Senin, 05 Agustus 2024

Materi Ajar: Senin, 5 Agustus 2024

 


Hari/Tanggal                   :  Senin, 5 Agustus 2024

Kelas                                : IV (Empat) A

Mata Pelajaran                : 

1. Bahasa Indonesia         : BAB 1 Aku Sudah Besar


CP: 

Fase Berdasarkan Elemen :

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menyimak

Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Membaca Dan Memirsa

Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi. 

Berbicara Dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi sesuai tata cara. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.  Peserta didik mampu menggunakan kaidah sederhana kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks. Peserta didik terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.


2. Matematika                     :  Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1.000

CP: 

Fase B Berdasarkan Elemen :

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Bilangan

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan pembilang satu dan antarpecahan dengan penyebut yang sama. Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan simbol matematika.

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan desimal.  Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen.

Aljabar

Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100. Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau objek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.

Pengukuran

Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.  Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.

Geometri

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segibanyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

Analisis Data Dan Peluang

Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

 


3. IPAS   :  Bagian- Bagian Tumbuhan dan Fungsinya
CP : 

 

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pemahaman IPAS (sains dan sosial)

Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya

Keterampilan proses

1.    Mengamati

Di akhir fase ini, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dengan menggunakan pancaindra dan dapat mencatat hasil pengamatannya.

2.    Mempertanyakan dan memprediksi

Dengan menggunakan panduan, peserta didik mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

3.    Merencanakan dan melakukan penyelidikan Dengan panduan, peserta didik membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan. Peserta didik menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat.

4.    Memproses, menganalisis data dan informasi Mengorganisasikan data dalam bentuk tabel dan grafik sederhana untuk menyajikan data dan mengidentifikasi pola. Peserta didik membandingkan antara  hasil  pengamatan dengan prediksi dan memberikan alasan yang bersifat ilmiah.

5.    Mengevaluasi dan refleksi

Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan.

6.    Mengomunikasikan hasil

Mengomunikasikan         hasil     penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai format.

TP :

Mendeskripsikan proses fotosintesis dan mengaitkan pentingnya proses ini bagi makhluk hidup,Membuat simulasi menggunakan bagan atau alat bantu sederhana tentang siklus hidup tumbuhan. 

Assalamu'alaikum wr wb...


 
Apa kabar anak-anak bu guru? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....
 
Sebelum memulai pembelajaran kita hari ini ayo kita buka dengan lafadz basmallah, dan berdoa ya.. 
 


BAHASA INDONESIA

Surat adalah kertas yang tertulis yang di dalamnya ada isi atau tujuan. Surat mengandung informasi berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan lain-lain.Surat memiliki banyak jenis, salah satunya adalah surat pribadi.

Surat pribadi adalah surat yang ditulis seseorang atau individu kepada orang lain yang bersifat pribadi. Surat pribadi adalah surat yang bersifat personal atau tidak resmi, bebas, menggunakan bahasa sehari-hari, dan berisi masalah-masalah pribadi.

Maksud dan isi surat pribadi ada macam-macam. Contohnya adalah surat pada keluarga jauh, teman, atau sahabat pena.Surat pribadi memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan jenis surat yang lain. Ciri-ciri surat pribadi antara lain sebagai berikut
  1. Isi surat bersifat pribadi;
  2. Tidak menggunakan kop surat;
  3. Bahasa yang digunakan boleh tidak resmi atau bahasa sehari-hari;
  4. Salam pembuka dan penutup bersifat tidak formal;
  5. Gaya penulisan lebih bebas.

Surat pribadi memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah menanyakan kabar, memberitahukan keadaan, memberikan undangan, dan menyampaikan pesan.

Kalian bisa melihat dan mempelajari contoh surat berikut ini sebelum kalian menulis surat!
Semarang, 23 Agustus 2020

Salam, Bimo
Apa kabarmu? Semoga kamu serta Om dan Tante sehat semua, ya. Kami di sini juga baik-baik saja. Ingat tidak, pohon jambu yang ada di depan rumahku?

