Hari/tanggal : Kamis, 15 Januari 2026
Kelas : VI Al Jazari
Materi Muatan Pelajaran
Matematika :
Pancasila :
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Tujuan Pembelajaran :
Menjelaskan makna keragaman budaya
Capaian pembelajaran:
pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).
Tujuan Pembelajaran;
Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari.
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Matematika
Materi denah kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 terutama berfokus pada Sistem Koordinat Cartesius untuk menentukan posisi benda (tempat duduk siswa) dengan sumbu X (mendatar) dan Y (tegak) serta unsur-unsur denah seperti arah mata angin dan keterangan, yang diajarkan dalam konteks matematika, seringkali diintegrasikan dengan tema seperti masyarakat sehat atau kepemimpinan di Kurikulum Merdeka, dengan tujuan siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual.
Konsep Utama Materi Denah Kelas 6
- Pengertian Denah:
- Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
- Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
- Unsur-Unsur Denah:
- Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
- Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
- Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
- Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
- Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):
- Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
- Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
- Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
- Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:
- Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
- Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
- Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket).
Contoh Penerapan (Soal Latihan)
- Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
- Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara.
Pendidikan Pancasila
menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama.
Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu.
Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah.
Wassalamuaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar