Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.
Hari / Tanggal : Selasa,18 Agustus 2026
Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari
Mata Pelajaran : Matematika
Materi : Pecahan dan Desimal
Pertemuan Ke : Ke- 6
7. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar.
Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang sangat tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menemukan ukuran yang menggunakan pecahan dan desimal, misalnya ½ kg beras, ¼ liter minyak, 0,5 meter, atau 1,25 liter air.
Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara segala sesuatu dengan teratur. Karena itu, kita perlu belajar menggunakan bilangan dengan tepat dan teliti.
Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Ketika kita membeli makanan, membagi makanan, menimbang bahan, atau menghitung uang, kita dapat menggunakan pecahan dan desimal.
Jadi, hari ini kita akan belajar bahwa pecahan dan desimal bukan hanya angka di buku matematika, tetapi juga digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada pecahan dan desimal dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Menjelaskan hubungan antara pecahan dan bilangan desimal dengan menggunakan representasi gambar, benda konkret, dan simbol matematika dengan tepat.
Mengubah pecahan biasa menjadi bilangan desimal dan sebaliknya dengan benar.
Membandingkan dan mengurutkan pecahan dan desimal menggunakan strategi yang tepat.
Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta desimal dengan teliti.
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan dan desimal.
Mindful Learning (Berkesadaran):
Murid mampu belajar dengan tenang, fokus, teliti, dan menyadari bahwa ketepatan dalam menghitung merupakan bagian dari sikap bertanggung jawab.
Meaningful Learning (Bermakna):
Murid mampu menghubungkan konsep pecahan dan desimal dengan pengalaman nyata, seperti uang, ukuran panjang, berat, volume, resep makanan, dan pembagian sesuatu secara adil.
Joyful Learning (Menggembirakan):
Murid mampu belajar pecahan dan desimal melalui permainan, tantangan numerasi, diskusi, dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Murid mengamati berbagai contoh pecahan dan desimal dalam kehidupan sehari-hari.
Murid mengingat kembali konsep pecahan sebagai bagian dari keseluruhan.
Murid menghubungkan pecahan dengan bentuk desimal menggunakan gambar atau model pecahan.
Murid berlatih mengubah pecahan menjadi desimal dan desimal menjadi pecahan.
Murid membandingkan pecahan dan desimal dengan menggunakan berbagai strategi.
Murid mengurutkan beberapa bilangan pecahan dan desimal.
Murid melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Murid melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan desimal.
Murid menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan pecahan dan desimal.
Murid melakukan refleksi terhadap strategi dan pemahaman yang diperoleh.
11. Model / Metode
Model Pembelajaran:
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Problem Based Learning
Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab
Demonstrasi
Diskusi kelompok
Pengamatan
Permainan numerasi
Latihan bertingkat
Pemecahan masalah
Refleksi
12. Penjabaran Materi
A. Pecahan
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.
Bentuk umum:
a/b
a disebut pembilang.
b disebut penyebut.
Contoh:
3/4
Artinya 3 bagian dari 4 bagian yang sama besar.
Pecahan senilai
Pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai nilai yang sama meskipun pembilang dan penyebutnya berbeda.
Contoh:
1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8
genui{"learning_viz":{"type_id":"SIMPLIFIED_FRACTION"}}
B. Pecahan dan Desimal
Pecahan dapat dinyatakan dalam bentuk desimal.
Contoh:
1/2 = 0,5
1/4 = 0,25
3/4 = 0,75
1/10 = 0,1
3/10 = 0,3
Bilangan desimal juga dapat diubah menjadi pecahan.
Contoh:
0,5 = 5/10 = 1/2
0,25 = 25/100 = 1/4
C. Membandingkan Pecahan
Untuk membandingkan pecahan, kita dapat:
Menyamakan penyebut.
Menggunakan gambar.
Mengubahnya ke bentuk desimal jika memungkinkan.
Contoh:
Bandingkan 2/5 dan 3/5.
Karena penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilang.
2/5 < 3/5
D. Mengurutkan Pecahan dan Desimal
Contoh:
Urutkan dari yang terkecil:
0,25 ; 1/2 ; 0,75 ; 1/4
Ubahlah ke bentuk desimal:
0,25 = 0,25
1/2 = 0,50
0,75 = 0,75
1/4 = 0,25
Maka urutannya:
0,25 = 1/4 < 1/2 < 0,75
E. Penjumlahan Pecahan
Jika penyebut sama:
2/7 + 3/7 = 5/7
Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.
Contoh:
1/2 + 1/4
KPK dari 2 dan 4 adalah 4.
1/2 = 2/4
Maka:
2/4 + 1/4 = 3/4
F. Pengurangan Pecahan
Contoh:
5/6 - 1/3
Samakan penyebut:
1/3 = 2/6
Maka:
5/6 - 2/6 = 3/6 = 1/2
G. Penjumlahan dan Pengurangan Desimal
Perhatikan nilai tempat dan sejajarkan koma.