Sekarang pohon itu sudah besar dan tinggi. Aku suka sekali memanjatnya. Memanjat sudah menjadi hobiku. Kadang aku belajar dan membaca buku di atas pohon itu. Suatu kali tanganku tidak sengaja menyenggol ulat. Uh, gatal sekali. Sejak itu aku takut setiap melihat ulat. Aku pikir, mungkin aku fobia dengan ulat, tetapi kata Ibu aku hanya takut biasa.

Bagaimana denganmu, apa hobimu? Apa yang tidak kamu suka? 

Salam hangat,
Abdul, penyuka durian


 Matematika

Penjumlahan bilangan cacah bisa dilakukan dengan memperhatikan nilai tempat dan nilai angka.

Misalnya bilangan 957 memiliki nilai tempat sebagai berikut.

9 = nilai tempat ratusan

5 = nilai tempat puluhan

7 = nilai tempat satuan

Sekarang kita pelajari cara penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000, yuk!

"Penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 bisa dilakukan dengan memperhatikan nilai tempat."  

Penjumlahan Bilangan Cacah

Penjumlahan bilangan cacah bisa dilakukan dengan cara susun panjang dan cara susun pendek.

Penjumlahan Cara Susun Panjang

Berikut cara susun panjang pada penjumlahan bilangan cacah.

1. Tulis bilangan secara bersusun sesuai nilai tempatnya.

2. Uraikan (dalam bentuk ratusan, puluhan, dan satuan) masing-masing bilangan yang akan dijumlahkan.

3. Mengelompokkan masing-masing bilangan dengan nilai tempat yang sama pada proses penjumlahan.

"Proses penjumlahan cara susun panjang dilakukan dengan menguraikan masing-masing dan mengelompokkannya dengan nilai tempat."

Contoh penjumlahan bilangan cacah dengan cara susun panjang.  

131 = 100 + 30 + 1

321 = 300 + 20 + 1 

131+321 = (100 + 300) + (30 + 20) + (1 + 1) = 400 + 50 + 2 = 452

Penjumlahan Cara Susun Pendek

1. Tulis bilangan secara bersusun sesuai nilai tempatnya (satuan disusun dengan satuan, puluhan disusun dengan puluhan, dan ratusan disusun dengan ratusan).

2. Operasi penjumlahan dilakukan dari nilai tempat yang terkecil ke nilai tempat yang besar (dari kanan ke kiri).

3. Jumlahkan masing-masing bilangan sesuai dengan nilai tempatnya.

Nah, itulah penjelasan tentang penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan cara susun panjang dan susun pendek.

IPAS

Bagian-bagian utama dari tumbuhan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Akar

Bagian pertama dan salah satu bagian penting dari tumbuhan adalah akar. Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang memiliki fungsi menyerap air, mineral dan zat hara lainnya untuk kebutuhan tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk menjaga tumbuhan agar berdiri kokoh.

2. Batang
Bagian dari tumbuhan yang memiliki peran cukup penting adalah batang. Dalam tumbuhan batang berfungsi untuk menghubungkan akar dengan daun serta menyusun struktur dari tumbuhan itu sendiri.

3. Daun

Bagian dari tumbuhan lainnya adalah daun, bagian ini menjadi tempat fotosintesis bagi tumbuhan. Daun juga berfungsi untuk menyerap karbon dioksida maupun oksida untuk keperluan fotosintesis.

4. Bunga

Bunga menjadi bagian tumbuhan lainnya yang memiliki ciri-ciri kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Bunga memiliki bentuk yang sangat variatif dan berwarna-warni, memberikan daya tarik untuk menarik perhatian kupu-kupu dan serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan.

5. Buah

Buah merupakan cadangan makanan yang dihasilkan oleh sebuah tanaman yang dapat dinikmati oleh makhluk hidup lainnya. Buah juga memiliki fungsi untuk melindungi biji tanaman serta membantu dalam penyebaran biji-bijian. Buah berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, membungkus dan melindungi biji. Pada bagian putik yang berada di struktur bunga, ada tiga bagian putik, yaitu kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan bakal buah (ovarium).  Bakal buah akan berkembang menjadi buah, bakal biji akan berkembang menjadi biji. 

