BAHASA INDONESIA • KELAS VI SD Materi dan Latihan Persiapan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebentar lagi kita akan menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Sumatif ini bukan untuk membuat kalian takut, tetapi untuk melihat sejauh mana kalian sudah memahami apa yang telah dipelajari, dan bagian mana yang masih perlu diulang. Karena itu, belajarlah dengan tenang dan sedikit demi sedikit.
Pada tulisan ini kita akan mengulang dua materi penting: teks eksplanasi dan cerita rakyat. Di dalamnya juga ada pembahasan tentang kata hubung (konjungsi) dan makna denotasi dan konotasi karena keduanya sering muncul dalam soal. Setelah membaca materi, kerjakan latihan soal di bagian akhir yang bentuknya mirip dengan soal STS, lalu cocokkan jawabanmu dengan kunci jawaban.
Ayo mulai dengan berdoa, baca dengan teliti, dan percayalah pada kemampuanmu. Selamat belajar!
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam (misalnya hujan, banjir, gempa bumi, perubahan iklim) maupun fenomena sosial. Teks ini menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana sesuatu bisa terjadi.
Ciri-Ciri
Berisi fakta dan informasi ilmiah, bukan khayalan.
Menjelaskan proses atau rangkaian sebab-akibat suatu peristiwa.
Menggunakan kata hubung (konjungsi) sebab-akibat dan urutan waktu.
Menggunakan bahasa baku dan, bila perlu, istilah ilmiah (misalnya gas rumah kaca, atmosfer).
Struktur Teks Eksplanasi
Struktur
Isi
Contoh
Pernyataan umum
Pengenalan atau gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan
Banjir adalah peristiwa tergenangnya suatu wilayah akibat luapan air yang berlebihan.
Deret penjelas
Penjelasan proses terjadinya fenomena secara berurutan atau berdasarkan sebab-akibat
Sampah menumpuk di sungai sehingga aliran air tersumbat. Akibatnya, ketika hujan deras turun, air meluap ke permukiman.
Interpretasi
Kesimpulan atau pandangan penulis tentang fenomena tersebut (bersifat opsional)
Oleh karena itu, kita perlu menjaga kebersihan sungai agar banjir dapat dicegah.
Ingat: struktur teks eksplanasi adalah pernyataan umum → deret penjelas → interpretasi. Jangan tertukar dengan struktur cerita (orientasi → komplikasi → resolusi).
Kata Hubung (Konjungsi) dalam Teks Eksplanasi
Hubungan
Contoh Kata Hubung
Contoh Kalimat
Sebab-akibat
karena, sebab, sehingga, akibatnya, oleh karena itu, oleh sebab itu
Es di kutub mencair lebih cepat sehingga permukaan air laut naik.
Urutan waktu
pertama, kedua, mula-mula, kemudian, lalu, selanjutnya, setelah itu, akhirnya
Mula-mula sampah organik membusuk, kemudian menghasilkan gas metana yang mencemari udara.
Tips membedakan: kata sehingga dan akibatnya menunjukkan akibat, sedangkan karena dan sebab menunjukkan sebab. Kata kemudian, lalu, dan selanjutnya menunjukkan urutan. Untuk mengganti kata hubung, pilih yang hubungannya sama. Misalnya, “sehingga” dapat diganti dengan “akibatnya”, bukan “lalu” atau “kemudian”.
Perbedaan dengan Jenis Teks Lain
Jenis Teks
Tujuan
Ciri Utama
Eksplanasi
Menjelaskan proses terjadinya fenomena
Faktual, ada sebab-akibat dan urutan proses
Deskripsi
Menggambarkan sesuatu seperti apa adanya
Banyak kata sifat dan rincian ciri
Narasi
Menceritakan rangkaian peristiwa
Ada tokoh, latar, dan alur
Persuasi
Membujuk atau mengajak pembaca
Berisi ajakan dan alasan yang meyakinkan
Contoh Tema: Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah perubahan pola cuaca dan suhu bumi dalam jangka waktu lama. Rangkaian prosesnya dapat diringkas seperti berikut.
Penyebab: gas rumah kaca (seperti karbon dioksida) meningkat dari asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan, dan limbah pabrik.
Proses: gas terperangkap di atmosfer, sehingga suhu permukaan bumi naik.
Dampak pada alam: es kutub mencair, permukaan air laut naik, pola hujan tidak menentu (kekeringan di satu tempat, banjir di tempat lain).
Dampak pada makhluk hidup: petani sulit menentukan musim tanam dan hewan kehilangan habitat.
Upaya mengurangi dampak: menghemat listrik dan air, menanam pohon, mengurangi plastik sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya.
Langkah Menulis Teks Eksplanasi
Pilih fenomena yang akan dijelaskan, misalnya banjir atau hujan.
Kumpulkan informasi yang benar dari buku atau sumber terpercaya.
Kembangkan menjadi paragraf dengan kata hubung sebab-akibat dan urutan waktu.
Periksa kembali ejaan, tanda baca, dan kebenaran isi.
2. Cerita Rakyat
Pengertian dan Ciri
Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat secara turun-temurun, awalnya disampaikan secara lisan. Pengarangnya biasanya tidak diketahui (anonim). Ceritanya bersifat imajinatif dan biasanya mengandung pesan moral.
Disampaikan dari generasi ke generasi.
Pengarangnya tidak diketahui.
Isinya khayalan, tetapi menyimpan nilai-nilai kehidupan.
Sering berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian.
Jenis-Jenis Cerita Rakyat
Jenis
Pengertian
Contoh
Mite
Cerita tentang dewa, roh, atau makhluk gaib yang dianggap suci dan benar-benar terjadi oleh masyarakat pendukungnya
Nyi Roro Kidul, Dewi Sri
Legenda
Cerita yang berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian
Cerita tentang binatang yang dapat berbicara dan bertingkah laku seperti manusia
Kancil dan Buaya, Kancil Mencuri Timun
Sage
Cerita yang berkaitan dengan kepahlawanan, keberanian, dan kesaktian tokoh
Hang Tuah, Si Pitung
Ingat: cerita yang menjelaskan asal-usul suatu tempat (misalnya danau) termasuk legenda. Cerita yang tokohnya binatang termasuk fabel.
Unsur Intrinsik Cerita
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Berikut contohnya pada cerita “Asal-usul Danau Cermin” yang bisa kamu baca di bagian latihan soal.
Unsur
Pengertian
Contoh pada Cerita Danau Cermin
Tema
Gagasan pokok cerita
Akibat dari sifat sombong
Tokoh dan watak
Pelaku cerita dan sifatnya
Rama (sombong, suka meremehkan orang lain), ikan emas (baik, memberi peringatan), ibu Rama, warga desa
Latar
Waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa
Tempat: desa yang subur dan sungai. Waktu: dahulu kala
Alur
Rangkaian peristiwa dalam cerita
Rama melepaskan ikan emas, menjadi kaya, menjadi sombong, mengabaikan peringatan, hujan deras dan banjir, terbentuk danau
Amanat (nilai moral)
Pesan yang ingin disampaikan pengarang
Jangan sombong dan hargailah jasa orang lain, terutama orang tua
Cara Menemukan Nilai Moral
Baca cerita sampai selesai.
