Rabu, 07 Mei 2025

Materi Ajar: Rabu, 7 Mei 2025

 Hari/Tanggal                     : Rabu, 7 Mei 2025

Muatan  Pembelajaran      :  

Matematika                         : Analisa Data dan Peluang

Capaian Pembelajaran Matematika

Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan) 

Matematika


Piktogram dalam matematika adalah suatu penyajian data dengan menggunakan gambar tertentu untuk mewakili banyaknya objek.
Piktogram sering disebut juga sebagai diagram gambar yang representasi datanya menggunakan simbol atau gambar. Jika diagram batang menggunakan kolom untuk menunjukkan suatu data, maka diagram gambar menggunakan gambar-gambar untuk menyimbolkan suatu data.
Piktogram memiliki tujuan yang sama dengan diagram pada umumnya, yaitu untuk menyajikan data dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami.



Kerjakan Latihan Berikut !
Soal No.1
Perhatikan data benda yang ada di meja guru berikut ini!
Benda yang paling banyak ada di meja guru yaitu . . .
A. pensil
B. penggaris
C. penghapus
D. vas bunga

Soal No.2
Perhatikan data mainan Nanda berikut ini!
Jumlah keseluruhan mainan yang dimiliki Nanda yaitu. . .
A. 6
B. 13
C. 15
D. 18

Soal No.3
Perhatikan data buah Bu Heni berikut ini!
Buah milik Bu Heni yang jumlahnya paling sedikit yaitu . . .
A. mangga
B. apel
C. jeruk
D. alpukat

Soal No.4
Perhatikan data hewan yang ada di rumah Rudi berikut ini!
Hewan di rumah Rudi yang jumlahnya sama yaitu . .
A. anjing dan burung
B. anjing dan ikan
C. kucing dan burung
D. kucing dan ikan

Soal No.5
Perhatikan data benda yang ada di kelas berikut ini!
Selisih banyaknya meja dan kursi di kelas yaitu . . .
A. 1
B. 3
C. 5
D. 6

Soal No.6
Perhatikan data olahraga yang disukai siswa kelas IV berikut ini!
Banyak siswa kelas IV yang menyukai bulu tangkis yaitu. . .
A. 3 orang siswa
B. 6 orang siswa
C. 8 orang siswa
D. 16 orang siswa

Soal No.7
Perhatikan data hewan peliharaan siswa SD Tunas Harapan berikut ini!
Banyak siswa SD Tunas Harapan yang memelihara ayam yaitu . . .
A. 3 orang siswa
B. 10 orang siswa
C. 12 orang siswa
D. 15 orang siswa

Soal No.8
Perhatikan data warna kesukaan siswa berikut ini!
Banyak siswa yang menyukai warna hijau yaitu. . .
A. 4 orang siswa
B. 12 orang siswa
C. 16 orang siswa
D. 20 orang siswa

Soal No.9
Perhatikan data buah kesukaan siswa berikut ini!
Selisih banyak siswa yang menyukai mangga dan durian yaitu . . .
A. 1 orang siswa
B. 2 orang siswa
C. 3 orang siswa
D. 4 orang siswa

Soal No.10
Perhatikan data makanan kesukaan siswa kelas V berikut ini!
Jumlah keseluruhan siswa kelas IV yaitu. . .
A. 26 orang siswa
B. 27 orang siswa
C. 30 orang siswa
D. 33 orang siswa

Selasa, 06 Mei 2025

Materi Ajar: Selasa, 6 Mei 2025

  Hari/ Tanggal : Selasa, 6 Mei 2025

  Kelas: IV A


Muatan  Pembelajaran              :  

Seni Musik                :  Membuat Alat Melodi Sederhana

CP SENI MUSIK:

Capaian Pembelajaran

1.     Mengalami

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengimitasi dan menata bunyi-musik sederhana dengan menunjukkan kepekaan akan unsur-unsur  bunyi-musik, baik intrinsik maupun ekstrinsik.

