Rabu, 19 Agustus 2026

Materi Ajar: Kamis, 20 Agustus 2026


  1. Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal :Kamis, 20 Agustsu 2026

  3. Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari

  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia dan Pancasila

  5. Materi : Menjawab Pertanyaan Inferensial dari Teks Visual/Audiovisual, Penerapan Nilai Pancasila

  6. Pertemuan Ke : Ke-5 


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar.

Anak-anak, pernahkah kalian melihat sebuah gambar atau menonton video, kemudian kalian mencoba menebak apa yang sedang terjadi, mengapa hal itu terjadi, atau pesan apa yang ingin disampaikan?

Misalnya, kalian melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon. Gambar tersebut mungkin tidak menuliskan alasan mereka menanam pohon. Namun, dari apa yang kita lihat, kita dapat menyimpulkan bahwa mereka ingin menjaga lingkungan.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melihat, mendengar, berpikir, dan mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ada di sekitar kita.

Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Kita dapat melihat berbagai tanda kebesaran Allah melalui lingkungan dan kehidupan di sekitar kita.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Karena itu, kita perlu menggunakan kemampuan berpikir yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya, termasuk ketika mengamati gambar dan video.

Hari ini kita akan belajar menjadi pembaca dan penonton yang teliti dan cerdas, yaitu dengan menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi yang kita lihat atau dengar.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami informasi dari teks visual dan audiovisual serta menyimpulkan informasi yang tersirat berdasarkan pengamatan dan penalaran secara logis.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pertanyaan inferensial dengan tepat.

  2. Mengidentifikasi informasi penting yang terdapat dalam gambar atau video.

  3. Menghubungkan beberapa informasi yang ditemukan dalam teks visual atau audiovisual.

  4. Menarik kesimpulan atau dugaan yang logis berdasarkan informasi yang tersedia.

  5. Menjawab pertanyaan inferensial menggunakan kalimat yang lengkap dan jelas.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid mampu mengamati gambar atau video dengan teliti, fokus, dan tidak terburu-buru sebelum membuat kesimpulan.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid mampu menghubungkan informasi yang dilihat atau didengar dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki sehingga dapat memahami pesan yang tersirat.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mampu belajar menyimpulkan informasi melalui kegiatan mengamati gambar, menebak makna, berdiskusi, permainan “Detektif Gambar”, dan menganalisis video secara menyenangkan.


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati sebuah gambar atau video secara teliti.

  2. Murid mencatat informasi penting yang terlihat atau terdengar.

  3. Murid membedakan informasi yang tampak secara langsung dengan informasi yang dapat disimpulkan.

  4. Murid menghubungkan informasi yang ditemukan.

  5. Murid membuat dugaan berdasarkan bukti yang tersedia.

  6. Murid menarik kesimpulan yang logis.

  7. Murid menjawab pertanyaan inferensial dengan kalimat lengkap dan jelas.

  8. Murid mempresentasikan alasan atau bukti yang mendukung jawabannya.

  9. Murid melakukan refleksi terhadap cara mereka menemukan informasi tersirat.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Discovery Learning

  • Inquiry Learning

Metode:

  • Observasi

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Analisis gambar

  • Analisis video

  • Permainan

  • Presentasi

  • Penugasan

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Pertanyaan Inferensial

Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis atau terlihat secara langsung.

Untuk menjawab pertanyaan inferensial, kita perlu:

mengamati informasi → menghubungkan informasi → berpikir → membuat kesimpulan

Jadi, kita tidak sekadar mencari jawaban yang terlihat, tetapi perlu menebak atau menyimpulkan berdasarkan informasi yang ada.

Perhatikan gambar berikut ini!



Contoh sederhana

Jika kita melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon, kita mungkin ditanya:

“Mengapa anak-anak pada gambar sedang menanam pohon?”

Jawabannya tidak tertulis langsung dalam gambar.

Kita perlu mengamati gambar dan menggunakan pengetahuan yang kita miliki.

Kesimpulan:

Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi sejuk dan terhindar dari banjir.


B. Cara Menjawab Pertanyaan Inferensial

Gunakan 5 langkah berikut:

1. Perhatikan gambar atau video dengan teliti

Jangan hanya melihat sekilas.

Perhatikan:

  • siapa yang ada di dalam gambar;

  • apa yang sedang dilakukan;

  • tempat kejadian;

  • benda yang digunakan;

  • kondisi lingkungan;

  • ekspresi atau tindakan tokoh.

2. Catat informasi penting

Tuliskan hal-hal yang terlihat atau terdengar.

Contoh:

Gambar:

  • Ada dua anak.

  • Mereka sedang menanam pohon.

  • Ada tanah dan tanaman.

  • Mereka membawa alat untuk menyiram tanaman.

3. Pikirkan hubungan antar-informasi

Tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa hubungan semua informasi tersebut?”

Misalnya:

menanam pohon + merawat tanaman + lingkungan

dapat berhubungan dengan menjaga lingkungan.

4. Tarik kesimpulan atau dugaan yang logis

Gunakan informasi yang tersedia sebagai dasar.

Jangan membuat kesimpulan yang tidak memiliki hubungan dengan gambar atau video.

5. Jawab dengan kalimat lengkap dan jelas

Hindari jawaban yang hanya terdiri atas satu atau dua kata.

Contoh:

“Menanam pohon.”

Lebih baik:

“Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi lebih sejuk dan terhindar dari banjir.”


C. Contoh Pertanyaan Inferensial dari Teks Visual

Perhatikan sebuah gambar anak-anak yang sedang menanam pohon.

Pertanyaan:

Mengapa anak-anak pada gambar sedang menanam pohon?

Cara berpikir:

Informasi yang terlihat:

  • Ada anak-anak.

  • Mereka sedang menanam pohon.

  • Mereka merawat tanaman.

Hubungan informasi:

Menanam dan merawat pohon berkaitan dengan menjaga lingkungan.

Jawaban:

Anak-anak menanam pohon agar lingkungan menjadi sejuk dan terhindar dari banjir.


D. Contoh Pertanyaan Inferensial dari Teks Audiovisual

Guru menampilkan video tentang seorang anak yang sedang membersihkan pantai dari sampah.

Pertanyaan:

Apa pesan yang ingin disampaikan dalam video tersebut?

Cara berpikir:

Informasi yang terlihat:

  • Ada anak yang membersihkan pantai.

  • Anak tersebut mengumpulkan sampah.

  • Sampah tidak dibiarkan berserakan.

Hubungan informasi:

Membersihkan sampah berkaitan dengan menjaga kebersihan pantai.

Jawaban:

Pesan dalam video tersebut adalah kita harus menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan agar pantai tetap bersih dan biota laut tetap terjaga.


E. Tips Penting Menjawab Pertanyaan Inferensial

💡 Jangan hanya melihat sekilas

Amati gambar atau video secara teliti.

💡 Gunakan logika dan pengalaman

Hubungkan informasi yang ditemukan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

💡 Cari bukti

Semakin banyak informasi yang ditemukan, semakin tepat kesimpulan yang dapat dibuat.

💡 Jangan asal menebak

Kesimpulan harus memiliki alasan dan didukung oleh informasi dari gambar atau video.

💡 Gunakan kalimat lengkap

Sampaikan jawaban dengan jelas agar mudah dipahami.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM

1. Mindful – “Amati dengan Teliti”

Guru menampilkan sebuah gambar selama beberapa menit.

Murid tidak langsung menjawab pertanyaan.

Murid terlebih dahulu mengamati:

  • siapa;

  • apa;

  • di mana;

  • sedang melakukan apa;

  • benda apa yang terlihat;

  • kondisi lingkungan.

Setelah itu, murid menuliskan minimal 5 informasi yang mereka temukan.


2. Meaningful – “Apa Pesannya?”

Guru menampilkan gambar atau video yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • menjaga kebersihan lingkungan;

  • menanam pohon;

  • menghemat energi;

  • membantu orang lain;

  • menjaga kebersihan sungai.

Murid menjawab:

  1. Apa yang kamu lihat?

  2. Apa yang sedang terjadi?

  3. Mengapa hal tersebut dilakukan?

  4. Apa pesan yang dapat kamu ambil?

  5. Apa yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari?

Murid kemudian menghubungkan pesan tersebut dengan pengalaman mereka.


3. Joyful – “Detektif Gambar”

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan satu gambar.

Misi kelompok:

Misi 1: Temukan 5 informasi yang terlihat.

Misi 2: Buat 2 pertanyaan inferensial.

Misi 3: Jawab pertanyaan tersebut.

Misi 4: Jelaskan bukti yang mendukung jawaban.

Contoh:

Pertanyaan:
Mengapa anak tersebut membawa tempat sampah?

Jawaban:
Anak tersebut membawa tempat sampah untuk mengumpulkan sampah agar lingkungan tetap bersih.

Bukti:
Pada gambar terlihat anak membawa tempat sampah dan sedang mengumpulkan sampah.


AKTIVITAS 1 – LATIHAN INFERENSIAL DARI GAMBAR

Perhatikan gambar yang ditampilkan guru.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan informasi yang kamu temukan.

1.Apa kegiatan yang sedang dilakukan oleh tokoh dalam gambar?

2.Mengapa tokoh tersebut melakukan kegiatan itu?

3.Apa tujuan dari kegiatan tersebut?

4.Apa kemungkinan yang terjadi jika kegiatan tersebut tidak dilakukan?

5.Apa pesan yang dapat kamu ambil dari gambar tersebut?


AKTIVITAS 2 – LATIHAN INFERENSIAL DARI VIDEO

Guru menampilkan video pendek bertema lingkungan.



Setelah menonton, murid menjawab:

1.Apa peristiwa utama yang terjadi dalam video?

2.Siapa saja yang terlibat?

3.Apa tujuan kegiatan yang dilakukan tokoh dalam video?

4.Apa masalah yang terlihat dalam video?

5.Apa pesan yang ingin disampaikan melalui video?

6.Apa tindakan yang dapat kamu lakukan setelah melihat video tersebut?


ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang ....

A. jawabannya selalu terdapat secara langsung dalam teks
B. jawabannya hanya terdiri atas satu kata
C. jawabannya diperoleh melalui kesimpulan berdasarkan informasi yang ada
D. tidak membutuhkan pengamatan

2. Langkah pertama dalam menjawab pertanyaan inferensial dari gambar adalah ....

A. langsung membuat kesimpulan
B. memperhatikan gambar dengan teliti
C. menebak jawaban
D. bertanya kepada teman

3. Setelah menemukan informasi penting dari gambar, langkah berikutnya adalah ....

A. mengabaikan informasi
B. membuat cerita baru
C. memikirkan hubungan antar-informasi
D. langsung mengumpulkan tugas

4. Ketika melihat gambar anak-anak sedang menanam pohon, kesimpulan yang paling logis adalah ....

A. anak-anak sedang bermain sepak bola
B. anak-anak sedang berbelanja
C. anak-anak sedang menjaga lingkungan
D. anak-anak sedang belajar memasak

5. Saat menjawab pertanyaan inferensial, kesimpulan sebaiknya ....

A. tidak memiliki alasan
B. berdasarkan informasi yang ditemukan
C. dibuat secara asal
D. tidak berhubungan dengan gambar


B. Isian Singkat

6. Pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis secara langsung disebut pertanyaan ....

7. Sebelum membuat kesimpulan, kita harus mengamati gambar atau video dengan ....

8. Informasi yang ditemukan digunakan sebagai .... untuk membuat kesimpulan.


C. Esai / Literasi

9. Kamu melihat gambar seorang anak sedang memungut sampah di halaman sekolah.

Menurutmu, mengapa anak tersebut memungut sampah? Jelaskan alasanmu.

10. Kamu menonton video tentang seorang anak yang mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan.

Apa pesan yang dapat kamu simpulkan dari video tersebut? Jelaskan berdasarkan informasi yang kamu lihat.


KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Pilihan Ganda

1. C. jawabannya diperoleh melalui kesimpulan berdasarkan informasi yang ada.

Pertanyaan inferensial membutuhkan kemampuan menghubungkan informasi dan menarik kesimpulan.

2. B. memperhatikan gambar dengan teliti.

Kita harus mengamati gambar terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan.

3. C. memikirkan hubungan antar-informasi.

Setelah informasi penting ditemukan, kita perlu menghubungkannya.

4. C. anak-anak sedang menjaga lingkungan.

Kesimpulan tersebut sesuai dengan kegiatan menanam pohon.

5. B. berdasarkan informasi yang ditemukan.

Kesimpulan harus memiliki dasar atau bukti.


Isian

6. Inferensial

7. Teliti

8. Bukti / dasar


Esai

9. Contoh jawaban:

Anak tersebut memungut sampah agar halaman sekolah menjadi bersih dan nyaman. Hal tersebut dapat disimpulkan dari kegiatan anak yang terlihat sedang mengambil sampah.

10. Contoh jawaban:

Pesan dalam video tersebut adalah kita harus menghemat energi dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan. Kesimpulan tersebut berdasarkan tindakan anak yang mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan.

Catatan: Jawaban murid dapat berbeda selama memiliki hubungan yang logis dengan informasi yang terdapat dalam gambar atau video.


13. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar bahwa pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak tertulis secara langsung.

Untuk menjawabnya, kita perlu:

1. Memperhatikan gambar/video dengan teliti.

2. Mencatat informasi penting.

3. Memikirkan hubungan antar-informasi.

4. Menarik kesimpulan atau dugaan yang logis.

5. Menjawab dengan kalimat lengkap dan jelas.

Kemampuan menjawab pertanyaan inferensial membantu murid menjadi pembaca dan penonton yang teliti, kritis, dan mampu berpikir logis.


REFLEKSI PEMBELAJARAN

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan pertanyaan inferensial?

  2. Mengapa kita tidak boleh melihat gambar atau video hanya sekilas?

  3. Bagaimana cara menemukan informasi penting?

  4. Mengapa kesimpulan harus berdasarkan bukti?

  5. Bagian mana yang paling mudah kamu lakukan?

  6. Bagian mana yang masih sulit?

  7. Apa manfaat kemampuan menyimpulkan informasi dalam kehidupan sehari-hari?

Kalimat Refleksi Murid

Hari ini saya belajar bahwa ................................................................

Hal yang paling saya pahami adalah ..............................................

Saya masih kesulitan dalam ................................................................

Mulai sekarang, ketika melihat gambar atau video saya akan ............


Kendala Pembelajaran

....................................................................................

....................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang sudah memahami materi diberikan pengayaan berupa analisis gambar atau video dengan pertanyaan inferensial yang lebih kompleks.

Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan dengan langkah bertahap, yaitu mengidentifikasi informasi → mencari hubungan → menentukan bukti → membuat kesimpulan → menyusun jawaban lengkap.

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa

Persentase ketercapaian : ........ %


PESAN PEMBELAJARAN

“Jangan hanya melihat sekilas. Amati dengan teliti, gunakan logika, temukan bukti, lalu simpulkan dengan cerdas.”

 

PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VI

Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  • memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila;
  • menjelaskan hubungan antara nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari;
  • membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila;
  • menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan masyarakat;
  • menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai orang lain, bekerja sama, dan menjaga persatuan.

A. Mengenal Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila bukan hanya dasar negara dan hafalan lima sila. Pancasila merupakan pedoman bagi kita dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap sila memiliki nilai yang dapat kita terapkan dalam kehidupan.

SilaNilai Utama
1. Ketuhanan Yang Maha EsaKetuhanan, toleransi, menghormati kebebasan beragama
2. Kemanusiaan yang Adil dan BeradabKemanusiaan, kepedulian, menghargai sesama
3. Persatuan IndonesiaPersatuan, cinta tanah air, menghargai keberagaman
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanMusyawarah, menghargai pendapat, demokrasi
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaKeadilan, tanggung jawab, keseimbangan hak dan kewajiban

B. Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajarkan kita untuk percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati orang lain dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.

Contoh perilaku di rumah

  • Beribadah sesuai agama dan kepercayaan.
  • Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.
  • Menjaga sikap sopan kepada anggota keluarga.

