Nama Guru : Tutik Handayani, S.Pd.
Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026
Fase / Kelas : C / 6 Al-Jazari
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPAS, Seni Rupa
Materi : Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi dan Menulis Teks Eksplanasi Sederhana, Sistem Pernafasan Manusia, Unsur Seni Rupa
Pertemuan Ke : Ke-5
7. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt.
Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan berbagai peristiwa yang terjadi secara teratur. Ada hujan, perubahan cuaca, tumbuhnya tumbuhan, hingga berbagai peristiwa lingkungan yang dapat kita amati dan jelaskan.
Allah juga Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara alam dan seluruh makhluk-Nya. Karena itu, kita perlu memahami berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar agar dapat menjaga dan merawatnya.
Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan berbagai sumber kehidupan kepada manusia. Oleh karena itu, kita harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.
Anak-anak, ketika kita menjelaskan suatu peristiwa, kita harus menyampaikan informasi secara runtut dan logis. Kita dapat menggunakan kata seperti karena, sehingga, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya agar hubungan antarperistiwa menjadi jelas.
Hari ini kita akan belajar menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi, kemudian mencoba menulis teks eksplanasi sederhana tentang lingkungan.
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami informasi dan kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi serta menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan yang runtut, logis, dan sesuai konteks.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Mengidentifikasi kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan dalam teks eksplanasi dengan tepat.
Menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.
Melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat sesuai hubungan antarkalimat.
Menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam kalimat secara tepat.
Menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.
Menulis teks eksplanasi sederhana dengan menggunakan kosakata yang tepat dan kata penghubung yang sesuai.
Mindful Learning (Berkesadaran)
Murid mampu belajar dengan tenang, fokus, teliti, serta menyadari pentingnya memilih kata penghubung yang tepat agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Meaningful Learning (Bermakna)
Murid mampu menghubungkan penggunaan kata penghubung dengan peristiwa nyata di lingkungan sekitar, khususnya permasalahan lingkungan seperti sampah, polusi, pemanasan global, dan penghematan energi.
Joyful Learning (Menggembirakan)
Murid mampu belajar menggunakan kata penghubung melalui permainan menyusun kalimat, diskusi, tantangan kelompok, dan kegiatan menulis dengan topik yang dekat dengan kehidupan mereka.
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Murid mengamati contoh kalimat yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dan urutan suatu peristiwa.
Murid mengidentifikasi kata penghubung yang digunakan dalam kalimat.
Murid mengenal kata penghubung sebab-akibat, yaitu karena, sebab, akibatnya, sehingga, dan oleh karena itu.
Murid mengenal kata penghubung urutan, yaitu pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan akhirnya.
Murid menjelaskan fungsi kata penghubung dalam membuat teks eksplanasi menjadi runtut dan logis.
Murid melengkapi kalimat dengan kata penghubung yang tepat melalui Aktivitas 1.12.
Murid berdiskusi mengenai berbagai permasalahan lingkungan.
Murid memilih salah satu topik untuk dikembangkan menjadi teks eksplanasi sederhana.
Murid menyusun teks berdasarkan struktur pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.
Murid menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dalam teks yang ditulis.
Murid membaca kembali dan memperbaiki tulisannya.
Murid melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran.
11. Model / Metode
Model Pembelajaran:
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Discovery Learning
Problem Based Learning
Metode:
Tanya jawab
Pengamatan
Diskusi
Demonstrasi
Permainan kata
Latihan
Menulis
Presentasi
Refleksi
12. Penjabaran Materi
A. Pengertian Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi
Dalam teks eksplanasi, kata penghubung digunakan agar informasi yang disampaikan menjadi runtut dan logis.
Kata penghubung membantu pembaca memahami hubungan antarkejadian, terutama hubungan sebab-akibat dan urutan peristiwa.
B. Kata Penghubung Sebab-Akibat
Kata penghubung sebab-akibat membantu menunjukkan hubungan atau alasan suatu peristiwa terjadi.
1. Karena
Digunakan untuk menunjukkan sebab.
Contoh:
Tanaman di teras mati karena kekurangan air.
2. Sebab
Digunakan untuk menunjukkan alasan terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
Udara menjadi kotor sebab di jalan raya banyak kendaraan bermotor.
3. Akibatnya
Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu peristiwa.
Contoh:
Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.
4. Sehingga
Digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu sebab.
Contoh:
Hutan ditebangi terus-menerus sehingga banyak hewan kehilangan tempat tinggal.
5. Oleh karena itu
Digunakan untuk menunjukkan kesimpulan atau tindakan sebagai akibat dari peristiwa sebelumnya.
Contoh:
Polusi udara semakin parah. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
C. Kata Penghubung Urutan
Kata penghubung urutan digunakan untuk menuntun pembaca mengikuti alur suatu proses secara berjenjang.
1. Pertama
Menunjukkan tahap awal suatu proses.
Contoh:
Pertama, manusia membakar bahan bakar fosil seperti bensin dan batu bara untuk keperluan energi.
2. Kemudian
Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah peristiwa sebelumnya.
Contoh:
Kemudian, asap dan gas karbon dioksida dilepaskan ke udara.
3. Selanjutnya
Menunjukkan tahap berikutnya.
Contoh:
Selanjutnya, gas-gas tersebut menumpuk di atmosfer dan menyebabkan suhu meningkat.
4. Setelah itu
Menunjukkan peristiwa yang terjadi setelah suatu tahap.
Contoh:
Setelah itu, es di kutub mulai mencair dan cuaca menjadi tidak menentu.
5. Akhirnya
Menunjukkan tahap akhir atau hasil akhir dari suatu proses.
Contoh:
Akhirnya, banyak makhluk hidup terganggu habitatnya.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENDALAM
1. Mindful – “Baca, Amati, dan Pahami”
Guru menampilkan beberapa kalimat tentang lingkungan.
Contoh:
Sampah plastik sulit terurai sehingga lingkungan menjadi rusak.
Murid diminta membaca kalimat dengan tenang kemudian menjawab:
Apa penyebab yang terdapat dalam kalimat?
Apa akibatnya?
Kata apa yang menghubungkan kedua informasi tersebut?
Guru menekankan bahwa pemilihan kata penghubung harus dilakukan dengan teliti agar hubungan antarkejadian dapat dipahami dengan benar.
2. Meaningful – “Hubungkan dengan Lingkunganku”
Murid diajak mengamati permasalahan lingkungan yang ada di sekitar.
Contohnya:
sampah berserakan;
sungai tercemar;
polusi udara;
penggunaan listrik berlebihan;
penggunaan kendaraan bermotor;
kurangnya penghijauan.
Murid kemudian membuat hubungan sebab-akibat.
Contoh:
Banyak sampah dibuang sembarangan → saluran air tersumbat → terjadi banjir.
Murid mengubahnya menjadi kalimat:
Banyak sampah dibuang sembarangan sehingga saluran air tersumbat. Akibatnya, dapat terjadi banjir.
3. Joyful – “Rangkai Kata Penghubung”
Guru menyiapkan kartu yang berisi:
karena – sehingga – kemudian – akhirnya – akibatnya – pertama – selanjutnya
Murid bekerja secara berkelompok.
Setiap kelompok mendapatkan beberapa kalimat yang belum lengkap.
Murid harus memilih kartu kata penghubung yang paling tepat.
Kelompok kemudian menjelaskan alasan pemilihan kata tersebut.
AKTIVITAS 1.12
Latihan Penggunaan Kata Penghubung
Lengkapilah kalimat-kalimat berikut dengan kata penghubung yang tepat.
1. Sampah plastik sulit terurai, .................... lingkungan menjadi rusak.
2. ...................., warga membersihkan sungai dari sampah.
3. Udara di kota ini penuh polusi .................... terlalu banyak kendaraan bermotor.
4. ...................., anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.
5. ...................., suhu bumi meningkat setiap tahun.
Pilihan kata:
karena – sehingga – pertama – akibatnya – selanjutnya
Menulis Teks Eksplanasi Sederhana
Setelah memahami kata penghubung, murid menuangkan ide dalam bentuk tulisan.
Menulis menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan.
Langkah 1 – Pilih Topik
Murid memilih salah satu topik berikut:
Bagaimana pemanasan global terjadi?
Mengapa memilah sampah itu penting?
Bagaimana cara menghemat energi di rumah?
Langkah 2 – Gunakan Struktur Teks Eksplanasi
A. Pernyataan Umum
Tulislah pengantar tentang topik yang dipilih secara umum.
B. Deretan Penjelas
Jelaskan proses atau sebab-akibat yang berkaitan dengan topik.
C. Penutup
Buat kesimpulan atau ajakan kepada pembaca.
Langkah 3 – Gunakan Kata Penghubung
Gunakan kata penghubung sebab-akibat:
sebab, karena, akibatnya, sehingga, oleh karena itu
Gunakan kata penghubung urutan:
pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya
Langkah 4 – Periksa Kembali Tulisan
Sebelum dikumpulkan, murid memeriksa:
Apakah topik sudah jelas?
Apakah terdapat pernyataan umum?
Apakah proses atau sebab-akibat sudah dijelaskan?
Apakah terdapat penutup?
Apakah kata penghubung sudah digunakan dengan tepat?
Apakah tulisan sudah rapi?
Apakah kosakata yang digunakan sudah tepat?
ASESMEN FORMATIF
A. Pilihan Ganda
1. Kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab adalah ....
A. kemudian
B. akhirnya
C. karena
D. selanjutnya
2. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah ....
Hutan ditebangi terus-menerus ............ banyak hewan kehilangan tempat tinggal.
A. karena
B. sehingga
C. pertama
D. kemudian
3. Kata yang menunjukkan urutan tahap awal adalah ....
A. akhirnya
B. akibatnya
C. pertama
D. sehingga
4. Perhatikan kalimat berikut!
Sampah berserakan, akibatnya lingkungan menjadi kotor.
Kata akibatnya menunjukkan hubungan ....
A. perbandingan
B. sebab-akibat
C. urutan waktu
D. pertentangan
5. Kalimat yang menggunakan kata penghubung urutan dengan tepat adalah ....
A. Tanaman mati karena tidak disiram.
B. Udara kotor sebab banyak kendaraan.
C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
D. Sampah menumpuk sehingga sungai tercemar.
B. Isian Singkat
6. Kata penghubung yang digunakan untuk menunjukkan alasan atau sebab adalah ....
7. Kata penghubung yang menunjukkan tahap terakhir suatu proses adalah ....
8. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut adalah:
Polusi udara semakin parah. ............, kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
C. Esai / Literasi
9. Buatlah dua kalimat tentang masalah sampah dengan menggunakan kata penghubung karena dan sehingga.
10. Tulislah satu paragraf pendek tentang proses terjadinya suatu permasalahan lingkungan. Gunakan minimal 3 kata penghubung, yang terdiri atas kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan.
ASESMEN KETERAMPILAN MENULIS
Murid membuat teks eksplanasi sederhana dengan memilih salah satu tema:
“Mengapa Memilah Sampah Itu Penting?”
atau
“Bagaimana Cara Menghemat Energi di Rumah?”
atau
“Bagaimana Pemanasan Global Terjadi?”
Kriteria Penilaian
| Aspek | Kriteria |
|---|---|
| Struktur | Memiliki pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup |
| Kata penghubung | Menggunakan kata penghubung sebab-akibat dan urutan dengan tepat |
| Keruntutan | Informasi disampaikan secara runtut dan logis |
| Isi | Sesuai dengan topik yang dipilih |
| Kosakata | Menggunakan kosakata yang tepat |
| Kerapian | Tulisan rapi dan mudah dibaca |
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
1. sehingga
Sampah plastik sulit terurai, sehingga lingkungan menjadi rusak.
2. pertama
Pertama, warga membersihkan sungai dari sampah.
3. karena
Udara di kota ini penuh polusi karena terlalu banyak kendaraan bermotor.
4. selanjutnya
Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada pentingnya memilah sampah.
5. akibatnya
Akibatnya, suhu bumi meningkat setiap tahun.
Asesmen Formatif
1. C. karena
Karena digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab.
2. B. sehingga
Sehingga menunjukkan akibat dari peristiwa sebelumnya.
3. C. pertama
Pertama menunjukkan tahap awal dalam suatu urutan.
4. B. sebab-akibat
Kata “akibatnya” menunjukkan akibat dari suatu kejadian.
5. C. Kemudian, asap dilepaskan ke udara.
“Kemudian” merupakan kata penghubung urutan.
6. karena / sebab
7. akhirnya
8. oleh karena itu
Pedoman Esai
9. Contoh jawaban:
Sampah plastik menumpuk karena banyak orang membuangnya sembarangan. Sampah tersebut menyumbat saluran air sehingga dapat menyebabkan banjir.
10. Jawaban dapat bervariasi selama:
sesuai dengan topik lingkungan;
menggunakan minimal 3 kata penghubung;
terdapat hubungan sebab-akibat dan/atau urutan;
informasi disampaikan secara runtut dan logis.
13. Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan Materi
Hari ini murid belajar bahwa kata penghubung sangat penting dalam teks eksplanasi karena membantu membuat informasi menjadi runtut dan logis.
Terdapat dua kelompok kata penghubung yang dipelajari:
Kata Penghubung Sebab-Akibat
karena, sebab, akibatnya, sehingga, oleh karena itu
Kata Penghubung Urutan
pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya
Murid juga belajar menyusun teks eksplanasi sederhana dengan struktur:
Pernyataan Umum → Deretan Penjelas → Penutup
Refleksi Pembelajaran
Guru mengajak murid menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang kamu pahami tentang kata penghubung?
Apa perbedaan kata penghubung sebab-akibat dan kata penghubung urutan?
Kata penghubung apa yang paling mudah kamu gunakan?
Bagian mana yang masih terasa sulit?
Bagaimana kata penghubung membantu tulisanmu menjadi lebih mudah dipahami?
Apa kepedulian terhadap lingkungan yang dapat kamu lakukan setelah pembelajaran hari ini?
Kendala Pembelajaran
....................................................................................
....................................................................................
Tindak Lanjut
Murid yang telah memahami materi diberikan kegiatan pengayaan berupa menulis teks eksplanasi dengan menggunakan lebih banyak variasi kata penghubung.
Murid yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan melalui latihan melengkapi kalimat dan menyusun kalimat secara bertahap sebelum menulis teks eksplanasi secara utuh.
Capaian Pembelajaran
Jumlah murid yang sudah memahami : ........ siswa
Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan : ........ siswa
MATERI AJAR SENI RUPA KELAS 6
๐ UNSUR-UNSUR GARIS DALAM SENI RUPA ๐
๐ Halo, Sobat Seni!
Pernahkah kamu melihat gambar yang terdiri dari garis lurus, garis melengkung, atau garis zig-zag? ✏️
Tahukah kamu bahwa garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa?
Dengan garis, kita dapat membuat berbagai macam gambar, bentuk, pola, dan hiasan yang indah. Bahkan, sebuah gambar sederhana dapat menjadi lebih menarik hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.
Yuk, kita belajar mengenal unsur-unsur garis dalam seni rupa! ๐จ๐️
๐ฏ Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan dapat:
✅ Menjelaskan pengertian garis dalam seni rupa.
✅ Mengenal berbagai jenis garis.
✅ Menjelaskan karakteristik setiap jenis garis.
✅ Mengetahui fungsi garis dalam karya seni rupa.
✅ Membuat karya seni menggunakan berbagai jenis garis.
๐️ A. Apa Itu Garis?
Garis adalah goresan memanjang yang terbentuk dari pertemuan atau rangkaian titik-titik.
Dalam seni rupa, garis dapat digunakan untuk:
๐จ Membuat bentuk atau objek.
๐จ Membuat pola dan hiasan.
๐จ Menunjukkan arah dan gerakan.
๐จ Memberikan kesan tertentu pada gambar.
๐จ Membuat tekstur pada suatu objek.
Contohnya, ketika kita menggambar sebuah rumah, kita menggunakan garis untuk membuat dinding, atap, pintu, dan jendela. ๐
๐ B. Jenis-Jenis Garis
Garis memiliki berbagai macam bentuk. Setiap garis dapat memberikan kesan yang berbeda.
Mari kita mengenal beberapa jenis garis berikut!
1️⃣ Garis Horizontal ➖
Garis horizontal adalah garis yang arahnya mendatar dari kiri ke kanan.
Contoh: ─────────
Garis horizontal dapat memberikan kesan:
๐ฟ Tenang
๐ฟ Damai
๐ฟ Stabil
๐ฟ Santai
Contoh penggunaan:
Garis horizontal dapat digunakan untuk menggambarkan permukaan tanah, laut, atau garis cakrawala.
2️⃣ Garis Vertikal │
Garis vertikal adalah garis yang arahnya tegak dari atas ke bawah.
Contoh: │││││
Garis vertikal dapat memberikan kesan:
๐ข Tegak
๐ข Kokoh
๐ข Kuat
๐ข Tinggi
Contoh penggunaan:
Garis vertikal dapat digunakan untuk menggambar tiang, gedung, pohon, atau batang tanaman.
3️⃣ Garis Diagonal /
Garis diagonal adalah garis yang arahnya miring.
Contoh: / / / /
Garis diagonal dapat memberikan kesan:
⚡ Gerak
⚡ Dinamis
⚡ Aktif
⚡ Tidak stabil
Contoh penggunaan:
Garis diagonal dapat digunakan untuk menggambarkan lereng gunung, sinar cahaya, atau gerakan benda.
4️⃣ Garis Lengkung 〰️
Garis lengkung adalah garis yang bentuknya melengkung atau tidak lurus.
Contoh: 〰️〰️〰️
Garis lengkung dapat memberikan kesan:
๐ Lembut
๐ Luwes
๐ Indah
๐ Mengalir
Contoh penggunaan:
Garis lengkung dapat digunakan untuk menggambar ombak, awan, rambut, atau kelopak bunga.
5️⃣ Garis Zig-Zag ⚡
Garis zig-zag adalah garis yang memiliki bentuk patah-patah dan membentuk sudut.
Contoh: /////\
Garis zig-zag dapat memberikan kesan:
⚡ Tegas
⚡ Tajam
⚡ Kuat
⚡ Berenergi
Contoh penggunaan:
Garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambar kilat, gunung, atau ornamen dekoratif.
6️⃣ Garis Spiral ๐
Garis spiral adalah garis yang bentuknya berputar melingkar menuju bagian tengah atau keluar dari tengah.
Contoh: ๐
Garis spiral dapat memberikan kesan:
๐ Gerakan
๐ Perputaran
๐ Dinamis
๐ Unik
Contoh penggunaan:
Garis spiral dapat ditemukan pada gambar pusaran air, cangkang siput, atau motif hias.
7️⃣ Garis Putus-Putus - - - - -
Garis putus-putus adalah garis yang terdiri dari bagian-bagian garis yang terpisah.
Contoh: - - - - - - - -
Garis ini dapat memberikan kesan:
✨ Ringan
✨ Teratur
✨ Terputus
✨ Dekoratif
Garis putus-putus sering digunakan dalam gambar teknik, pola, dan hiasan.
8️⃣ Garis Tebal dan Tipis
Garis juga dapat dibedakan berdasarkan ketebalannya.
Garis Tebal
Memberikan kesan:
๐ช Kuat
๐ช Tegas
๐ช Menonjol
Garis Tipis
Memberikan kesan:
๐ธ Lembut
๐ธ Halus
๐ธ Ringan
Perbedaan tebal dan tipis pada garis dapat membuat gambar terlihat lebih menarik dan memiliki variasi.
๐จ C. Fungsi Garis dalam Seni Rupa
Dalam sebuah karya seni rupa, garis memiliki beberapa fungsi.
๐ผ️ 1. Membentuk Objek
Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk suatu benda.
Contoh: rumah, pohon, manusia, hewan, dan benda lainnya.
๐ผ️ 2. Membuat Pola
Garis dapat disusun berulang-ulang sehingga membentuk pola yang menarik.
Contoh:pola batik dan motif dekoratif.
๐ผ️ 3. Menunjukkan Gerakan
Garis dapat memberikan kesan bahwa suatu objek sedang bergerak.
Contoh: garis melengkung pada gambar ombak atau garis diagonal pada gambar benda yang sedang melaju.
๐ผ️ 4. Memberikan Tekstur
Garis dapat digunakan untuk memberikan kesan permukaan pada suatu benda.
Contoh: garis-garis pada batang pohon untuk menunjukkan tekstur kulit kayu.
๐ผ️ 5. Sebagai Hiasan
Garis dapat digunakan sebagai ornamen atau dekorasi agar karya seni terlihat lebih indah.
๐ก Tahukah Kamu?
Satu jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda jika digunakan dengan cara yang berbeda.
Misalnya,garis zig-zag dapat digunakan untuk menggambarkan kilat ⚡, tetapi juga dapat digunakan sebagai motif hias pada sebuah karya seni.
Jadi, kreativitas seniman sangat penting dalam menggunakan garis! ๐จ✨
๐ง Ayo Mengingat!
Pasangkan jenis garis dengan kesan yang tepat!
Jenis Garis Kesan
Horizontal Tenang dan stabil
Vertikal Kokoh dan kuat
Diagonal Dinamis dan bergerak
Lengkung Lembut dan luwes
Zig-zag Tegas dan berenergi
Spiral Berputar dan dinamis
✏️ AYO BERKARYA!
Sekarang waktunya kamu berkreasi! ๐จ
๐ผ️ Tugas: Membuat Gambar dari Berbagai Jenis Garis
Alat dan bahan:
✏️ Pensil
๐️ Pensil warna atau krayon
๐ Kertas gambar
๐️ Spidol
Langkah-langkah:
Siapkan kertas gambar.
Buatlah minimal 6 jenis garis.
Gunakan garis horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, dan spiral.
Kembangkan garis-garis tersebut menjadi sebuah gambar atau pola yang menarik.
Warnai hasil karyamu dengan kreatif.
Berikan judul pada karya yang telah kamu buat.
๐ Tantangan Kreatif!
Cobalah membuat sebuah gambar pemandangan hanya dengan menggunakan berbagai jenis garis.
Misalnya:
๐️ Gunung menggunakan garis diagonal.
๐ Laut menggunakan garis lengkung.
๐ณ Batang pohon menggunakan garis vertikal.
☁️ Awan menggunakan garis lengkung.
☀️ Sinar matahari menggunakan garis lurus.
Berani mencoba? ๐๐จ
๐ฎ KUIS CERIA
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Garis yang memberikan kesan tenang dan stabil adalah ....
A. Garis zig-zag
B. Garis horizontal
C. Garis diagonal
D. Garis spiral
2. Garis yang berbentuk patah-patah disebut ....
A. Garis lengkung
B. Garis spiral
C. Garis zig-zag
D. Garis horizontal
3. Garis vertikal memberikan kesan ....
A. Kokoh dan kuat
B. Lembut dan luwes
C. Berputar
D. Mengalir
4. Garis yang memberikan kesan lembut dan mengalir adalah ....
A. Garis zig-zag
B. Garis diagonal
C. Garis lengkung
D. Garis vertikal
5. Garis dapat digunakan untuk ....
A. Membentuk objek
B. Membuat pola
C. Memberikan tekstur
D. Semua jawaban benar
๐ KUNCI JAWABAN
B. Garis horizontal
C. Garis zig-zag
A. Kokoh dan kuat
C. Garis lengkung
D. Semua jawaban benar
Garis merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa. Garis memiliki berbagai jenis dan karakteristik, seperti horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, zig-zag, spiral, dan putus-putus.
Setiap jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda. Garis dapat digunakan untuk membentuk objek, membuat pola, menunjukkan gerakan, memberikan tekstur, dan menghias karya seni.
๐จ Jadi, jangan takut untuk bermain dengan garis!
Dengan kreativitas dan imajinasi, berbagai macam garis dapat diubah menjadi karya seni yang indah dan menarik. ✨
๐ฌ Pesan untuk anak sholih sholihah
"Setiap garis adalah awal dari sebuah karya. Teruslah menggambar, berkreasi, dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru!" ๐จ๐
SESI SELESAI
๐ Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.
Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
๐ Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
๐Sangat Senang
๐Senang
๐Biasa Saja
๐Bingung
๐ดMengantuk
๐ Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
IPAS
A. Apa Itu Pernapasan?
Pernapasan adalah proses masuknya oksigen (O₂) ke dalam tubuh dan keluarnya karbon dioksida (CO₂) serta uap air dari tubuh.
Kita bernapas setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Tubuh membutuhkan oksigen untuk membantu menghasilkan energi yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas.
Secara sederhana:
Menghirup udara → Oksigen masuk → Oksigen digunakan tubuh → Karbon dioksida dihasilkan → Karbon dioksida dikeluarkan
B. Mengapa Kita Harus Bernapas?
Setiap sel tubuh membutuhkan oksigen untuk melakukan proses menghasilkan energi dari makanan.
Oksigen yang kita hirup akan dibawa oleh darah menuju seluruh tubuh.
Sementara itu, karbon dioksida sebagai hasil proses di dalam tubuh akan dibawa kembali oleh darah menuju paru-paru untuk dikeluarkan saat kita mengembuskan napas.
Jadi, bernapas sangat penting karena membantu tubuh:
- mendapatkan oksigen;
- menghasilkan energi;
- membuang karbon dioksida;
- menjaga tubuh tetap dapat melakukan aktivitas.
C. Organ-Organ Sistem Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan manusia terdiri atas beberapa organ yang bekerja secara berurutan.
Urutan jalannya udara:
Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus
Mari kita mengenalinya satu per satu.
1. Hidung
Hidung merupakan tempat pertama masuk dan keluarnya udara.
Di dalam hidung terdapat rambut hidung dan lendir yang membantu menyaring debu dan kotoran dari udara.
Hidung juga membantu menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.
Fungsi utama hidung:
- tempat masuknya udara;
- menyaring kotoran;
- menghangatkan udara;
- melembapkan udara.
2. Faring
Faring atau tenggorokan merupakan bagian yang menjadi persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
Udara dari hidung akan melewati faring menuju laring.
3. Laring
Laring sering disebut kotak suara karena di dalamnya terdapat pita suara.
Laring juga menjadi jalan masuk udara menuju trakea.
4. Trakea
Trakea disebut juga batang tenggorokan.
Trakea berbentuk seperti tabung dan memiliki cincin tulang rawan yang membantu menjaga agar saluran tetap terbuka.
Bagian dalam trakea dilapisi lendir dan memiliki rambut getar yang membantu menangkap serta mengeluarkan kotoran.
5. Bronkus
Trakea bercabang menjadi dua bagian yang disebut bronkus.
- Bronkus kanan menuju paru-paru kanan.
- Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.
Bronkus berfungsi menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru.
6. Bronkiolus
Bronkus kemudian bercabang menjadi saluran yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.
Bronkiolus membawa udara menuju alveolus.
7. Alveolus
Alveolus merupakan kantung-kantung udara kecil yang terdapat di dalam paru-paru.
Di alveolus terjadi pertukaran gas.
- Oksigen dari udara masuk ke dalam darah.
- Karbon dioksida dari darah masuk ke alveolus untuk kemudian dikeluarkan saat mengembuskan napas.
Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan dikelilingi pembuluh darah sehingga pertukaran gas dapat berlangsung dengan mudah.
D. Paru-Paru
Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan manusia.
Manusia memiliki dua paru-paru:
Paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.
Di dalam paru-paru terdapat bronkus, bronkiolus, dan alveolus.
E. Bagaimana Kita Bisa Menarik dan Mengembuskan Napas?
Pernahkah kalian memperhatikan dada ketika menarik napas?
Saat menarik napas, dada biasanya mengembang.
Saat mengembuskan napas, dada kembali mengecil.
Hal ini terjadi karena adanya kerja diafragma dan otot antartulang rusuk.
1. Inspirasi
Inspirasi adalah proses masuknya udara ke dalam paru-paru.
Ketika inspirasi:
- Diafragma berkontraksi dan bergerak turun.
- Rongga dada membesar.
- Tekanan udara di dalam paru-paru menurun.
- Udara dari luar masuk ke paru-paru.
Ingat:
Tarik napas → rongga dada membesar → udara masuk.
2. Ekspirasi
Ekspirasi adalah proses keluarnya udara dari paru-paru.
Ketika ekspirasi:
- Diafragma relaksasi dan bergerak naik.
- Rongga dada mengecil.
- Tekanan udara di dalam paru-paru meningkat.
- Udara keluar dari paru-paru.
Ingat:
Hembuskan napas → rongga dada mengecil → udara keluar.
F. Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut
Gerakan bernapas dapat melibatkan otot antartulang rusuk dan diafragma.
Pernapasan dada
Pernapasan dada lebih banyak melibatkan otot antartulang rusuk.
Ketika menarik napas, otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan rongga dada membesar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut lebih banyak melibatkan diafragma.
Ketika menarik napas, diafragma berkontraksi dan bergerak turun sehingga rongga dada membesar.
G. Frekuensi Pernapasan
Frekuensi pernapasan adalah jumlah napas yang dilakukan dalam waktu tertentu, biasanya dihitung dalam satu menit.
Frekuensi pernapasan dapat berubah karena berbagai faktor, misalnya:
- aktivitas fisik;
- usia;
- kondisi tubuh;
- keadaan emosi;
- lingkungan.
Ketika berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen sehingga napas biasanya menjadi lebih cepat.
Contohnya, setelah berlari, kita mungkin merasa:
“Hah... hah... hah...”
Hal tersebut merupakan respons tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat.
H. Hubungan Sistem Pernapasan dengan Sistem Peredaran Darah
Sistem pernapasan tidak bekerja sendirian.
Sistem pernapasan bekerja sama dengan sistem peredaran darah.
Alurnya:
Udara → paru-paru → alveolus → oksigen masuk ke darah → darah membawa oksigen ke seluruh tubuh
Sebaliknya:
Sel tubuh menghasilkan karbon dioksida → darah membawa karbon dioksida → paru-paru → karbon dioksida dikeluarkan
Jadi, sistem pernapasan dan sistem peredaran darah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh dan membuang karbon dioksida.
I. Gangguan pada Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan apabila tidak dijaga dengan baik.
Beberapa contoh gangguan pernapasan antara lain:
1. Asma
Gangguan yang dapat menyebabkan saluran pernapasan menyempit sehingga seseorang mengalami kesulitan bernapas.
2. Influenza
Penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan gejala seperti pilek, batuk, serta demam.
3. Bronkitis
Peradangan pada bronkus yang dapat menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan.
4. Pneumonia
Infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran udara.
J. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan
Kita dapat menjaga kesehatan sistem pernapasan dengan cara:
- Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
- Menghindari udara yang sangat berpolusi jika memungkinkan.
- Menggunakan masker ketika kondisi lingkungan banyak debu atau polusi.
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
- Rajin berolahraga.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Mencuci tangan dengan sabun.
- Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
- Menanam dan merawat tumbuhan di lingkungan sekitar.
- Segera beristirahat dan meminta bantuan orang dewasa jika mengalami gangguan kesehatan.
K. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 – “Tarik dan Hembuskan”
Murid meletakkan tangan di dada atau perut.
Kemudian:
Langkah 1: Tarik napas perlahan melalui hidung.
Langkah 2: Rasakan perubahan pada dada atau perut.
Langkah 3: Tahan sebentar dengan nyaman.
Langkah 4: Hembuskan napas secara perlahan.
Pertanyaan:
- Apa yang terjadi ketika menarik napas?
- Apa yang terjadi ketika mengembuskan napas?
- Mengapa dada atau perut dapat bergerak?
- Organ apa yang berperan dalam proses tersebut?
Aktivitas 2 – “Ikuti Perjalanan Udara”
Susunlah organ berikut sesuai dengan jalannya udara:
Alveolus – hidung – bronkus – trakea – bronkiolus – faring – laring
Jawaban:
Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus
Aktivitas 3 – Eksperimen Sederhana
Model Paru-Paru dengan Botol
Alat dan bahan:
- botol plastik bekas;
- dua balon kecil;
- satu balon besar;
- sedotan atau selang kecil;
- plastisin;
- gunting;
- karet gelang.
Konsep yang diamati:
Model tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan bahwa perubahan volume ruang dapat menyebabkan udara masuk atau keluar.
Pertanyaan:
- Apa yang terjadi pada balon ketika bagian bawah model ditarik?
- Apa yang terjadi ketika bagian bawah model didorong?
- Organ tubuh apa yang dapat dianalogikan dengan bagian bawah model?
- Apa hubungan perubahan ruang dengan masuk dan keluarnya udara?
Aktivitas 4 – Numerasi Pernapasan
Catat jumlah napasmu selama 1 menit dalam kondisi duduk tenang.
Kemudian lakukan aktivitas fisik ringan sesuai arahan guru dan hitung kembali jumlah napas selama 1 menit.
| Kondisi | Jumlah Napas/menit |
|---|---|
| Sebelum aktivitas | .... |
| Setelah aktivitas | .... |
Pertanyaan:
- Apakah jumlah napas sebelum dan sesudah aktivitas sama?
- Kondisi mana yang memiliki frekuensi napas lebih tinggi?
- Mengapa aktivitas fisik dapat memengaruhi frekuensi pernapasan?
RANGKUMAN
Sistem pernapasan manusia merupakan sistem organ yang berfungsi mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
Urutan organ pernapasan:
Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus
Pertukaran gas terjadi di:
Alveolus
Inspirasi:
Udara masuk → rongga dada membesar
Ekspirasi:
Udara keluar → rongga dada mengecil
Organ penting dalam gerakan pernapasan:
Diafragma dan otot antartulang rusuk
Menjaga kesehatan pernapasan:
Tidak merokok, menghindari polusi, berolahraga, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga sirkulasi udara.
ASESMEN FORMATIF
Pilihan Ganda
1. Organ pertama yang dilalui udara ketika kita bernapas melalui hidung adalah ....
A. bronkus
B. hidung
C. alveolus
D. paru-paru
2. Tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida adalah ....
A. trakea
B. bronkus
C. alveolus
D. laring
3. Ketika menarik napas, diafragma akan ....
A. bergerak naik
B. bergerak turun
C. tidak bergerak
D. menutup saluran pernapasan
4. Fungsi utama alveolus adalah ....
A. menghasilkan suara
B. menyaring makanan
C. tempat pertukaran gas
D. menghangatkan makanan
5. Setelah melakukan aktivitas fisik, frekuensi pernapasan biasanya ....
A. menurun
B. meningkat
C. berhenti
D. tetap selalu sama
Isian
6. Cabang trakea yang menuju paru-paru disebut ....
7. Saluran kecil yang merupakan percabangan bronkus disebut ....
8. Gas yang dibutuhkan tubuh dalam proses pernapasan adalah ....
9. Gas yang dikeluarkan ketika mengembuskan napas adalah ....
10. Organ yang membantu mengatur gerakan pernapasan dengan mengubah ukuran rongga dada adalah ....
KUNCI JAWABAN
- B. hidung
- C. alveolus
- B. bergerak turun
- C. tempat pertukaran gas
- B. meningkat
- Bronkus
- Bronkiolus
- Oksigen
- Karbon dioksida
- Diafragma
REFLEKSI PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari sistem pernapasan, murid menjawab:
- Apa fungsi utama sistem pernapasan?
- Bagaimana perjalanan udara dari hidung hingga alveolus?
- Apa perbedaan inspirasi dan ekspirasi?
- Mengapa napas kita menjadi lebih cepat setelah beraktivitas?
- Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru?
- Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini?
Kalimat Refleksi Murid
Hari ini saya belajar bahwa ................................................................
Hal yang paling saya pahami adalah ..............................................
Hal yang masih ingin saya ketahui adalah ....................................
Mulai hari ini saya akan .................................................................
PESAN PEMBELAJARAN
“Bernapas adalah nikmat yang sering kita lakukan tanpa menyadarinya. Karena itu, mari kita menjaga kesehatan sistem pernapasan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.”