2.     Merefleksikan

Pada akhir fase  ini, peserta didik mampu mengenali diri sendiri, sesama, dan lingkungan yang beragam  (berkebinekaan), serta mampu memberi  kesan atas praktik bermusik lewat bernyanyi atau bermain alat/media musik baik sendiri maupun bersama-sama dalam beragam bentuk: lisan, tulisan/gambar, atau referensi lainnya.

3.     Berpikir dan Bekerja Secara Artistik

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menyimak, mendokumentasikan secara sederhana, dan menjalani kebiasaan  bermusik yang baik dan rutin dalam berpraktik musik sejak dari persiapan, saat bermusik, maupun usai berpraktik musik, serta memilih secara aktif dan memainkan karya musik sederhana secara  artistik, yang mengandung nilai-nilai positif dan membangun.

4.     Menciptakan

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengembangkan, mengimitasi, dan menata bunyi-musik sederhana menjadi pola baru dengan mempertimbangkan unsur-unsur bunyi-musik intrinsik maupun ekstrinsik.

5.     Berdampak bagi  diri sendiri dan orang lain

Pada akhir fase ini, peserta  didik mampu menjalani, mendokumentasikan kebiasaan bermusik yang baik dan rutin dalam berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-kegiatan bermusik lewat bernyanyi dan memainkan media bunyi-musik sederhana serta mendapatkan pengalaman dan kesan, baik bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

TP/  ATP:  

1. Peserta didik mampu mengenali perbedaan bunyi berdasarkan dinamikanya dan bermacam-macam lagu berdasarkan kategorinya.

2. Peserta didik mampu percaya diri dalam menampilkan salah satu lagu dengan dinamika, frasering, dan ekspresi yang baik.

3. Peserta didik mampu menjadi bagian dari sebuah tim aubade dengan baik

                         

               Muslim Waving GIF - Muslim Waving Hi GIFs

  Apa kabar anak-anak bu Tutik hari ini? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....

Sebelum memulai pembelajaran kita hari ini ayo kita buka dengan lafadz basmallah, dan berdoa ya.

 

SENI MUSIK

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan membuat grup musik/ansambel. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Peserta didik dapat menggabungkan permainan alat musik ritmis dan melodis. Peserta didik dapat mengkreasikan sebuah lagu sederhana baik secara irama maupun melodi. Peserta didik dapat menyajikan sebuah pertunjukan yang terkonsep.

Musik Ansambel
Musik ansambel adalah sajian musik yang terdiri dari campuran beberapa alat musik yang dipilih serta mengandung unsur ritmis, melodis, dan harmonis. Ansambel juga dikenal sebagai suatu rombongan musik. Sementara menurut kamus musik, ansambel merupakan kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya. Beberapa bentuk musik ansambel antara lain :
  • Ansambel Sejenis. Musik ansambel sejenis dipahami sebagai bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan alat–alat musik sejenis. Alat musik yang digunakan dapat berupa alat-alat musik ritmis atau melodis misalnya gitar, trumpet, rekorder, pianika, atau alat-alat musik ritmis seperti drum, tamborin dan sebagainya. Contoh ansambel sejenis, yaitu: Ansambel recorder, maka semua penyajian ansambel memainkan alat musik yang sama, yaitu recorder. Ansambel gitar, maka pemain semua bermain gitar.
  • Ansambel Campuran. Musik ansambel campuran adalah penyajian musik ansambel dengan menggunakan beberapa jenis alat musik atau bermacam-macam jenis alat musik. Contoh alat musik ansambel campuran adalah biola, cello, viola, contra bass, dan simbal. Pada ansambel campuran terdapat alat musik yang bermain sebagai harmonis atau alat musik yang berfungsi sebagai melodis dan juga ritmis.

RANGKUMAN SENI MUSIK

Alat musik melodis adalah alat yang mampu menghasilkan beragam nada sehingga bisa digunakan untuk memainkan melodi lagu. Contohnya: pianika, suling, dan gitar.

Alat musik ritmis tidak menghasilkan nada tertentu dan berfungsi untuk mengiringi irama, misalnya drum dan tamborin.

Sedangkan alat musik melodis dapat membunyikan nada yang berbeda-beda dan berfungsi membawakan melodi lagu, seperti piano atau seruling.

Crescendo ( < ) digunakan untuk menunjukkan bahwa suara musik harus dimainkan semakin kuat.

Decrescendo ( > ) berarti suara secara bertahap menjadi semakin pelan.

Botol yang berisi banyak air menghasilkan nada yang lebih rendah dibanding botol yang airnya sedikit Dikarenakan Volume air yang lebih banyak menyebabkan udara di dalam botol bergetar lebih lambat, sehingga nada yang dihasilkan menjadi lebih rendah. Sebaliknya, sedikit air membuat getaran udara lebih cepat dan menghasilkan nada yang tinggi.

Tempo andante adalah kecepatan lagu yang sedang, mirip seperti irama langkah kaki saat berjalan. Contohnya lagu "Gugur Bunga" atau "Tanah Airku".

Tiga bagian struktur dalam lagu berikut dengan fungsinya! (Intro, Reffrain, Coda)

Intro: Bagian awal lagu yang berfungsi sebagai pembuka.

Reffrain: Bagian lagu yang biasanya paling mudah diingat dan dinyanyikan berulang.

Coda: Bagian penutup lagu yang memberikan kesan akhir.

Bagian interlude dalam lagu berguna untuk berperan sebagai jembatan atau penghubung antarbagian lagu, seperti antara bait dan reffrain, serta dapat menjadi selingan instrumen agar lagu tidak monoton.

Yang perlu dilakukan agar permainan alat musik terdengar enak didengar yaitu:

Memainkan nada-nada dengan tepat.

Mengatur tingkat keras dan lembut suara (dinamik) dengan baik.

Melakukan latihan rutin secara teratur.

Penting untuk percaya diri saat tampil memainkan alat musik di depan orang lain karena Rasa percaya diri membuat kita lebih fokus saat bermain dan membantu menampilkan performa yang baik, sekaligus menunjukkan hasil dari latihan yang telah dilakukan.

Musik dapat memberikan dampak nyata pada manusia seperti menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan, rasa kagum, rasa gembira, dan sebagainya. Musik dapat memberikan kepuasan jasmani dan rohani (Sardi:1995), bahkan secara tidak langsung musik dapat membentuk beberapa sikap seperti kreatif, sikap tertib (Steiner dalam Dewantoro : 1962), pengendalian diri (Plato dalam Prier:2002), konstruktif, dinamis, dan berani (Madaule :2002) (Merrit:2003).

Berdasarkan pemikiran tersebut, kegiatan pembelajaran kali ini tidak lagi menitikberatkan pada pengembangan aspek pengetahuan secara individu, tetapi lebih kepada aspek pengembangan sikap, kreativitas, dan keterampilan dalam bekerja secara tim dalam format musik ansambel.

Materi yang akan disajikan adalah materi lagu anak ataupun daerah yang memiliki rentang interval tidak lebih dari interval oktaf atau delapan. Irama yang terkandung juga tidak mengandung banyak ketukan not seperenambelasan dan sinkopasi yang tajam, bernada dasar dalam tangga nada mayor, bersukt2/4 atau 4/4, dan memiliki tempo yang berjalan (andante) atau sedang(moderato). Contoh: "Lagu Paman Datang", "Cicak di Dinding", "Tokecang", dan "Gundhul Pacul".

1. Lagu Cicak
Lagu Cicak
2. Lagu Paman Datang
Paman Datang
3. Tokecang
Tokecang
4. Gundul Pacul
Gundul Pacul
Pada contoh materi "Cicak di Dinding" dan "Paman Datang", irama yang digunakan adalah irama dasar satu ketuk sesuai pola biramanya, sedangkan pada lagu "Tokecang" dan "Gundhul Pacul" irama yang digunakan adalah variasi ritmis. Pada aplikasinya di lapangan, guru dapat mencontohkan irama seperti yang ada pada gambar di atas atau video pada bahan pengayaan di bawah. Namun tidak menutup kemungkinan untuk guru memberikan kebebasan berirama kepada para peserta didik. 


1. Apa yang dimaksud dengan alat musik melodis? Sebutkan tiga contohnya!

2. Jelaskan perbedaan antara alat musik ritmis dan alat musik melodis!

3. Apa fungsi dari tanda dinamika crescendo ( < ) dan decrescendo ( >) dalam musik?

4. Mengapa botol yang berisi banyak air menghasilkan nada yang lebih rendah dibanding botol yang airnya sedikit?

5. Apa arti dari tempo andante? Berikan contoh lagu yang memiliki tempo tersebut!

6. Apa yang perlu dilakukan agar permainan alat musik terdengar enak didengar?

7. Sebutkan dua alat musik tradisional dari Indonesia beserta asalnya!

8. Lagu daerah Tokecang berasal dari daerah ...

9.  Lagu Cicak-Cicak Di Dinding dicptakan oleh ...

10. Apa yang dimaksud dengan musik ansambel?


Minggu, 04 Mei 2025

Materi Ajar: Senin, 5 Mei 2025

 Hari/Tanggal                             : Senin, 5 Mei 2025

 IPAS : Membangun Masyarakat yang Beradab


CP :

Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantu sederhana tentang siklus hidup makhluk hidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitarnya dan kaitannya dengan upaya pelestarian makhluk hidup.

                Peserta didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan          sehari-hari.         Peserta didik mengidentifikasi sumber dan bentuk energi serta menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). Peserta didik memanfaatkan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, mendemonstrasikan berbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak dan bentuk benda. Peserta didik mendeskripsikan terjadinya siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air.

Di akhir fase ini, peserta didik  menjelaskan tugas, peran, dan tanggung jawab sebagai warga sekolah serta mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah. Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat.

Peserta didik mampu menunjukkan letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya pada peta konvensional/digital. Peserta didik mendeskripsikan keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal dan upaya pelestariannya.

Peserta didik mengenal keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah (baik tokoh maupun periodisasinya) di provinsi tempat tinggalnya serta menghubungkan dengan konteks kehidupan saat ini. Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengenal nilai mata uang dan mendemonstrasikan bagaimana uang digunakan untuk mendapatkan nilai manfaat/ memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

TP /ATP:

Tujuan Pembelajaran Topik A :

1.  Peserta didik dapat mengidentifikasi definisi norma.

2.  Peserta didik dapat mengidentifikasi definisi adat istiadat.

3.  Peserta didik dapat mengidentifikasi norma atau adat istiadat yang berlaku di sekitarnya..

 

 Tujuan Pembelajaran Topik B :

1.  Peserta didik dapat membedakan peraturan tertulis dan tidak tertulis.

2.  Peserta didik dapat menganalisis perlunya mematuhi peraturan.

3.  Peserta didik dapat mendemonstrasikan contoh norma dan pelanggaran norma di suatu tempat..

 

 Tujuan Pembelajaran Topik C :

1.  Peserta didik dapat menganalisis dampak dari sebuah pelanggaran peraturan tertulis dan tidak tertulis.

2.  Peserta didik dapat menganalisis manfaat menaati peraturan.

3.  Peserta didik dapat membuat mengampanyekan pentingnya menaati peraturan





Asaalaamualaikum Wr. Wb. 

Apa kabarnya hari ini anak sholih sholihah Ibu guru, semoga semua selalu dalam keadaan sehat walafiat ya. Oke hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita ya. Nah di pembelajaran sebelumnya  kita sudah membahasa tentang "Norma dan peraturan". Pada pembelajaran hari ini ibu guru mengharapkan agar kalian dapat berliterasi dengan merangkum dan memahami isi video yang sudah ibu share.

Oke sebelum memulai pembelajaran persiapkan diri kalian dengan mandi, sarapan, sholat dhuha, murojaah dan menonton video tausiah dahulu ya sayang. Selanjutnya silahkan perhatikan materi berikut ini, tetap semangat dan jangan lupa berdoa sebelum belajar ya.


Perhatikan teks  berikut!



Awas di hukum
Setiap peraturan dibuat untuk menciptakan lingkungan yang tertib, rukun, dan harmonis. Diharapkan juga agar dapat mengurangi terjadinya perselisihan dan pertengkaran sehingga tujuan dapat tercapai. Untuk melestarikan sebuah norma maupun mengikat sebuah peraturan tertulis, manusia membuat sebuah sanksi bagi pelanggar norma maupun peraturan tertulis. Sanksi tersebut memiliki tujuan utama yaitu untuk membuat pelanggar jera sehingga tidak mengulang kembali perbuatannya. Selain itu, sanksi dibuat agar dipatuhi dan dan ditaati.

Tahukah kalian, syarat mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) diberikan pada usia berapa tahun? Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi syarat utama untuk mendapatkan SIM. Coba tanyakan pada orang dewasa di sekitar kalian, apakah mereka memiliki KTP dan SIM? Mengapa semua orang dewasa memiliki KTP, namun tidak semua memiliki SIM? Tentu saja karena berkaitan dengan peraturan.
Melanggar Aturan
Peraturan dibuat oleh negara dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang tertib. Untuk membuat SIM ada aturan batas usia minimal. Tujuannya adalah untuk membatasi agar pengemudi kendaraan bermotor merupakan orang yang sudah bisa bertanggung jawab secara hukum.

Begitu pun peraturan yang ada di rumah, sekolah, dan di tempat tinggal kita. Semua bertujuan untuk menciptakan ketertiban. Ketertiban menciptakan hidup menjadi lebih tenang, aman, dan nyaman untuk beraktivitas. Dengan kata lain, ketertiban menciptakan masyarakat yang beradab.

Kosakata Baru
Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan kartu identitas diri yang dimiliki oleh warga negara Indonesia ketika menginjak usia 17 tahun.


Belajar Lebih Lanjut
Apa yang akan terjadi jika sebuah wilayah atau tempat tidak memiliki aturan? Mungkin saja kehidupan masyarakat menjadi tidak teratur. Setiap orang akan melakukan segala sesuatu yang mereka inginkan. Oleh karena itu norma perlu dibuat agar: 
  1. Terciptanya kehidupan harmonis di dalam masyarakat;
  2. Sebagai petunjuk dalam bersikap dan bertindak;
  3. Sebagai pengontrol sikap dan tindakan manusia;
  4. Sebagai alat pelindung masyarakat.

Namun, terkadang masih saja terlihat seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap aturan. Oleh karena itu, sanksi bertujuan untuk membuat orang yang melanggar aturan menjadi jera. Adapun beberapa sanksi bagi seseorang yang melakukan pelanggaran norma maupun peraturan tertulis.

Kosakata Baru
jera: kapok atau tidak ingin melakukan hal itu lagi.
1. Sanksi pelanggaran norma; 
a. dikucilkan;
b. merasa malu;
c. penyesalan. 

2. Sanksi pelanggaran peraturan tertulis;
a. hukuman denda;
b. hukuman penjara.


TUGAS:
Catatlah rangkuman materi pada video berikut ini, tulislah rangkuman tulisanmu, dengan rapi dan jelas! Rangkuman akan dikumpulkan saat masuk sekolah pada tanggal 13 Mei 2025






Setelah mencatat dan meyimak video di atas kerjakan latihan berikut ini!
tulis jawabannya saja dan kumpulkan ke gurumu melalui aplikasi whatsapp!

LATIHAN IPAS


1. Aturan tidak tertulis dan diakui sebagai hal yang baik untuk dilakukan disebut ...

a. adat-istiadat

b. norma

c. tata tertib

d. kesepakatan



2. Kaidah atau ketentuan yang dijadikan peraturan hidup sehingga mempengaruhi tingkah laku manusia dalam kehidupannya baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara disebut...

a. norma

b. adat istiadat

c. kepercayaan

d. kebiasaan


3. Yang bertugas menindak pelanggaran di jalan raya adalah...

a. Sekuriti

b. Polantas

c. Tentara

d. Hansip


4. Masyarakat Baduy menerapkan beberapa aturan adat yang mengatur kehidupan masyarakatnya dalam hal...

a. mempertahankan sistem adat

b. melindungi wilayah dari berbagai perubahan

c. mengatur keperluan saat masyarakat luar masuk ke wilayahnya

d. jawaban a, b benar


5. Masyarakat Lembata memiliki kebiasaan berburu paus pada bulan Mei dampai November yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. masyarakat Lembata terletak di wilayah....

a. Nusa Tenggara Barat

b Nusa Tenggara Timur

c. Maluku

d. Papua



6. Peraturan yang dibuat oleh negara atau pengelola sebuah tempat dengan sifat memaksa merupakan ciri dari peraturan...

a. undang undang.

b. tertulis

c. tidak tertulis

d. tersirat



7. Sanksi pelanggaran peraturan tertulis adalah ...

a. sanksi ringan berupa teguran

b. sanksi berat berupa hukuman

c. sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan

d. dikucilkan


8. Peraturan yang dibuat oleh manusia dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat atau daerah setempat disebut peraturan

a. undang-undang

b. tertulis

c. tidak tertulis

d. tersirat


9. Akibat dari pelanggaran datang terlambat adalah ...

a. merugikan siswa lain yang akan menggunakan fasilitas sekolah

b. tidak punya teman karena rasa persatuan dan kesatuan berkurang

c. tidak bisa menggunakan fasilitas yang dibutuhkan

d. tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik di jam pertama


10. Seorang pelanggar lalu lintas yang kedapatan tidak memiliki SIM dan membawa STNK akan mendapatkan

a. teguran

b. himbauan

c. hukuman penjara

d. sanksi tilang sesuai perundangan yang berlaku








Nah demikian pembelajaran kita hari ini, ibu guru harap kalian dapat memahami pembelajaran hari ini. 
Tetap semangat sayang, semoga selalu dilimpahi kesehatan. 

Wassalaamualaikum wr wb 

Kamis, 01 Mei 2025

Materi Ajar: Jum'at, 2 Mei 2025

  Hari/Tanggal                : Jum'at, 2 Mei 2025

Muatan Pembelajaran :   

1. PAK                           : Kerja Keras 

2. Bahasa Indonesia :  Sehatlah Ragaku

Capaian  Pembelajaran: 

PAK ( Pendidikan Anti Korupsi)

Wawasan: Memahami manfaat perilaku hidup sederhana untuk diri pribadi dan sosial

Ketrampilan: Mengimplementasikan perilaku hidup sederhana 

Sikap Sosial : Meyakini manfaat perilaku hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Capaian Bahasa Indonesia

1.  Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks   aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

2.       Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

3.       Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik.

4.       Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih.

5.       Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif.

6.       Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi.

7.       Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

8.       Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.

9.       Peserta didik mengajukan dan menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan aktif.

10.   Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan mematuhi tata caranya.

11.   Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam.

     Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam.

     


Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Anak sholih sholihah.

Bahasa Indonesia

Pada Pembelajaran Bab VIII Sehatlah Ragaku muatan Bahasa Indonesia Kelas IV kita akan belajar mengidentifikasi perbedaan dalam elemen visual (misalnya foto dan ilustrasi) untuk mendapatkan informasi. Melalui teks “Suatu Hari”, kalian belajar membedakan informasi fakta dan opini.

Kalimat opini adalah kalimat yang berasal dari sudut pandang penulis. Kalimat opini belum bisa dibuktikan kebenarannya. Beberapa kata tertentu seperti “menurutku”, “aku rasa”, atau “sepertinya” dapat menjadi petunjuk bahwa hal tersebut belum pasti.

Kalimat opini sangat berbeda dengan kalimat fakta. Kalimat opini adalah kalimat yang di dalamnya mengandung pendapat, pandangan, dan anggapan. Sedangkan kalimat fakta adalah kalimat yang menyatakan tentang peristiwa atau kejadian nyata, benar-benar ada dan dapat dibuktikan kebenarannya.  Berikut perbedaan kalimat fakta dan opini secara rinci.
  1. Kalimat fakta yang bersifat objektif dan opini bersifat subjektif
  2. Kalimat fakta dari kenyataan yang sebenarnya terjadi, sedangkan opini memperlihatkan peristiwa yang belum terjadi
  3. Kalimat opini tidak ditambahkan data pendukung, berbeda dengan kalimat fakta yang memakai data untuk mendukung argumen
  4. Opini berisi kalimat pengandaian yang menggunakan kata menurut saya, saya rasa, sepertinya, sebaiknya, mungkin, jika, kalau, sebaiknya, seharusnya, dan masih banyak lagi
  5. Opini menunjukkan peristiwa spekulatif dan berisi argumen sendiri.

Perhatikan teks di bawah ini.

Suatu Hari
Suatu Hari
Periksalah, apakah balon ucapan sudah sesuai dengan orang yang mengucapkannya? Adakah balon ucapan yang tidak mengarah kepada orang yang tepat?

Pasangkanlah balon ucapan dengan orang yang tepat. Salin tabel di bawah ini ke buku tulis kalian dan lengkapilah. Jelaskan alasan kalian menyimpulkan demikian
BalonTokohAlasan
1CandraTangan Candra digendong. Ini cocok dengan teks yang mengatakan tangannya sakit sekali
2RiriBalon ucapan nomor 2 menyebutkan tentang mata yang sakit. Ini cocok dengan Riri yang memakai penutup mata
3AditKaki Adit dipasangi gips, cocok dengan balon ucapan nomor 3
4DioPusing terasa di kepala. Ini cocok dengan Dio yang memegangi kepala
5NandaOrang yang pilek dan bersin-bersin itu biasanya perlu membersihkan hidungnya dengan tisu atau sapu tangan. Ini cocok dengan Nanda

Berdiskusi
Fakta adalah kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada; dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan opini adalah pendapat; pikiran; belum terbukti 

Diskusikan isi teks “Suatu Hari” bersama-sama.
  1. Buatlah lima kelompok. Beri nama setiap kelompok dengan nama anak pada teks “Suatu Hari”. 
  2. Diskusikan di dalam kelompok kalian, mana yang fakta dan mana yang opini dalam pernyataan tokoh kalian. 
  3. Jelaskan apa yang membuat kalian berpendapat demikian.
  4. Presentasikan di depan kelas hasil diskusi kelompok kalian.

