis lengkung dapat digunakan untuk menggambar ombak, awan, rambut, atau kelopak bunga.

5️⃣ Garis Zig-Zag ⚡

Garis zig-zag adalah garis yang memiliki bentuk patah-patah dan membentuk sudut.

Contoh: /////\

Garis zig-zag dapat memberikan kesan:

⚡ Tegas

⚡ Tajam

⚡ Kuat

⚡ Berenergi

Contoh penggunaan:

Garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambar kilat, gunung, atau ornamen dekoratif.

6️⃣ Garis Spiral ๐ŸŒ€

Garis spiral adalah garis yang bentuknya berputar melingkar menuju bagian tengah atau keluar dari tengah.


Contoh: ๐ŸŒ€

Garis spiral dapat memberikan kesan:

๐ŸŒ€ Gerakan

๐ŸŒ€ Perputaran

๐ŸŒ€ Dinamis

๐ŸŒ€ Unik


Contoh penggunaan:

Garis spiral dapat ditemukan pada gambar pusaran air, cangkang siput, atau motif hias.

7️⃣ Garis Putus-Putus - - - - -

Garis putus-putus adalah garis yang terdiri dari bagian-bagian garis yang terpisah.

Contoh: - - - - - - - -

Garis ini dapat memberikan kesan:

✨ Ringan

✨ Teratur

✨ Terputus

✨ Dekoratif

Garis putus-putus sering digunakan dalam gambar teknik, pola, dan hiasan.

8️⃣ Garis Tebal dan Tipis

Garis juga dapat dibedakan berdasarkan ketebalannya.


Garis Tebal

Memberikan kesan:

๐Ÿ’ช Kuat

๐Ÿ’ช Tegas

๐Ÿ’ช Menonjol

Garis Tipis

Memberikan kesan:

๐ŸŒธ Lembut

๐ŸŒธ Halus

๐ŸŒธ Ringan

Perbedaan tebal dan tipis pada garis dapat membuat gambar terlihat lebih menarik dan memiliki variasi.

๐ŸŽจ C. Fungsi Garis dalam Seni Rupa

Dalam sebuah karya seni rupa, garis memiliki beberapa fungsi.

๐Ÿ–ผ️ 1. Membentuk Objek

Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk suatu benda.

Contoh: rumah, pohon, manusia, hewan, dan benda lainnya.

๐Ÿ–ผ️ 2. Membuat Pola

Garis dapat disusun berulang-ulang sehingga membentuk pola yang menarik.

Contoh:pola batik dan motif dekoratif.

๐Ÿ–ผ️ 3. Menunjukkan Gerakan

Garis dapat memberikan kesan bahwa suatu objek sedang bergerak.

Contoh: garis melengkung pada gambar ombak atau garis diagonal pada gambar benda yang sedang melaju.

๐Ÿ–ผ️ 4. Memberikan Tekstur

Garis dapat digunakan untuk memberikan kesan permukaan pada suatu benda.

Contoh: garis-garis pada batang pohon untuk menunjukkan tekstur kulit kayu.

๐Ÿ–ผ️ 5. Sebagai Hiasan

Garis dapat digunakan sebagai ornamen atau dekorasi agar karya seni terlihat lebih indah.

๐Ÿ’ก Tahukah Kamu?

Satu jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda jika digunakan dengan cara yang berbeda.

Misalnya,garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambarkan kilat ⚡, tetapi juga dapat digunakan sebagai motif hias pada sebuah karya seni.

Jadi, kreativitas seniman sangat penting dalam menggunakan garis! ๐ŸŽจ✨

๐Ÿง  Ayo Mengingat!

Pasangkan jenis garis dengan kesan yang tepat!


Jenis Garis Kesan

Horizontal Tenang dan stabil

Vertikal Kokoh dan kuat

Diagonal Dinamis dan bergerak

Lengkung Lembut dan luwes

Zig-zag Tegas dan berenergi

Spiral Berputar dan dinamis

✏️ AYO BERKARYA!

Sekarang waktunya kamu berkreasi! ๐ŸŽจ

๐Ÿ–ผ️ Tugas: Membuat Gambar dari Berbagai Jenis Garis

Alat dan bahan:

✏️ Pensil

๐Ÿ–️ Pensil warna atau krayon

๐Ÿ“„ Kertas gambar

๐Ÿ–Š️ Spidol


Langkah-langkah:

Siapkan kertas gambar.

Buatlah minimal 6 jenis garis.

Gunakan garis horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, dan spiral.

Kembangkan garis-garis tersebut menjadi sebuah gambar atau pola yang menarik.

Warnai hasil karyamu dengan kreatif.

Berikan judul pada karya yang telah kamu buat.

๐ŸŒŸ Tantangan Kreatif!

Cobalah membuat sebuah gambar pemandangan hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.


Misalnya:


๐Ÿ”️ Gunung menggunakan garis diagonal.

๐ŸŒŠ Laut menggunakan garis lengkung.

๐ŸŒณ Batang pohon menggunakan garis vertikal.

☁️ Awan menggunakan garis lengkung.

☀️ Sinar matahari menggunakan garis lurus.


Berani mencoba? ๐Ÿ˜„๐ŸŽจ


๐ŸŽฎ KUIS CERIA

Pilihlah jawaban yang paling tepat!


1. Garis yang memberikan kesan tenang dan stabil adalah ....

A. Garis zig-zag

B. Garis horizontal

C. Garis diagonal

D. Garis spiral


2. Garis yang berbentuk patah-patah disebut ....

A. Garis lengkung

B. Garis spiral

C. Garis zig-zag

D. Garis horizontal


3. Garis vertikal memberikan kesan ....

A. Kokoh dan kuat

B. Lembut dan luwes

C. Berputar

D. Mengalir


4. Garis yang memberikan kesan lembut dan mengalir adalah ....

A. Garis zig-zag

B. Garis diagonal

C. Garis lengkung

D. Garis vertikal


5. Garis dapat digunakan untuk ....

A. Membentuk objek

B. Membuat pola

C. Memberikan tekstur

D. Semua jawaban benar


๐Ÿ† KUNCI JAWABAN

B. Garis horizontal

C. Garis zig-zag

A. Kokoh dan kuat

C. Garis lengkung

D. Semua jawaban benar

Garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa. Garis memiliki berbagai jenis dan karakteristik, seperti horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, spiral, dan putus-putus.

Setiap jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda. Garis dapat digunakan untuk membentuk objek, membuat pola, menunjukkan gerakan, memberikan tekstur, dan menghias karya seni.


๐ŸŽจ Jadi, jangan takut untuk bermain dengan garis!


Dengan kreativitas dan imajinasi, berbagai macam garis dapat diubah menjadi karya seni yang indah dan menarik. ✨


๐Ÿ’ฌ Pesan untuk anak sholih sholihah

"Setiap garis adalah awal dari sebuah karya. Teruslah menggambar, berkreasi, dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru!" ๐ŸŽจ๐Ÿ’–


SESI SELESAI

๐ŸŽ‰ Pembelajaran Hari Ini Selesai!

Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti

pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨

๐Ÿ˜Š Bagaimana perasaanmu hari ini?

Klik salah satu emoji di bawah ini!

๐Ÿ˜„Sangat Senang

๐Ÿ˜ŠSenang

๐Ÿ˜Biasa Saja

๐Ÿ˜•Bingung

๐Ÿ˜ดMengantuk

๐Ÿ“ Refleksi Belajarmu

Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?

IPAS

A. Apa Itu Pernapasan?

Pernapasan adalah proses masuknya oksigen (O₂) ke dalam tubuh dan keluarnya karbon dioksida (CO₂) serta uap air dari tubuh.

Kita bernapas setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Tubuh membutuhkan oksigen untuk membantu menghasilkan energi yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas.

Secara sederhana:

Menghirup udara → Oksigen masuk → Oksigen digunakan tubuh → Karbon dioksida dihasilkan → Karbon dioksida dikeluarkan


B. Mengapa Kita Harus Bernapas?

Setiap sel tubuh membutuhkan oksigen untuk melakukan proses menghasilkan energi dari makanan.

Oksigen yang kita hirup akan dibawa oleh darah menuju seluruh tubuh.

Sementara itu, karbon dioksida sebagai hasil proses di dalam tubuh akan dibawa kembali oleh darah menuju paru-paru untuk dikeluarkan saat kita mengembuskan napas.

Jadi, bernapas sangat penting karena membantu tubuh:

  • mendapatkan oksigen;
  • menghasilkan energi;
  • membuang karbon dioksida;
  • menjaga tubuh tetap dapat melakukan aktivitas.

C. Organ-Organ Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia terdiri atas beberapa organ yang bekerja secara berurutan.

Urutan jalannya udara:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus

Mari kita mengenalinya satu per satu.


1. Hidung

Hidung merupakan tempat pertama masuk dan keluarnya udara.

Di dalam hidung terdapat rambut hidung dan lendir yang membantu menyaring debu dan kotoran dari udara.

Hidung juga membantu menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.

Fungsi utama hidung:

  • tempat masuknya udara;
  • menyaring kotoran;
  • menghangatkan udara;
  • melembapkan udara.

2. Faring

Faring atau tenggorokan merupakan bagian yang menjadi persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Udara dari hidung akan melewati faring menuju laring.


3. Laring

Laring sering disebut kotak suara karena di dalamnya terdapat pita suara.

Laring juga menjadi jalan masuk udara menuju trakea.


4. Trakea

Trakea disebut juga batang tenggorokan.

Trakea berbentuk seperti tabung dan memiliki cincin tulang rawan yang membantu menjaga agar saluran tetap terbuka.

Bagian dalam trakea dilapisi lendir dan memiliki rambut getar yang membantu menangkap serta mengeluarkan kotoran.


5. Bronkus

Trakea bercabang menjadi dua bagian yang disebut bronkus.

  • Bronkus kanan menuju paru-paru kanan.
  • Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.

Bronkus berfungsi menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru.


6. Bronkiolus

Bronkus kemudian bercabang menjadi saluran yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.

Bronkiolus membawa udara menuju alveolus.


7. Alveolus

Alveolus merupakan kantung-kantung udara kecil yang terdapat di dalam paru-paru.

Di alveolus terjadi pertukaran gas.

  • Oksigen dari udara masuk ke dalam darah.
  • Karbon dioksida dari darah masuk ke alveolus untuk kemudian dikeluarkan saat mengembuskan napas.

Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan dikelilingi pembuluh darah sehingga pertukaran gas dapat berlangsung dengan mudah.


D. Paru-Paru

Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan manusia.

Manusia memiliki dua paru-paru:

Paru-paru kanan dan paru-paru kiri.

Paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.

Di dalam paru-paru terdapat bronkus, bronkiolus, dan alveolus.


E. Bagaimana Kita Bisa Menarik dan Mengembuskan Napas?

Pernahkah kalian memperhatikan dada ketika menarik napas?

Saat menarik napas, dada biasanya mengembang.

Saat mengembuskan napas, dada kembali mengecil.

Hal ini terjadi karena adanya kerja diafragma dan otot antartulang rusuk.


1. Inspirasi

Inspirasi adalah proses masuknya udara ke dalam paru-paru.

Ketika inspirasi:

  1. Diafragma berkontraksi dan bergerak turun.
  2. Rongga dada membesar.
  3. Tekanan udara di dalam paru-paru menurun.
  4. Udara dari luar masuk ke paru-paru.

Ingat:

Tarik napas → rongga dada membesar → udara masuk.


2. Ekspirasi

Ekspirasi adalah proses keluarnya udara dari paru-paru.

Ketika ekspirasi:

  1. Diafragma relaksasi dan bergerak naik.
  2. Rongga dada mengecil.
  3. Tekanan udara di dalam paru-paru meningkat.
  4. Udara keluar dari paru-paru.

Ingat:

Hembuskan napas → rongga dada mengecil → udara keluar.


F. Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut

Gerakan bernapas dapat melibatkan otot antartulang rusuk dan diafragma.

Pernapasan dada

Pernapasan dada lebih banyak melibatkan otot antartulang rusuk.

Ketika menarik napas, otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan rongga dada membesar.

Pernapasan perut

Pernapasan perut lebih banyak melibatkan diafragma.

Ketika menarik napas, diafragma berkontraksi dan bergerak turun sehingga rongga dada membesar.


G. Frekuensi Pernapasan

Frekuensi pernapasan adalah jumlah napas yang dilakukan dalam waktu tertentu, biasanya dihitung dalam satu menit.

Frekuensi pernapasan dapat berubah karena berbagai faktor, misalnya:

  • aktivitas fisik;
  • usia;
  • kondisi tubuh;
  • keadaan emosi;
  • lingkungan.

Ketika berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen sehingga napas biasanya menjadi lebih cepat.

Contohnya, setelah berlari, kita mungkin merasa:

“Hah... hah... hah...”

Hal tersebut merupakan respons tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat.


H. Hubungan Sistem Pernapasan dengan Sistem Peredaran Darah

Sistem pernapasan tidak bekerja sendirian.

Sistem pernapasan bekerja sama dengan sistem peredaran darah.

Alurnya:

Udara → paru-paru → alveolus → oksigen masuk ke darah → darah membawa oksigen ke seluruh tubuh

Sebaliknya:

Sel tubuh menghasilkan karbon dioksida → darah membawa karbon dioksida → paru-paru → karbon dioksida dikeluarkan

Jadi, sistem pernapasan dan sistem peredaran darah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh dan membuang karbon dioksida.


I. Gangguan pada Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan apabila tidak dijaga dengan baik.

Beberapa contoh gangguan pernapasan antara lain:

1. Asma

Gangguan yang dapat menyebabkan saluran pernapasan menyempit sehingga seseorang mengalami kesulitan bernapas.

2. Influenza

Penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan gejala seperti pilek, batuk, serta demam.

3. Bronkitis

Peradangan pada bronkus yang dapat menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan.

4. Pneumonia

Infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran udara.


J. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan

Kita dapat menjaga kesehatan sistem pernapasan dengan cara:

  1. Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
  2. Menghindari udara yang sangat berpolusi jika memungkinkan.
  3. Menggunakan masker ketika kondisi lingkungan banyak debu atau polusi.
  4. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
  5. Rajin berolahraga.
  6. Mengonsumsi makanan bergizi.
  7. Mencuci tangan dengan sabun.
  8. Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
  9. Menanam dan merawat tumbuhan di lingkungan sekitar.
  10. Segera beristirahat dan meminta bantuan orang dewasa jika mengalami gangguan kesehatan.

K. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – “Tarik dan Hembuskan”

Murid meletakkan tangan di dada atau perut.

Kemudian:

Langkah 1: Tarik napas perlahan melalui hidung.

Langkah 2: Rasakan perubahan pada dada atau perut.

Langkah 3: Tahan sebentar dengan nyaman.

Langkah 4: Hembuskan napas secara perlahan.

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi ketika menarik napas?
  2. Apa yang terjadi ketika mengembuskan napas?
  3. Mengapa dada atau perut dapat bergerak?
  4. Organ apa yang berperan dalam proses tersebut?

Aktivitas 2 – “Ikuti Perjalanan Udara”

Susunlah organ berikut sesuai dengan jalannya udara:

Alveolus – hidung – bronkus – trakea – bronkiolus – faring – laring

Jawaban:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus


Aktivitas 3 – Eksperimen Sederhana

Model Paru-Paru dengan Botol

Alat dan bahan:

  • botol plastik bekas;
  • dua balon kecil;
  • satu balon besar;
  • sedotan atau selang kecil;
  • plastisin;
  • gunting;
  • karet gelang.

Konsep yang diamati:

Model tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan bahwa perubahan volume ruang dapat menyebabkan udara masuk atau keluar.

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi pada balon ketika bagian bawah model ditarik?
  2. Apa yang terjadi ketika bagian bawah model didorong?
  3. Organ tubuh apa yang dapat dianalogikan dengan bagian bawah model?
  4. Apa hubungan perubahan ruang dengan masuk dan keluarnya udara?

Aktivitas 4 – Numerasi Pernapasan

Catat jumlah napasmu selama 1 menit dalam kondisi duduk tenang.

Kemudian lakukan aktivitas fisik ringan sesuai arahan guru dan hitung kembali jumlah napas selama 1 menit.

KondisiJumlah Napas/menit
Sebelum aktivitas....
Setelah aktivitas....

Pertanyaan:

  1. Apakah jumlah napas sebelum dan sesudah aktivitas sama?
  2. Kondisi mana yang memiliki frekuensi napas lebih tinggi?
  3. Mengapa aktivitas fisik dapat memengaruhi frekuensi pernapasan?

RANGKUMAN

Sistem pernapasan manusia merupakan sistem organ yang berfungsi mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Urutan organ pernapasan:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus

Pertukaran gas terjadi di:

Alveolus

Inspirasi:

Udara masuk → rongga dada membesar

Ekspirasi:

Udara keluar → rongga dada mengecil

Organ penting dalam gerakan pernapasan:

Diafragma dan otot antartulang rusuk

Menjaga kesehatan pernapasan:

Tidak merokok, menghindari polusi, berolahraga, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga sirkulasi udara.


ASESMEN FORMATIF

Pilihan Ganda

1. Organ pertama yang dilalui udara ketika kita bernapas melalui hidung adalah ....

A. bronkus
B. hidung
C. alveolus
D. paru-paru

2. Tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida adalah ....

A. trakea
B. bronkus
C. alveolus
D. laring

3. Ketika menarik napas, diafragma akan ....

A. bergerak naik
B. bergerak turun
C. tidak bergerak
D. menutup saluran pernapasan

4. Fungsi utama alveolus adalah ....

A. menghasilkan suara
B. menyaring makanan
C. tempat pertukaran gas
D. menghangatkan makanan

5. Setelah melakukan aktivitas fisik, frekuensi pernapasan biasanya ....

A. menurun
B. meningkat
C. berhenti
D. tetap selalu sama

Isian

6. Cabang trakea yang menuju paru-paru disebut ....

7. Saluran kecil yang merupakan percabangan bronkus disebut ....

8. Gas yang dibutuhkan tubuh dalam proses pernapasan adalah ....

9. Gas yang dikeluarkan ketika mengembuskan napas adalah ....

10. Organ yang membantu mengatur gerakan pernapasan dengan mengubah ukuran rongga dada adalah ....


KUNCI JAWABAN

  1. B. hidung
  2. C. alveolus
  3. B. bergerak turun
  4. C. tempat pertukaran gas
  5. B. meningkat
  6. Bronkus
  7. Bronkiolus
  8. Oksigen
  9. Karbon dioksida
  10. Diafragma

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari sistem pernapasan, murid menjawab:

  1. Apa fungsi utama sistem pernapasan?
  2. Bagaimana perjalanan udara dari hidung hingga alveolus?
  3. Apa perbedaan inspirasi dan ekspirasi?
  4. Mengapa napas kita menjadi lebih cepat setelah beraktivitas?
  5. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru?
  6. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini?

Kalimat Refleksi Murid

Hari ini saya belajar bahwa ................................................................

Hal yang paling saya pahami adalah ..............................................

Hal yang masih ingin saya ketahui adalah ....................................

Mulai hari ini saya akan .................................................................


PESAN PEMBELAJARAN

“Bernapas adalah nikmat yang sering kita lakukan tanpa menyadarinya. Karena itu, mari kita menjaga kesehatan sistem pernapasan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.”


Materi Ajar: Selasa, 18 Agustus 2026

 

  1. Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal : Selasa,18 Agustus 2026

  3. Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari

  4. Mata Pelajaran : Matematika

  5. Materi : Pecahan dan Desimal

  6. Pertemuan Ke : Ke- 6


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang sangat tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menemukan ukuran yang menggunakan pecahan dan desimal, misalnya ½ kg beras, ¼ liter minyak, 0,5 meter, atau 1,25 liter air.

Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara segala sesuatu dengan teratur. Karena itu, kita perlu belajar menggunakan bilangan dengan tepat dan teliti.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Ketika kita membeli makanan, membagi makanan, menimbang bahan, atau menghitung uang, kita dapat menggunakan pecahan dan desimal.

Jadi, hari ini kita akan belajar bahwa pecahan dan desimal bukan hanya angka di buku matematika, tetapi juga digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada pecahan dan desimal dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan hubungan antara pecahan dan bilangan desimal dengan menggunakan representasi gambar, benda konkret, dan simbol matematika dengan tepat.

  2. Mengubah pecahan biasa menjadi bilangan desimal dan sebaliknya dengan benar.

  3. Membandingkan dan mengurutkan pecahan dan desimal menggunakan strategi yang tepat.

  4. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta desimal dengan teliti.

  5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan dan desimal.

Mindful Learning (Berkesadaran):
Murid mampu belajar dengan tenang, fokus, teliti, dan menyadari bahwa ketepatan dalam menghitung merupakan bagian dari sikap bertanggung jawab.

Meaningful Learning (Bermakna):
Murid mampu menghubungkan konsep pecahan dan desimal dengan pengalaman nyata, seperti uang, ukuran panjang, berat, volume, resep makanan, dan pembagian sesuatu secara adil.

Joyful Learning (Menggembirakan):
Murid mampu belajar pecahan dan desimal melalui permainan, tantangan numerasi, diskusi, dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati berbagai contoh pecahan dan desimal dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Murid mengingat kembali konsep pecahan sebagai bagian dari keseluruhan.