6. Biji

Fungsi dari biji tumbuhan yaitu penyimpan cadangan makanan, alat perkembangbiakan, dan pembentuk tumbuhan baru. 

Biji berasal dari bakal biji. Biji dibedakan menjadi dua, yaitu biji terbuka dan biji tertutup.

Biji terbuka atau disebut juga gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak tertutup bakal buah. 

Sedangkan biji tertutup disebut juga angiospermae adalah tumbuhan yang bijinya tertutup dan memiliki bunga. 

Tonton video ini juga, yuk!

Kesimpulan: 

Kegiatan belajar di kelas hari ini alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Namun masih ada 3 siswa yang belum memahami dengan baik materi IPAS tentang bagian tumbuhan, sedangkan untuk pelajaran bahasa indonesia dan matematika peserta didik sudah tuntas memahami materi tentang penulisan surat pribadi dan"Penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 . 

Jumat, 02 Agustus 2024

Materi Ajar: Jumat, 2 Agustus 2024

 Hari/Tanggal                   :  Jum'at, 2 Agustus 2024

Kelas                                : IV (Empat) A

Mata Pelajaran                : Bahasa Indonesia

BAB 1                               : Aku Sudah Besar


 Tujuan Pembelajaran :

1. Mengenal kata-kata sulit dalam teks bacaan

2. Mencari kata-kata sulit dalam kamus dan KBBI baik dari media online maupun cetak

3. Membuat kamus mini sederhana 


Bahasa Indonesia

Yuk simak ringkasan materi dibawah ini....

Punya buku kamus di rumah? 
Kamus merupakan buku acuan yang membantu kita menemukan berbagai kata beserta penjelasan, cara pelafalan, ejaan, bahkan contoh penggunaannya dalam kalimat.
Biasanya, kamus dipakai saat ingin mempelajari suatu bahasa. Bagi anak-anak, kamus bisa merangsang kemampuan bahasanya, baik untuk mata pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa asing.
Dalam satu halamannya saja, anak bisa menemukan banyak kosakata baru dan ini merupakan hal baik untuk menambah perbendaharaan kata si kecil.
Untuk membantunya belajar lewat buku kamus, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan. Yuk simak informasinya!
1. Tentukan Kata yang Ingin Dicari Maknanya
Sebagai awal, anda bisa memancing eksplorasi anak untuk mempelajari kamus dengan cara menentukan kata apa yang ingin diketahui artinya.
Coba tanyakan pada anak, apakah selama ini ia pernah menemukan kata-kata yang belum diketahui artinya? Atau, pelafalan kata yang masih membuatnya bingung?
Kalau sudah tau kata apa yang membuatnya penasaran, anak akan semakin tertarik untuk belajar menggunakan kamus.
Pastikan mencarinya dalam bentuk kata dasar tanpa imbuhan. Misalnya, anak penasaran artinya kata memangkas, maka terangkan kalau memangkas berasal dari kata pangkas. Setelah itu, cari makna kata pangkas di kamus.
2. Cari Sesuai Huruf Pertama dalam Kata
Setiap kata di buku kamus disusun secara sistematis sesuai urutan alfabet. Dari kata yang sudah ditentukan, kamu bisa mengajak anak untuk mencari kata menurut huruf pertamanya.
Contohnya, anak ingin mencari kata “lari”. Arahkan dia untuk langsung membuka halaman kamus huruf “L”
Umumnya, buku kamus memberikan tanda huruf pertama di bagian pinggir halaman, jadi ini cukup memudahkan para pembacanya.