Contoh:
2,75 + 1,5
Ditulis:
2,75
1,50
----- +
4,25
Jadi, hasilnya adalah 4,25.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM
1. Mindful – “Aku Teliti Menghitung”
Guru mengajak murid menarik napas, menenangkan diri, kemudian memperhatikan beberapa bentuk pecahan dan desimal.
Murid diajak menyadari bahwa dalam matematika, ketelitian lebih penting daripada terburu-buru.
Guru memberikan pertanyaan:
“Apa yang terjadi jika kita salah menempatkan koma pada bilangan desimal?”
Murid memberikan pendapat berdasarkan pemahaman mereka.
2. Meaningful – “Pecahan Ada di Sekitarku”
Murid mengamati situasi nyata, misalnya:
1/2 kg gula
1/4 liter susu
0,5 meter pita
Rp2.500 dari uang Rp10.000
0,75 liter air
Murid berdiskusi:
“Di mana lagi kita menemukan pecahan dan desimal dalam kehidupan sehari-hari?”
Setiap kelompok menuliskan minimal 5 contoh.
3. Joyful – “Misi Detektif Pecahan”
Guru memberikan kartu berisi pecahan dan desimal.
Contoh kartu:
1/2 – 0,25 – 3/4 – 0,5 – 1/4 – 0,75
Tugas kelompok:
Menemukan pasangan yang nilainya sama.
Mengelompokkan pecahan dan desimal.
Mengurutkannya dari terkecil ke terbesar.
Menjelaskan strategi yang digunakan.
Kelompok yang selesai kemudian mendapatkan tantangan numerasi.
ASESMEN FORMATIF
A. Pilihan Ganda
1. Pecahan yang senilai dengan 1/2 adalah ...
A. 1/3
B. 2/4
C. 3/5
D. 4/10
2. Bentuk desimal dari 3/4 adalah ...
A. 0,25
B. 0,34
C. 0,50
D. 0,75
3. Bilangan yang paling besar adalah ...
A. 0,25
B. 1/2
C. 0,75
D. 1/4
4. Hasil dari 1/2 + 1/4 adalah ...
A. 1/4
B. 2/4
C. 3/4
D. 4/4
5. Hasil dari 2,75 + 1,25 adalah ...
A. 3,00
B. 3,50
C. 4,00
D. 4,25
B. Isian Singkat
6. Bentuk pecahan paling sederhana dari 0,5 adalah ....
7. Bentuk desimal dari 1/4 adalah ....
8. 3/5 = .... dalam bentuk desimal.
C. Esai / Literasi Numerasi
9. Ibu mempunyai 2 kg tepung. Sebanyak 3/4 kg digunakan untuk membuat kue. Berapa kilogram tepung yang masih tersisa? Jelaskan cara menghitungnya.
10. Siti mempunyai pita sepanjang 2,5 meter. Ia menggunakan 0,75 meter untuk menghias buku. Berapa meter pita yang masih dimiliki Siti? Jelaskan langkah penyelesaiannya.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Pilihan Ganda
B. 2/4
Karena 1/2 × 2/2 = 2/4.D. 0,75
3/4 = 75/100 = 0,75.C. 0,75
0,75 lebih besar daripada 0,50; 0,25; dan 0,25.C. 3/4
1/2 = 2/4, sehingga 2/4 + 1/4 = 3/4.C. 4,00
2,75 + 1,25 = 4,00.
Isian
1/2
0,25
0,6
Esai
2 - 3/4 = 8/4 - 3/4 = 5/4 = 1 1/4 kg.
Jadi, tepung yang tersisa adalah 1 1/4 kg.
2,50 - 0,75 = 1,75 meter.
Jadi, pita Siti yang tersisa adalah 1,75 meter.
13. Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan Materi
Hari ini murid belajar bahwa pecahan dan desimal merupakan dua bentuk bilangan yang dapat menyatakan nilai yang sama.
Murid belajar:
mengenal pecahan dan desimal;
mengubah pecahan menjadi desimal dan sebaliknya;
menentukan pecahan senilai;
membandingkan dan mengurutkan pecahan serta desimal;
melakukan penjumlahan dan pengurangan;
menerapkan konsep dalam masalah kehidupan sehari-hari.
Refleksi Pembelajaran
Guru mengajak murid menjawab:
Apa konsep yang paling kamu pahami hari ini?
Bagian mana yang masih terasa sulit?
Strategi apa yang paling membantumu memahami pecahan dan desimal?
Di mana kamu menemukan pecahan atau desimal dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana sikapmu saat mengerjakan soal yang sulit?
Kendala
............................................................................
Tindak Lanjut
Murid yang sudah memahami materi diberikan soal pengayaan berbasis numerasi. Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan dan latihan menggunakan benda konkret atau representasi gambar.
Capaian Pembelajaran
Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa
Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa
Persentase ketercapaian : ........ %
Catatan Blogger:
Kunci jawaban dan pembahasan dapat dipublikasikan setelah kegiatan pembelajaran selesai, sesuai format yang dicontohkan pada dokumen.