  3. Murid menghubungkan pecahan dengan bentuk desimal menggunakan gambar atau model pecahan.

  4. Murid berlatih mengubah pecahan menjadi desimal dan desimal menjadi pecahan.

  5. Murid membandingkan pecahan dan desimal dengan menggunakan berbagai strategi.

  6. Murid mengurutkan beberapa bilangan pecahan dan desimal.

  7. Murid melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

  8. Murid melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan desimal.

  9. Murid menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan pecahan dan desimal.

  10. Murid melakukan refleksi terhadap strategi dan pemahaman yang diperoleh.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Problem Based Learning

  • Discovery Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Pengamatan

  • Permainan numerasi

  • Latihan bertingkat

  • Pemecahan masalah

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Bentuk umum:

a/b

  • a disebut pembilang.

  • b disebut penyebut.

Contoh:

3/4

Artinya 3 bagian dari 4 bagian yang sama besar.

Pecahan senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun pembilang dan penyebutnya berbeda.

Contoh:

1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8

genui{"learning_viz":{"type_id":"SIMPLIFIED_FRACTION"}}


B. Pecahan dan Desimal

Pecahan dapat dinyatakan dalam bentuk desimal.

Contoh:

  • 1/2 = 0,5

  • 1/4 = 0,25

  • 3/4 = 0,75

  • 1/10 = 0,1

  • 3/10 = 0,3

Bilangan desimal juga dapat diubah menjadi pecahan.

Contoh:

0,5 = 5/10 = 1/2

0,25 = 25/100 = 1/4


C. Membandingkan Pecahan

Untuk membandingkan pecahan, kita dapat:

  1. Menyamakan penyebut.

  2. Menggunakan gambar.

  3. Mengubahnya ke bentuk desimal jika memungkinkan.

Contoh:

Bandingkan 2/5 dan 3/5.

Karena penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilang.

2/5 < 3/5


D. Mengurutkan Pecahan dan Desimal

Contoh:

Urutkan dari yang terkecil:

0,25 ; 1/2 ; 0,75 ; 1/4

Ubahlah ke bentuk desimal:

  • 0,25 = 0,25

  • 1/2 = 0,50

  • 0,75 = 0,75

  • 1/4 = 0,25

Maka urutannya:

0,25 = 1/4 < 1/2 < 0,75


E. Penjumlahan Pecahan

Jika penyebut sama:

2/7 + 3/7 = 5/7

Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

1/2 + 1/4

KPK dari 2 dan 4 adalah 4.

1/2 = 2/4

Maka:

2/4 + 1/4 = 3/4


F. Pengurangan Pecahan

Contoh:

5/6 - 1/3

Samakan penyebut:

1/3 = 2/6

Maka:

5/6 - 2/6 = 3/6 = 1/2


G. Penjumlahan dan Pengurangan Desimal

Perhatikan nilai tempat dan sejajarkan koma.

Contoh:

2,75 + 1,5

Ditulis:

2,75
1,50
----- +
4,25

Jadi, hasilnya adalah 4,25.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM

1. Mindful – “Aku Teliti Menghitung”

Guru mengajak murid menarik napas, menenangkan diri, kemudian memperhatikan beberapa bentuk pecahan dan desimal.

Murid diajak menyadari bahwa dalam matematika, ketelitian lebih penting daripada terburu-buru.

Guru memberikan pertanyaan:

“Apa yang terjadi jika kita salah menempatkan koma pada bilangan desimal?”

Murid memberikan pendapat berdasarkan pemahaman mereka.


2. Meaningful – “Pecahan Ada di Sekitarku”

Murid mengamati situasi nyata, misalnya:

  • 1/2 kg gula

  • 1/4 liter susu

  • 0,5 meter pita

  • Rp2.500 dari uang Rp10.000

  • 0,75 liter air

Murid berdiskusi:

“Di mana lagi kita menemukan pecahan dan desimal dalam kehidupan sehari-hari?”

Setiap kelompok menuliskan minimal 5 contoh.


3. Joyful – “Misi Detektif Pecahan”

Guru memberikan kartu berisi pecahan dan desimal.

Contoh kartu:

1/2 – 0,25 – 3/4 – 0,5 – 1/4 – 0,75

Tugas kelompok:

  1. Menemukan pasangan yang nilainya sama.

  2. Mengelompokkan pecahan dan desimal.

  3. Mengurutkannya dari terkecil ke terbesar.

  4. Menjelaskan strategi yang digunakan.

Kelompok yang selesai kemudian mendapatkan tantangan numerasi.


ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Pecahan yang senilai dengan 1/2 adalah ...

A. 1/3
B. 2/4
C. 3/5
D. 4/10

2. Bentuk desimal dari 3/4 adalah ...

A. 0,25
B. 0,34
C. 0,50
D. 0,75

3. Bilangan yang paling besar adalah ...

A. 0,25
B. 1/2
C. 0,75
D. 1/4

4. Hasil dari 1/2 + 1/4 adalah ...

A. 1/4
B. 2/4
C. 3/4
D. 4/4

5. Hasil dari 2,75 + 1,25 adalah ...

A. 3,00
B. 3,50
C. 4,00
D. 4,25


B. Isian Singkat

6. Bentuk pecahan paling sederhana dari 0,5 adalah ....

7. Bentuk desimal dari 1/4 adalah ....

8. 3/5 = .... dalam bentuk desimal.


C. Esai / Literasi Numerasi

9. Ibu mempunyai 2 kg tepung. Sebanyak 3/4 kg digunakan untuk membuat kue. Berapa kilogram tepung yang masih tersisa? Jelaskan cara menghitungnya.

10. Siti mempunyai pita sepanjang 2,5 meter. Ia menggunakan 0,75 meter untuk menghias buku. Berapa meter pita yang masih dimiliki Siti? Jelaskan langkah penyelesaiannya.


KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Pilihan Ganda

  1. B. 2/4
    Karena 1/2 × 2/2 = 2/4.

  2. D. 0,75
    3/4 = 75/100 = 0,75.

  3. C. 0,75
    0,75 lebih besar daripada 0,50; 0,25; dan 0,25.

  4. C. 3/4
    1/2 = 2/4, sehingga 2/4 + 1/4 = 3/4.

  5. C. 4,00
    2,75 + 1,25 = 4,00.

Isian

  1. 1/2

  2. 0,25

  3. 0,6

Esai

2 - 3/4 = 8/4 - 3/4 = 5/4 = 1 1/4 kg.

Jadi, tepung yang tersisa adalah 1 1/4 kg.

2,50 - 0,75 = 1,75 meter.

Jadi, pita Siti yang tersisa adalah 1,75 meter.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar bahwa pecahan dan desimal merupakan dua bentuk bilangan yang dapat menyatakan nilai yang sama.

Murid belajar:

  • mengenal pecahan dan desimal;

  • mengubah pecahan menjadi desimal dan sebaliknya;

  • menentukan pecahan senilai;

  • membandingkan dan mengurutkan pecahan serta desimal;

  • melakukan penjumlahan dan pengurangan;

  • menerapkan konsep dalam masalah kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab:

  1. Apa konsep yang paling kamu pahami hari ini?

  2. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  3. Strategi apa yang paling membantumu memahami pecahan dan desimal?