Contoh perilaku di sekolah

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Memberikan kesempatan teman untuk beribadah.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengejek agama atau kepercayaan orang lain.
  • Menjaga kerukunan dengan semua teman.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Menghormati tetangga yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah.
  • Menjaga kerukunan antarwarga.
  • Menghargai perayaan keagamaan orang lain dengan tetap menghormati batas-batas keyakinan masing-masing.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Mengganggu teman ketika sedang beribadah.
❌ Mengejek agama orang lain.
❌ Memaksakan keyakinan kepada orang lain.


C. Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua mengajarkan kita untuk memperlakukan manusia dengan adil, sopan, dan penuh rasa kemanusiaan.

Kita harus menghargai setiap orang tanpa membeda-bedakan suku, agama, daerah, kondisi, maupun latar belakang.

Contoh perilaku di rumah

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Membantu orang tua.
  • Menolong saudara yang membutuhkan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak melakukan kekerasan kepada anggota keluarga.

Contoh perilaku di sekolah

  • Menolong teman yang mengalami kesulitan.
  • Tidak mengejek kekurangan teman.
  • Tidak melakukan perundungan atau bullying.
  • Menghargai semua teman.
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
  • Memaafkan teman yang telah meminta maaf.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Menolong tetangga yang membutuhkan.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Membantu korban bencana sesuai kemampuan.
  • Tidak merendahkan orang lain.
  • Menjaga sikap sopan dalam pergaulan.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Mengejek teman karena kondisi fisiknya.
❌ Membully teman.
❌ Membeda-bedakan teman.
❌ Bersikap kasar kepada orang lain.


D. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Sila ketiga mengajarkan kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Indonesia memiliki banyak suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekayaan bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan.

Contoh perilaku di rumah

  • Menjaga kerukunan keluarga.
  • Menghargai pendapat anggota keluarga.
  • Bekerja sama melakukan pekerjaan rumah.
  • Tidak bertengkar karena perbedaan pendapat.

Contoh perilaku di sekolah

  • Berteman dengan siapa saja.
  • Bekerja sama dalam kelompok.
  • Menghargai teman yang berbeda suku atau daerah.
  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik ketika diperlukan agar dapat dipahami bersama.
  • Menjaga nama baik sekolah.
  • Mengikuti kegiatan sekolah dengan semangat.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Mengikuti kegiatan gotong royong.
  • Menjaga kerukunan antarwarga.
  • Menghargai keberagaman budaya.
  • Tidak menyebarkan berita yang dapat memecah persatuan.
  • Menjaga lingkungan bersama.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Memilih teman berdasarkan suku atau daerah.
❌ Bertengkar karena perbedaan.
❌ Merendahkan budaya daerah lain.
❌ Menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan permusuhan.


E. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat mengajarkan pentingnya musyawarah, menghargai pendapat, dan mengambil keputusan bersama dengan bijaksana.

Dalam kehidupan bersama, kita tidak boleh memaksakan kehendak.

Contoh perilaku di rumah

  • Membicarakan masalah keluarga bersama-sama.
  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Tidak memaksakan keinginan.
  • Menerima keputusan yang telah disepakati bersama.

Contoh perilaku di sekolah

  • Melakukan musyawarah untuk menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk berbicara.
  • Tidak memaksakan pendapat.
  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Mengikuti musyawarah warga.
  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Melaksanakan keputusan bersama dengan tanggung jawab.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Tidak mau mendengarkan orang lain.
❌ Marah ketika pendapatnya tidak diterima.
❌ Mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama.


F. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil, bertanggung jawab, dan menghormati hak orang lain.

Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Contoh perilaku di rumah

  • Membagi tugas rumah secara adil.
  • Tidak mengambil hak anggota keluarga.
  • Menggunakan barang bersama dengan bertanggung jawab.
  • Melaksanakan kewajiban sebelum menuntut hak.

Contoh perilaku di sekolah

  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Berbagi tugas kelompok secara adil.
  • Tidak mengambil barang milik teman.
  • Menggunakan fasilitas sekolah dengan bertanggung jawab.
  • Memberikan kesempatan yang sama kepada teman.

Contoh perilaku di masyarakat

  • Ikut bergotong royong.
  • Membantu warga yang membutuhkan.
  • Tidak mengambil hak orang lain.
  • Menjaga fasilitas umum.
  • Melaksanakan kewajiban sebagai anggota masyarakat.

Contoh perilaku yang tidak sesuai

❌ Menyerobot antrean.
❌ Mengambil barang milik orang lain.
❌ Tidak melaksanakan piket tetapi membiarkan teman bekerja.
❌ Menggunakan fasilitas umum secara tidak bertanggung jawab.


G. Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

Nilai Pancasila dapat kita terapkan di mana saja.

1. Di Rumah

Contoh:

Ayah meminta seluruh anggota keluarga membersihkan rumah bersama-sama.

Sikap yang sesuai dengan Pancasila:

Bekerja sama dan bertanggung jawab.

Nilai yang berkaitan terutama dengan sila ketiga dan sila kelima.


2. Di Sekolah

Contoh:

Kelompok kelas sedang mengerjakan tugas. Setiap anggota memiliki pendapat yang berbeda.

Sikap yang sesuai:

Mendengarkan semua pendapat, berdiskusi, kemudian menentukan keputusan bersama.

Nilai yang berkaitan dengan sila keempat.


3. Di Masyarakat

Contoh:

Warga kampung melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.

Sikap yang sesuai:

Ikut bekerja sama sesuai kemampuan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Nilai yang berkaitan dengan sila ketiga dan sila kelima.


H. Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh berikut.

SituasiPerilaku yang Sesuai Pancasila
Teman berbeda agama sedang beribadahMemberikan kesempatan dan menghormatinya
Teman kesulitan mengerjakan tugasMembantu dengan baik
Kelompok memiliki pendapat berbedaBermusyawarah
Ada kegiatan gotong royongIkut berpartisipasi
Mendapat tugas piketMelaksanakannya dengan tanggung jawab
Teman berasal dari daerah berbedaBerteman dan menghargainya
Menemukan barang milik temanMengembalikannya
Tidak setuju dengan pendapat temanMenyampaikan pendapat dengan sopan

I. Aktivitas Pembelajaran Mendalam

1. Mindful Learning – “Berhenti dan Berpikir”

Guru menyampaikan beberapa situasi.

Contoh:

“Kamu melihat temanmu diejek karena berasal dari daerah yang berbeda.”

Murid berhenti sejenak dan berpikir:

  • Apa masalahnya?
  • Bagaimana perasaan teman tersebut?
  • Nilai Pancasila apa yang berkaitan?
  • Apa tindakan yang seharusnya dilakukan?

Murid kemudian menyampaikan jawabannya.


2. Meaningful Learning – “Pancasila di Sekitarku”

Murid mengamati kehidupan sehari-hari dan mencari contoh penerapan Pancasila.

Tuliskan:

Di Rumah

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Di Sekolah

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Di Masyarakat

  1. ............................................................
  2. ............................................................

Kemudian tentukan sila yang sesuai.


3. Joyful Learning – “Detektif Pancasila”

Guru menyiapkan kartu berisi berbagai situasi.

Contoh kartu:

Kartu 1:
“Rani membantu temannya yang terjatuh.”

Kartu 2:
“Anak-anak bermusyawarah menentukan ketua kelompok.”

Kartu 3:
“Warga melakukan kerja bakti.”

Kartu 4:
“Budi memberikan kesempatan kepada temannya untuk beribadah.”

Tugas kelompok:

  1. Bacalah situasi.
  2. Tentukan sila yang sesuai.
  3. Jelaskan alasannya.
  4. Sebutkan tindakan yang dapat dilakukan.

J. Studi Kasus

Kasus 1

Saat kerja kelompok, Andi selalu memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan teman.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Andi sesuai dengan Pancasila?
  2. Sila ke berapa yang berkaitan?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan Andi?

Jawaban:

Perilaku tersebut tidak sesuai dengan nilai Pancasila, khususnya sila keempat. Andi seharusnya mendengarkan pendapat teman dan mengambil keputusan melalui musyawarah.


Kasus 2

Siti mempunyai teman yang berbeda agama. Ketika waktu ibadah tiba, Siti memberikan kesempatan kepada temannya untuk beribadah.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku Siti sesuai Pancasila?
  2. Sila ke berapa?
  3. Mengapa?

Jawaban:

Ya, perilaku Siti sesuai dengan sila pertama, karena Siti menghormati temannya dalam menjalankan ibadah.


Kasus 3

Saat kegiatan piket, beberapa siswa bekerja sedangkan siswa lainnya bermain.

Pertanyaan:

  1. Apakah perilaku tersebut adil?
  2. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
  3. Apa yang seharusnya dilakukan?

Jawaban:

Perilaku tersebut tidak mencerminkan keadilan dan tanggung jawab. Siswa seharusnya melaksanakan tugas piket bersama sesuai pembagian tugas.


K. Asesmen Formatif

Pilihan Ganda

1. Contoh perilaku yang sesuai dengan sila pertama adalah ....

A. memaksakan agama kepada teman
B. menghormati teman yang sedang beribadah
C. mengejek teman yang berbeda agama
D. mengganggu teman saat beribadah

2. Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan merupakan contoh penerapan sila ....

A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat

3. Mengikuti kegiatan gotong royong merupakan contoh penerapan nilai ....

A. persatuan dan kerja sama
B. memaksakan kehendak
C. persaingan
D. kepentingan pribadi

4. Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam kelompok, sebaiknya ....

A. memaksakan pendapat sendiri
B. meninggalkan kelompok
C. melakukan musyawarah
D. meminta semua orang mengikuti pendapat kita

5. Melaksanakan piket sesuai jadwal merupakan contoh penerapan ....

A. tanggung jawab dan keadilan
B. memaksakan kehendak
C. sikap egois
D. perselisihan


L. Isian Singkat

6. Menghormati teman yang berbeda agama merupakan contoh penerapan sila ke-....

7. Menolong orang yang membutuhkan merupakan contoh penerapan sila ke-....

8. Menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman merupakan penerapan sila ke-....

9. Mengambil keputusan bersama melalui .... merupakan penerapan sila keempat.

10. Melaksanakan tugas piket merupakan contoh sikap ....


M. Esai

11. Sebutkan tiga contoh perilaku yang sesuai dengan sila pertama di sekolah!

12. Mengapa kita harus menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya?

13. Apa yang sebaiknya kamu lakukan jika pendapatmu tidak diterima dalam musyawarah?

14. Sebutkan tiga contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat!

15. Mengapa menerapkan Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafalkan lima sila?


N. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B
  2. B
  3. A
  4. C
  5. A

Isian

  1. Pertama
  2. Kedua
  3. Ketiga
  4. Musyawarah
  5. Tanggung jawab

Esai

11. Contoh:

  • berdoa sebelum belajar;
  • menghormati teman yang beribadah;
  • tidak mengejek agama teman.

12. Karena perbedaan merupakan bagian dari keberagaman Indonesia dan harus dihargai agar tercipta persatuan dan kerukunan.

13. Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada selama keputusan tersebut dibuat melalui proses yang baik dan untuk kepentingan bersama.

14. Contoh:

  • gotong royong;
  • membantu tetangga;
  • menjaga kebersihan lingkungan;
  • menghargai perbedaan;
  • mengikuti musyawarah warga.

15. Karena Pancasila merupakan pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.


O. Refleksi Pembelajaran

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Nilai Pancasila apa yang sudah sering kamu terapkan di rumah?
  2. Nilai Pancasila apa yang sudah kamu terapkan di sekolah?
  3. Nilai Pancasila apa yang ingin kamu tingkatkan?
  4. Apa yang kamu lakukan ketika melihat teman diperlakukan tidak adil?
  5. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?
  6. Apa satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan mulai hari ini?

Refleksi Pribadi

Hari ini saya belajar bahwa Pancasila adalah ........................................

Contoh sikap Pancasila yang sudah saya lakukan adalah .........................

Sikap yang ingin saya perbaiki adalah ....................................................

Mulai hari ini saya akan ........................................................................


P. Kesimpulan

Pancasila bukan sekadar dasar negara yang harus kita hafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita dapat menerapkannya:

🏠 Di rumah dengan menghormati keluarga, membantu orang tua, bermusyawarah, dan bertanggung jawab.

🏫 Di sekolah dengan menghargai teman, membantu sesama, bekerja sama, bermusyawarah, dan melaksanakan kewajiban.

🌳 Di masyarakat dengan bergotong royong, menghormati keberagaman, menjaga kerukunan, membantu sesama, dan menjaga lingkungan.

Ingat!

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi untuk diamalkan dalam setiap sikap dan perbuatan.”

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa




Materi Ajar: Rabu, 19 Agustus 2026


  1. Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026

  3. Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari

  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPAS, Seni Rupa

  5. Materi : Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi dan Menulis Teks Eksplanasi Sederhana, Sistem Pernafasan Manusia, Unsur Seni Rupa

  6. Pertemuan Ke : Ke-5


7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt.

Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan berbagai peristiwa yang terjadi secara teratur. Ada hujan, perubahan cuaca, tumbuhnya tumbuhan, hingga berbagai peristiwa lingkungan yang dapat kita amati dan jelaskan.

Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara alam dan seluruh makhluk-Nya. Karena itu, kita perlu memahami berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar agar dapat menjaga dan merawatnya.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan berbagai sumber kehidupan kepada manusia. Oleh karena itu, kita harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.

Anak-anak, ketika kita menjelaskan suatu peristiwa, kita harus menyampaikan informasi secara runtut dan logis. Kita dapat menggunakan kata seperti karena, sehingga, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya agar hubungan antarperistiwa menjadi jelas.

Hari ini kita akan belajar menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi, kemudian mencoba menulis teks eksplanasi sederhana tentang lingkungan.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami informasi dan kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi serta menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan yang runtut, logis, dan sesuai konteks.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi dengan tepat.

  2. Menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.

  3. Melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat sesuai hubungan antarkalimat.

  4. Menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam kalimat secara tepat.

  5. Menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.

  6. Menulis teks eksplanasi sederhana dengan menggunakan kosakata yang tepat dan kata penghubung yang sesuai.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid mampu belajar dengan tenang, fokus, teliti, serta menyadari pentingnya memilih kata penghubung yang tepat agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid mampu menghubungkan penggunaan kata penghubung dengan peristiwa nyata di lingkungan sekitar, khususnya permasalahan lingkungan seperti sampah, polusi, pemanasan global, dan penghematan energi.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mampu belajar menggunakan kata penghubung melalui permainan menyusun kalimat, diskusi, tantangan kelompok, dan kegiatan menulis dengan topik yang dekat dengan kehidupan mereka.


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh kalimat yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dan urutan suatu peristiwa.

  2. Murid mengidentifikasi kata penghubung yang digunakan dalam kalimat.

  3. Murid mengenal kata penghubung sebab-akibat, yaitu karena, sebab, akibatnya, sehingga, dan oleh karena itu.

  4. Murid mengenal kata penghubung urutan, yaitu pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan akhirnya.

  5. Murid menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.

  6. Murid melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat melalui Aktivitas 1.12.

  7. Murid berdiskusi mengenai berbagai permasalahan lingkungan.

  8. Murid memilih salah satu topik untuk dikembangkan menjadi teks eksplanasi sederhana.

  9. Murid menyusun teks berdasarkan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.

  10. Murid menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam teks yang ditulis.

  11. Murid membaca kembali dan memperbaiki tulisannya.

  12. Murid melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran:

  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Discovery Learning

  • Problem Based Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Diskusi

  • Demonstrasi

  • Permainan kata

  • Latihan

  • Menulis

  • Presentasi

  • Refleksi


12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi

Dalam teks eksplanasi, kata penghubung digunakan agar informasi yang disampaikan menjadi runtut dan logis.

Kata penghubung membantu pembaca memahami hubungan antarkejadian, terutama hubungan sebab-akibat dan urutan peristiwa.


B. Kata Penghubung Sebab-Akibat

Kata penghubung sebab-akibat membantu menunjukkan hubungan atau alasan suatu peristiwa terjadi.

1. Karena

Digunakan untuk menunjukkan sebab.

Contoh:

Tanaman di teras mati karena kekurangan air.

2. Sebab

Digunakan untuk menunjukkan alasan terjadinya suatu peristiwa.

Contoh:

Udara menjadi kotor sebab di jalan raya banyak kendaraan bermotor.

3. Akibatnya

Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu peristiwa.

Contoh:

Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.

4. Sehingga

Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu sebab.

Contoh:

Hutan ditebangi terus-menerus sehingga banyak hewan kehilangan tempat tinggal.

5. Oleh karena itu

Digunakan untuk menunjukkan kesimpulan atau tindakan sebagai akibat dari peristiwa sebelumnya.

Contoh:

Polusi udara semakin parah. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.


C. Kata Penghubung Urutan

Kata penghubung urutan digunakan untuk menuntun pembaca mengikuti alur suatu proses secara berjenjang.

1. Pertama

Menunjukkan tahap awal suatu proses.

Contoh:

Pertama, manusia membakar bahan bakar fosil seperti bensin dan batu bara untuk keperluan energi.

2. Kemudian

Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah peristiwa sebelumnya.

Contoh:

Kemudian, asap dan gas karbon dioksida dilepaskan ke udara.

3. Selanjutnya

Menunjukkan tahap berikutnya.

Contoh:

Selanjutnya, gas-gas tersebut menumpuk di atmosfer dan menyebabkan suhu meningkat.

4. Setelah itu

Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah suatu tahap.

Contoh:

Setelah itu, es di kutub mulai mencair dan cuaca menjadi tidak menentu.

5. Akhirnya

Menunjukkan tahap akhir atau hasil akhir dari suatu proses.

Contoh:

Akhirnya, banyak makhluk hidup terganggu habitatnya.


AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM

1. Mindful – “Baca, Amati, dan Pahami”

Guru menampilkan beberapa kalimat tentang lingkungan.

Contoh:

Sampah plastik sulit terurai sehingga lingkungan menjadi rusak.

Murid diminta membaca kalimat dengan tenang kemudian menjawab:

  • Apa penyebab yang terdapat dalam kalimat?

  • Apa akibatnya?

  • Kata apa yang menghubungkan kedua informasi tersebut?

Guru menekankan bahwa pemilihan kata penghubung harus dilakukan dengan teliti agar hubungan antarkejadian dapat dipahami dengan benar.


2. Meaningful – “Hubungkan dengan Lingkunganku”

Murid diajak mengamati permasalahan lingkungan yang ada di sekitar.

Contohnya:

  • sampah berserakan;

  • sungai tercemar;

  • polusi udara;

  • penggunaan listrik berlebihan;

  • penggunaan kendaraan bermotor;

  • kurangnya penghijauan.

Murid kemudian membuat hubungan sebab-akibat.

Contoh:

Banyak sampah dibuang sembarangan → saluran air tersumbat → terjadi banjir.

Murid mengubahnya menjadi kalimat:

Banyak sampah dibuang sembarangan sehingga saluran air tersumbat. Akibatnya, dapat terjadi banjir.


3. Joyful – “Rangkai Kata Penghubung”

Guru menyiapkan kartu yang berisi:

karena – sehingga – kemudian – akhirnya – akibatnya – pertama – selanjutnya

Murid bekerja secara berkelompok.

Setiap kelompok mendapatkan beberapa kalimat yang belum lengkap.

Murid harus memilih kartu kata penghubung yang paling tepat.

Kelompok kemudian menjelaskan alasan pemilihan kata tersebut.


AKTIVITAS 1.12

Latihan Penggunaan Kata Penghubung

Lengkapilah kalimat-kalimat berikut dengan kata penghubung yang tepat.

1. Sampah plastik sulit terurai, .................... lingkungan menjadi rusak.

2. ...................., warga membersihkan sungai dari sampah.

3. Udara di kota ini penuh polusi .................... terlalu banyak kendaraan bermotor.

4. ...................., anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.

5. ...................., suhu bumi meningkat setiap tahun.

Pilihan kata:

karena – sehingga – pertama – akibatnya – selanjutnya


Menulis Teks Eksplanasi Sederhana

Setelah memahami kata penghubung, murid menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

Menulis menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah 1 – Pilih Topik

Murid memilih salah satu topik berikut:

  1. Bagaimana pemanasan global terjadi?

  2. Mengapa memilah sampah itu penting?

  3. Bagaimana cara menghemat energi di rumah?

Langkah 2 – Gunakan Struktur Teks Eksplanasi

A. Pernyataan Umum

Tulislah pengantar tentang topik yang dipilih secara umum.

B. Deretan Penjelas

Jelaskan proses atau sebab-akibat yang berkaitan dengan topik.

C. Penutup

Buat kesimpulan atau ajakan kepada pembaca.

Langkah 3 – Gunakan Kata Penghubung

Gunakan kata penghubung sebab-akibat:

sebab, karena, akibatnya, sehingga, oleh karena itu

Gunakan kata penghubung urutan:

pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya

Langkah 4 – Periksa Kembali Tulisan

Sebelum dikumpulkan, murid memeriksa:

  • Apakah topik sudah jelas?

  • Apakah terdapat pernyataan umum?

  • Apakah proses atau sebab-akibat sudah dijelaskan?

  • Apakah terdapat penutup?

  • Apakah kata penghubung sudah digunakan dengan tepat?

  • Apakah tulisan sudah rapi?

  • Apakah kosakata yang digunakan sudah tepat?


ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab adalah ....

A. kemudian
B. akhirnya
C. karena
D. selanjutnya

2. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah ....

Hutan ditebangi terus-menerus ............ banyak hewan kehilangan tempat tinggal.

A. karena
B. sehingga
C. pertama
D. kemudian

3. Kata yang menunjukkan urutan tahap awal adalah ....

A. akhirnya
B. akibatnya
C. pertama
D. sehingga

4. Perhatikan kalimat berikut!

Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.

Kata akibatnya menunjukkan hubungan ....

A. perbandingan
B. sebab-akibat
C. urutan waktu
D. pertentangan

5. Kalimat yang menggunakan kata penghubung urutan dengan tepat adalah ....

A. Tanaman mati karena tidak disiram.
B. Udara kotor sebab banyak kendaraan.
C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
D. Sampah menumpuk sehingga sungai tercemar.


B. Isian Singkat

6. Kata penghubung yang digunakan untuk menunjukkan alasan atau sebab adalah ....

7. Kata penghubung yang menunjukkan tahap terakhir suatu proses adalah ....

8. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah:

Polusi udara semakin parah. ............, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.


C. Esai / Literasi

9. Buatlah dua kalimat tentang masalah sampah dengan menggunakan kata penghubung karena dan sehingga.

10. Tulislah satu paragraf pendek tentang proses terjadinya suatu permasalahan lingkungan. Gunakan minimal 3 kata penghubung, yang terdiri atas kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan.


ASESMEN KETERAMPILAN MENULIS

Murid membuat teks eksplanasi sederhana dengan memilih salah satu tema:

“Mengapa Memilah Sampah Itu Penting?”

atau

“Bagaimana Cara Menghemat Energi di Rumah?”

atau

“Bagaimana Pemanasan Global Terjadi?”

Kriteria Penilaian

AspekKriteria
StrukturMemiliki pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup
Kata penghubungMenggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dengan tepat
KeruntutanInformasi disampaikan secara runtut dan logis
IsiSesuai dengan topik yang dipilih
KosakataMenggunakan kosakata yang tepat
KerapianTulisan rapi dan mudah dibaca

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. sehingga

Sampah plastik sulit terurai, sehingga lingkungan menjadi rusak.

2. pertama

Pertama, warga membersihkan sungai dari sampah.

3. karena

Udara di kota ini penuh polusi karena terlalu banyak kendaraan bermotor.

4. selanjutnya

Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.

5. akibatnya

Akibatnya, suhu bumi meningkat setiap tahun.


Asesmen Formatif

1. C. karena
Karena digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab.

2. B. sehingga
Sehingga menunjukkan akibat dari peristiwa sebelumnya.

3. C. pertama
Pertama menunjukkan tahap awal dalam suatu urutan.

4. B. sebab-akibat
Kata “akibatnya” menunjukkan akibat dari suatu kejadian.

5. C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
“Kemudian” merupakan kata penghubung urutan.

6. karena / sebab

7. akhirnya

8. oleh karena itu

Pedoman Esai

9. Contoh jawaban:

Sampah plastik menumpuk karena banyak orang membuangnya sembarangan. Sampah tersebut menyumbat saluran air sehingga dapat menyebabkan banjir.

10. Jawaban dapat bervariasi selama:

  • sesuai dengan topik lingkungan;

  • menggunakan minimal 3 kata penghubung;

  • terdapat hubungan sebab-akibat dan/atau urutan;

  • informasi disampaikan secara runtut dan logis.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar bahwa kata penghubung sangat penting dalam teks eksplanasi karena membantu membuat informasi menjadi runtut dan logis.

Terdapat dua kelompok kata penghubung yang dipelajari:

Kata Penghubung Sebab-Akibat

karena, sebab, akibatnya, sehingga, oleh karena itu

Kata Penghubung Urutan

pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya

Murid juga belajar menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur:

Pernyataan Umum → Deretan Penjelas → Penutup


Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pahami tentang kata penghubung?

  2. Apa perbedaan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan?

  3. Kata penghubung apa yang paling mudah kamu gunakan?

  4. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  5. Bagaimana kata penghubung membantu tulisanmu menjadi lebih mudah dipahami?

  6. Apa kepedulian terhadap lingkungan yang dapat kamu lakukan setelah pembelajaran hari ini?

Kendala Pembelajaran

....................................................................................
....................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang telah memahami materi diberikan kegiatan pengayaan berupa menulis teks eksplanasi dengan menggunakan lebih banyak variasi kata penghubung.

Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan melalui latihan melengkapi kalimat dan menyusun kalimat secara bertahap sebelum menulis teks eksplanasi secara utuh.

Capaian Pembelajaran

Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa

 MATERI AJAR SENI RUPA KELAS 6

🌈 UNSUR-UNSUR GARIS DALAM SENI RUPA 🌈

👋 Halo, Sobat Seni!

Pernahkah kamu melihat gambar yang terdiri dari garis lurus, garis melengkung, atau garis zig-zag? ✏️

Tahukah kamu bahwa garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa?

Dengan garis, kita dapat membuat berbagai macam gambar, bentuk, pola, dan hiasan yang indah. Bahkan, sebuah gambar sederhana dapat menjadi lebih menarik hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.

Yuk, kita belajar mengenal unsur-unsur garis dalam seni rupa! 🎨🖌️


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan dapat:


✅ Menjelaskan pengertian garis dalam seni rupa.

✅ Mengenal berbagai jenis garis.

✅ Menjelaskan karakteristik setiap jenis garis.

✅ Mengetahui fungsi garis dalam karya seni rupa.

✅ Membuat karya seni menggunakan berbagai jenis garis.


🖌️ A. Apa Itu Garis?

Garis adalah goresan memanjang yang terbentuk dari pertemuan atau rangkaian titik-titik.

Dalam seni rupa, garis dapat digunakan untuk:

🎨 Membuat bentuk atau objek.

🎨 Membuat pola dan hiasan.

🎨 Menunjukkan arah dan gerakan.

🎨 Memberikan kesan tertentu pada gambar.

🎨 Membuat tekstur pada suatu objek.


Contohnya, ketika kita menggambar sebuah rumah, kita menggunakan garis untuk membuat dinding, atap, pintu, dan jendela. 🏠

🌟 B. Jenis-Jenis Garis

Garis memiliki berbagai macam bentuk. Setiap garis dapat memberikan kesan yang berbeda.

Mari kita mengenal beberapa jenis garis berikut!

1️⃣ Garis Horizontal ➖

Garis horizontal adalah garis yang arahnya mendatar dari kiri ke kanan.

Contoh: ─────────


Garis horizontal dapat memberikan kesan:

🌿 Tenang

🌿 Damai

🌿 Stabil

🌿 Santai

Contoh penggunaan:

Garis horizontal dapat digunakan untuk menggambarkan permukaan tanah, laut, atau garis cakrawala.

2️⃣ Garis Vertikal │

Garis vertikal adalah garis yang arahnya tegak dari atas ke bawah.

Contoh: │││││

Garis vertikal dapat memberikan kesan:

🏢 Tegak

🏢 Kokoh

🏢 Kuat

🏢 Tinggi

Contoh penggunaan:

Garis vertikal dapat digunakan untuk menggambar tiang, gedung, pohon, atau batang tanaman.

3️⃣ Garis Diagonal /

Garis diagonal adalah garis yang arahnya miring.

Contoh: / / / /

Garis diagonal dapat memberikan kesan:

⚡ Gerak

⚡ Dinamis

⚡ Aktif

⚡ Tidak stabil

Contoh penggunaan:

Garis diagonal dapat digunakan untuk menggambarkan lereng gunung, sinar cahaya, atau gerakan benda.


4️⃣ Garis Lengkung 〰️

Garis lengkung adalah garis yang bentuknya melengkung atau tidak lurus.


Contoh: 〰️〰️〰️


Garis lengkung dapat memberikan kesan:


🌊 Lembut

🌊 Luwes

🌊 Indah

🌊 Mengalir


Contoh penggunaan:

Garis lengkung dapat digunakan untuk menggambar ombak, awan, rambut, atau kelopak bunga.

5️⃣ Garis Zig-Zag ⚡

Garis zig-zag adalah garis yang memiliki bentuk patah-patah dan membentuk sudut.

Contoh: /////\

Garis zig-zag dapat memberikan kesan:

⚡ Tegas

⚡ Tajam

⚡ Kuat

⚡ Berenergi

Contoh penggunaan:

Garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambar kilat, gunung, atau ornamen dekoratif.

6️⃣ Garis Spiral 🌀

Garis spiral adalah garis yang bentuknya berputar melingkar menuju bagian tengah atau keluar dari tengah.


Contoh: 🌀

Garis spiral dapat memberikan kesan:

🌀 Gerakan

🌀 Perputaran

🌀 Dinamis

🌀 Unik


Contoh penggunaan:

Garis spiral dapat ditemukan pada gambar pusaran air, cangkang siput, atau motif hias.

7️⃣ Garis Putus-Putus - - - - -

Garis putus-putus adalah garis yang terdiri dari bagian-bagian garis yang terpisah.

Contoh: - - - - - - - -

Garis ini dapat memberikan kesan:

✨ Ringan

✨ Teratur

✨ Terputus

✨ Dekoratif

Garis putus-putus sering digunakan dalam gambar teknik, pola, dan hiasan.

8️⃣ Garis Tebal dan Tipis

Garis juga dapat dibedakan berdasarkan ketebalannya.


Garis Tebal

Memberikan kesan:

💪 Kuat

💪 Tegas

💪 Menonjol

Garis Tipis

Memberikan kesan:

🌸 Lembut

🌸 Halus

🌸 Ringan

Perbedaan tebal dan tipis pada garis dapat membuat gambar terlihat lebih menarik dan memiliki variasi.

🎨 C. Fungsi Garis dalam Seni Rupa

Dalam sebuah karya seni rupa, garis memiliki beberapa fungsi.

🖼️ 1. Membentuk Objek

Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk suatu benda.

Contoh: rumah, pohon, manusia, hewan, dan benda lainnya.

🖼️ 2. Membuat Pola

Garis dapat disusun berulang-ulang sehingga membentuk pola yang menarik.

Contoh:pola batik dan motif dekoratif.

🖼️ 3. Menunjukkan Gerakan

Garis dapat memberikan kesan bahwa suatu objek sedang bergerak.

Contoh: garis melengkung pada gambar ombak atau garis diagonal pada gambar benda yang sedang melaju.

🖼️ 4. Memberikan Tekstur

Garis dapat digunakan untuk memberikan kesan permukaan pada suatu benda.

Contoh: garis-garis pada batang pohon untuk menunjukkan tekstur kulit kayu.

🖼️ 5. Sebagai Hiasan

Garis dapat digunakan sebagai ornamen atau dekorasi agar karya seni terlihat lebih indah.

💡 Tahukah Kamu?

Satu jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda jika digunakan dengan cara yang berbeda.

Misalnya,garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambarkan kilat ⚡, tetapi juga dapat digunakan sebagai motif hias pada sebuah karya seni.

Jadi, kreativitas seniman sangat penting dalam menggunakan garis! 🎨✨

🧠 Ayo Mengingat!

Pasangkan jenis garis dengan kesan yang tepat!


Jenis Garis Kesan

Horizontal Tenang dan stabil

Vertikal Kokoh dan kuat

Diagonal Dinamis dan bergerak

Lengkung Lembut dan luwes

Zig-zag Tegas dan berenergi

Spiral Berputar dan dinamis

✏️ AYO BERKARYA!

Sekarang waktunya kamu berkreasi! 🎨

🖼️ Tugas: Membuat Gambar dari Berbagai Jenis Garis

Alat dan bahan:

✏️ Pensil

🖍️ Pensil warna atau krayon

📄 Kertas gambar

🖊️ Spidol


Langkah-langkah:

Siapkan kertas gambar.

Buatlah minimal 6 jenis garis.

Gunakan garis horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, dan spiral.

Kembangkan garis-garis tersebut menjadi sebuah gambar atau pola yang menarik.

Warnai hasil karyamu dengan kreatif.

Berikan judul pada karya yang telah kamu buat.

🌟 Tantangan Kreatif!

Cobalah membuat sebuah gambar pemandangan hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.


Misalnya:


🏔️ Gunung menggunakan garis diagonal.

🌊 Laut menggunakan garis lengkung.

🌳 Batang pohon menggunakan garis vertikal.

☁️ Awan menggunakan garis lengkung.

☀️ Sinar matahari menggunakan garis lurus.


Berani mencoba? 😄🎨


🎮 KUIS CERIA

Pilihlah jawaban yang paling tepat!


1. Garis yang memberikan kesan tenang dan stabil adalah ....

A. Garis zig-zag

B. Garis horizontal

C. Garis diagonal

D. Garis spiral


2. Garis yang berbentuk patah-patah disebut ....

A. Garis lengkung

B. Garis spiral

C. Garis zig-zag

D. Garis horizontal


3. Garis vertikal memberikan kesan ....

A. Kokoh dan kuat

B. Lembut dan luwes

C. Berputar

D. Mengalir


4. Garis yang memberikan kesan lembut dan mengalir adalah ....

A. Garis zig-zag

B. Garis diagonal

C. Garis lengkung

D. Garis vertikal


5. Garis dapat digunakan untuk ....

A. Membentuk objek

B. Membuat pola

C. Memberikan tekstur

D. Semua jawaban benar


🏆 KUNCI JAWABAN

B. Garis horizontal

C. Garis zig-zag

A. Kokoh dan kuat

C. Garis lengkung

D. Semua jawaban benar

Garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa. Garis memiliki berbagai jenis dan karakteristik, seperti horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, spiral, dan putus-putus.

Setiap jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda. Garis dapat digunakan untuk membentuk objek, membuat pola, menunjukkan gerakan, memberikan tekstur, dan menghias karya seni.


🎨 Jadi, jangan takut untuk bermain dengan garis!


Dengan kreativitas dan imajinasi, berbagai macam garis dapat diubah menjadi karya seni yang indah dan menarik. ✨


💬 Pesan untuk anak sholih sholihah

"Setiap garis adalah awal dari sebuah karya. Teruslah menggambar, berkreasi, dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru!" 🎨💖


SESI SELESAI

🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!

Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti

pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨

😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?

Klik salah satu emoji di bawah ini!

😄Sangat Senang

😊Senang

😐Biasa Saja

😕Bingung

😴Mengantuk

📝 Refleksi Belajarmu

Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?

IPAS

A. Apa Itu Pernapasan?

Pernapasan adalah proses masuknya oksigen (O₂) ke dalam tubuh dan keluarnya karbon dioksida (CO₂) serta uap air dari tubuh.

Kita bernapas setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Tubuh membutuhkan oksigen untuk membantu menghasilkan energi yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas.

Secara sederhana:

Menghirup udara → Oksigen masuk → Oksigen digunakan tubuh → Karbon dioksida dihasilkan → Karbon dioksida dikeluarkan


B. Mengapa Kita Harus Bernapas?

Setiap sel tubuh membutuhkan oksigen untuk melakukan proses menghasilkan energi dari makanan.

Oksigen yang kita hirup akan dibawa oleh darah menuju seluruh tubuh.

Sementara itu, karbon dioksida sebagai hasil proses di dalam tubuh akan dibawa kembali oleh darah menuju paru-paru untuk dikeluarkan saat kita mengembuskan napas.

Jadi, bernapas sangat penting karena membantu tubuh:

  • mendapatkan oksigen;
  • menghasilkan energi;
  • membuang karbon dioksida;
  • menjaga tubuh tetap dapat melakukan aktivitas.

C. Organ-Organ Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia terdiri atas beberapa organ yang bekerja secara berurutan.

Urutan jalannya udara:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus

Mari kita mengenalinya satu per satu.


1. Hidung

Hidung merupakan tempat pertama masuk dan keluarnya udara.

Di dalam hidung terdapat rambut hidung dan lendir yang membantu menyaring debu dan kotoran dari udara.

Hidung juga membantu menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.

Fungsi utama hidung:

  • tempat masuknya udara;
  • menyaring kotoran;
  • menghangatkan udara;
  • melembapkan udara.

2. Faring

Faring atau tenggorokan merupakan bagian yang menjadi persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Udara dari hidung akan melewati faring menuju laring.


3. Laring

Laring sering disebut kotak suara karena di dalamnya terdapat pita suara.

Laring juga menjadi jalan masuk udara menuju trakea.


4. Trakea

Trakea disebut juga batang tenggorokan.

Trakea berbentuk seperti tabung dan memiliki cincin tulang rawan yang membantu menjaga agar saluran tetap terbuka.

Bagian dalam trakea dilapisi lendir dan memiliki rambut getar yang membantu menangkap serta mengeluarkan kotoran.


5. Bronkus

Trakea bercabang menjadi dua bagian yang disebut bronkus.

  • Bronkus kanan menuju paru-paru kanan.
  • Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.

Bronkus berfungsi menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru.


6. Bronkiolus

Bronkus kemudian bercabang menjadi saluran yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.

Bronkiolus membawa udara menuju alveolus.


7. Alveolus

Alveolus merupakan kantung-kantung udara kecil yang terdapat di dalam paru-paru.

Di alveolus terjadi pertukaran gas.

  • Oksigen dari udara masuk ke dalam darah.
  • Karbon dioksida dari darah masuk ke alveolus untuk kemudian dikeluarkan saat mengembuskan napas.

Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan dikelilingi pembuluh darah sehingga pertukaran gas dapat berlangsung dengan mudah.


D. Paru-Paru

Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan manusia.

Manusia memiliki dua paru-paru:

Paru-paru kanan dan paru-paru kiri.

Paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.

Di dalam paru-paru terdapat bronkus, bronkiolus, dan alveolus.


E. Bagaimana Kita Bisa Menarik dan Mengembuskan Napas?

Pernahkah kalian memperhatikan dada ketika menarik napas?

Saat menarik napas, dada biasanya mengembang.

Saat mengembuskan napas, dada kembali mengecil.

Hal ini terjadi karena adanya kerja diafragma dan otot antartulang rusuk.


1. Inspirasi

Inspirasi adalah proses masuknya udara ke dalam paru-paru.

Ketika inspirasi:

  1. Diafragma berkontraksi dan bergerak turun.
  2. Rongga dada membesar.
  3. Tekanan udara di dalam paru-paru menurun.
  4. Udara dari luar masuk ke paru-paru.

Ingat:

Tarik napas → rongga dada membesar → udara masuk.


2. Ekspirasi

Ekspirasi adalah proses keluarnya udara dari paru-paru.

Ketika ekspirasi:

  1. Diafragma relaksasi dan bergerak naik.
  2. Rongga dada mengecil.
  3. Tekanan udara di dalam paru-paru meningkat.
  4. Udara keluar dari paru-paru.