menggunakan kamus

Sumber foto: Ibudanbalita

3. Temukan Kata dengan Membaca Cepat
Setelah anak membuka kamus sesuai huruf pertama kata yang dicari, selanjutnya tidak perlu bingung untuk membaca semua kata di halaman itu.
Agar mempersingkat pencarian, ajari anak untuk melanjutkan mencari kata berdasarkan huruf kedua.
Misalnya, anak hendak mencari kata “getah”. Setelah halaman huruf “G” dibuka, bombing anak untuk melanjutkan menemukan gabungan huruf G dan E. Selanjutnya, cari kata dengan menambahkan huruf ketiga dan seterusnya.
Metode membaca cepat atau memindai ini akan mempermudah kita menelusuri kamus.
4. Pahami Kata Tersebut Sesuai Penjelasan Kamus
Setelah menemukan kata yang dicari, pahamilah penjelasan yang dijabarkan kamus. Anak bisa memperoleh pengetahuan lebih mengenai arti sebenarnya dari kata yang dicari, cara pelafalan yang benar, bahkan biasanya kamus juga memberikan contoh kalimat.
Kalau anak sudah membaca, anda bisa memastikan apakah ia sudah memahami penjelasan dalam kamus atau belum. Tanyakan apakah ada detail yang membuatnya bingung. Setelah anak paham, kamu bisa mulai membiasakan 









Pendidikan Anti Korupsi

Pendidikan antikorupsi merupakan tindakan untuk mengendalikan dan mengurangi korupsi berupa keseluruhan upaya untuk mendorong generasi mendatang untuk mengembangkan sikap menolak secara tegas terhadap setiap bentuk korupsi.

Pendidikan anti korupsi adalah program pendidikan tentang korupsi yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kepedulian warganegara terhadap bahaya dan akibat dari tindakan korupsi.

Pendidikan anti korupsi diberikan agar terciptanya generasi muda yang dengan sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan juga mengetahui sanksi-sanksi yang akan diterima jika seseorang melakukan korupsi.


Kesimpulan :

Alhamdulillah, kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar dan seru. siswa aktif terlibat. mereka antusias menyampaikan ide dan pendapat mengenai materi hari ini dan Tuntas dalam kegiatan pembelajaran.

Terimakasih atas kerjasama dan perhatiannya.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan diberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu 

Salam sayang dari ibu Tutik 
Wassalamualaikum wr wb

Kamis, 01 Agustus 2024

Materi Ajar: Kamis 1 Agustus 2024

 Hari/Tanggal                   :  Kamis, 1 Agustus 2024

    Kelas                               : IV (Empat) A

Mata Pelajaran                  : 

1. Bahasa Indonesia          : BAB 1  Aku Sudah Besar

Tujuan Pembelajaran : 

Diberikan daftar kosa-kata, peserta didik dapat memahami makna pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Indonesia dengan tepa

-  Diberikan daftar kosa-kata, peserta didik dapat mengidentifikasi makna pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Indonesia dengan tepat


2. IPAS                                :  Alat Indra Manusia

Tujuan Pembelajaran : 

- Peserta didik dapat menyebutkan alat indra manusia 

- Peserta didik dapat menyebutkan kelainan pada telinga manusia dan cara merawatnya.


Assalamu'alaikum wr wb...


 
Apa kabar anak-anak bu guru? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....
 
Sebelum memulai pembelajaran kita hari ini ayo kita buka dengan lafadz basmallah, dan berdoa ya.. 
 


BAHASA INDONESIA

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV sekolah dasar Bab I Aku Sudah Besar terdapat kegiatan membaca. Teks Tak Muat Lagi (Baca Buku Bos Teks Tak Muat Lagi)