  4. Di mana kamu menemukan pecahan atau desimal dalam kehidupan sehari-hari?

  5. Bagaimana sikapmu saat mengerjakan soal yang sulit?

Kendala

Murid kurang teliti dalam menghitung cenderung terburu-buru

Tindak Lanjut

Murid yang sudah memahami materi diberikan soal pengayaan berbasis numerasi. Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan dan latihan menggunakan benda konkret atau representasi gambar.

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : 23 siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan :  3 siswa

Kamis, 13 Agustus 2026

Materi Ajar: Jumat, 14 Agustus 2026

 Membandingkan, Mengurutkan, dan Operasi Hitung Pecahan

Nama Guru Tutik Handayani, S.Pd.

Hari / Tanggal Jumat, 14 Agustus 2026

Fase / Kelas C / 6 Al Jazari

Mata Pelajaran Matematika

Materi Membandingkan, Mengurutkan, dan Operasi Hitung Pecahan

Pertemuan Ketiga

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah.

Allah Maha Khaliq, Allah adalah Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menggunakan pecahan untuk menunjukkan bagian dari suatu keseluruhan.

Allah Maha Malik, Allah adalah Zat Yang Maha Memelihara. Allah mengajarkan kita untuk menggunakan segala sesuatu dengan baik dan tidak berlebihan.

Allah Maha Razaq, Allah adalah Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Ketika kita membagi makanan, mengukur bahan makanan, atau menghitung bagian dari sesuatu, kita dapat menggunakan konsep pecahan.

Hari ini kita akan belajar tentang pecahan, mulai dari membandingkan dan mengurutkan pecahan hingga melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.

Mari belajar dengan tenang, teliti, dan penuh semangat karena ketelitian sangat penting dalam menghitung pecahan.

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada berbagai bentuk pecahan dalam menyelesaikan masalah matematika dan kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP)

1. Murid dapat membandingkan berbagai pecahan, termasuk pecahan campuran, dengan tepat.

2. Murid dapat mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan tepat.

3. Murid dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan tepat.

4. Murid dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli dengan tepat.

5. Melalui permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, murid dapat memilih dan menggunakan operasi hitung pecahan yang sesuai untuk menyelesaikan masalah. (Meaningful)

6. Melalui kegiatan menghitung secara bertahap dan teliti, murid dapat menunjukkan sikap fokus, sabar, dan berkesadaran dalam menyelesaikan operasi pecahan. (Mindful)

7. Melalui permainan dan tantangan pecahan, murid dapat menunjukkan antusiasme, percaya diri, dan rasa senang dalam belajar matematika. (Joyful)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Murid mengamati berbagai contoh pecahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagian kue, ukuran bahan makanan, panjang, dan berat.

2. Murid mengingat kembali konsep pembilang dan penyebut pada pecahan.

3. Murid membandingkan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda.

4. Murid mengubah pecahan ke bentuk yang sesuai untuk memudahkan perbandingan.

5. Murid membandingkan pecahan campuran dengan menggunakan pecahan senilai atau mengubahnya ke bentuk pecahan biasa.

6. Murid mengurutkan beberapa pecahan dari nilai terkecil ke terbesar dan sebaliknya.

7. Murid mengingat kembali langkah melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan.

8. Murid menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut sama maupun berbeda.

9. Murid melakukan perkalian pecahan dengan bilangan asli.

10. Murid melakukan pembagian pecahan dengan bilangan asli.

11. Murid menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung pecahan.

12. Murid mengikuti permainan “Pecahan Challenge” untuk membandingkan, mengurutkan, dan menghitung pecahan secara berkelompok.

13. Murid mengerjakan latihan individu dari tingkat mudah hingga menantang.

14. Murid melakukan refleksi terhadap strategi yang digunakan dan kesulitan yang dialami selama pembelajaran.

Model / Metode

Model : Discovery Learning dan Problem Based Learning

Metode : Tanya Jawab, Demonstrasi, Diskusi, Games, Latihan Terbimbing, Penugasan, dan Refleksi

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran



2. Materi Pembelajaran

A. Membandingkan Pecahan

Untuk membandingkan pecahan, perhatikan penyebut dan pembilangnya.

Jika penyebut sama, pecahan dengan pembilang lebih besar memiliki nilai lebih besar.

Contoh:  3/8 > 1/8

Jika penyebut berbeda, pecahan dapat disamakan penyebutnya terlebih dahulu atau diubah ke bentuk yang lebih mudah dibandingkan.

B. Mengurutkan Pecahan

Pecahan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari terbesar ke terkecil.

Contoh:  1/2 , 3/4 , 2/3

Setelah disamakan penyebutnya:  6/12 , 9/12 , 8/12

Maka urutan dari terkecil ke terbesar adalah:  1/2 , 2/3 , 3/4

C. Pecahan Campuran

Pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan.

Contoh:  2 1/3

Pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa:  2 1/3 = 7/3

D. Penjumlahan Pecahan

Jika penyebut sama, jumlahkan pembilangnya.

Contoh:  2/7 + 3/7 = 5/7

Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

E. Pengurangan Pecahan

Untuk mengurangkan pecahan dengan penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:  3/4 - 1/2

Karena:  1/2 = 2/4

Maka:  3/4 - 2/4 = 1/4

F. Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli

Bilangan asli dapat ditulis sebagai pecahan berpenyebut 1.

Contoh:  3 x 2/5 = 6/5 = 1 1/5

G. Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli

Bilangan asli dapat ditulis sebagai pecahan berpenyebut 1.

Contoh:  3/4 : 2 = 3/4 x 1/2 = 3/8

3. Aktivitas Pembelajaran

1. Amati Pecahannya! – Murid mengamati gambar atau benda konkret yang menunjukkan bagian pecahan.

2. Urutkan Aku! – Murid mendapatkan beberapa kartu pecahan kemudian mengurutkannya dari yang terkecil ke terbesar.

3. Pecahan Challenge – Setiap kelompok menyelesaikan kartu tantangan yang berisi soal perbandingan, pengurutan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan.

4. Pecahan dalam Kehidupan – Murid menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan penggunaan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Refleksi – Murid menyampaikan strategi yang paling membantu mereka dalam menyelesaikan soal pecahan.

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Pecahan yang lebih besar dari 3/5 adalah ....

a. 1/5

b. 2/5

c. 4/5

d. 3/10


2. Urutan pecahan berikut dari yang terkecil adalah:  1/2 , 3/4 , 2/3

a. 3/4 , 2/3 , 1/2

b. 1/2 , 2/3 , 3/4

c. 2/3 , 1/2 , 3/4

d. 1/2 , 3/4 , 2/3


3. Hasil dari 2/5 + 1/5 adalah ....

a. 2/5

b. 3/5

c. 3/10

d. 1/5


4. Hasil dari 3/4 - 1/2 adalah ....

a. 1/4

b. 2/4

c. 1/2

d. 3/8


5. Hasil dari 3 x 2/5 adalah ....

a. 5/5

b. 6/5

c. 6/8

d. 2/15


B. Isian Singkat

1. Bentuk pecahan biasa dari 2 1/4 adalah ....

2. Hasil dari 3/8 + 2/8 adalah ....

3. Hasil dari 4/5 : 2 adalah ....

C. Esai

4. Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil ke terbesar:

3/4 , 1/2 , 2/3 , 5/6

5. Ibu memiliki 2 1/2 kg tepung. Kemudian digunakan 3/4 kg untuk membuat kue. Berapa kilogram tepung yang masih tersisa?

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. c     2. b     3. b     4. a     5. b

Isian Singkat

6.  2 1/4 = 9/4

7.  3/8 + 2/8 = 5/8

8.  4/5 : 2 = 2/5

Esai

1. Urutan dari terkecil ke terbesar:

1/2 < 2/3 < 3/4 < 5/6

2. Penyelesaian:

2 1/2 – 3/4

Ubah 2 1/2 menjadi pecahan biasa: 2 1/2 = 5/2 = 10/4

Kemudian: 10/4 – 3/4 = 7/4 = 1 3/4

Jadi, tepung yang masih tersisa adalah 1 3/4 kg.