Ucapan yang Bersifat Fakta dan Opini
TokohUcapanFaktaOpini
CandraAku berlari-lari bersama temanku.✓-
Aku tidak melihat ada batu di depan.✓-
Aku terjatuh dan sikuku membentur batu itu.✓-
Aku terjatuh dan sikuku membentur batu itu.✓-
Sepertinya tanganku patah-✓
Penjelasan :
Empat kalimat pertama yang diucapkan Candra adalah fakta yang sudah terjadi dan bisa dibuktikan kebenarannya. Sementara, keadaan tangan patah hanya dugaan Candra saja. Harus dipastikan atau dibuktikan melalui pemeriksaan oleh dokter.
RiriMataku yang sebelah kiri merah sekali dan gatal.✓-
Sebaiknya kalian tidak memandangku, supaya tidak ketularan.-✓
Penjelasan :
Keadaan mata Riri sudah dibuktikan, karenanya dia memakai penutup mata. Akan tetapi, pernyataan bahwa orang yang memandang Riri akan ketularan sakit mata, hanyalah anggapan saja.
AditAku tidak hati-hati ketika memanjat pohon jambu.✓-
Aku terjatuh.✓-
Dokter memeriksaku dengan sinar-X. ✓-
Ternyata ada tulang yang patah.✓-
Gips ini membantu tulangku tidak bergeser lagi.✓-
Penjelasan :
Pernyataan yang disampaikan Adit adalah keadaan sebenarnya, dapat dibuktikan kebenarannya. Patahnya tulang Adit telah dibuktikan melalui pemeriksaan dengan sinar-X oleh dokter. Pemasangan gips, untuk membantu tulang tidak bergeser lagi, juga merupakan fakta yang sudah terbukti kebenarannya
DioSebenarnya aku ke sini menemani ibuku, tapi sekarang aku pusing sekali.✓-
Aku rasa penyakitku cukup parah.-✓
Penjelasan :
Dio menyampaikan fakta bahwa dia menemani ibunya dan dia merasa pusing. Namun, Dio hanya menduga bahwa penyakitnya cukup parah. Mungkin saja Dio merasa pusing karena terlalu banyak melihat layar. ← Perhatikan, kalimat terakhir ini juga merupakan opini.
NandaAku terlalu lama berenang.✓-
Pasti karena itu aku pilek.-✓
Pasti nanti dokter memberiku antibiotik.-✓
Penjelasan :
Lamanya Nanda berenang adalah keadaan yang sudah terjadi dan dapat dibuktikan. Bahwa Nanda pilek juga fakta karena dia bersin-bersin. Akan tetapi, walaupun terlalu lama berenang dapat menyebabkan pilek, hal itu belum tentu menjadi penyebab pileknya Nanda. Mungkin saja ada penyebab lain yang membuat Nanda pilek. Nanda hanya menduga bahwa dia pilek karena terlalu lama berenang. Begitu pula tentang obat yang diberikan dokter. Itu hanya dugaan atau opini Nanda.

Demikian pembahasan mengenai Informasi Fakta dan Opini dalam Teks “Suatu Hari”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud.
PAK (Pendidikan Anti Korupsi)
Kerja Keras 


kerja keras adalah upaya yang memperlihatkan rasa sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan untuk menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
Kerja keras juga harus selalu diimbangi dengan rasa tanggung jawab, artinya kesiapan menanggung segenap akibat perbuatan yang menuntut jawab.

Ciri-ciri Kerja Keras

  • Dapat mengelola waktu yang dimiliki dengan baik.
  • Merasa tidak tenang apabila pekerjaannya belum terselesaikan sampai tuntas.
  • Selalu memeriksa apa yang harus dilakukan dan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Mampu mengorganisasi sumber daya yang ada untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.
  • Dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu.
  • Tidak mudah putus asa
  • Tidak mudah menyerah dalam menghadapi 
  • Dapat bekerja sama
  • Memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan
  • Berusaha mengevaluasi diri agar dapat memperbaiki kekurangan dan terus berkembang.
  • Tekun dalam menghadapi rintangan karena percaya segala sesuatu tidak dapat didapatkan secara instan
  • Memiliki inisiatif untuk terus mengembangkan diri.

Materi Ajar: Kamis, 29 Oktober 2026

  📚 ✏️ 🌟 IDENTITAS 🚀 Pembelajaran Harian Kelas VI Kurikulum Merdeka • Yuk, belajar dengan gembira! 🎉 📌 IDENTITAS 1. Nama Guru : Tutik H...