Perhatikan perbuatan tokoh dan akibat yang diterimanya.
Tanyakan pada diri sendiri: “Pelajaran apa yang dapat kuambil dari akibat itu?”
Tuliskan pelajaran tersebut dengan kalimatmu sendiri, lalu hubungkan dengan sikap sehari-hari.
Perbedaan Cerita Rakyat dan Teks Eksplanasi
Cerita Rakyat
Teks Eksplanasi
Bersifat imajinatif (khayalan)
Bersifat faktual (berdasarkan fakta ilmiah)
Diwariskan turun-temurun, pengarang biasanya tidak diketahui
Ditulis berdasarkan data dan pengetahuan
Memiliki tokoh, latar, dan alur
Memiliki pernyataan umum, deret penjelas, dan interpretasi
Bertujuan menghibur dan memberi pesan moral
Bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena
Makna Denotasi dan Konotasi
Dalam cerita rakyat sering muncul ungkapan yang tidak bermakna sebenarnya. Karena itu, kita perlu membedakan dua jenis makna berikut.
Makna denotasi (denotatif) adalah makna kata yang sebenarnya atau sesuai kamus.
Makna konotasi (konotatif) adalah makna kata yang mengandung nilai rasa atau bersifat kiasan, bukan arti sebenarnya.
Ungkapan
Makna Konotasi
Makna Denotasi / Arti Harfiah
tinggi hati
sombong
hati yang berada di tempat tinggi
buah hati
anak kesayangan
buah dari hati
meja hijau
pengadilan
meja yang berwarna hijau
panjang tangan
suka mencuri
tangan yang panjang
banting tulang
bekerja keras
membanting tulang
berhati batu
tidak punya belas kasihan
hati terbuat dari batu
Contoh kalimat denotasi: “Air membeku menjadi es di lemari pendingin.” Contoh kalimat konotasi: “Hatinya membeku mendengar kabar itu.”
Menceritakan Kembali Cerita Rakyat
Pahami dulu alur, tokoh, dan nilai moral cerita aslinya.
Catat peristiwa-peristiwa pentingnya secara berurutan.
Tulis kembali dengan bahasamu sendiri tanpa mengubah inti cerita.
Kata hubung sebab-akibat: karena, sehingga, akibatnya, oleh karena itu. Kata hubung urutan: pertama, kemudian, lalu, selanjutnya.
Cerita rakyat berkembang turun-temurun dan berisi pesan moral. Jenisnya: mite, legenda, fabel, dan sage.
Unsur intrinsik: tema, tokoh dan watak, latar, alur, dan amanat.
Makna denotasi adalah arti sebenarnya, sedangkan makna konotasi adalah arti kiasan.
Latihan Soal Asesmen
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia | Kelas: VI | Materi: Teks Eksplanasi dan Cerita Rakyat
Kerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu. Kunci jawaban ada di bagian bawah, buka setelah selesai mengerjakan.
I. PILIHAN GANDA
Pilihlah salah satu jawaban A, B, C, atau D dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!
Bacaan 1 (untuk soal nomor 1 sampai 6)
Perubahan Iklim: Tantangan bagi Bumi Kita
Perubahan iklim adalah perubahan pola cuaca dan suhu bumi yang terjadi dalam jangka waktu lama. Perubahan ini terutama disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, di atmosfer. Gas-gas tersebut berasal dari asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan, dan limbah pabrik.
Oleh karena semakin banyak gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer, suhu permukaan bumi pun meningkat. Akibatnya, es di kutub mencair lebih cepat sehingga permukaan air laut naik. Selain itu, pola hujan menjadi tidak menentu sehingga sebagian wilayah mengalami kekeringan panjang, sementara wilayah lain justru dilanda banjir.
Dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan oleh alam, tetapi juga oleh manusia. Petani kesulitan menentukan musim tanam karena cuaca sulit diprediksi. Banyak hewan kehilangan habitatnya akibat suhu yang berubah drastis. Oleh sebab itu, banyak anak-anak di berbagai belahan dunia mulai bergerak untuk menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan.
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, kita bisa menghemat penggunaan listrik dan air. Kedua, membiasakan diri menanam pohon di sekitar rumah. Ketiga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan demikian, setiap orang, termasuk anak-anak, dapat berperan dalam menjaga kelestarian bumi.
Berdasarkan teks, apa dampak naiknya suhu bumi terhadap wilayah kutub?
Es di kutub mencair lebih cepat
Kutub menjadi lebih dingin
Populasi hewan kutub bertambah
Kutub berubah menjadi gurun
Gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim menurut teks berasal dari ....
hujan deras yang terus-menerus
es di kutub yang mencair
kegiatan menanam pohon di sekitar rumah
asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan, dan limbah pabrik
Informasi tersirat yang dapat disimpulkan dari paragraf ketiga adalah ....
Hewan tidak terpengaruh oleh perubahan iklim
Petani semakin mudah menentukan musim tanam
Perubahan iklim berdampak pada kehidupan manusia dan hewan
Perubahan iklim hanya terjadi di wilayah kutub
Pola hujan yang tidak menentu akibat perubahan iklim menyebabkan ....
sebagian wilayah mengalami kekeringan panjang, sedangkan wilayah lain dilanda banjir
seluruh wilayah bumi mengalami banjir
suhu bumi turun secara drastis
es di kutub membeku semakin tebal
Pernyataan umum yang berisi pengertian perubahan iklim terdapat pada paragraf ....
kedua
ketiga
keempat
pertama
Teks di atas termasuk jenis teks ....
Deskripsi
Eksplanasi
Narasi
Persuasi
Soal nomor 7 sampai 11
Bagian teks eksplanasi yang berisi penjelasan proses terjadinya suatu fenomena disebut ....
Pernyataan umum
Deret penjelas
Interpretasi
Simpulan
Kata hubung yang menyatakan urutan waktu adalah ....
karena
sehingga
kemudian
akibatnya
Kalimat yang menggunakan kata hubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat adalah ....
Hujan turun deras sehingga sungai meluap.
Mula-mula air laut menguap, kemudian membentuk awan.
Ia rajin belajar, tetapi adiknya malas bermain.
Ibu membeli sayur dan buah di pasar.
Perhatikan pernyataan berikut: "Hutan ditebang secara liar. ... , tanah menjadi tandus dan mudah longsor." Kata hubung yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ....
Meskipun demikian
Akibatnya
Sebelum itu
Sama halnya
Ciri-ciri teks eksplanasi adalah ....
menggunakan tokoh khayalan dan kata-kata kiasan
bertujuan mengajak pembaca membeli suatu barang
menceritakan pengalaman pribadi penulis
berisi fakta ilmiah dan menggunakan kata hubung sebab-akibat serta urutan waktu
Bacaan 2 (untuk soal nomor 12 sampai 20)
Asal-usul Danau Cermin
Dahulu kala, di sebuah desa yang subur, hiduplah seorang pemuda bernama Rama. Ia dikenal rajin bekerja, tetapi memiliki sifat sombong dan gemar meremehkan orang lain. Suatu hari, Rama menemukan seekor ikan emas yang terjebak di antara bebatuan sungai. Ikan itu memohon untuk dilepaskan dan berjanji akan memberi keberuntungan kepada Rama.
Rama pun melepaskan ikan tersebut. Sejak saat itu, hidupnya berubah menjadi sangat kaya raya. Namun, semakin kaya, semakin tinggi hati pula Rama. Ia mulai malu mengakui asal-usulnya yang sederhana dan sering menghina warga desa yang miskin.
Pada suatu malam, ikan emas itu muncul dalam mimpi Rama. Ikan itu mengingatkan agar Rama tidak melupakan jasa orang-orang yang pernah membantunya. Namun, Rama mengabaikan peringatan tersebut. Ia bahkan mengusir ibunya sendiri karena malu dengan pakaian lusuh yang dikenakannya.
Karena kesombongannya itu, langit tiba-tiba mendung dan hujan turun sangat deras. Air sungai meluap dan menenggelamkan seluruh harta benda Rama. Ketika hujan reda, cekungan besar bekas luapan air itu berubah menjadi sebuah danau yang jernih bagaikan cermin. Warga desa kemudian menamainya Danau Cermin, sebagai pengingat agar manusia tidak boleh sombong dan harus selalu menghargai jasa orang lain.
Ayah banting tulang menghidupi keluarganya.
Adik membaca buku di perpustakaan.
Kepala desa itu panjang tangan.
Unsur intrinsik cerita yang menjelaskan waktu dan tempat terjadinya peristiwa disebut ....
Tokoh
Alur
Latar
Tema
Cerita tentang binatang yang dapat berbicara dan bertingkah laku seperti manusia disebut ....
mite
legenda
sage
fabel
II. ISIAN SINGKAT
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial disebut teks ....
Teks eksplanasi memiliki tiga struktur, yaitu pernyataan umum, ..., dan interpretasi.
Kata hubung yang menyatakan akibat, misalnya kata "...." (sebutkan salah satu).
Kata hubung "kemudian", "lalu", dan "selanjutnya" menyatakan hubungan ....
Bagian teks eksplanasi yang berisi kesimpulan atau pandangan penulis disebut ....
Cerita yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat dan berkaitan dengan asal-usul suatu tempat disebut ....
Cerita rakyat yang berhubungan dengan dewa, roh, atau makhluk gaib dan dianggap suci oleh masyarakat pendukungnya disebut ....
Pelajaran atau pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita disebut ....
Orang atau pelaku yang berperan dalam sebuah cerita disebut ....
Makna kata yang sesuai dengan arti sebenarnya (sesuai kamus) disebut makna ....
III. URAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
Jelaskan proses terjadinya perubahan iklim berdasarkan teks "Perubahan Iklim: Tantangan bagi Bumi Kita" dengan menggunakan kalimatmu sendiri!
Sebutkan tiga struktur teks eksplanasi beserta isi masing-masing bagian!
Jelaskan nilai moral yang terkandung dalam cerita "Asal-usul Danau Cermin" serta hubungkan dengan sikap yang seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari!
Tuliskan tiga contoh ungkapan yang bermakna konotasi beserta artinya, lalu buatlah satu kalimat dengan salah satu ungkapan tersebut!
Jelaskan pengertian dari tiga jenis cerita rakyat berikut dan berikan contohnya!
Mite
Legenda
Fabel
– Selamat Mengerjakan –
Kunci Jawaban
Klik untuk melihat kunci jawaban I. Pilihan Ganda
No.
Jawaban
No.
Jawaban
1
A
11
D
2
D
12
A
3
C
13
B
4
A
14
D
5
D
15
C
6
B
16
B
7
B
17
A
8
C
18
C
9
A
19
C
10
B
20
D
Klik untuk melihat kunci jawaban II. Isian Singkat
No.
Jawaban
1
eksplanasi
2
deret penjelas
3
sehingga / akibatnya / oleh karena itu (salah satu)
4
urutan (waktu)
5
interpretasi
6
legenda
7
mite
8
nilai moral / amanat
9
tokoh
10
denotasi (denotatif)
Klik untuk melihat pedoman jawaban III. Uraian
Nomor 1. Jawaban memuat urutan proses: gas rumah kaca (dari asap kendaraan, pembakaran hutan, limbah pabrik) meningkat di atmosfer → suhu bumi naik → es kutub mencair dan permukaan laut naik, pola hujan tidak menentu (kekeringan di satu wilayah, banjir di wilayah lain) → berdampak pada manusia dan hewan. (Skor 4 jika urutan lengkap dan memakai bahasa sendiri.)
Nomor 2. Pernyataan umum: pengenalan atau gambaran umum fenomena yang dijelaskan. Deret penjelas: penjelasan proses atau rangkaian sebab-akibat terjadinya fenomena secara berurutan. Interpretasi: kesimpulan atau pandangan penulis tentang fenomena tersebut. (Skor 2 untuk setiap struktur beserta isinya, maksimal 6.)
Nomor 3. Inti jawaban: manusia tidak boleh sombong, harus menghargai jasa orang tua dan orang lain, serta bersyukur atas rezeki yang dimiliki. Hubungan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: bersikap rendah hati meskipun berprestasi, menghormati orang tua, menghargai orang yang pernah membantu, dan tidak merendahkan teman. (Skor 2 untuk nilai moral dan 2 untuk keterkaitan dengan sikap sehari-hari.)
Nomor 4. Contoh: tinggi hati (sombong), buah hati (anak kesayangan), meja hijau (pengadilan), panjang tangan (suka mencuri), banting tulang (bekerja keras), ringan tangan (suka menolong atau suka memukul, tergantung konteks). Kalimat harus memakai ungkapan dengan benar, misalnya: "Ayah banting tulang demi membiayai sekolah anak-anaknya." (Skor 1 untuk setiap ungkapan beserta artinya, 2 untuk kalimat yang tepat.)
Nomor 5. Mite: cerita tentang dewa, roh, atau makhluk gaib yang dianggap suci; contoh: Nyi Roro Kidul, Dewi Sri. Legenda: cerita yang berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian; contoh: Malin Kundang, Sangkuriang, Danau Toba. Fabel: cerita tentang binatang yang berperilaku seperti manusia; contoh: Kancil dan Buaya. (Skor 2 untuk setiap jenis: 1 untuk pengertian dan 1 untuk contoh yang tepat.)
Penutup
Anak-anak hebat, demikian rangkuman materi teks eksplanasi dan cerita rakyat beserta latihan soalnya. Ulangi bagian yang masih terasa sulit, bacalah teks dengan teliti sebelum menjawab, dan tanyakan kepada bapak/ibu guru bila ada yang belum dipahami. Jangan lupa istirahat yang cukup sebelum hari ujian. Semoga sukses dan mendapatkan hasil terbaik!
Materi dan Latihan Persiapan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tidak terasa, sebentar lagi kita akan menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Sumatif ini adalah kesempatan bagi kalian untuk menunjukkan seberapa jauh kalian sudah memahami nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, tidak perlu cemas. Yang kalian perlukan adalah belajar sedikit demi sedikit dengan teratur dan tenang.
Pada tulisan ini kita akan mengulang kembali lima materi penting: nilai-nilai Pancasila, Pancasila sebagai pemersatu bangsa, pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, norma, serta hak dan kewajiban. Di bagian akhir tersedia latihan soal yang bentuknya mirip dengan soal STS. Bacalah materi dengan saksama, kerjakan soalnya, lalu cocokkan jawabanmu dengan kunci jawaban.
Berdoalah sebelum belajar, semangat selalu, dan percayalah pada kemampuan dirimu. Selamat belajar!
Pancasila adalah dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila. Setiap sila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman sikap dan perilaku kita. Kelima sila itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling melengkapi sebagai satu kesatuan yang utuh.
Sila
Bunyi Sila
Lambang
Nilai yang Terkandung
Ke-1
Ketuhanan Yang Maha Esa
Bintang
Percaya dan taat kepada Tuhan, saling menghormati antarumat beragama, bebas memeluk agama dan beribadah, tidak memaksakan agama kepada orang lain
Ke-2
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Rantai
Saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa, tidak semena-mena, menjunjung tinggi kemanusiaan, berani membela kebenaran dan keadilan
Ke-3
Persatuan Indonesia
Pohon beringin
Cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaan
Ke-4
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kepala banteng
Mengutamakan musyawarah, menghargai pendapat orang lain, menerima dan melaksanakan hasil keputusan bersama dengan tanggung jawab
Ke-5
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Padi dan kapas
Bersikap adil, suka bekerja keras dan gotong royong, menghargai hak orang lain, suka menolong agar semua orang dapat hidup layak
Ingat! Nilai-nilai Pancasila saling berhubungan. Contohnya, kerja bakti membersihkan lingkungan diawali dengan musyawarah (sila ke-4), dilakukan dengan bekerja sama tanpa membedakan teman (sila ke-3 dan ke-2), dan hasilnya dinikmati bersama (sila ke-5). Karena itu, dalam satu kegiatan biasanya ada lebih dari satu sila yang kita amalkan.
2. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Indonesia Negara yang Beragam
Bangsa Indonesia terdiri atas lebih dari seribu suku bangsa yang tersebar di ribuan pulau. Kita memiliki bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, dan agama yang berbeda-beda. Keberagaman ini adalah kekayaan bangsa. Namun, jika tidak dijaga, perbedaan dapat menimbulkan perselisihan.
Peran Pancasila
Pancasila menjadi pemersatu bangsa karena menjadi pedoman bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, apa pun suku, agama, dan budayanya. Semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika, berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan ini sejalan dengan sila ke-3, Persatuan Indonesia.
Sila ke-1 mengajarkan kita saling menghormati perbedaan agama dan kepercayaan.
Sila ke-2 mengajarkan kita memperlakukan semua orang secara manusiawi tanpa membeda-bedakan.
Sila ke-3 mengajak kita menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Sila ke-4 mengajarkan penyelesaian masalah melalui musyawarah.
Sila ke-5 mengajarkan keadilan agar tidak ada yang merasa dirugikan.
Sikap yang Menjaga dan Merusak Persatuan
Sikap yang Menjaga Persatuan
Sikap yang Merusak Persatuan
Berteman dengan siapa saja tanpa memandang suku, agama, dan daerah asal
Hanya mau berkelompok dengan teman yang sesuku
Menghormati logat dan bahasa daerah teman
Mengejek logat bicara teman dari daerah lain
Bekerja sama dan bergotong royong
Mementingkan diri sendiri dan kelompoknya
Menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah
Menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan amarah
Tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, lalu mencari kebenarannya
Meneruskan pesan bohong yang mengajak memusuhi suku tertentu
Tips menghadapi berita di media sosial: saring dulu sebelum membagikan. Periksa sumbernya, tanyakan kepada orang tua atau guru, dan jangan ikut menyebarkan pesan yang bisa membuat orang saling membenci.
3. Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila tidak cukup dihafal, tetapi harus diamalkan dalam perbuatan nyata, di mana pun kita berada: di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
Sila
Di Rumah
Di Sekolah
Di Masyarakat
Ke-1
Beribadah bersama keluarga, menghormati anggota keluarga yang beribadah
Berdoa sebelum dan sesudah belajar, menghormati teman yang beribadah
Ikut menjaga keamanan saat tetangga merayakan hari raya, tidak mengganggu ibadah orang lain
Ke-2
Menyayangi dan menolong adik atau kakak
Menolong teman yang jatuh atau kesulitan, tidak mengejek teman
Membantu korban bencana tanpa membedakan suku dan agama
Ke-3
Rukun dan saling membantu antaranggota keluarga
Berteman dengan semua teman, mengikuti upacara bendera dengan tertib
Bergotong royong dan kerja bakti, menjaga kerukunan warga
Ke-4
Bermusyawarah menentukan kegiatan keluarga
Memilih ketua kelas dengan musyawarah, menghargai pendapat teman
Mengikuti rapat warga dan menaati keputusan bersama
Ke-5
Membagi tugas rumah secara adil, bersikap jujur
Melaksanakan piket sesuai jadwal, berbagi dengan teman
Membagikan bantuan secara adil, menyisihkan rezeki untuk tetangga yang membutuhkan
Contoh Kegiatan yang Mengamalkan Beberapa Sila Sekaligus
Bakti sosial di sekolah: siswa berdoa sebelum kegiatan (sila ke-1), bermusyawarah menentukan tempat bakti sosial (sila ke-4), bekerja sama mengumpulkan sumbangan (sila ke-3), lalu membagikan bantuan tanpa membeda-bedakan kepada korban (sila ke-2 dan ke-5).
Sikap Peduli
Salah satu wujud pengamalan sila ke-2 dan ke-5 adalah sikap peduli terhadap orang lain. Misalnya, saat ada saudara kita yang terkena banjir, kita dapat mengumpulkan pakaian layak pakai dan makanan untuk disalurkan melalui sekolah atau lembaga yang terpercaya. Menonton atau merekam penderitaan orang lain tanpa menolong bukanlah sikap yang sesuai dengan Pancasila.
4. Norma
Pengertian dan Tujuan Norma
Norma adalah aturan yang mengatur sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma berlaku bagi semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan adanya norma adalah agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, damai, dan tenteram.
Jenis-Jenis Norma
Jenis Norma
Sumber atau Ciri
Sanksi bagi Pelanggar
Contoh
Norma Agama
Ajaran Tuhan Yang Maha Esa yang tertulis dalam kitab suci
Dosa dan balasan dari Tuhan
Beribadah sesuai agama, tidak berbohong, tidak mencuri
Norma Kesusilaan
Hati nurani (suara hati) manusia
Rasa bersalah dan penyesalan
Tidak menyontek walaupun guru tidak mengawasi, jujur mengembalikan barang yang ditemukan
Norma Kesopanan
Kebiasaan baik dalam pergaulan masyarakat
Dicela, dikucilkan, atau ditegur oleh masyarakat
Berbicara halus kepada orang tua, mengucapkan salam, tidak memotong pembicaraan
Norma Hukum
Peraturan tertulis yang dibuat pemerintah dan mengikat semua warga
Sanksi tegas dari negara, misalnya denda atau hukuman penjara
Menaati rambu lalu lintas, tidak membuang sampah di tempat terlarang, tidak mencuri
Catatan penting: satu perbuatan dapat melanggar lebih dari satu norma sekaligus. Misalnya, mencuri melanggar norma agama, norma kesusilaan, dan norma hukum. Karena itu, jangan mengambil kesimpulan bahwa suatu perbuatan hanya melanggar satu norma saja.
Contoh Cerita
Dimas menemukan dompet di taman dan tidak ada yang melihatnya. Ia teringat ajaran agamanya bahwa mengambil barang orang lain tanpa izin adalah dosa, sehingga ia menyerahkan dompet itu kepada satpam. Tindakan Dimas didorong oleh norma agama.
5. Hak dan Kewajiban
Pengertian
Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau kita miliki.
Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.
Contoh Hak dan Kewajiban
Lingkungan
Contoh Hak
Contoh Kewajiban
Rumah
Mendapat kasih sayang, perlindungan, dan biaya pendidikan dari orang tua
Menghormati orang tua, membantu pekerjaan rumah, belajar dengan tekun
Sekolah
Mendapat pelajaran dari guru, mendapat perlindungan dari kekerasan, menyampaikan pendapat
Menaati tata tertib, menghormati guru dan teman, mengerjakan tugas, melaksanakan piket
Masyarakat
Mendapat lingkungan yang aman dan bersih, beribadah sesuai agama
Membayar iuran kebersihan dan keamanan, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati ibadah pemeluk agama lain
Hak dan Kewajiban Harus Seimbang
Hak dan kewajiban ibarat dua sisi mata uang. Setiap hak yang kita nikmati selalu disertai kewajiban yang harus kita laksanakan.
Hak
Kewajiban yang Mengiringi
Mendapat pendidikan
Belajar dengan sungguh-sungguh
Beribadah sesuai agama
Menghormati ibadah pemeluk agama lain
Mendapat lingkungan yang bersih
Menjaga kebersihan lingkungan
Menyampaikan pendapat
Menghargai pendapat orang lain dan menyampaikannya dengan santun
Akibat jika tidak seimbang: bila kita hanya menuntut hak tetapi mengabaikan kewajiban, orang lain akan dirugikan. Contohnya, siswa yang meminjam buku perpustakaan tetapi tidak mengembalikannya tepat waktu akan mengurangi hak siswa lain untuk membaca buku yang sama. Dengan melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, kehidupan bersama menjadi tertib dan adil.
Ringkasan Singkat
Pancasila terdiri atas lima sila yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan.
Pancasila menjadi pemersatu bangsa yang beragam suku, agama, dan budaya (Bhinneka Tunggal Ika).
Pancasila harus diamalkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Norma ada empat: agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum.
Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang.
Latihan Soal Asesmen
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila | Kelas: VI | Tahun Pelajaran: 2026/2027
Kerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu. Kunci jawaban tersedia di bagian bawah, buka setelah selesai mengerjakan.
A. PILIHAN GANDA
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang paling tepat!
Lambang pohon beringin pada Garuda Pancasila melambangkan sila ke-3 yang berbunyi ....
Ketuhanan Yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sikap saling menyayangi, menghormati sesama manusia, dan tidak bersikap semena-mena merupakan nilai yang terkandung dalam sila ke-2 yang berbunyi ....
Ketuhanan Yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
No.
Perilaku
Sila yang Diamalkan
1
Menghormati teman yang sedang beribadah
Sila ke-1
2
Menolong korban banjir tanpa membedakan suku
Sila ke-2
3
Menjaga kerukunan warga yang berbeda suku
Sila ke-4
4
Membagikan bantuan secara adil kepada semua warga
Sila ke-5
Perhatikan tabel berikut! Pasangan perilaku dan sila yang belum tepat ditunjukkan oleh nomor ....
1
2
3
4
Saat istirahat, Wayan dan Rafi bermain kelereng di halaman. Tiba-tiba azan Zuhur berkumandang. Rafi berpamitan untuk salat di musala. Wayan tersenyum, menunggu dengan sabar, dan tidak mengejek Rafi. Setelah Rafi kembali, mereka melanjutkan permainan.
Sikap Wayan menunjukkan pengamalan sila ke-1, yaitu ....
menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah
memaksa teman beribadah sesuai agamanya
ikut beribadah dengan cara agama Rafi
menyuruh teman menunda ibadah
Pak RT mengajak warga membahas rencana pembangunan pos ronda. Setiap warga menyampaikan pendapatnya dengan santun, lalu keputusan diambil bersama dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Sikap warga tersebut merupakan pengamalan ....
sila ke-1, karena warga berdoa bersama sebelum rapat
sila ke-2, karena warga saling membantu korban bencana
sila ke-4, karena keputusan diambil melalui musyawarah
sila ke-5, karena warga membagi bantuan secara merata
Contoh pengamalan sila ke-5 di lingkungan sekolah adalah ....
berdoa sebelum dan sesudah belajar
memilih ketua kelas melalui musyawarah
bermain bersama teman dari berbagai daerah
membagi tugas piket secara adil kepada semua siswa
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya.
Perbedaan suku dan agama pasti menyebabkan bangsa Indonesia terpecah belah.
Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bersama agar keberagaman tetap terjaga dalam persatuan.
Urutan kebenaran pernyataan (B = Benar, S = Salah) yang tepat adalah ....
B – S – B
B – B – B
S – B – S
S – S – B
Warga Desa Harmoni memeluk agama yang berbeda. Saat umat Islam merayakan Idulfitri, warga lain ikut menjaga keamanan dan kebersihan. Ketika umat Kristen dan Hindu merayakan hari raya, warga lain melakukan hal yang sama. Setiap keputusan penting desa diambil melalui musyawarah.
Kehidupan warga Desa Harmoni membuktikan bahwa Pancasila menjadi pemersatu bangsa karena ....
sila ke-1 diamalkan sendiri tanpa berhubungan dengan sila lainnya
sila-sila saling melengkapi: saling menghormati ibadah, bekerja sama, dan bermusyawarah menjaga persatuan dalam perbedaan
semua warga harus memeluk agama yang sama agar dapat bersatu
persatuan hanya dapat dijaga oleh aparat desa
Dua pemuda dari suku berbeda berselisih di jalan. Tak lama kemudian, beredar pesan berantai di media sosial yang mengajak orang memusuhi suku tertentu. Pesan itu dilebih-lebihkan dan belum tentu benar.
Sikap yang sesuai dengan Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah ....
meneruskan pesan agar orang lain ikut waspada
ikut memusuhi suku tersebut karena pesan sudah banyak dibagikan
menutup diri dan tidak mau bergaul dengan siapa pun
tidak menyebarkan pesan, mencari kebenaran, dan tetap menjaga kerukunan antarsuku
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan sila ke-3 Pancasila yang mengajarkan kita untuk ....
hanya berteman dengan orang yang sesuku
tetap bersatu meskipun berbeda suku, agama, dan budaya
menyeragamkan semua budaya daerah
mengutamakan kepentingan kelompok sendiri
Bu Sinta menjelaskan bahwa di kelas VI ada aturan yang disepakati bersama: mengucapkan salam saat masuk kelas, berbicara sopan kepada teman, dan tidak membuang sampah sembarangan. Aturan itu dibuat agar suasana kelas tertib dan nyaman.
Aturan yang mengatur sikap dan perilaku manusia agar kehidupan bersama tertib disebut ....
kebiasaan
hukuman
norma
kesenangan
Perilaku berikut yang termasuk pelanggaran norma kesopanan adalah ....
mencuri barang di toko
tidak menjalankan ibadah salat
melanggar rambu lalu lintas
memotong pembicaraan orang yang lebih tua
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di trotoar untuk menghindari kemacetan. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan. Petugas menegur dan memberikan denda kepada pengendara yang melanggar.
Perilaku pengendara tersebut melanggar norma ....
hukum, karena melanggar aturan tertulis yang disertai sanksi dari negara
agama, karena melanggar perintah kitab suci tentang berkendara
kesusilaan, karena hanya bertentangan dengan hati nurani
kesopanan, karena hanya tidak menyapa pejalan kaki
Sanksi bagi orang yang melanggar norma agama adalah ....
denda dari pengadilan
hukuman penjara oleh polisi
dosa dan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa
ditilang oleh petugas lalu lintas
No.
Hak
Kewajiban yang Mengiringi
1
Mendapat pendidikan
Belajar dengan sungguh-sungguh
2
Menyampaikan pendapat
Membuang sampah pada tempatnya
3
Beribadah sesuai agama
Menghormati ibadah pemeluk agama lain
4
Mendapat lingkungan yang bersih
Menjaga kebersihan lingkungan
Perhatikan tabel berikut! Pasangan hak dan kewajiban yang belum sesuai ditunjukkan oleh nomor ....
1
2
3
4
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau miliki.
Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.
Kita boleh menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban.
Urutan kebenaran pernyataan (B = Benar, S = Salah) yang tepat adalah ....
B – B – S
B – S – B
S – B – B
S – S – B
Contoh hak anak di rumah adalah ....
menghormati kedua orang tua
membantu pekerjaan rumah
menjaga kebersihan kamar tidur
mendapat kasih sayang dan perlindungan dari orang tua
Di sebuah perumahan, sebagian warga menikmati taman dan lampu jalan, tetapi enggan membayar iuran kebersihan dan keamanan. Akibatnya, taman menjadi kotor dan banyak lampu jalan yang mati.
Masalah tersebut terjadi karena warga ....
melaksanakan kewajiban secara berlebihan
menikmati hak, tetapi mengabaikan kewajiban
tidak diberi hak oleh pengurus perumahan
menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang
Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang karena ....
hak jauh lebih penting daripada kewajiban
kewajiban hanya berlaku bagi orang dewasa
agar tidak ada pihak yang dirugikan dan kehidupan bersama berjalan tertib
agar kita dapat menuntut hak sebanyak-banyaknya
Setelah semua siswa melaksanakan kewajiban menjaga kebersihan kelas, hak yang akan mereka peroleh adalah ....
mendapat lingkungan belajar yang bersih dan nyaman
mendapat hadiah dari guru setiap hari
dibebaskan dari jadwal piket
boleh pulang lebih awal dari sekolah
B. ISIAN SINGKAT
Isilah titik-titik pada kalimat berikut dengan jawaban singkat (satu atau dua kata) yang paling tepat!
Aturan yang mengatur sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat disebut ....
Sesuatu yang seharusnya kita terima atau miliki disebut ....
Norma yang bersumber dari ajaran Tuhan dan tertulis dalam kitab suci disebut norma ....
Norma yang bersumber dari hati nurani manusia disebut norma ....
Pengendara yang menerobos lampu merah dapat ditilang oleh polisi. Sanksi tegas dari negara tersebut merupakan ciri norma ....
Warga berdebat tentang jadwal ronda. Mereka sepakat mengikuti jadwal yang dipilih paling banyak warga, dan semua menaatinya walaupun usulan sendiri tidak terpilih. Sikap tersebut merupakan pengamalan sila ke-....
Lambang rantai pada Garuda Pancasila melambangkan sila ke-....
Perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia dapat disatukan karena Pancasila berfungsi sebagai ... bangsa.
Menghormati teman yang sedang beribadah merupakan pengamalan sila ke-....
Semboyan negara Indonesia yang tertulis pada pita yang dicengkeram Garuda Pancasila adalah ....
C. URAIAN
Jawablah pertanyaan berikut dengan uraian yang jelas dan lengkap!
Di sekolah kita terdapat banyak aturan: siswa berdoa sebelum belajar, menyapa guru dengan sopan, tidak menyontek, dan menaati tata tertib sekolah. Aturan-aturan itu membuat sekolah tertib dan nyaman.
Jelaskan pengertian norma dengan kata-katamu sendiri!
Sebutkan empat jenis norma yang berlaku dalam masyarakat!
Tuliskan bunyi sila ke-1 dan sila ke-4 Pancasila, beserta satu contoh pengamalan masing-masing sila di lingkungan rumah!
Rafi adalah siswa baru dari Ambon. Saat guru meminta siswa membentuk kelompok, tidak ada yang mau menerima Rafi karena teman-temannya menganggap Rafi berbeda dan tidak akan cocok dengan kelompok mereka. Akhirnya, Rafi duduk sendirian.
Jika kamu berada di kelas itu, apa yang kamu lakukan? Sebutkan dua tindakan beserta alasannya!
Jelaskan pengertian hak dan kewajiban!
Sebutkan dua hak dan dua kewajiban siswa di sekolah!
Mengapa hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang?
Kampung Mawar dan Kampung Melati bertetangga dan dihuni warga dengan suku serta agama yang berbeda. Setelah pertandingan sepak bola antarkampung, terjadi salah paham yang membuat warga saling menjauh dan tidak lagi mau bergotong royong. Tokoh masyarakat lalu mengajak warga bermusyawarah dan mengadakan kerja bakti bersama.
Sebutkan tiga tindakan nyata yang dapat dilakukan siswa kelas VI di sekolah untuk menjaga persatuan!
– Selamat Mengerjakan –
Kunci Jawaban
Klik untuk melihat kunci jawaban A. Pilihan Ganda
No.
Jawaban
No.
Jawaban
1
B
11
C
2
D
12
D
3
C
13
A
4
A
14
C
5
C
15
B
6
D
16
A
7
A
17
D
8
B
18
B
9
D
19
C
10
B
20
A
Klik untuk melihat kunci jawaban B. Isian Singkat
No.
Jawaban
1
norma
2
hak
3
agama
4
kesusilaan
5
hukum
6
4 (keempat)
7
2 (kedua)
8
pemersatu
9
1 (pertama)
10
Bhinneka Tunggal Ika
Klik untuk melihat pedoman jawaban C. Uraian
Nomor 1. a. Norma adalah aturan yang mengatur sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat agar kehidupan menjadi tertib dan tenteram (skor 2). b. Norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum (skor 1 untuk setiap jenis norma yang benar, maksimal 4).
Nomor 2. Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa; contoh: beribadah sesuai agama bersama keluarga / menghormati anggota keluarga yang beribadah. Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; contoh: bermusyawarah menentukan tempat liburan keluarga / menghargai pendapat adik atau kakak. (Skor 1 untuk bunyi sila dan 1 untuk contoh yang tepat, total 4.)
Nomor 3. Contoh jawaban: (1) Mengajak Rafi bergabung ke kelompokku, karena semua teman berhak diterima tanpa membeda-bedakan (sila ke-3 dan ke-2). (2) Menegur teman yang menolak Rafi dengan sopan dan mengajak mereka berkenalan, karena perbedaan daerah bukan alasan menjauhi teman dan dapat merusak persatuan. (Skor 2 untuk tiap tindakan beserta alasan yang tepat.)
Nomor 4. a. Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima atau miliki; kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. b. Hak: mendapat pelajaran dari guru, mendapat perlindungan dari kekerasan, dan sejenisnya. Kewajiban: menaati tata tertib sekolah, menghormati guru dan teman, mengerjakan tugas, menjaga kebersihan kelas, dan sejenisnya. c. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, kehidupan bersama berjalan tertib dan adil, serta setiap orang dapat menikmati haknya karena orang lain juga melaksanakan kewajibannya. (Skor: a = 2, b = 2, c = 2.)
Nomor 5. Contoh jawaban: berteman dengan semua teman tanpa memandang suku dan agama; bekerja sama dalam kelompok belajar atau kerja bakti; tidak mengejek logat atau kebiasaan teman; menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah; tidak menyebarkan kabar bohong yang memecah belah. (Skor 2 untuk setiap tindakan yang tepat, maksimal 6.)
Penutup
Anak-anak hebat, itulah rangkuman materi dan latihan soal untuk persiapan Sumatif Tengah Semester. Ulangi bagian yang masih terasa sulit, tanyakan kepada bapak/ibu guru jika ada yang belum dipahami, dan jangan lupa istirahat yang cukup sebelum hari ujian. Kerjakan soal dengan teliti, jujur, dan percaya diri. Semoga sukses dan mendapatkan hasil terbaik!
Apa kabar, anak-anak sholih/sholihah? Semoga kalian semua sehat, bahagia, dan semangat hari ini ya! 😊 Sudahkah kalian melaksanakan shalat Subuh? Jangan lupa ya, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. 🕌
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Hari ini kita akan berkenalan dengan tiga kebesaran Allah yang ada di dalam pelajaran kita. Siap? Ayo kita mulai! 🚀
🌟 1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ
“Allah pencipta segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)
Allah menciptakan lidah, akal, dan kata-kata sehingga kita bisa berbahasa. 🗣️ Allah juga menciptakan tangan yang terampil sehingga kita bisa berkarya. 🎨 Dalam Bahasa Indonesia, satu kata bisa punya dua makna. Dalam Seni Rupa, tangan kita bisa menyimpul tali menjadi karya indah.
🤔 Pertanyaan pemantik: Kalau Allah menciptakan lidah kita, bagaimana caranya supaya kata-kata yang keluar dari lidah kita selalu membawa kebaikan, meskipun kita memakai kata kiasan?
🛡️ 2. Allah Maha Malik (Maha Memiliki dan Memelihara)
مَلِكِ ٱلنَّاسِ
“Raja manusia.” (QS. An-Nas: 2)
Allah adalah Raja yang memelihara seluruh manusia dan negeri ini. 🇮🇩 Dalam IPAS, kita belajar bahwa para pahlawan berjuang agar Indonesia merdeka, dan Allah menjaga bangsa ini sampai hari ini. Kemerdekaan itu harus kita rawat juga.
🤔 Pertanyaan pemantik: Para pahlawan rela berkorban demi kita yang belum lahir. Kalau Allah memelihara negeri ini lewat perjuangan mereka, apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk merawat kemerdekaan?
“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 58)
Tali makrame berasal dari kapas dan serat tanaman, yaitu rezeki dari alam. 🌿 Dengan keterampilan tangan, kita bisa membuat kerajinan yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi sumber rezeki saat dewasa nanti.
🤔 Pertanyaan pemantik: Jika benda-benda di sekitar kita adalah rezeki dari Allah, bagaimana kita bisa memakainya dengan bijak sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia?
🎨 🧶 ✂️
Seni Rupa
Kreasi Kerajinan Makrame
📋 Identitas Mata Pelajaran
🎯 Capaian Pembelajaran (Fase C)
Peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa dua dan tiga dimensi dengan mengolah unsur dan prinsip seni rupa serta memanfaatkan berbagai bahan, alat, dan teknik. Peserta didik mampu menceritakan proses dan makna karyanya serta menghargai karya orang lain.
🏁 Tujuan Pembelajaran
Aku dapat menjelaskan pengertian, bahan, dan manfaat makrame.
Aku dapat mempraktikkan simpul dasar makrame dengan rapi.
Aku dapat membuat kreasi makrame sederhana (gantungan kunci atau hiasan mini) dan menceritakan karyaku.
🧭 Alur Tujuan Pembelajaran
Tahap
Kegiatan
TP 1
Mengamati contoh karya makrame, mengenal bahan dan alat, menjelaskan manfaatnya.
TP 2
Guru mendemonstrasikan simpul kepala dan simpul pipih; siswa berlatih dengan tali percobaan.
TP 3
Merancang, membuat, dan memamerkan karya; teman memberi apresiasi (dua bintang dan satu harapan).
📚 Materi
Kreasi kerajinan makrame: pengertian, bahan dan alat, simpul dasar, langkah membuat, serta unsur seni rupa pada karya makrame.
Video tutorial, contoh karya makrame, tali katun atau tali kur, ring atau kayu kecil, gunting, meteran atau penggaris, manik-manik, lem, papan pengalas, dan lembar penilaian.
🎬 Inti Pembelajaran
Video dan Penjelasan
▶️ Tonton dulu videonya, ya!
Judul: Cara Membuat Makrame untuk Pemula | Seni Rupa Kelas 6
Makrame adalah kerajinan tangan yang dibuat dengan cara menyimpul tali hingga membentuk pola indah, tanpa dijahit, tanpa ditenun. Tali disimpul berulang sehingga tampak seperti pola bermotif. ✨
🛠️ Bahan dan Alat
🧵
Bahan
Tali katun, tali kur, atau tali rami; ring atau ranting kayu; manik-manik.
✂️
Alat
Gunting, penggaris atau meteran, lem, papan pengalas.
♻️
Ramah Lingkungan
Boleh memakai tali bekas yang masih bagus agar tidak menambah sampah.
🪢 Simpul Dasar Makrame
Simpul
Fungsi
Cara Singkat
Simpul kepala
Memasang tali ke ring atau kayu
Lipat tali menjadi dua, letakkan di ring, masukkan kedua ujung ke lubang lipatan, lalu tarik.
Simpul pipih
Membuat pola datar yang rapi
Simpul kiri dan kanan bergantian pada empat tali.
Simpul kepang / spiral
Membuat pola memutar
Ulangi simpul separuh di sisi yang sama sehingga tali berputar.
📌 Langkah Membuat Gantungan Kunci Makrame
📏 Ukur dan potong 4 tali, masing-masing panjang sekitar 50 cm, dan 1 tali pendek untuk pengikat.
🔗 Pasang semua tali pada ring dengan simpul kepala.
🪢 Buat simpul pipih berulang sampai panjang yang diinginkan.
🎀 Ikat pangkal simpul dengan tali pendek, lalu rapikan ujung tali.
✂️ Gunting ujung tali agar sama panjang, tambahkan manik-manik sebagai hiasan.
🎨 Unsur Seni Rupa pada Makrame
Tekstur: kasar atau halus dari tali dan pola simpul.
Garis: arah tali yang lurus, melengkung, atau berputar.
Warna: pilih warna tali yang serasi.
Keseimbangan: panjang tali kanan dan kiri dibuat seimbang.
🏠 Manfaat sehari-hari: hiasan dinding kamar, gantungan kunci tas, pot gantung tanaman, gelang persahabatan. Kalau ditekuni, bisa jadi usaha kecil yang mendatangkan rezeki! 💰
🌈 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful
🧘
Mindful
Sambil menyimpul tali, tarik napas pelan dan fokus pada gerakan jari. Rasakan tekstur tali dan hitung setiap simpul dengan tenang.
🧶
Meaningful
Buat gantungan kunci makrame untuk dihadiahkan kepada orang tersayang, lalu tulis pesan kecil di kartu.
🖼️
Joyful
“Galeri Kelas”: pamerkan karya, lalu teman memberi 2 bintang ⭐⭐ (pujian) dan 1 harapan 🌱 (saran).
📝 LKPD Kreatif: Rancangan Karya Makrame 🧵
Nama : ……………………………
Kelas / No. : ………………………
A. Nama karyaku: ……………………………………………………
B. Rencana bahan dan warna:
C. Gambar rancanganku:
✏️ Gambar di sini
D. Langkah pembuatanku:
E. Penilaian Diri (beri ⭐ 1 sampai 3)
Aspek
Bintangku
Simpul rapi dan kuat
☆ ☆ ☆
Warna serasi dan menarik
☆ ☆ ☆
Selesai tepat waktu dan bersih
☆ ☆ ☆
F. Komentar teman: ⭐⭐ Pujian: ………………………… 🌱 Harapan: …………………………
🏆 Penutup
Asesmen Formatif: Seni Rupa
A. Pilihan Ganda
Makrame adalah kerajinan yang dibuat dengan cara ... Mudah
melukis kain
memahat kayu
menyimpul tali
menempel kertas
Bahan utama pembuatan makrame adalah ... Mudah
tali katun atau tali kur
kertas karton
tanah liat
kaca
Simpul yang dipakai untuk memasang tali pada ring atau kayu adalah simpul ... Sedang
pipih
kepang
pita
kepala
Agar hasil makrame rapi dan seimbang, sebelum menyimpul kita harus ... Sedang
memotong tali sembarang
mengukur dan memotong tali sama panjang
mengikat tali asal-asalan
membasahi tali
Unsur seni rupa tekstur pada makrame terlihat dari ... Sukar
kasar atau halusnya tali dan pola simpul
warna langit di luar kelas
suara gunting
bau lem
B. Isian Singkat
Simpul untuk memasang tali pada ring disebut simpul ................. Mudah
Memotong tali sama panjang bertujuan agar hasil karya tampak ................. Sedang
Selain gantungan kunci dan hiasan dinding, makrame dapat dibuat menjadi ................. Sukar
C. Esai
Sebutkan langkah-langkah membuat gantungan kunci makrame secara berurutan! Sedang
Bagaimana kerajinan makrame dapat menjadi peluang usaha sekaligus ikut menjaga lingkungan? Sukar
🔑 Kunci Jawaban Seni Rupa
Pilihan Ganda: 1 C, 2 A, 3 D, 4 B, 5 A
Isian: 1 kepala, 2 rapi (dan seimbang), 3 pot gantung / gelang / tempat tisu (jawaban masuk akal lainnya)
Esai: 1. Ukur dan potong tali, pasang tali pada ring dengan simpul kepala, buat simpul pipih berulang, ikat pangkal simpul, rapikan ujung dan beri hiasan. 2. Makrame bisa dijual sebagai hiasan atau suvenir sehingga menghasilkan uang; bahan bisa dari tali alami atau bekas sehingga mengurangi sampah.
✅ Kesimpulan
🌟 Makrame adalah seni menyimpul tali menjadi karya indah. Dengan simpul kepala dan simpul pipih, kita bisa membuat gantungan kunci, hiasan dinding, dan lainnya. Kerajinan ini melatih kesabaran, ketelitian, dan kreativitas, serta bisa menjadi sumber rezeki. Ayo terus berkarya! 🎨💜
😊 Bagaimana perasaanmu belajar Seni Rupa hari ini?
👩🏫 Refleksi Pembelajaran Guru – Seni Rupa
Kendala Pembelajaran
Sebagian siswa belum terampil menyimpul; tali kusut atau tidak sama panjang; waktu terbatas sehingga karya belum selesai; ada siswa yang lupa membawa bahan.
Tindak Lanjut
Menyiapkan tali cadangan dan tutor sebaya; membuat contoh langkah bergambar; membagi karya menjadi dua tahap (latihan simpul, lalu penyelesaian); memberi waktu tambahan atau tugas menyelesaikan di rumah.
Siswa yang Sudah Paham
Siswa yang Belum Paham
🎉 Hebat! Kamu sudah menyelesaikan pembelajaran hari ini!
Jangan lupa: rapikan alat belajarmu, bantu ibu di rumah, dan tetap semangat besok ya! 🌈 Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 👋