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan, termasuk pecahan campuran. Murid juga belajar melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.

Refleksi Pembelajaran

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................


Materi Ajar: Kamis, 13 Agustus 2026


Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustsu 2026
Fase / Kelas : C / 6 Al Jazari
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia dan Pendidkan  Pancasila
Materi : Struktur Teks Eksplanasi dan Penerapan Pancasila 
Pertemuan Ke : 3

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.


Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah. Allah Maha Khaliq, Allah adalah Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi di alam, seperti hujan, gunung meletus, gempa bumi, dan pelangi.

Allah Maha Malik, Allah adalah Zat Yang Maha Memelihara. Setiap fenomena alam terjadi atas kehendak dan aturan Allah yang harus kita pelajari agar kita semakin memahami kebesaran-Nya.

Allah Maha Razaq, Allah adalah Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Alam yang Allah ciptakan memberikan banyak manfaat dan rezeki bagi kehidupan manusia.

Hari ini kita akan belajar memahami struktur teks eksplanasi, yaitu bagaimana sebuah fenomena dijelaskan secara runtut melalui pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.

Mari kita belajar dengan tenang, fokus, dan penuh rasa ingin tahu agar kita dapat memahami bagaimana sebuah fenomena dijelaskan dengan baik.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menginterpretasi informasi dari berbagai jenis teks, termasuk teks eksplanasi, serta menyampaikan pemahamannya secara runtut dan logis.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  • Melalui kegiatan membaca dan mengamati contoh teks eksplanasi, murid mampu mengidentifikasi struktur teks eksplanasi dengan tepat.

  • Melalui kegiatan mengamati teks, murid mampu menentukan bagian pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi secara tepat.

  • Melalui kegiatan menyusun potongan paragraf, murid mampu mengurutkan struktur teks eksplanasi secara runtut dan logis. (Meaningful)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid mengamati contoh teks eksplanasi tentang fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya proses terjadinya hujan.

  • Murid membaca teks secara mandiri dengan tenang dan penuh perhatian.

  • Murid bersama guru menemukan pernyataan umum yang berisi pengenalan atau gambaran umum tentang fenomena.

  • Murid menemukan deretan penjelas yang berisi proses atau sebab-akibat terjadinya fenomena secara runtut.

  • Murid menemukan interpretasi yang berisi simpulan atau tanggapan penulis terhadap fenomena.

  • Murid mengamati beberapa paragraf teks eksplanasi yang telah diacak.

  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan urutan paragraf yang tepat berdasarkan struktur teks eksplanasi.

  • Murid melakukan permainan “Susun Aku!”, yaitu menyusun kartu paragraf menjadi teks eksplanasi yang utuh.

  • Murid menjelaskan alasan mengapa paragraf tersebut ditempatkan sebagai pernyataan umum, deretan penjelas, atau interpretasi.

  • Murid mengerjakan latihan individu untuk mengurutkan struktur teks eksplanasi dari yang mudah hingga lebih menantang.

  • Murid melakukan refleksi tentang apa yang telah dipahami dan bagian yang masih dirasakan sulit.

Model / Metode

Model : Discovery Learning
Metode : Membaca, Tanya Jawab, Diskusi, Demonstrasi, Games, Penugasan, dan Refleksi

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran



Guru menampilkan video pembelajaran singkat mengenai teks eksplanasi dan strukturnya untuk memberikan gambaran awal kepada murid.

2. Materi Pembelajaran

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam, sosial, maupun ilmiah.

Struktur teks eksplanasi terdiri atas:

a. Pernyataan Umum
Bagian yang berisi pengenalan atau gambaran umum mengenai fenomena yang akan dijelaskan.

b. Deretan Penjelas
Bagian yang menjelaskan proses terjadinya fenomena secara runtut. Bagian ini dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat atau tahapan suatu proses.

c. Interpretasi
Bagian penutup yang berisi simpulan, tanggapan, atau pandangan terhadap fenomena yang telah dijelaskan.

Cara mudah mengingat:

Pernyataan Umum → Apa fenomenanya?
Deretan Penjelas → Bagaimana/Mengapa fenomena itu terjadi?
Interpretasi → Apa simpulan atau tanggapan terhadap fenomena tersebut?

3. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Amati dan Temukan
Murid membaca teks eksplanasi kemudian menandai bagian yang termasuk pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.

Aktivitas 2 – Susun Aku!
Murid mendapatkan potongan paragraf yang telah diacak. Setiap kelompok bekerja sama menyusun paragraf tersebut hingga menjadi teks eksplanasi yang runtut.

Aktivitas 3 – Jelaskan Alasannya
Murid menjelaskan alasan penempatan setiap paragraf berdasarkan ciri-ciri struktur teks eksplanasi.

Aktivitas 4 – Latihan Mandiri
Murid mengerjakan soal untuk mengidentifikasi dan mengurutkan struktur teks eksplanasi.

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. Bagian teks eksplanasi yang berisi gambaran umum tentang fenomena disebut ....
    a. interpretasi
    b. deretan penjelas
    c. pernyataan umum
    d. kesimpulan

  2. Bagian yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena disebut ....
    a. judul
    b. deretan penjelas
    c. pernyataan umum
    d. interpretasi

  3. Urutan struktur teks eksplanasi yang tepat adalah ....
    a. Interpretasi – Pernyataan Umum – Deretan Penjelas
    b. Deretan Penjelas – Interpretasi – Pernyataan Umum
    c. Pernyataan Umum – Deretan Penjelas – Interpretasi
    d. Pernyataan Umum – Interpretasi – Deretan Penjelas

  4. Jika sebuah paragraf menjelaskan tahapan terjadinya hujan, paragraf tersebut termasuk ....
    a. pernyataan umum
    b. deretan penjelas
    c. interpretasi
    d. judul

  5. Bagian interpretasi biasanya terdapat pada bagian ....
    a. awal
    b. tengah
    c. akhir
    d. judul

B. Isian Singkat

  1. Sebutkan tiga struktur utama teks eksplanasi!

  2. Bagian teks eksplanasi yang memperkenalkan fenomena disebut ....

  3. Bagian yang menjelaskan proses terjadinya fenomena disebut ....

C. Esai

  1. Jelaskan perbedaan antara pernyataan umum dan deretan penjelas!

  2. Perhatikan urutan berikut:

  • Proses terjadinya hujan dijelaskan melalui beberapa tahapan.

  • Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi dalam siklus air.

  • Hujan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup.

Tentukan struktur masing-masing kalimat tersebut dan jelaskan alasanmu!

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. c

  2. b

  3. c

  4. b

  5. c

Isian:
6. Pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.
7. Pernyataan umum.
8. Deretan penjelas.

Esai:
9. Pernyataan umum berisi pengenalan atau gambaran umum fenomena, sedangkan deretan penjelas berisi proses atau sebab-akibat terjadinya fenomena secara runtut.

  • “Hujan merupakan salah satu fenomena alam...” → Pernyataan umum.

  • “Proses terjadinya hujan...” → Deretan penjelas.

  • “Hujan memberikan manfaat...” → Interpretasi.

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi:
Hari ini murid belajar bahwa teks eksplanasi memiliki tiga struktur utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Ketiga bagian tersebut harus disusun secara runtut agar informasi dalam teks dapat dipahami dengan baik.

Refleksi Pembelajaran:

  • Apa struktur teks eksplanasi yang paling mudah kamu kenali?

  • Bagian mana yang masih membuatmu bingung?

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun teks eksplanasi yang diacak?

Kendala:
Murid kurang memahami isi teks dan karena tidak fokus dalam membaca

Tindak Lanjut:
Murid yang sudah memahami materi diberikan latihan menyusun teks eksplanasi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan contoh teks yang lebih sederhana.

Capaian Pembelajaran:
Jumlah murid yang sudah memahami materi: 25 siswa
Jumlah murid yang masih membutuhkan bimbingan: 1  siswa


Pendidkan Pancasila

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah. Allah Maha Khaliq, Allah adalah Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar kita dapat hidup saling menghargai dan bekerja sama.

Allah Maha Malik, Allah adalah Zat Yang Maha Memelihara. Allah mengajarkan kita untuk menjaga kehidupan dengan saling menghormati, menyayangi, dan hidup dalam kerukunan.

Allah Maha Razaq, Allah adalah Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Oleh karena itu, kita hendaknya bersyukur dan menggunakan nikmat Allah dengan baik serta berbagi dan membantu sesama.

Nilai-nilai tersebut juga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui Pancasila. Setiap sila Pancasila tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling menguatkan.

Hari ini kita akan belajar memahami dan menganalisis bagaimana nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila berhubungan satu dengan yang lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita belajar dengan tenang, fokus, dan penuh kesadaran agar dapat memahami makna Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan.

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menganalisis nilai-nilai Pancasila serta menunjukkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  • Murid dapat menjelaskan makna nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila dengan tepat.
  • Murid dapat mengidentifikasi hubungan antara nilai-nilai sila pertama sampai sila kelima Pancasila dengan tepat.
  • Melalui pengamatan contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, murid dapat menganalisis keterkaitan nilai-nilai Pancasila dalam suatu tindakan atau peristiwa dengan tepat. (Meaningful))

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid mengamati gambar atau video yang menunjukkan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, membantu teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan berlaku adil.
  • Murid mengidentifikasi sila Pancasila yang berkaitan dengan setiap kegiatan tersebut.
  • Murid mengingat kembali nilai yang terkandung dalam sila pertama sampai sila kelima.
  • Murid mengamati contoh peristiwa yang menunjukkan penerapan lebih dari satu sila Pancasila.
  • Murid berdiskusi untuk menemukan hubungan antara nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila.
  • Murid menganalisis bagaimana penerapan satu nilai Pancasila dapat mendukung penerapan nilai Pancasila lainnya.
  • Murid mengikuti permainan “Hubungkan Nilainya!” dengan memasangkan contoh perilaku dengan sila-sila Pancasila yang berkaitan.
  • Murid menyampaikan hasil diskusi dan alasan hubungan antarnilai Pancasila.
  • Murid mengerjakan latihan individu untuk menganalisis hubungan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai situasi.
  • Murid melakukan refleksi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila yang sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Model / Metode

Model : Discovery Learning
Metode : Pengamatan, Tanya Jawab, Diskusi, Studi Kasus, Games, Presentasi, Penugasan, dan Refleksi

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran



2. Materi Pembelajaran

Pancasila terdiri atas lima sila yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengandung nilai ketuhanan, keimanan, dan sikap menghormati kebebasan beragama.

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Mengandung nilai kemanusiaan, menghargai sesama, bersikap adil, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Mengandung nilai persatuan, cinta tanah air, menjaga kerukunan, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Mengandung nilai musyawarah, menghargai pendapat, dan mengambil keputusan bersama.

Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengandung nilai keadilan, keseimbangan hak dan kewajiban, serta kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.

Hubungan Antarnilai Pancasila

Nilai-nilai Pancasila saling berkaitan dan saling menguatkan.

Contohnya:

Ketika murid melakukan kegiatan musyawarah untuk menentukan pembagian tugas kelompok, terdapat beberapa nilai Pancasila sekaligus:

  • Sila ke-2: menghargai teman dan memperlakukan semua anggota dengan baik.
  • Sila ke-3: mengutamakan persatuan dan kepentingan kelompok.
  • Sila ke-4: mengambil keputusan melalui musyawarah.
  • Sila ke-5: membagi tugas secara adil.

Dengan demikian, satu tindakan dapat mencerminkan lebih dari satu nilai Pancasila.

3. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Amati dan Temukan
Murid mengamati beberapa gambar atau situasi kehidupan sehari-hari kemudian menentukan sila Pancasila yang berkaitan.

Aktivitas 2 – Hubungkan Nilainya!
Murid mendapatkan kartu berisi sila Pancasila dan kartu berisi contoh perilaku. Murid memasangkan kartu dan menjelaskan hubungan nilai yang ditemukan.

Aktivitas 3 – Analisis Kasus
Murid diberikan kasus sederhana, kemudian menentukan sila-sila Pancasila yang berkaitan dan menjelaskan alasannya.

Aktivitas 4 – Presentasi Kelompok
Setiap kelompok menyampaikan hasil analisis di depan kelas.

Aktivitas 5 – Refleksi
Murid menuliskan satu tindakan yang akan dilakukan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila di sekolah dan di rumah.

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. Nilai-nilai dalam Pancasila memiliki hubungan yang ....
    a. terpisah
    b. bertentangan
    c. saling berkaitan
    d. tidak berhubungan
  2. Menghargai teman yang sedang menyampaikan pendapat merupakan penerapan nilai ....
    a. menghargai orang lain
    b. memaksakan kehendak
    c. mementingkan diri sendiri
    d. tidak peduli
  3. Musyawarah untuk menentukan ketua kelompok berkaitan erat dengan sila ke ....
    a. 1
    b. 2
    c. 3
    d. 4
  4. Membagi tugas kelompok secara adil menunjukkan hubungan nilai sila ke-3 dan sila ke-5 karena ....
    a. mengutamakan kepentingan pribadi
    b. menjaga persatuan dan berlaku adil
    c. menghindari kerja sama
    d. memaksakan pendapat
  5. Contoh penerapan beberapa nilai Pancasila sekaligus adalah ....
    a. memaksakan pendapat kepada teman
    b. bekerja sama, bermusyawarah, dan membagi tugas secara adil
    c. memilih teman berdasarkan kesukaan
    d. tidak mau membantu teman

B. Isian Singkat

  1. Pancasila terdiri atas .... sila.
  2. Nilai-nilai dalam Pancasila saling .... satu dengan yang lain.
  3. Mengambil keputusan bersama melalui pembahasan merupakan penerapan nilai ....