Bagaimana menurut kalian cerita berjudul “Tak Muat Lagi”? Menarik, bukan? Sekarang jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Sampaikan kembali cerita “Tak Muat Lagi” dalam tiga kalimat buatanmu sendiri!
Kiki memakai baju Lala yang sudah lama tidak dipakai. Lala tidak terima dan meminta baju tersebut dari adiknya. Saat dipakai baju tersebut sobek karena badan Lala yang sudah besar.
2. Mengapa Lala kesal kepada Kiki?
Lala kesal pada Kiki karena baju polkadot favoritnya dipakai oleh Kiki
3. Dari mana Lala mengetahui baju itu tidak muat lagi untuknya?
Lala mengetahui baju tidak muat lagi untuknya ketika baju tersebut sobek saat lala mencoba memakainya.
4. Menurutmu, bagaimana perasaan Lala setelah memutuskanakan memberikan bajunya kepada Kiki?
Lala merasa bahagia dan lega karena menyadari bahwa dia sudah besar dan tidak cocok lagi memakai baju itu, sehingga lebih baik diberikan kepada adiknya.
5. Apakah kalian juga punya adik? Bagaimana perasaan kalian jika barang kalian diminta adik?
Perasaan saya sebagai kakak harus ikhlas memberikan barang yang kita miliki jika adik membutuhkan barang tersebut.
6. Bayangkan diri kalian sebagai Kiki. Bagaimana perasaan kalian jika memiliki kakak seperti Lala?
Jika memiliki kakak seperti Lala saya akan sangat senang karena dia mau memberikan baju kesayangan kepada adiknya.
Berdiskusi
Diskusikan bersama, seperti apakah hubungan kakak-adik yang baik? Acungkan tangan jika kalian ingin menyampaikan pendapat dan jangan menyela jika guru atau temanmu sedang berbicara.
Menurut saya hubungan adik kakak yang baik antara adik-kakak adalah saling menyayangi, saling menghargai, saling menolong, saling berbagi, bermain bersama, dan mau belajar bersama.

Bahas Bahasa
Kalimat Transitif dan Intransitif
Kalian tentu ingat unsur-unsur yang membentuk sebuah kalimat, yaitu Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Ada kalimat yang hanya terdiri atas Subjek dan Predikat. Ada pula kalimat yang memerlukan Objek.
  1. Kalimat transitif adalah kalimat yang terdiri atas tiga unsur wajib, yaitu Subjek, Predikat, dan Objek. Pada kalimat jenis ini, kata kerja (verba) yang digunakan adalah verba transitif yang menuntut adanya objek. Tanpa objek, kalimat transitif menjadi tidak lengkap dan salah.
  2. Kalimat intransitif adalah kalimat yang hanya memiliki dua unsur wajib, yaitu Subjek dan Predikat. Baik kalimat transitif maupun intransitif dapat memiliki unsur tak wajib seperti keterangan waktu dan/atau keterangan tempat.
KalimatObjekContoh
TransitifPerluLani memetik jambu.
Yopi menyanyikan lagu Indonesia Raya.
IntransitifTidak perluLani menangis.
Yopi bernyanyi

Menulis
  1. Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif dalam cerita “Tak Muat Lagi” Coba perhatikan cerita “Tak Muat Lagi”. Carilah kalimat transitif dan intransitif di dalamnya. Tuliskan 5 kalimat transitif dan 5 kalimat intransitif yang kalian temukan dalam cerita “Tak Muat Lagi”. Tuliskan pula kata yang menjadi objek pada kalimat transitif.
  2. Latihan Menulis Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
No.Kalimat TransitifObjek
1.Cuaca panas membuatnya buru-buru masuk rumah.-nya
2.Kiki menyodorkan segelas air.segelas air
3."Kakak kan sudah tidak pernah lagi memakainya,”-nya
4.Lala mendapatkan kembali bajunya.bajunya
5.Kiki mengikutinya.-nya
6.Lala terus mematut diri.diri
7.Lala merasa gerah.gerah
8.Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya.punggungnya
9.Dengan sedih dia meraba bagian baju yang sobek.bagian baju yang sobek
10.akhir-akhir ini dia tidak pernah lagi memakai baju itu.baju itu
11.Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin.bayangan dirinya dan Kiki
12.Dia sudah tak cocok lagi memakai baju itu.baju itu
13.Kiki langsung memeluk kakaknya.kakaknya
No.Kalimat Intransitif
1.Lala bertanya dengan kesal.
2.Kiki mengelak.
3.Lala berkeras.
4.Lala berdiri di depan cermin.
5.Dia juga sulit bernapas dengan lega.
6.Kiki berteriak.
7.Lala terdiam.

Menuliskan Kebiasaan di Rumah Menggunakan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
Bagaimana kebiasaan di rumah kalian terhadap barang-barang yang sudah tidak kalian pakai? Apakah baju, sepatu, tas, atau buku kalian dijual, diberikan kepada adik, atau disumbangkan? Ceritakan dan tuliskan di buku tulis kalian.Ketika menulis, perhatikan untuk:
1. Menggunakan tanda baca yang tepat; dan
2. Menggunakan setidaknya 2 kalimat transitif dan 2 kalimat intransitif.

Contoh
Kebiasaan dalam keluargaku, jika aku memiliki baju atau sepatu yang sudah tidak dipakai, kami memberikan kepada adik sepupuku. Adik sepupuku perempuan, sama seperti aku dan kakak. Ibuku mengumpulkan baju-baju yang sudah tidak terpakai dalam satu kardus. Aku dan kakak menyimpan sepatu bekas di dalam kotak sepatu. Pada hari Minggu, kami sekeluarga pergi ke rumah paman di desa. Tidak lupa kami membawa baju-baju dan sepatu yang akan kami berikan kepada adik sepupuku. Saat tahu aku membawakakan baju dan sepatu, adik sepupuku sangat gembira. Dia tersenyum sendiri saat mencoba baju yang kuberikan kepadanya. Aku dan kakak tertawa melihat tingkahnya.

Kalimat Transitif :
  1. aku memiliki baju atau sepatu
  2. Ibuku mengumpulkan baju-baju
  3. Aku dan kakak menyimpan sepatu bekas
  4. kami membawa baju-baju dan sepatu

Kalimat Intransitif :
  1. kami sekeluarga pergi ke rumah paman di desa.
  2. Dia tersenyum sendiri.
  3. Aku dan kakak tertawa

Demikian pembahasan mengenai Membaca Cerita “Tak Muat Lagi”. 


IPAS



Sebelum memulai pembelajaran ayo kita simak video berikut ini!

Perhatikan video berikut



Telinga merupakan organ yang mampu mendeteksi atau mengenal suara dan juga berperan untuk keseimbangan dan posisi tubuh. Manusia memiliki sepasang telinga yang terletak simetris di bagian yang berlawanan. Fungsinya untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.



Telinga terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Bagian Luar
Daun telinga, berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara yang nantinya menuju ke saluran telinga.

Saluran telinga, berfungsi untuk menangkap dan mencegah debu, maupun hewan berukuran kecil yang masuk ke telinga.

2. Bagian Tengah
Gendang telinga (membran timpani), berfungsi untuk menangkap gelombang suara lalu mengubahnya menjadi getaran yang diteruskan ke tulang telinga.

Tulang telinga, berfungsi landasan untuk meneruskan getaran yang masuk dari gendang telinga ke rumah siput. Tulang telinga terdiri dari martil, landasan, dan sanggurdi.

3. Bagian Dalam

Saluran eustachius
Saluran eustachius merupakan penghubung antara telinga tengah dan faring. Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara pada telinga luar dengan tengah.
Dalam keadaan diam, saluran eustachius akan tertutup. Saluran ini akan terbuka saar mengunyah dan menguap.

  • Koklea

Koklea memiliki bentuk yang menyerupai siput dan bertanggung jawab untuk mengubah getaran dari telinga tengah menjadi sinyal saraf. Pada bagian dalam koklea, terdapat rambut kecil yang mengubah getaran menjadi impuls listrik. 

Selanjutnya, saraf koklea akan mengirimkan impuls listrik menuju ke otak untuk diterjemahkan sebagai suara.

  • Saluran setengah lingkaran

Saluran setengah lingkaran terlihat seperti tiga tabung kecil yang terhubung. Bagian ini memiliki cairan dan dilapisi oleh rambut kecil. Fungsinya membantu menyeimbangkan tubuh. 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga

Guna menjaga kesehatan telinga, kamu bisa melakukan beberapa langkah perawatan yang sederhana berikut ini:

  • Membersihkan telinga dengan lembut menggunakan kain bersih. Hindari memakai cotton bud atau benda keras lainnya yang dapat melukai telinga.
  • Jaga kebersihan saluran telinga dan hindari pengumpulan kotoran yang berlebihan.


Jawablah pertanyaan berikut!
1. Telinga terbagi menjadi ..........bagian, yaitu ........., ......., .........
2. Apa Fungsi telinga bagian luar ?
3. Saluran yang berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada telinga adalah ......
4. Apa  fungsi saluran setengah lingkaran?
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan telinga ?

Indra Pendengar (Telinga)

Bagian-bagian telinga


Telinga merupakan alat indra yang berfungsi untuk mendengar. Telinga manusia mampu mendengarkan suara yang berfrekuensi antara 20-20.000 getaran per detik (hertz/Hz)
 
Bagian-bagian telinga
Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Telinga bagian luar
Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga,lubang telinga dan gendang telinga. Daun telinga terdiri dari tulang rawan yang dapat ditekuk. Daun telinga berfungsi menangkap suara dari luar. Lubang telinga bertugas meneruskan suara menuju gendang telinga. Gendang telinga bertugas meneruskan suara ke tulang-tulang pendengaran. Gendang telinga akan bergetar jika ada suara.

2. Telinga bagian tengah
Pada telinga bagian tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang terdiri dari tulang martil, tulang landasan dan tulang sanggurdi. Telinga tengah berfungsi menerima suara yang ditangkap telinga luar. Pada bagian ini terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Fungsi saluran eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga luar dengan telinga tengah.

3. Telinga bagian dalam
Telinga bagian dalam terdiri dari tingkap jorong, bundar, tiga saluran setengah lingkaran serta rumah siput (koklea). Pada rumah siput terdapat ujung-ujung saraf pendengaran dan alat keseimbangan tubuh. Telinga dalam berfungsi untuk menerima getaran bunyi atau suara dari telinga tengah.

Cara kerja telinga
Suara berasal dari getaran yang merambat melalui udara. Suara tersebut ditangkap oleh gendang telinga. Akibatnya gendang telinga bergetar. Getaran ini kemudian diteruskan oleh tulang-tulang pendengar ke telinga bagian dalam tepatnya di ujung saraf. Oleh saraf getaran tersebut disampaikan ke otak agar diolah sehingga kita dapat mendengar suara. Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh yaitu pada bagian saluran setengah lingkaran. Bunyi atau suara yang sangat keras bisa memecahkan gendang telinga, karena gendang telinga merupakan selaput tipis yang  mudah pecah atau robek.

Kelainan pada telinga

1. Tuli

Tuli merupakan gangguan ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan bunyi atau suara. Tuli bisa disebabkan oleh kerusakan pada gendang telinga, tersumbatnya ruang telinga atau rusaknya saraf pendengaran. Pada orang lanjut usia, tuli disebabkan oleh kakunya gendang telinga dan kurang baiknya hubungan antar tulang pendengaran.

2. Congek

Congek adalah peradangan telinga bagian tengah karena terluka saat membersihkan telinga terlalu dalam. Luka pada telinga bagian tengah dapat terinfeksi oleh bakteri bahkan dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.

Menjaga Kesehatan telinga

1. Membersihkan kotoran yang terdapat di bagian telinga luar dengan kapas.

2. Memeriksakan ke dokter telinga apabila terjadi luka pada telinga bagian dalam.

3. Menutup kedua lubang telinga jika mendengar suara yang

 memekakkan telinga.

Kesimpulan: 

Kegiatan belajar di kelas hari ini alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Namun masih ada 3 siswa yang belum memahami dengan baik materi IPAS alat indra manusia, sedangkan untuk pelajaran bahasa indonesia sudah tuntas . Demikian pembelajaran hari ini, semoga selalu diberikan pemahaman dalam menuntut ilmu pada hari ini. aamiin....

Wassalaamualaikum wr wb 

Materi Ajar: Kamis, 29 Oktober 2026

  📚 ✏️ 🌟 IDENTITAS 🚀 Pembelajaran Harian Kelas VI Kurikulum Merdeka • Yuk, belajar dengan gembira! 🎉 📌 IDENTITAS 1. Nama Guru : Tutik H...