Ingat:

Hembuskan napas → rongga dada mengecil → udara keluar.


F. Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut

Gerakan bernapas dapat melibatkan otot antartulang rusuk dan diafragma.

Pernapasan dada

Pernapasan dada lebih banyak melibatkan otot antartulang rusuk.

Ketika menarik napas, otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan rongga dada membesar.

Pernapasan perut

Pernapasan perut lebih banyak melibatkan diafragma.

Ketika menarik napas, diafragma berkontraksi dan bergerak turun sehingga rongga dada membesar.


G. Frekuensi Pernapasan

Frekuensi pernapasan adalah jumlah napas yang dilakukan dalam waktu tertentu, biasanya dihitung dalam satu menit.

Frekuensi pernapasan dapat berubah karena berbagai faktor, misalnya:

  • aktivitas fisik;
  • usia;
  • kondisi tubuh;
  • keadaan emosi;
  • lingkungan.

Ketika berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen sehingga napas biasanya menjadi lebih cepat.

Contohnya, setelah berlari, kita mungkin merasa:

“Hah... hah... hah...”

Hal tersebut merupakan respons tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat.


H. Hubungan Sistem Pernapasan dengan Sistem Peredaran Darah

Sistem pernapasan tidak bekerja sendirian.

Sistem pernapasan bekerja sama dengan sistem peredaran darah.

Alurnya:

Udara → paru-paru → alveolus → oksigen masuk ke darah → darah membawa oksigen ke seluruh tubuh

Sebaliknya:

Sel tubuh menghasilkan karbon dioksida → darah membawa karbon dioksida → paru-paru → karbon dioksida dikeluarkan

Jadi, sistem pernapasan dan sistem peredaran darah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh dan membuang karbon dioksida.


I. Gangguan pada Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan apabila tidak dijaga dengan baik.

Beberapa contoh gangguan pernapasan antara lain:

1. Asma

Gangguan yang dapat menyebabkan saluran pernapasan menyempit sehingga seseorang mengalami kesulitan bernapas.

2. Influenza

Penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan gejala seperti pilek, batuk, serta demam.

3. Bronkitis

Peradangan pada bronkus yang dapat menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan.

4. Pneumonia

Infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran udara.


J. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan

Kita dapat menjaga kesehatan sistem pernapasan dengan cara:

  1. Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
  2. Menghindari udara yang sangat berpolusi jika memungkinkan.
  3. Menggunakan masker ketika kondisi lingkungan banyak debu atau polusi.
  4. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
  5. Rajin berolahraga.
  6. Mengonsumsi makanan bergizi.
  7. Mencuci tangan dengan sabun.
  8. Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
  9. Menanam dan merawat tumbuhan di lingkungan sekitar.
  10. Segera beristirahat dan meminta bantuan orang dewasa jika mengalami gangguan kesehatan.

K. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – “Tarik dan Hembuskan”

Murid meletakkan tangan di dada atau perut.

Kemudian:

Langkah 1: Tarik napas perlahan melalui hidung.

Langkah 2: Rasakan perubahan pada dada atau perut.

Langkah 3: Tahan sebentar dengan nyaman.

Langkah 4: Hembuskan napas secara perlahan.

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi ketika menarik napas?
  2. Apa yang terjadi ketika mengembuskan napas?
  3. Mengapa dada atau perut dapat bergerak?
  4. Organ apa yang berperan dalam proses tersebut?

Aktivitas 2 – “Ikuti Perjalanan Udara”

Susunlah organ berikut sesuai dengan jalannya udara:

Alveolus – hidung – bronkus – trakea – bronkiolus – faring – laring

Jawaban:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus


Aktivitas 3 – Eksperimen Sederhana

Model Paru-Paru dengan Botol

Alat dan bahan:

  • botol plastik bekas;
  • dua balon kecil;
  • satu balon besar;
  • sedotan atau selang kecil;
  • plastisin;
  • gunting;
  • karet gelang.

Konsep yang diamati:

Model tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan bahwa perubahan volume ruang dapat menyebabkan udara masuk atau keluar.

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi pada balon ketika bagian bawah model ditarik?
  2. Apa yang terjadi ketika bagian bawah model didorong?
  3. Organ tubuh apa yang dapat dianalogikan dengan bagian bawah model?
  4. Apa hubungan perubahan ruang dengan masuk dan keluarnya udara?

Aktivitas 4 – Numerasi Pernapasan

Catat jumlah napasmu selama 1 menit dalam kondisi duduk tenang.

Kemudian lakukan aktivitas fisik ringan sesuai arahan guru dan hitung kembali jumlah napas selama 1 menit.

KondisiJumlah Napas/menit
Sebelum aktivitas....
Setelah aktivitas....

Pertanyaan:

  1. Apakah jumlah napas sebelum dan sesudah aktivitas sama?
  2. Kondisi mana yang memiliki frekuensi napas lebih tinggi?
  3. Mengapa aktivitas fisik dapat memengaruhi frekuensi pernapasan?

RANGKUMAN

Sistem pernapasan manusia merupakan sistem organ yang berfungsi mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Urutan organ pernapasan:

Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus

Pertukaran gas terjadi di:

Alveolus

Inspirasi:

Udara masuk → rongga dada membesar

Ekspirasi:

Udara keluar → rongga dada mengecil

Organ penting dalam gerakan pernapasan:

Diafragma dan otot antartulang rusuk

Menjaga kesehatan pernapasan:

Tidak merokok, menghindari polusi, berolahraga, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga sirkulasi udara.


ASESMEN FORMATIF

Pilihan Ganda

1. Organ pertama yang dilalui udara ketika kita bernapas melalui hidung adalah ....

A. bronkus
B. hidung
C. alveolus
D. paru-paru

2. Tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida adalah ....

A. trakea
B. bronkus
C. alveolus
D. laring

3. Ketika menarik napas, diafragma akan ....

A. bergerak naik
B. bergerak turun
C. tidak bergerak
D. menutup saluran pernapasan

4. Fungsi utama alveolus adalah ....

A. menghasilkan suara
B. menyaring makanan
C. tempat pertukaran gas
D. menghangatkan makanan

5. Setelah melakukan aktivitas fisik, frekuensi pernapasan biasanya ....

A. menurun
B. meningkat
C. berhenti
D. tetap selalu sama

Isian

6. Cabang trakea yang menuju paru-paru disebut ....

7. Saluran kecil yang merupakan percabangan bronkus disebut ....

8. Gas yang dibutuhkan tubuh dalam proses pernapasan adalah ....

9. Gas yang dikeluarkan ketika mengembuskan napas adalah ....

10. Organ yang membantu mengatur gerakan pernapasan dengan mengubah ukuran rongga dada adalah ....


KUNCI JAWABAN

  1. B. hidung
  2. C. alveolus
  3. B. bergerak turun
  4. C. tempat pertukaran gas
  5. B. meningkat
  6. Bronkus
  7. Bronkiolus
  8. Oksigen
  9. Karbon dioksida
  10. Diafragma

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari sistem pernapasan, murid menjawab:

  1. Apa fungsi utama sistem pernapasan?
  2. Bagaimana perjalanan udara dari hidung hingga alveolus?
  3. Apa perbedaan inspirasi dan ekspirasi?
  4. Mengapa napas kita menjadi lebih cepat setelah beraktivitas?
  5. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru?
  6. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini?

Kalimat Refleksi Murid

Hari ini saya belajar bahwa ................................................................

Hal yang paling saya pahami adalah ..............................................

Hal yang masih ingin saya ketahui adalah ....................................

Mulai hari ini saya akan .................................................................


Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi:
Hari ini murid memahami bahwa Bernapas adalah nikmat yang sering kita lakukan tanpa menyadarinya. Karena itu, mari kita menjaga kesehatan sistem pernapasan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Alhamdulillah 25 siswa tuntas dalam pembelajaran hari ini sementara 2 siswa yang belum akan diberikan remedial pada pertemuan selanjutnya berupa tugas praktik kerja tentang sistem pernafasan


Materi Ajar: Kamis, 20 Agustus 2026

Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd. Hari / Tanggal :Kamis, 20 Agustsu 2026 Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari Mata Pelajaran : Bahasa Indones...