Hari/tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
Kelas : VI Al Jazari
Materi Muatan Pelajaran
Matematika : Peluang
Pancasila
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Tujuan Pembelajaran :
Menjelaskan makna keragaman budaya
Capaian pembelajaran:
pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).
Tujuan Pembelajaran;
Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari.
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Matematika
Pemahaman konsep dasar peluang sebagai kemungkinan terjadinya suatu kejadian, menggunakan skala peluang (tidak mungkin, kurang mungkin, mungkin, sangat mungkin, pasti), serta membandingkan peluang dua kejadian dengan contoh sehari-hari seperti koin atau dadu, dengan tujuan membantu pengambilan keputusan dan memahami ketidakpastian melalui contoh praktis.
Konsep Dasar
Peluang: Perkiraan atau kemungkinan suatu kejadian akan terjadi.
Skala Peluang:
Tidak mungkin: Kejadian yang tidak akan pernah terjadi (contoh: matahari terbit di barat).
Kurang mungkin: Peluangnya kecil (contoh: pindah rumah setiap tahun).
Mungkin: Peluangnya ada (contoh: hujan saat musim hujan).
Sangat mungkin: Peluangnya besar (contoh: makan malam bersama keluarga).
Pasti: Kejadian yang pasti terjadi (contoh: matahari terbit setiap pagi).
Materi Pokok
- Memahami Peluang melalui Percobaan:
- Koin: Peluang muncul sisi Angka atau Gambar (contoh: peluang muncul "Gambar" saat melempar koin).
- Dadu: Peluang muncul angka tertentu atau jenis angka (genap/ganjil) saat melempar dadu bersisi 6 (contoh: peluang muncul angka kurang dari 7).
- Membandingkan Peluang: Menilai kejadian mana yang lebih mungkin terjadi (contoh: memilih kotak hadiah dengan isi berbeda).
Contoh Penerapan
- Membantu membuat keputusan (memilih mainan, memprediksi cuaca).
- Memahami konsep "adil" dan "kurang adil" dalam permainan.
Istilah Penting
- Ruang Sampel (S): Semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan (contoh: {1, 2, 3, 4, 5, 6} untuk dadu).
- Kejadian (A, B, C): Himpunan bagian dari ruang sampel (contoh: muncul angka genap = {2, 4, 6}).
- Peluang (n(A)/n(S)): Perbandingan jumlah kejadian yang diinginkan dengan jumlah total ruang sampel (contoh: peluang muncul angka genap = 3/6 = 1/2).
Pendidikan Pancasila
menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama.
Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu.
Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah.
Wassalamuaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar