Jumat, 18 September 2026

Materi Ajar: Jumat, 18 September 2026

 Materi Belajar Hari Ini

Yuk, Berkenalan dengan
Bilangan Desimal! 🔢✨

Perkalian & Pembagian Bilangan Desimal — Kelas VI

🗂️ IDENTITAS PEMBELAJARAN

1.Nama Guru:Tutik Handayani, S.Pd.
2.Hari / Tanggal:Jumat, 18 September 2026
3.Fase / Kelas:Fase C / Kelas VI
4.Mata Pelajaran:Matematika
5.Materi:Bilangan Desimal (Perkalian dan Pembagian)
6.Pertemuan Ke:minggu ketiga
⭐ ⭐ ⭐
1INFO PEMBELAJARAN

🎯 Rencana Belajar Kita Hari Ini

📖 Capaian Pembelajaran (CP Fase C – acuan terbaru)

Pada akhir Fase C, murid memiliki pemahaman bilangan yang kuat: membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah, melakukan operasi hitung bilangan cacah, serta mengolah pecahan — termasuk mengubah pecahan menjadi bentuk desimal, membandingkan, mengurutkan, dan mengoperasikan bilangan desimal untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari seperti transaksi uang, pengukuran panjang, dan berat.

🎯 Tujuan Pembelajaran

  • Murid dapat melakukan operasi perkalian bilangan desimal dengan bilangan asli maupun bilangan desimal lainnya.
  • Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan desimal dengan bilangan asli maupun bilangan desimal lainnya.
  • Murid dapat menerapkan perkalian dan pembagian desimal untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (belanja, ukuran, berat, dan lainnya).

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh soal cerita sehari-hari yang mengandung angka desimal.
  2. Murid berdiskusi kelompok menemukan cara mengalikan dan membagi bilangan desimal.
  3. Murid berlatih terbimbing bersama guru dengan beberapa contoh soal.
  4. Murid mengerjakan latihan mandiri untuk memastikan pemahaman.
  5. Murid mengikuti evaluasi/asesmen formatif di akhir pembelajaran.

⏱️ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model & Metode

Problem Based Learning, dipadukan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, dan latihan soal terbimbing — cocok karena murid belajar melalui masalah nyata sehari-hari.

🧰 Media & Alat Peraga

  • Kartu bilangan desimal
  • Uang mainan / contoh nota belanja
  • Garis bilangan desimal
  • Video pembelajaran
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Papan tulis & kalkulator sederhana (untuk mengecek jawaban)
🌙 ✨ ☀️
2PENDAHULUAN

🤲 Apersepsi: Mengingat Kebesaran Allah

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! 🌸

Apa kabar anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! Sudahkah kalian melaksanakan sholat dan berdoa sebelum belajar hari ini? 🙏

✨ Allah Maha Pencipta (Al-Khaliq)

Allah menciptakan alam semesta dengan sangat teliti dan penuh perhitungan — jarak antarplanet, ukuran benda, hingga angka-angka kecil di belakang koma yang kita pelajari hari ini pun adalah bagian dari keteraturan ciptaan-Nya.

🛡️ Allah Maha Memelihara (Al-Malik)

Sama seperti Allah memelihara alam semesta dengan sangat rapi dan teratur, saat kita menghitung bilangan desimal kita juga harus teliti menjaga letak koma agar hasilnya tidak keliru.

🎁 Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq)

Setiap hari kita berbelanja atau menerima uang jajan yang seringkali menggunakan angka desimal, seperti harga barang dan uang kembalian. Itu semua adalah rezeki dari Allah yang harus kita hitung dan syukuri dengan teliti.

🔎 Pertanyaan Pemantik:
Pernahkah kalian membeli jajanan di warung dan harganya tertulis dengan angka desimal, misalnya Rp2.500,50? Bagaimana ya cara kita menghitung total belanja atau kembalian jika ada angka desimal seperti itu? Yuk kita cari tahu jawabannya hari ini! 🚀
📝 🔁 📝
3PEMANASAN

🔁 Yuk, Ingat Lagi Materi Kemarin!

Bahasa Indonesia Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita ingat kembali cerita "Kupu-Kupu Mira" yang sudah kita baca dan simak kemarin. Jawablah dengan BENAR atau SALAH!

  1. Mira adalah tokoh utama dalam cerita yang mengalami proses perubahan menjadi kupu-kupu. (Benar/Salah)
  2. Mira langsung menjadi kupu-kupu cantik tanpa melalui proses apa pun. (Benar/Salah)
  3. Cerita "Kupu-Kupu Mira" mengajarkan tentang pentingnya sabar dalam menghadapi proses perubahan. (Benar/Salah)
  4. Dalam cerita, Mira merasa sedih karena harus melewati tahap kepompong yang gelap dan sunyi. (Benar/Salah)
  5. Pesan moral cerita ini adalah bahwa hasil yang indah membutuhkan proses dan usaha. (Benar/Salah)
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Benar
  2. Salah
  3. Benar
  4. Benar
  5. Benar

*Guru dapat menyesuaikan soal dengan isi teks "Kupu-Kupu Mira" pada Buku SIBI Revisi 2025 yang digunakan di kelas.

🎬 💡 🎬
4INTI PEMBELAJARAN

🎥 Menonton & Belajar Bersama

Klik di sini untuk menonton video pembelajaran "Perkalian & Pembagian Bilangan Desimal"

*Tautan di atas mengarah ke hasil pencarian YouTube — silakan pilih video yang paling sesuai untuk ditayangkan di kelas.

✖️ Cara Mengalikan Bilangan Desimal

Kalikan bilangannya dulu seperti bilangan biasa (abaikan komanya), lalu letakkan koma pada hasil sesuai jumlah total angka di belakang koma pada kedua bilangan yang dikalikan.

Contoh: Budi membeli 3 bungkus keripik, setiap bungkus seharga Rp2.500,75.
2.500,75 × 3 → kalikan seperti biasa: 250075 × 3 = 750225, lalu kembalikan komanya (2 angka di belakang koma) → Rp7.502,25

➗ Cara Membagi Bilangan Desimal

Jika pembaginya juga desimal, ubah dulu menjadi bilangan bulat dengan mengalikan 10, 100, atau 1000 pada pembagi dan yang dibagi secara bersamaan, baru kerjakan pembagian seperti biasa.

Contoh: Ibu memiliki kain sepanjang 7,5 meter yang akan dibagi rata untuk 3 anak.
7,5 ÷ 3 = 2,5 meter untuk setiap anak.

🛒 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Menghitung total harga belanja saat harga barang mengandung angka desimal (misalnya Rp3.250,50).
  • Membagi rata panjang tali, kain, atau pita untuk beberapa teman.
  • Menghitung jarak tempuh kendaraan per liter bahan bakar.
🌈 🎈 🌈
5AKTIVITAS SERU

🎈 Mindful • Meaningful • Joyful

🧘 Mindful

Sebelum berhitung, mari tarik napas pelan-pelan 3 kali sambil menutup mata, agar pikiran kita fokus dan tenang saat menghitung angka desimal.

💡 Meaningful

Coba hitung total uang jajanmu sendiri hari ini menggunakan angka desimal, lalu bandingkan dengan uang kembalian yang biasa kamu terima.

🎉 Joyful

Bermain "Pasar Desimal"! Berkelompoklah, gunakan uang mainan untuk berjual-beli barang dengan harga desimal, lalu hitung total belanja dan kembaliannya bersama-sama.

✏️ 📊 ✏️
6UJI KEMAMPUAN

📝 Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. 0,4 × 2 = …
    • A. 0,6
    • B. 0,8
    • C. 4,2
    • D. 8,0
  2. 3,6 ÷ 3 = …
    • A. 1,8
    • B. 1,3
    • C. 1,2
    • D. 12
  3. Harga 1 buku adalah Rp3.250,50. Berapa harga 4 buku?
    • A. Rp13.002,00
    • B. Rp12.502,00
    • C. Rp13.020,00
    • D. Rp13.200,00
  4. Ibu memiliki pita sepanjang 12,6 meter yang dibagi rata untuk 6 anak. Panjang pita setiap anak adalah …
    • A. 2,6 m
    • B. 21 m
    • C. 2,0 m
    • D. 2,1 m
  5. Sebuah mobil menempuh jarak 45,6 km dengan menghabiskan 3,8 liter bensin. Jarak tempuh per liter bensin adalah …
    • A. 10 km/liter
    • B. 12 km/liter
    • C. 11 km/liter
    • D. 13 km/liter

B. Isian Singkat

  1. 2,5 × 4 = ….
  2. 8,4 ÷ 2 = ….
  3. Andi membeli 5 permen seharga Rp750,25 per buah. Total uang yang harus dibayar Andi adalah Rp….

C. Esai

  1. Sebuah toko kue menjual roti seharga Rp12.500,75 per buah. Jika Bu Rina membeli 6 roti, berapa total uang yang harus dibayar Bu Rina? Tuliskan cara penyelesaianmu secara lengkap.
  2. Sebuah drum berisi 68,4 liter minyak akan dituangkan ke beberapa jerigen kecil, setiap jerigen berkapasitas 5,7 liter. Berapa banyak jerigen yang dibutuhkan agar semua minyak tertampung? Jelaskan langkah-langkah perhitunganmu.
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B. 0,8
  2. C. 1,2
  3. A. Rp13.002,00
  4. D. 2,1 m
  5. B. 12 km/liter

Isian Singkat:

  1. 10
  2. 4,2
  3. Rp3.751,25

Esai:

  1. 12.500,75 × 6 = Rp75.004,50
  2. 68,4 ÷ 5,7 = 12 jerigen
🌻 💬 🌻
7PENUTUP

📌 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa mengalikan dan membagi bilangan desimal itu sama saja dengan bilangan biasa, hanya saja kita perlu teliti menjaga letak tanda komanya. Kemampuan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berbelanja, membagi bahan, atau menghitung jarak. Yuk, terus berlatih dengan teliti dan penuh semangat! 💪✨

😊 Bagaimana Perasaanmu Belajar Hari Ini?

😄Sangat Senang
🙂Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😢Sedih
👩‍🏫 📔 👩‍🏫
8CATATAN GURU

👩‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid mungkin masih keliru meletakkan tanda koma saat mengalikan atau membagi bilangan desimal, terutama pada soal cerita yang melibatkan uang.

🛠️ Tindak Lanjut

Memberikan latihan tambahan dengan alat peraga konkret (uang mainan/garis bilangan) serta pendampingan individu bagi murid yang masih kesulitan.

✅ Murid yang Sudah Paham

 

🔄 Murid yang Belum Paham

 

Dibuat dengan ❤️ oleh Bu Tutik Handayani, S.Pd. — Semangat belajar, anak-anak hebat! 🌟

Kamis, 17 September 2026

Materi Ajar: Kamis, 17 September 2026

 📚 IDENTITAS

Yuk, Belajar Bahasa Indonesia Bareng Bu Guru! ✨🌈

1. Nama Guru:Tutik Handayani, S.Pd.
2. Hari / Tanggal:Kamis, 17 September 2026
3. Fase / Kelas:Fase C / Kelas VI
4. Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
5. Materi:Teks Sastra :Majas (Personifikasi,  Hiperbola, Sinestesia, Simile)
6.Pertemuan Ke:Minggu kedua
🌤️Apersepsi & Sapaan Pagi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah kesayangan Bu Guru? 😊 Semoga hari ini kalian sehat, ceria, dan semangat menuntut ilmu ya! Jangan lupa selalu awali hari dengan shalat dan doa, karena itu adalah bentuk syukur kita kepada Allah Swt.

Coba perhatikan sekeliling kita sebentar 👀 — angin yang berbisik pelan, ombak yang "menari" di pantai, atau matahari yang seolah "tersenyum" di pagi hari. Semua keindahan bahasa itu sebenarnya berasal dari kebesaran Allah Swt. yang Maha Pencipta (Al-Khaliq) 🌱, yang telah menciptakan alam dengan begitu indah sehingga manusia terinspirasi menciptakan kata-kata yang indah pula, yaitu majas!

Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik) 🤲, menjaga alam semesta tetap teratur dan indah setiap harinya, dan Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq) 🍃, termasuk memberi kita akal dan kemampuan berbahasa untuk mengungkapkan rasa syukur lewat kata-kata yang indah.

🌟 Pertanyaan Pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian mengucapkan kalimat seperti 'Anginnya menyapaku lembut' atau 'Aku sudah bilang seribu kali'? Menurut kalian, mengapa Allah menciptakan bahasa manusia begitu kaya dan indah sehingga bisa 'melebih-lebihkan' atau 'menghidupkan' benda mati dalam sebuah kalimat?" 🤔💭

🎯Identitas Mata Pelajaran
📌 Capaian Pembelajaran (CP 2026)
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menemukan dan mengidentifikasi informasi dari teks sastra (puisi, cerita, dan teks deskriptif) serta memahami penggunaan gaya bahasa (majas) sederhana yang terdapat di dalamnya untuk memperkaya pemahaman dan kemampuan berbahasa secara lisan maupun tulisan.
🏆 Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan mengamati, membaca, dan berdiskusi, murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri majas personifikasi, hiperbola, sinestesia, dan simile dengan tepat (joyful), serta mampu membuat contoh kalimat bermajas dalam kehidupan sehari-hari dengan percaya diri (meaningful).
🧩 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  • Murid mengamati contoh kalimat bermajas dari lingkungan sekitar 🌳
  • Murid menyimak video penjelasan ciri-ciri tiap jenis majas 🎬
  • Murid berdiskusi kelompok mengidentifikasi jenis majas dalam kalimat 👥
  • Murid mempraktikkan membuat kalimat bermajas sendiri ✍️
  • Murid mengerjakan latihan soal sebagai penguatan pemahaman 📝
📖 Materi
Majas Personifikasi, Hiperbola, Sinestesia, dan Simile — pengertian, ciri-ciri, dan contoh penggunaannya dalam kalimat sehari-hari.
⏰ Alokasi Waktu
2 x 35 menit
🧠 Model & Metode Pembelajaran
Model Discovery Learning dipadukan dengan metode tanya jawab, diskusi kelompok, dan permainan kartu majas, agar murid aktif menemukan sendiri konsep majas melalui contoh-contoh nyata.
🎨 Media & Alat Peraga
  • Video pembelajaran YouTube 🎥
  • Kartu bergambar berisi kalimat bermajas 🖼️
  • Papan tulis & spidol warna-warni 🖊️
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 📄
  • Speaker untuk memutar contoh audio kalimat majas 🔊

🔄Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Kemarin)
Materi: Teks Sastra

Sebelum belajar hal baru, ayo jawab dulu soal Benar/Salah berikut ini untuk mengingat materi kemarin ya! 😄

1. Teks sastra hanya berisi fakta ilmiah tanpa unsur imajinasi.(Benar / Salah)
2. Puisi merupakan salah satu contoh teks sastra.(Benar / Salah)
3. Cerita rakyat termasuk ke dalam teks sastra.(Benar / Salah)
4. Teks sastra tidak boleh menggunakan gaya bahasa yang indah.(Benar / Salah)
5. Tujuan teks sastra adalah untuk menghibur dan menyentuh perasaan pembaca.(Benar / Salah)
🔑 KUNCI JAWABAN

1. Salah  |  2. Benar  |  3. Benar  |  4. Salah  |  5. Benar


🎬Ayo Belajar Majas!
▶️

Tonton video seru berikut sebelum kita lanjut belajar ya!

🔗 Tonton Video Pembelajaran Majas di YouTube
🌳 Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat benda mati seolah-olah hidup seperti manusia. Contoh: "Daun-daun melambai ditiup angin" atau "Bel sekolah berteriak memanggil kami masuk kelas." 🎒

🌋 Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah ungkapan yang melebih-lebihkan sesuatu agar terdengar lebih menarik. Contoh: "Aku sudah memanggilmu beribu-ribu kali!" atau "Badannya kurus sekali sampai tinggal tulang." 😲

🎨 Majas Sinestesia

Majas sinestesia adalah ungkapan yang menukar dua indra yang berbeda. Contoh: "Suara merdunya sangat manis di telinga" (suara adalah indra pendengar, manis adalah indra pengecap). 🍬👂

🐎 Majas Simile

Majas simile adalah perumpamaan yang membandingkan dua hal menggunakan kata "seperti", "bagai", atau "laksana". Contoh: "Larinya cepat seperti kijang" atau "Wajahnya bersinar bagai rembulan."

Nah, anak-anak hebat! Sekarang kalian sudah tahu 4 jenis majas yang sering kita temui dalam percakapan sehari-hari, lho! Coba perhatikan, mungkin kalian sudah sering memakainya tanpa sadar 😄👍

🌈Aktivitas Mindful, Meaningful, Joyful
🧘 Mindful

Tarik napas dalam-dalam, lalu coba amati satu benda di sekitarmu (misalnya jam dinding atau pohon di luar jendela). Bayangkan jika benda itu bisa "hidup" — apa yang akan ia lakukan? Tuliskan satu kalimat personifikasi tentang benda tersebut. ☁️

💡 Meaningful

Bersama teman sebangku, buatlah 1 contoh kalimat untuk setiap jenis majas (personifikasi, hiperbola, sinestesia, simile) yang menggambarkan pengalaman kalian sehari-hari di rumah atau sekolah. 🏡📚

🎉 Joyful

Permainan "Tebak Majas"! Bu Guru akan membacakan sebuah kalimat, lalu murid berlomba mengangkat kartu jenis majas yang tepat secepat mungkin. Yang paling banyak benar dapat bintang penghargaan ⭐🏅


📝Ayo Uji Kemampuanmu!
A. Pilihan Ganda (Mudah → Sukar)
1. Kalimat "Ombak menari-nari di tepi pantai" termasuk majas...A. Simile   B. Personifikasi   C. Hiperbola   D. Sinestesia
2. "Suaranya sangat pahit didengar" adalah contoh majas...A. Sinestesia   B. Simile   C. Personifikasi   D. Hiperbola
3. Kata penghubung yang biasa digunakan dalam majas simile adalah...A. Karena   B. Seperti   C. Kemudian   D. Namun
4. "Air matanya membanjiri seluruh ruangan" termasuk majas...A. Hiperbola   B. Simile   C. Sinestesia   D. Personifikasi
5. Manakah kalimat berikut yang TIDAK termasuk majas personifikasi?A. Angin berbisik lembut   B. Matahari tersenyum cerah   C. Dia berlari cepat seperti angin   D. Pohon melambai-lambai
B. Isian Singkat
1. "Suara musiknya sangat manis di telinga" menggunakan majas ______.
2. Majas yang membandingkan dua hal menggunakan kata "bagai" atau "laksana" disebut majas ______.
3. "Aku menunggumu selama satu abad di depan gerbang" adalah contoh majas ______ karena bersifat melebih-lebihkan.
C. Esai
1. Buatlah masing-masing satu contoh kalimat majas personifikasi dan majas simile berdasarkan pengalamanmu sehari-hari!
2. Jelaskan perbedaan antara majas hiperbola dan majas sinestesia, lalu berikan satu contoh untuk masing-masing!
🔑 KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. B   4. A   5. C

Isian Singkat: 1. Sinestesia   2. Simile   3. Hiperbola

Esai: Disesuaikan dengan jawaban kreatif murid, dinilai berdasarkan ketepatan jenis majas dan kesesuaian kalimat.

🌟Kesimpulan

Hari ini kita telah belajar tentang 4 jenis majas: personifikasi (benda mati seolah hidup), hiperbola (melebih-lebihkan), sinestesia (menukar dua indra berbeda), dan simile (perumpamaan dengan kata "seperti/bagai"). Dengan mempelajari majas, kita bisa membuat kalimat menjadi lebih indah dan menarik, sama seperti keindahan yang Allah Swt. ciptakan di alam semesta ini. Yuk, terus berlatih menggunakan majas dalam tulisan sehari-hari! 💪📖

💗Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu setelah belajar hari ini! 😉

🤩
Sangat Senang
😊
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😴
Mengantuk
🧑‍🏫Refleksi Pembelajaran Guru
⚠️ Kendala PembelajaranSebagian murid masih kesulitan membedakan majas sinestesia dengan hiperbola karena keduanya sama-sama menggunakan ungkapan tidak biasa.
🛠️ Tindak Lanjut
Memberikan latihan tambahan berupa permainan kartu klasifikasi majas dan pendampingan kelompok kecil bagi murid yang masih bingung.
✅ Siswa yang Sudah Paham 
📌 Siswa yang Belum Paham 

Pendidikan Pancasila

Norma adalah aturan atau ketentuan yang berisi perintah dan larangan serta mengikat suatu kelompok. Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat suatu kebaikan. Adapun larangan merupakan kewajiban seseorang untuk tidak melakukan keburukan atau suatu perbuatan yang berakibat buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Perintah dan larangan tersebut akan menimbulkan aturan dan sanksi pada tiap-tiap norma.

Norma dalam kehidupan masyarakat sangat beragam. Norma dapat dikategorikan berdasarkan bentuk dan sumbernya. Berdasarkan bentuknya, norma dibedakan atas norma tertulis dan norma tidak tertulis. Adapun berdasarkan sumbernya, norma dapat dibedakan atas empat norma, yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum.

1. Norma Berdasarkan Bentuknya
Norma berdasarkan bentuknya yang tidak tertulis disebut norma informal atau non-formal. Norma informal adalah aturan atau pedoman yang tidak ditulis secara resmi dan biasanya diturunkan secara turun-temurun dalam masyarakat.

a. Norma Formal
Norma formal adalah aturan atau tata tertib yang bersifat resmi dan wajib ditaati oleh masyarakat, dirumuskan oleh pihak berwenang untuk menjaga ketertiban dan ketentraman. Contoh-contoh norma formal antara lain sebagai berikut :
  1. Undang-Undang Dasar 1945: Aturan dasar yang mengatur negara dan masyarakat Indonesia.
  2. Peraturan Pemerintah: Aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk melaksanakan undang-undang.
  3. Surat Keputusan Menteri: Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri untuk mengatur hal-hal tertentu di bidangnya.
  4. Peraturan Daerah: Aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah untuk mengatur kehidupan masyarakat di daerahnya.
  5. Undang-Undang Lalu Lintas: Aturan yang mengatur tentang lalu lintas, misalnya terkait SIM, STNK, dan perizinan kendaraan.
  6. Peraturan Perusahaan: Aturan yang mengatur tentang tata tertib di perusahaan, misalnya tentang jam kerja, pakaian seragam, dan prosedur kerja.
  7. Undang-Undang Perlindungan Konsumen: Aturan yang melindungi konsumen dari tindakan yang merugikan.

b. Norma Informal
Norma informal adalah norma yang tidak tertulis dan tidak memiliki sanksi formal, tetapi masih dihormati dan diikuti dalam masyarakat karena dianggap sebagai aturan perilaku yang baik dan umum. Norma jenis ini yang tidak ditulis secara resmi dan bersumber dari kebiasaan, kesepakatan masyarakat, atau budaya. Contoh norma informal antara lain sebagai berikut :
  1. Norma kesopanan, seperti cara berpakaian, berbicara, dan bersikap sopan terhadap orang lain.
  2. Norma kesusilaan, seperti menghindari perbuatan yang dianggap tidak baik atau tidak pantas.
  3. Norma adat istiadat, seperti tradisi atau ritual yang berlaku dalam masyarakat tertentu.
  4. Norma kebiasaan, seperti kebiasaan makan bersama, mengucapkan salam, atau membantu orang lain.
  5. Norma cara, seperti tata cara berpakaian saat menghadiri acara tertentu.

Perbedaan Norma Formal dan Informal
AspekNorma FormalNorma Informal
BentukTertulis, resmi, dan bersumber dari lembaga formal.Tidak tertulis, tidak resmi, dan bersumber dari kebiasaan atau kesepakatan masyarakat
SumberPemerintah, lembaga hukum, organisasi profesi.Masyarakat, keluarga, kelompok sosial.
PenerapanUmum, bersifat umum dan berlaku bagi semua anggota masyarakat yang bersangkutan.Khusus, berlaku dalam lingkungan tertentu (misalnya keluarga, kelompok teman)
SanksiFormal (misalnya hukuman pidana, sanksi administratif)Informal (misalnya teguran, cemoohan, penolakan sosial)
ContohUndang-Undang, peraturan pemerintah, kode etik profesi, tata tertib sekolah.Norma kesopanan, norma kesusilaan, norma adat istiadat, norma kebiasaan.

2. Norma Berdasarkan Sumbernya
a. Norma Agama
Norma agama adalah ketentuan-ketentuan yang dianggap sebagai wahyu dari Tuhan dan keberadaannya tidak boleh ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, norma agama merupakan peraturan hidup yang sifatnya mutlak, tidak dapat diubah. Norma agama berisi perintah atau aturan dari Tuhan Yang Maha Esa dan berlaku bagi orang-orang yang meyakini agama tersebut.

Pelaksanaan norma agama bersifat otonom, artinya bebas bagi setiap individu sesuai kepercayaan yang diyakini. Aturan-aturan dalam agama tidak hanya mengatur hubungan dengan Tuhan, melainkan juga hubungan dengan manusia. Pemeluk agama yang taat atau selalu menjalankan kaidah-kaidah agama akan mendapat pahala. Sebaliknya, seseorang yang melanggar norma agama akan mendapat dosa. Beberapa contoh penerapan norma agama dalam masyarakat sebagai berikut.
  1. Rajin beribadah sesuai keyakinan agama masing-masing.
  2. Menghormati kedua orang tua dan menjaga hubungan baik antarumat beragama.
  3. Membantu orang yang mengalami kesusahan.
  4. Mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama.
  5. Menjaga kerukunan antarumat beragama.
  6. Berdoa sebelum makan
  7. Menghindari berbohong
  8. Membantu orang yang membutuhkan.
  9. Berbuat baik kepada siapapun.
  10. Menghargai serta menghormati orang lain.
Norma Agama
b. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersumber dari hati nurani manusia sehingga menghasilkan moral. Bagi masyarakat yang tidak mematuhi norma ini dianggap sebagai orang yang tidak memiliki kesusilaan. Norma kesusilaan juga menghasilkan akhlak yang dapat membedakan sesuatu dianggap baik dan buruk.

Norma kesusilaan bersifat universal, artinya bebas atau tidak terikat ruang dan waktu (berlaku di mana pun dan kapan pun). Sikap patuh terhadap norma kesusilaan akan menumbuhkan kebahagiaan karena sesuai kata hati nurani. Adapun bagi orang yang melanggar norma kesusilaan akan merasa bersalah karena tidak sesuai kata hati nurani. Rasa bersalah itulah yang merupakan sanksi bagi pelanggar norma kesusilaan. Beberapa contoh bentuk norma kesusilaan diantaranya adalah :
  1. Tidak boleh menyakiti hati orang lain,
  2. Harus bertindak adil
  3. Selalu berkata jujur
  4. Menghindari perasaan iri
  5. Tidak merasa tinggi hati.
  6. Menjaga kesopanan dan etika dalam berbicara.
  7. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua.
  8. Menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.
  9. Tidak merokok di tempat umum.
  10. Membantu orang yang membutuhkan.
  11. Tidak membicarakan orang lain di belakang mereka.

Sanksi bagi pelanggar norma kesusilaan bersifat tidak tegas, misalnya rasa penyesalan, rasa bersalah, dan rasa malu sehingga akan memengaruhi mental pelaku pelanggaran. Seseorang yang sering melanggar norma kesusilaan selain merasa bersalah juga akan merasa tertekan, tidak tenang, dan gelisah.

C. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada cara seseorang bertingkah laku secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Norma kesopanan memberikan batasan perilaku kepada setiap individu mengenai cara bergaul yang baik dengan orang lain. Norma kesopanan selalu mengedepankan asas kepantasan, kepatutan, dan kebiasaan yang seharusnya berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Norma kesopanan tidak dapat berlaku secara umum, tetapi berlaku secara relatif. Artinya, terdapat perbedaan yang disesuaikan dengan tempat, lingkungan, dan waktu. Tiap- tiap masyarakat memiliki batasan dan pandangan kesopanan yang berbeda-beda. Hal ini karena norma kesopanan bersumber dari aturan tingkah laku yang diakui dalam masyarakat, seperti cara berpakaian, cara bersikap, dan berbicara dalam bergaul. Contoh bentuk norma kesopanan antara lain :
  1. Tidak mengenakan pakaian minim bagi perempuan di tempat umum.
  2. Tdak meludah di sembarang tempat.
  3. Memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan.
  4. Menghormati orang yang lebih tua
  5. Bertegur sapa dengan orang yang dikenal.
  6. Mengucapkan salam saat bertemu dengan orang lain.
  7. Menggunakan bahasa yang santun dan menghindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
  8. Menghargai hak-hak orang lain, tidak mengganggu privasi, dan tidak membuat kegaduhan.

Pelanggar norma kesopanan akan mendapatkan sanksi berupa celaan, cemoohan, dan dikucilkan dari pergaulan.

d. Norma Hukum
Hukum adalah aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis. Adapun norma hukum adalah ketentuan- ketentuan hidup yang berlaku dalam kehidupan sosial yang sumbernya adalah lembaga-lembaga yang berwenang, yaitu pemerintahan atau negara. Norma hukum memiliki sifat memaksa, yang berarti memiliki sanksi tegas bagi para pelanggarnya. Sanksi tegas inilah yang membedakan norma hukum dengan norma-norma yang lain.

Adanya peraturan yang diundangkan berarti mengikat masyarakat Indonesia untuk menaati dan tidak boleh melanggarnya. Apabila terbukti melanggar akan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Sanksi bagi pelanggar norma hukum dapat berupa penjara atau denda. Selain itu, sanksi dapat berupa pencabutan hak-hak tertentu bahkan perampasan barang bagi pelanggar hukum yang berlaku. Oleh karena itu, demi tegaknya hukum di Indonesia negara memiliki aparat-aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim.

Norma hukum berisi perintah atau larangan yang bersifat memaksa. Norma hukum pelaksanaannya dapat dipaksakan. Norma hukum biasanya berlaku berdasarkan peraturan perundang-undangan nasional. Norma hukum bersifat universal, artinya ketentuan hukum berlaku secara seragam di seluruh wilayah negara tanpa ada pengecualian. Bentuk norma hukum antara lain sebagai berikut :
  1. Keharusan menyalakan lampu utama kendaraan pada malam dan siang hari.
  2. Kewajiban membuat KTP untuk penduduk usia 17 tahun ke atas atau penduduk yang sudah menikah.
  3. Kewajiban membuat SIM untuk pengendara kendaraan bermotor.
  4. Larangan melakukan tindak pidana seperti pencurian.
  5. Tidak boleh menyebarkan informasi atau berita hoaks.
  6. Setiap pengendara mobil harus menggunakan sabuk pengaman
  7. Setiap pengendara harus menaati setiap rambu lalu lintas
  8. Setiap warga negara Indonesia wajib membayar pajak

Pelanggaran terhadap norma hukum akan mendapat sanksi tegas berupa sanksi denda dan hukuman seperti penjara kurungan.

Itulah macam-macam norma berdasarkan sumbernya. Masih ada bentuk norma lainnya dalam masyarakat, yaitu didasarkan tingkat daya ikat. Berdasarkan uraian tentang macam-macam norma, dapat dipahami ciri-ciri norma sebagai berikut.
  1. Hasil kesepakatan bersama.
  2. Berbentuk tertulis dan tidak tertulis.
  3. Memiliki sanksi.
  4. Bersifat dinamis.

Demikian pembahasan mengenai Macam-Macam Norma dalam Masyarakat. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Untuk membedakan norma kesopanan dan kesusilaan, kita perlu memahami dasar, sumber, dan sanksi dari masing-masing norma tersebut. Meskipun keduanya mengatur perilaku manusia dalam bermasyarakat, ada perbedaan mendasar yang membuat keduanya tidak sama.

Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah aturan hidup yang timbul dari pergaulan sekelompok manusia. Norma ini berkaitan dengan tata krama, etika pergaulan, dan sopan santun. Pelanggaran terhadap norma kesopanan biasanya tidak menimbulkan sanksi hukum, melainkan sanksi sosial atau celaan dari masyarakat.

Sumber: Norma kesopanan bersumber dari budaya, adat istiadat, dan kebiasaan yang berlaku di suatu daerah atau lingkungan sosial.

Sanksi: Sanksinya bersifat tidak tertulis dan berasal dari masyarakat, seperti cemoohan, dikucilkan, atau teguran.

Contoh Norma Kesopanan:

  1.   Berbicara dengan nada sopan dan tidak membentak orang yang lebih tua.
  2.   Tidak menyela pembicaraan orang lain.
  3.   Berjalan membungkuk saat melewati orang yang lebih tua.
  4.   Menghormati orang yang lebih tua dengan mengucapkan salam.
  5.   Tidak meludah sembarangan.
  6.   Menggunakan tangan kanan saat memberi atau menerima sesuatu.
  7.   Mengenakan pakaian yang rapi dan pantas saat menghadiri acara resmi.
  8.   Menjaga kebersihan dan ketertiban di tempat umum.
  9.   Tidak makan sambil berbicara.
  10.   Tidak membuang sampah sembarangan.

Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan hidup yang bersumber dari hati nurani atau bisikan kalbu manusia. Norma ini berkaitan dengan moralitas, etika, dan kebaikan pribadi. Pelanggaran terhadap norma kesusilaan akan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada diri sendiri, seperti rasa bersalah atau menyesal.

Sumber: Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani dan kesadaran moral setiap individu.

Sanksi: Sanksinya bersifat pribadi dan internal, seperti rasa malu, penyesalan, atau kegelisahan batin.

Contoh Norma Kesusilaan:

  1.  Jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan.
  2.  Tidak mencontek saat ujian.
  3.   Berani mengakui kesalahan.
  4.   Menghargai dan menghormati hak asasi orang lain.
  5.   Tidak menyakiti perasaan orang lain.
  6.   Bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan.
  7.   Tidak mengambil barang milik orang lain tanpa izin.
  8.   Menepati janji yang telah dibuat.
  9.   Tidak menyebarkan berita bohong atau fitnah.
  10.   Berperilaku adil dan tidak memihak.

Perbedaan antara norma kesopanan dan norma kesusilaan

Pada intinya, norma kesopanan lebih menekankan pada cara kita berperilaku di hadapan orang lain, sedangkan norma kesusilaan lebih menekankan pada nilai moral dan kejujuran dalam diri kita sendiri.

Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar: Rabu, 16 September 2026

 

📚 JURNAL PEMBELAJARAN HARIAN

Kurikulum Merdeka · Fase C / Kelas VI
👩‍🏫Nama Guru:Tutik Handayani, S.Pd.
🗓️Hari / Tanggal:
🎒Fase / Kelas:Fase C / Kelas VI
📖Mata Pelajaran: IPAS
📝Materi: IPAS (Daerahku di Masa Penjajahan, Indonesia di Masa Penjajahan, Kondisi Masyarakat pada Masa Penjajahan)
🔢Pertemuan Ke:minggu ke 6

🌤️ Apersepsi Pagi Ini

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! Sudahkah anak-anak melaksanakan sholat Subuh dan membaca do'a sebelum belajar? Jangan sampai lupa, karena itu adalah kunci ilmu yang berkah. 🤲

Hari ini kita akan belajar banyak hal seru! Tahukah kalian, Allah Swt itu Maha Pencipta (Al-Khaliq) — Dialah yang menciptakan manusia, alam semesta, bahkan menciptakan imajinasi di kepala manusia sehingga lahirlah cerita-cerita rakyat seperti mite, legenda, dan fabel yang akan kita pelajari hari ini. Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik) — Dialah yang menjaga dan memelihara bangsa kita sehingga bisa bertahan meski pernah dijajah ratusan tahun. Dan Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — lihatlah, dari sehelai benang saja, tangan-tangan terampil bisa membuat kerajinan makrame yang indah dan bernilai jual, itu semua rezeki dari-Nya. 🕊️

🤔 Pertanyaan Pemantik:
1. Menurut kalian, mengapa Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berimajinasi hingga bisa membuat cerita rakyat?
2. Bagaimana perasaanmu jika membayangkan hidup di masa penjajahan tanpa kemerdekaan?
3. Bentuk rasa syukur apa yang bisa kita tunjukkan hari ini atas kemerdekaan dan keterampilan tangan yang kita miliki?
◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡
🔁
🌏 IPAS
🧭Rencana Belajar Hari Ini
🎯 Capaian PembelajaranPeserta didik mampu memahami peristiwa sejarah bangsa Indonesia pada masa penjajahan, menjelaskan dampaknya terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat di daerah maupun secara nasional, serta mengaitkannya dengan nilai perjuangan dan rasa syukur atas kemerdekaan.
🎯 Tujuan PembelajaranMelalui pengamatan video dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan kondisi daerah dan Indonesia pada masa penjajahan serta dampaknya bagi kehidupan masyarakat saat itu.
🪜 Alur Tujuan Pembelajaran
  • Mengamati video singkat tentang masa penjajahan di Indonesia.
  • Berdiskusi tentang kondisi daerah masing-masing pada masa itu.
  • Mengidentifikasi dampak penjajahan terhadap masyarakat (ekonomi, pendidikan, sosial).
  • Menghubungkan peristiwa sejarah dengan semangat kemerdekaan masa kini.
⏰ Alokasi Waktu2 x 35 menit
🧩 Model & Metode PembelajaranProblem Based Learning dengan metode diskusi kelompok, tanya jawab, dan pengamatan video/gambar.
🎨 Media & Alat Peraga
  • Video dokumenter singkat masa penjajahan
  • Peta Indonesia
  • Gambar tokoh pahlawan
  • Infografis lini masa sejarah
🎬Ayo Belajar! (IPAS)
▶Tonton video: Indonesia di Masa Penjajahan
Klik untuk mencari video pembelajaran di YouTube


Anak-anak, bayangkan jika kalian tidak boleh bersekolah, hasil panen orang tua harus diserahkan semua kepada penjajah, dan harus bekerja paksa tanpa diberi upah. Itulah yang dialami rakyat Indonesia, termasuk di daerah kita, selama masa penjajahan Belanda dan Jepang.

🏭 Kerja Paksa & Tanam PaksaRakyat dipaksa menanam tanaman tertentu (seperti kopi dan tebu) untuk dijual oleh penjajah, sehingga rakyat kekurangan bahan pangan.
🎓 Pendidikan TerbatasHanya sedikit anak, biasanya dari keluarga bangsawan, yang boleh bersekolah pada masa itu.
😔 Kondisi SosialBanyak rakyat hidup miskin dan menderita karena kekayaan daerah diambil untuk kepentingan penjajah.
🔥 Semangat PerlawananMeski sulit, muncul banyak pahlawan daerah yang berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan.

Sama seperti saat kita harus berbagi jajan tapi tidak diberi kesempatan memilih sendiri — begitulah rasanya rakyat kita dulu, semua hasil kerja keras diambil paksa. Untung sekarang kita sudah merdeka dan bisa belajar dengan bebas! 🇮🇩

🌈Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful
🧘 MindfulDiam sejenak dan bersyukur dalam hati atas kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, boleh bersekolah dan bermain dengan bebas.
💡 MeaningfulDiskusikan: apa satu hal kecil yang bisa kita lakukan hari ini sebagai bentuk mengisi kemerdekaan?
🎉 JoyfulPermainan "Lini Masa Berjalan": siswa mengurutkan kartu peristiwa sejarah secara berkelompok dengan cepat dan benar.
📝Asesmen Formatif — IPAS

A. Pilihan Ganda

  1. Sistem yang memaksa rakyat menanam tanaman tertentu untuk dijual penjajah disebut ...
    a) Tanam bebas   b) Tanam paksa   c) Panen raya   d) Kerja sukarela
  2. Pada masa penjajahan, kesempatan bersekolah sangat terbatas dan biasanya hanya untuk ...
    a) Semua anak   b) Anak petani   c) Anak bangsawan   d) Anak pedagang
  3. Dampak penjajahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat adalah ...
    a) Rakyat semakin sejahtera   b) Rakyat semakin miskin   c) Hasil bumi melimpah untuk rakyat   d) Perdagangan bebas untuk rakyat
  4. Sikap yang muncul dari rakyat akibat penderitaan masa penjajahan adalah ...
    a) Menyerah   b) Acuh tak acuh   c) Semangat perlawanan   d) Meninggalkan daerah
  5. Salah satu cara kita mengisi kemerdekaan sebagai pelajar adalah ...
    a) Bermalas-malasan   b) Belajar dengan sungguh-sungguh   c) Tidak peduli sejarah   d) Melupakan jasa pahlawan

B. Isian Singkat

  1. Sistem kerja paksa tanpa upah yang dialami rakyat pada masa penjajahan Jepang disebut ….
  2. Salah satu dampak penjajahan terhadap bidang pendidikan adalah ….
  3. Sikap yang harus kita miliki untuk menghargai jasa pahlawan adalah ….

C. Esai

  1. Jelaskan dua dampak penjajahan terhadap kondisi masyarakat pada masa itu!
  2. Menurutmu, apa yang bisa dilakukan siswa SD untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan di masa sekarang? Jelaskan!
🔑 Kunci Jawaban:
PG: 1) b   2) c   3) b   4) c   5) b
Isian: 1) Romusha   2) Sedikit anak yang bisa sekolah / pendidikan terbatas   3) Menghargai, belajar sungguh-sungguh, cinta tanah air
Esai: dinilai berdasarkan pemahaman dan relevansi jawaban (kebijakan guru).
Kesimpulan: Masa penjajahan membawa banyak penderitaan bagi rakyat Indonesia, namun juga melahirkan semangat perjuangan yang membuat kita bisa merdeka hingga hari ini. Sudah sepatutnya kita mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh. 🎖️
◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡

🌏 IPAS

Kendala Pembelajaran: Beberapa siswa kesulitan membayangkan kondisi kehidupan pada masa penjajahan karena jauh dari pengalaman sehari-hari.
Tindak Lanjut: Menggunakan lebih banyak media visual dan cerita analogi kehidupan sehari-hari siswa.
Siswa yang Paham / Belum Paham: ………………………………………………

🎨 __

🌏 LKPD IPAS — "Kotak Waktu Perjuangan"

Gambarlah satu peristiwa masa penjajahan di daerahmu, lalu ceritakan singkat kondisi masyarakat saat itu.

(Kotak gambar)

Ceritakan: ____________________

🎨 

🌟 Selamat belajar, anak-anak hebat! Semangat terus meraih ilmu! 🌟

Selasa, 15 September 2026

Mtaeri Ajar: Selasa,15 September 2026

 

÷×
📚 Materi Belajar Hari Ini

Yuk, Berkenalan dengan
Bilangan Desimal! 🔢✨

Perkalian & Pembagian Bilangan Desimal — Kelas VI

🗂️ IDENTITAS PEMBELAJARAN

1.Nama Guru:Tutik Handayani, S.Pd.
2.Hari / Tanggal:Selasa, 15 September 2026
3.Fase / Kelas:Fase C / Kelas VI
4.Mata Pelajaran:Matematika
5.Materi:Bilangan Desimal (Perkalian dan Pembagian)
6.Pertemuan Ke:minggu ketiga
⭐ ⭐ ⭐
1INFO PEMBELAJARAN

🎯 Rencana Belajar Kita Hari Ini

📖 Capaian Pembelajaran (CP Fase C – acuan terbaru)

Pada akhir Fase C, murid memiliki pemahaman bilangan yang kuat: membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah, melakukan operasi hitung bilangan cacah, serta mengolah pecahan — termasuk mengubah pecahan menjadi bentuk desimal, membandingkan, mengurutkan, dan mengoperasikan bilangan desimal untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari seperti transaksi uang, pengukuran panjang, dan berat.

🎯 Tujuan Pembelajaran

  • Murid dapat melakukan operasi perkalian bilangan desimal dengan bilangan asli maupun bilangan desimal lainnya.
  • Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan desimal dengan bilangan asli maupun bilangan desimal lainnya.
  • Murid dapat menerapkan perkalian dan pembagian desimal untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (belanja, ukuran, berat, dan lainnya).

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh soal cerita sehari-hari yang mengandung angka desimal.
  2. Murid berdiskusi kelompok menemukan cara mengalikan dan membagi bilangan desimal.
  3. Murid berlatih terbimbing bersama guru dengan beberapa contoh soal.
  4. Murid mengerjakan latihan mandiri untuk memastikan pemahaman.
  5. Murid mengikuti evaluasi/asesmen formatif di akhir pembelajaran.

⏱️ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model & Metode

Problem Based Learning, dipadukan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, dan latihan soal terbimbing — cocok karena murid belajar melalui masalah nyata sehari-hari.

🧰 Media & Alat Peraga

  • Kartu bilangan desimal
  • Uang mainan / contoh nota belanja
  • Garis bilangan desimal
  • Video pembelajaran
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Papan tulis & kalkulator sederhana (untuk mengecek jawaban)
🌙 ✨ ☀️
2PENDAHULUAN

🤲 Apersepsi: Mengingat Kebesaran Allah

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! 🌸

Apa kabar anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! Sudahkah kalian melaksanakan sholat dan berdoa sebelum belajar hari ini? 🙏

✨ Allah Maha Pencipta (Al-Khaliq)

Allah menciptakan alam semesta dengan sangat teliti dan penuh perhitungan — jarak antarplanet, ukuran benda, hingga angka-angka kecil di belakang koma yang kita pelajari hari ini pun adalah bagian dari keteraturan ciptaan-Nya.

🛡️ Allah Maha Memelihara (Al-Malik)

Sama seperti Allah memelihara alam semesta dengan sangat rapi dan teratur, saat kita menghitung bilangan desimal kita juga harus teliti menjaga letak koma agar hasilnya tidak keliru.

🎁 Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq)

Setiap hari kita berbelanja atau menerima uang jajan yang seringkali menggunakan angka desimal, seperti harga barang dan uang kembalian. Itu semua adalah rezeki dari Allah yang harus kita hitung dan syukuri dengan teliti.

🔎 Pertanyaan Pemantik:
Pernahkah kalian membeli jajanan di warung dan harganya tertulis dengan angka desimal, misalnya Rp2.500,50? Bagaimana ya cara kita menghitung total belanja atau kembalian jika ada angka desimal seperti itu? Yuk kita cari tahu jawabannya hari ini! 🚀
📝 🔁 📝
3PEMANASAN

🔁 Yuk, Ingat Lagi Materi Kemarin!

Bahasa Indonesia Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita ingat kembali cerita "Kupu-Kupu Mira" yang sudah kita baca dan simak kemarin. Jawablah dengan BENAR atau SALAH!

  1. Mira adalah tokoh utama dalam cerita yang mengalami proses perubahan menjadi kupu-kupu. (Benar/Salah)
  2. Mira langsung menjadi kupu-kupu cantik tanpa melalui proses apa pun. (Benar/Salah)
  3. Cerita "Kupu-Kupu Mira" mengajarkan tentang pentingnya sabar dalam menghadapi proses perubahan. (Benar/Salah)
  4. Dalam cerita, Mira merasa sedih karena harus melewati tahap kepompong yang gelap dan sunyi. (Benar/Salah)
  5. Pesan moral cerita ini adalah bahwa hasil yang indah membutuhkan proses dan usaha. (Benar/Salah)
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Benar
  2. Salah
  3. Benar
  4. Benar
  5. Benar

*Guru dapat menyesuaikan soal dengan isi teks "Kupu-Kupu Mira" pada Buku SIBI Revisi 2025 yang digunakan di kelas.

🎬 💡 🎬
4INTI PEMBELAJARAN

🎥 Menonton & Belajar Bersama

Klik di sini untuk menonton video pembelajaran "Perkalian & Pembagian Bilangan Desimal"

*Tautan di atas mengarah ke hasil pencarian YouTube — silakan pilih video yang paling sesuai untuk ditayangkan di kelas.

✖️ Cara Mengalikan Bilangan Desimal

Kalikan bilangannya dulu seperti bilangan biasa (abaikan komanya), lalu letakkan koma pada hasil sesuai jumlah total angka di belakang koma pada kedua bilangan yang dikalikan.

Contoh: Budi membeli 3 bungkus keripik, setiap bungkus seharga Rp2.500,75.
2.500,75 × 3 → kalikan seperti biasa: 250075 × 3 = 750225, lalu kembalikan komanya (2 angka di belakang koma) → Rp7.502,25

➗ Cara Membagi Bilangan Desimal

Jika pembaginya juga desimal, ubah dulu menjadi bilangan bulat dengan mengalikan 10, 100, atau 1000 pada pembagi dan yang dibagi secara bersamaan, baru kerjakan pembagian seperti biasa.

Contoh: Ibu memiliki kain sepanjang 7,5 meter yang akan dibagi rata untuk 3 anak.
7,5 ÷ 3 = 2,5 meter untuk setiap anak.

🛒 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Menghitung total harga belanja saat harga barang mengandung angka desimal (misalnya Rp3.250,50).
  • Membagi rata panjang tali, kain, atau pita untuk beberapa teman.
  • Menghitung jarak tempuh kendaraan per liter bahan bakar.
🌈 🎈 🌈
5AKTIVITAS SERU

🎈 Mindful • Meaningful • Joyful

🧘 Mindful

Sebelum berhitung, mari tarik napas pelan-pelan 3 kali sambil menutup mata, agar pikiran kita fokus dan tenang saat menghitung angka desimal.

💡 Meaningful

Coba hitung total uang jajanmu sendiri hari ini menggunakan angka desimal, lalu bandingkan dengan uang kembalian yang biasa kamu terima.

🎉 Joyful

Bermain "Pasar Desimal"! Berkelompoklah, gunakan uang mainan untuk berjual-beli barang dengan harga desimal, lalu hitung total belanja dan kembaliannya bersama-sama.

✏️ 📊 ✏️
6UJI KEMAMPUAN

📝 Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. 0,4 × 2 = …
    • A. 0,6
    • B. 0,8
    • C. 4,2
    • D. 8,0
  2. 3,6 ÷ 3 = …
    • A. 1,8
    • B. 1,3
    • C. 1,2
    • D. 12
  3. Harga 1 buku adalah Rp3.250,50. Berapa harga 4 buku?
    • A. Rp13.002,00
    • B. Rp12.502,00
    • C. Rp13.020,00
    • D. Rp13.200,00
  4. Ibu memiliki pita sepanjang 12,6 meter yang dibagi rata untuk 6 anak. Panjang pita setiap anak adalah …
    • A. 2,6 m
    • B. 21 m
    • C. 2,0 m
    • D. 2,1 m
  5. Sebuah mobil menempuh jarak 45,6 km dengan menghabiskan 3,8 liter bensin. Jarak tempuh per liter bensin adalah …
    • A. 10 km/liter
    • B. 12 km/liter
    • C. 11 km/liter
    • D. 13 km/liter

B. Isian Singkat

  1. 2,5 × 4 = ….
  2. 8,4 ÷ 2 = ….
  3. Andi membeli 5 permen seharga Rp750,25 per buah. Total uang yang harus dibayar Andi adalah Rp….

C. Esai

  1. Sebuah toko kue menjual roti seharga Rp12.500,75 per buah. Jika Bu Rina membeli 6 roti, berapa total uang yang harus dibayar Bu Rina? Tuliskan cara penyelesaianmu secara lengkap.
  2. Sebuah drum berisi 68,4 liter minyak akan dituangkan ke beberapa jerigen kecil, setiap jerigen berkapasitas 5,7 liter. Berapa banyak jerigen yang dibutuhkan agar semua minyak tertampung? Jelaskan langkah-langkah perhitunganmu.
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B. 0,8
  2. C. 1,2
  3. A. Rp13.002,00
  4. D. 2,1 m
  5. B. 12 km/liter

Isian Singkat:

  1. 10
  2. 4,2
  3. Rp3.751,25

Esai:

  1. 12.500,75 × 6 = Rp75.004,50
  2. 68,4 ÷ 5,7 = 12 jerigen
🌻 💬 🌻
7PENUTUP

📌 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa mengalikan dan membagi bilangan desimal itu sama saja dengan bilangan biasa, hanya saja kita perlu teliti menjaga letak tanda komanya. Kemampuan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berbelanja, membagi bahan, atau menghitung jarak. Yuk, terus berlatih dengan teliti dan penuh semangat! 💪✨

😊 Bagaimana Perasaanmu Belajar Hari Ini?

😄Sangat Senang
🙂Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😢Sedih
👩‍🏫 📔 👩‍🏫
8CATATAN GURU

👩‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid mungkin masih keliru meletakkan tanda koma saat mengalikan atau membagi bilangan desimal, terutama pada soal cerita yang melibatkan uang.

🛠️ Tindak Lanjut

Memberikan latihan tambahan dengan alat peraga konkret (uang mainan/garis bilangan) serta pendampingan individu bagi murid yang masih kesulitan.

✅ Murid yang Sudah Paham

 

🔄 Murid yang Belum Paham

 

Dibuat dengan ❤️ oleh Bu Tutik Handayani, S.Pd. — Semangat belajar, anak-anak hebat! 🌟

Materi Ajar: Jumat, 18 September 2026

  Materi Belajar Hari Ini Yuk, Berkenalan dengan Bilangan Desimal! 🔢✨ Perkalian & Pembagian Bilangan Desimal — Kelas VI 🗂️ IDENTITAS P...