C. Esai

  1. Mengapa nilai-nilai Pancasila tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya?
  2. Perhatikan situasi berikut:

“Dalam kegiatan kerja kelompok, semua siswa berdiskusi untuk menentukan pembagian tugas. Mereka mendengarkan pendapat setiap anggota dan membagi tugas secara adil.”

Analisislah sila-sila Pancasila yang tercermin dalam kegiatan tersebut dan jelaskan hubungan nilai-nilainya!

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. c
  2. a
  3. d
  4. b
  5. b

Isian:
6. Lima
7. Berhubungan/berkaitan
8. Musyawarah

Esai:

  1. Karena setiap sila Pancasila memiliki nilai yang saling melengkapi dan mendukung. Penerapan satu sila dapat berkaitan dengan penerapan sila lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Kegiatan tersebut mencerminkan:
  • Sila ke-2, karena setiap anggota menghargai pendapat dan memperlakukan teman dengan baik.
  • Sila ke-3, karena siswa bekerja sama dan mengutamakan kepentingan kelompok.
  • Sila ke-4, karena keputusan diambil melalui musyawarah.
  • Sila ke-5, karena tugas dibagi secara adil.

Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila saling berhubungan dan dapat diterapkan secara bersama-sama.

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi:
Hari ini murid memahami bahwa nilai-nilai Pancasila saling berhubungan, saling melengkapi, dan saling menguatkan. Dalam satu kegiatan, kita dapat menerapkan beberapa nilai Pancasila sekaligus.

Refleksi Pembelajaran:

  • Apa hubungan antara nilai-nilai dalam sila Pancasila?
  • Sila apa saja yang dapat diterapkan ketika bekerja sama dalam kelompok?
  • Apakah selama ini kamu sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila di sekolah?
  • Sikap apa yang akan kamu perbaiki setelah pembelajaran hari ini?

Kendala:

Murid masih bingung membedakan pengamalan sila kedua dan kelima

Tindak Lanjut:
Murid yang sudah memahami materi diberikan kasus yang lebih kompleks untuk dianalisis. Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan contoh situasi yang lebih sederhana dan bimbingan dalam menghubungkan nilai antarsila.

Capaian Pembelajaran:
Jumlah murid yang sudah memahami materi: 22 siswa
Jumlah murid yang masih membutuhkan bimbingan: 4 siswa

Selasa, 11 Agustus 2026

Perlombaan HUT RI

Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! ๐ŸŒŸ
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! ๐Ÿ˜Š
๐Ÿ•Œ  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaah terlebih dahulu sebelum belajar! 


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Semarak Lomba Guru HUT ke-81 Republik Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Kegiatan Sekolah • Lomba Bapak/Ibu Guru

Tujuan: Menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan cinta tanah air

๐ŸŽ‰ Lomba 17-an๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ Bapak/Ibu Guru๐Ÿ† Semarak Kemerdekaan
ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْ ู‡َٰุฐَุง ุงู„ْุจَู„َุฏَ ุขู…ِู†ًุง ูˆَุงุฌْู†ُุจْู†ِูŠ ูˆَุจَู†ِูŠَّ ุฃَู†ْ ู†َุนْุจُุฏَ ุงู„ْุฃَุตْู†َุงู…َ
"Rabbij'al hฤลผal-balada ฤminaw wajnubnฤซ wa baniyya an na'budal-aแนฃnฤm."
๐Ÿ•‹ QS. Ibrahim ayat 35: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."
๐Ÿ’ก Kaitan dengan kegiatan hari ini: Ayat ini adalah doa Nabi Ibrahim AS agar tanah kelahirannya menjadi negeri yang aman dan penuh berkah. Doa ini menunjukkan betapa besar kecintaan seorang hamba kepada tanah airnya. Sebagai warga negara Indonesia, kita pun diajarkan untuk mencintai, menjaga, dan mendoakan kebaikan bagi negeri kita tercinta, sebagaimana yang kita rayakan hari ini dalam Semarak HUT ke-81 RI.

1️⃣ Makna Lomba dalam Perayaan Kemerdekaan

๐ŸŽŠ Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya milik siswa, tetapi juga milik seluruh keluarga besar sekolah, termasuk Bapak dan Ibu Guru. Melalui lomba guru, kita mempererat silaturahmi, melepas kepenatan, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan sebagaimana semangat gotong royong para pejuang kemerdekaan. Lomba ini juga menjadi teladan bagi siswa, bahwa sportivitas dan kegembiraan bisa hadir di setiap usia. Selamat berlomba, Bapak dan Ibu Guru hebat! ๐Ÿ”ฅ

2️⃣ Jenis Lomba Hari Ini

๐Ÿ”ค

1. Estafet Mengeja Kata

  1. Setiap regu guru diberikan kata tertentu, contohnya "HELIKOPTER"
  2. Setiap orang dalam regu harus mengeja kata tersebut satu persatu secara bergantian (satu orang= satu huruf)
  3. Bagi yang salah mengeja maka tim gagal melakukan tantangan
  4. Pemenang ditentukan dari regu yang berhasil menjawab banyak kata.
๐Ÿ† Kunci kemenangan: ketelitian mengeja, dan kekompakan strategi antaranggota regu.
๐ŸŽฌ Referensi: 

๐Ÿ‰

2. Ular Naga

  1. Seluruh peserta berbaris berbanjar sambil berpegangan pada pundak atau baju teman di depannya, membentuk barisan panjang seperti "ular".
  2. Pemain paling belakang memegang balon yang harus dilindungi dari regu lain
  3. Pemain paling depan bertugas untuk memecahkan balon miliki regu lain
  4. Setiap regu harus bergerak menyerang atau menghindar untuk melindungi balon yang dipegang orang paling belakang
  5. Apabila balon berhasil direbut regu lain maka grup terdiskualifikasi
  6. Pemenang ditentukan berdasarkan regu yang bertahan sampai akhir atau yang berhasil menyerang balon regu lain paling banyak
๐Ÿ† Kunci kemenangan: kekompakan barisan dan kecepatan tim
๐ŸŽฌ Referensi video: 

Manfaat Lomba Ini

๐Ÿค
Mempererat silaturahmi antarguru
๐Ÿ˜Š
Melepas penat dan menyegarkan pikiran
๐Ÿ‘ฅ
Meningkatkan kekompakan tim pengajar
๐ŸŽ—️
Menumbuhkan sportivitas
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Menumbuhkan rasa cinta tanah air
๐ŸŒŸ
Menjadi teladan semangat bagi siswa
๐Ÿ“Œ Salam Penutup
Bapak dan Ibu Guru hebat, mari kita rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat, kekompakan, dan kegembiraan. Semoga kebersamaan hari ini semakin mempererat ukhuwah keluarga besar sekolah kita.

Selamat berlomba dan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia! ๐ŸŽ‰๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐Ÿ”ฅ MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA

Materi Ajar: Rabu, 19 Agustus 2026

Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd. Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026 Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari Mata Pelajaran :  Bahasa Indone...